Pup Anak Warna Hijau, Normal atau Perlu Diperiksa ke Dokter?
Waspadai feses anak warna hijau bila disertai demam tinggi, muntah, serta tanda-tanda dehidrasi. Pup anak berwarna hijau itu normal bila tidak disertai gejala lainnya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)
Diterbitkan: 27 November 2024
Diperbarui: 06 Maret 2026
Pup anak warna hijau mungkin membuat Ibu Bapak kaget. Kondisi ini sebenarnya normal, tapi tetap tidak boleh diabaikan karena dapat menandakan hal tertentu. Cari tahu cara membedakan pup hijau pada anak yang aman dan perlu diwaspadai.
Apakah Pup Anak Warna Hijau Normal?
Warna pup anak bisa bervariasi, mulai dari kuning, cokelat, hingga hijau, dan semuanya masih termasuk dalam rentang normal.
Warna hijau biasanya disebabkan oleh makanan, suplemen zat besi, atau sedang mengalami diare di mana proses pencernaan membuat empedu belum terurai sempurna.
Pup anak warna hijau umumnya normal selama anak tetap aktif, tidak demam, tidak nyeri atau muntah, dan kondisinya hanya berlangsung sebentar.
Namun, Ibu dan Bapak perlu waspada jika pup hijau disertai diare berat, berlendir, berbau sangat tajam, anak tampak lemas, atau berlangsung lebih dari beberapa hari.
Penyebab Pup Anak Warna Hijau
Pup anak warna hijau bisa terjadi karena masalah kesehatan tertentu sampai kondisi normal sehari-hari. Berikut beberapa penyebab yang paling umum terjadi.
1. Pola Makan dan Jenis Makanan
Makanan yang anak makan menjadi faktor utama yang memengaruhi warna feses atau pupnya.
Sayuran hijau seperti bayam atau brokoli, serta makanan atau minuman dengan pewarna seperti permen dan kue, bisa membuat pup tampak kehijauan dan bukan karena masalah serius.
Pada bayi yang sudah mulai MPASI, perubahan menu makanan juga dapat mengubah warna pup.
Baca Juga: 6 Tanda Pencernaan Anak Sehat dan Normal
2. Susu Pertumbuhan dan Zat Besi
Susu formula atau susu pertumbuhan yang mengandung zat besi cukup tinggi dapat membuat warna pup jadi gelap kehijauan bahkan kadang kehitaman. Hal yang sama bisa terjadi jika anak mengonsumsi suplemen zat besi.
Ibu tidak perlu khawatir, pup anak warna hijau setelah minum susu pertumbuhan maupun suplemen zat besi merupakan efek yang umum dan tidak berbahaya.
3. Diare dan Infeksi Saluran Cerna
Saat anak diare, pup bisa berwarna hijau karena proses pencernaan berlangsung lebih cepat dari biasanya.
Empedu yang awalnya berwarna kuning kehijauan bergerak terlalu cepat di usus sehingga belum sempat berubah warna menjadi cokelat.
Infeksi virus seperti norovirus (flu perut) dan bakteri seperti Salmonella atau E. coli juga bisa menjadi penyebab BAB anak warna hijau.
Ibu Bapak perlu memperhatikan bila anak mengalami gejala lain seperti demam tinggi, muntah terus-menerus, atau anak tampak lemas, sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter.
4. Sistem Pencernaan yang Masih Berkembang
Sistem pencernaan bayi dan balita umumnya masih berkembang sehingga membuat warna fesesnya bisa lebih bervariasi.
Terlebih pada bayi baru lahir, pup berwarna hijau tua bahkan hampir hitam ini normal dan disebut mekonium, yakni pup pertama bayi yang berasal dari cairan ketuban, sel kulit, rambut halus (lanugo), dan lendir, dengan tekstur lengket.
Seiring waktu, warna pup akan berubah mengikuti asupan dan perkembangan sistem pencernaan bayi.
5. Alergi atau Intoleransi Makanan
Dalam beberapa kasus, pup hijau bisa berkaitan dengan alergi atau intoleransi makanan, misalnya terhadap protein susu sapi.
Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti ruam, muntah, perut kembung, atau diare berkepanjangan.
Meski begitu, tidak semua pup hijau berarti alergi. Penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter anak guna mengetahui penyebab feses anak warna hijau dengan lebih akurat.
Cara Mengatasi Pup Anak Warna Hijau
Meski tidak semua kondisi feses anak warna hijau perlu dikhawatirkan, Ibu tetap perlu memperhatikan perubahan yang terjadi. Berikut langkah sederhana untuk mengatasi BAB anak warna hijau.
1. Amati Durasi & Konsistensi Pup
Langkah pertama mengatasi BAB warna hijau pada anak adalah dengan mengamati berapa lama pup hijau terjadi dan bagaimana konsistensinya. Jika hanya berlangsung singkat dan tidak terlalu cair, Ibu tidak perlu terlalu cemas.
Perhatikan juga gejala penyerta seperti demam, muntah, anak tampak lemas, atau rewel berlebihan.
Bila muncul tanda-tanda tersebut atau kondisi berlangsung beberapa hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
2. Evaluasi Makanan Harian Anak
Coba Ibu ingat kembali makanan, minuman, atau suplemen terakhir yang dikonsumsi anak. Sayuran hijau, makanan berpewarna, atau produk tinggi zat besi bisa jadi penyebab pup anak warna hijau.
Jika warna hijau muncul setelah mengonsumsi makanan, minuman, atau suplemen tertentu, Ibu bisa memantau reaksinya terlebih dahulu. Selama anak tetap aktif dan nyaman, biasanya ini hanya respons sementara tubuh.
Baca Juga: 15 Cara Ampuh Mengatasi Perut Kembung pada Anak
3. Jaga Asupan Cairan
Pastikan anak tetap mendapatkan cukup cairan, terutama jika pup hijau adalah tanda diare. Cairan membantu mencegah dehidrasi dan mendukung proses pemulihan saluran cerna.
Pada bayi, pemberian ASI dan susu tetap harus dilanjutkan seperti biasa kecuali ada saran lain dari dokter. Pada anak yang lebih besar, air putih dan asupan cairan lain seperti susu yang bagus untuk pencernaan dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.
4. Jaga pola makan seimbang
Memberikan makanan dengan gizi seimbang membantu menjaga kesehatan pencernaan anak.
Ibu bisa memberikan asupan serat dan probiotik yang cukup, seperti dari buah, sayur, dan yogurt untuk mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.
Hindari perubahan pola makan secara mendadak karena bisa membuat sistem pencernaan anak kaget dan memicu perubahan warna atau konsistensi pup. Lakukan penyesuaian menu secara bertahap agar tubuh anak bisa beradaptasi.
5. Jangan Hentikan Obat Tanpa Konsultasi Dokter
Jika anak sedang mengonsumsi suplemen zat besi atau obat tertentu, ini dapat memengaruhi warna pupnya. Hal ini sebenarnya normal dan tidak berbahaya.
Namun, Ibu jangan menghentikan pengobatan sepihak tanpa izin dokter. Tujuannya, untuk memastikan bahwa si Kecil aman bila berhenti minum obat atau mendapatkan obat lain yang sesuai kebutuhannya.
Kapan Perlu ke Dokter?
Berubahnya warna BAB anak menjadi hijau tidak selalu perlu diperiksakan ke dokter terutama bila anak tetap terlihat sehat dan kondisinya tidak berlangsung lama.
Pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika BAB warna hijau pada anak disertai kondisi berikut ini:
- Feses kehijauan terjadi hingga 2 minggu.
- Mengalami demam tinggi.
- Mengeluhkan sakit perut, mual, dan muntah.
- Anak tampak sangat lemas.
- Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti tubuh lesu, mulut kering, mata cekung, wajah pucat, frekuensi buang air kecil berkurang dari biasanya.
Baca Juga: 15 Cara Mengatasi BAB Keras pada Anak 2 Tahun dengan Aman
Waspadai Warna Pup Anak Selain Hijau
Tidak cuma warna hijau, feses juga bisa berubah menjadi warna lain. Nah, beberapa warna feses berikut perlu diwaspadai karena umumnya timbul akibat masalah kesehatan:
- Hitam. Warna pup hitam bisa karena konsumsi suplemen zat besi, tetapi juga dapat menandakan perdarahan di lambung atau saluran cerna.
- Pucat atau putih. Feses pucat dapat menandakan kurangnya empedu yang berkaitan dengan gangguan hati, pankreas, atau kantong empedu. Obat-obatan tertentu, seperti antasida yang mengandung aluminium, bismut subsalisilat (misalnya Pepto-Bismol), obat antidiare tertentu, serta zat kontras barium yang digunakan saat pemeriksaan rontgen pun bisa menjadi penyebabnya.
- Merah. Pup anak yang berwarna merah umumnya karena makanan berwarna merah, tetapi juga dapat mengindikasikan adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah seperti usus besar. Jika anak mengalami keluhan lain, sebaiknya periksakan lebih lanjut ke dokter.
Pup anak warna hijau termasuk normal, terutama jika tanpa gejala lain dan hanya berlangsung singkat. Namun, Ibu Bapak tetap perlu tahu kapan harus bertindak dengan memantau warna, konsistensi, dan kondisi umum anak.
Ibu kini bisa memantau kesehatan pencernaan si Kecil lewat fitur AI Poop Tracker. Cukup unggah foto pup di popok, lalu hasil analisisnya akan muncul real time dalam 60 detik dan bisa dikonsultasikan ke dokter.
Jangan lupa daftar sebagai member Bebeclub untuk mengakses ratusan artikel parenting dan gizi anak yang terverifikasi ahli. Member juga mendapat fitur eksklusif pemantauan pencernaan serta kesempatan memperoleh hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis sekarang!

