Penyebab Perut Anak Kembung Setiap Malam dan Cara Mengatasinya
Perut kembung sesekali umumnya normal jika anak tetap aktif dan keluhan membaik. Periksakan ke dokter bila kembung sering terjadi, gejalanya makin berat, sampai mengganggu tidur.
Perut anak kembung setiap malam hari umumnya disebabkan oleh gas yang menumpuk di saluran pencernaan. Kondisi ini dapat dipicu oleh makan terlalu dekat dengan waktu tidur, konsumsi makanan atau minuman yang menghasilkan gas seperti susu, keju, brokoli, dan kubis, serta kebiasaan makan terlalu cepat hingga banyak menelan udara. Selain itu, sembelit dan intoleransi laktosa juga dapat membuat perut anak terasa penuh dan kembung.
Kenapa Perut Anak Kembung Setiap Malam?
Kembung lebih terasa di malam hari karena anak tidak seaktif di siang hari. Setelah anak selesai beraktivitas, makan, lalu berbaring, kurang gerak bisa membuat gas di perut sulit keluar sehingga akhirnya menimbulkan kembung dan tidak nyaman.
Selain alasan tersebut, beberapa hal berikut ini bisa jadi pemicu perut anak kembung setiap malam:
1. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
Perut anak kembung setiap malam mungkin disebabkan oleh waktu makan malam yang terlalu berdekatan dengan jadwal tidurnya.
Berbaring segera setelah makan, apalagi porsi makannya juga banyak, bisa membuat kerja sistem pencernaan lebih lambat dalam mengolah makanan. Ini yang kemudian menyebabkan penumpukan gas di perut.
2. Makan atau Minum Terlalu Cepat
Ketika waktu makannya terlalu mepet jadwal tidur, secara tidak sadar si Kecil jadi terburu-buru menghabiskan makanannya agar bisa cepat tidur.
Jika terbiasa mengunyah terlalu cepat, menenggak minum terburu-buru, bahkan sambil bicara saat makan, hal ini bisa membuat si Kecil menelan udara lebih banyak dari seharusnya.
Gas yang tertelan bisa meregangkan perut sehingga perut anak sakit dan kembung.
Baca Juga: Perut Anak Kembung dan Berbunyi: 10 Penyebab Umum
3. Mengonsumsi Makanan yang Memicu Gas
Jika perut anak kembung setiap malam, penyebabnya mungkin dari menu makan malam yang disajikan. Ini karena beberapa anak cenderung lebih sensitif terhadap sejumlah makanan yang bisa memicu produksi gas berlebih.
Contohnya bawang-bawangan, kacang-kacangan, dan sayuran berbonggol (seperti kubis, asparagus, brokoli, pakcoy, dan kembang kol).
Makanan asin dan tinggi karbohidrat juga bisa membuat anak kembung di malam hari. Namun, pemicu tiap anak bisa berbeda, sehingga tidak perlu menghindari semua makanan tersebut tanpa alasan.
4. Sembelit
Sembelit pada anak dapat menyebabkan sakit perut dan kembung. Semakin lama feses tertahan di usus besar, semakin banyak waktu yang dimiliki bakteri untuk memfermentasinya.
Akibatnya produksi gas di dalam usus meningkat yang menyebabkan kembung.
5. Intoleransi Laktosa
Anak dengan intoleransi laktosa tidak dapat mencerna gula laktosa dalam susu sepenuhnya karena tidak memiliki enzim laktase dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, gula susu akan difermentasi oleh bakteri yang hidup di usus besar.
Hasil fermentasi laktosa ini menghasilkan gas yang menyebabkan gejala intoleransi laktosa seperti perut anak kembung setiap malam dan buang angin terus menerus.
6. Kondisi Pencernaan atau Medis Tertentu
Selain pola makan dan kebiasaan sehari-hari, perut anak yang kembung setiap malam juga bisa berkaitan dengan kondisi pencernaan tertentu.
Misalnya, gastroenteritis, refluks, atau gangguan pencernaan lainnya dapat menyebabkan penumpukan gas dan rasa tidak nyaman di perut.
Perut Kembung Setiap Malam dan Mual, Apakah Normal?
Anak bisa mengalami perut kembung setelah makan bila memiliki pemicunya, terutama di malam hari. Keluhan ini bisa disertai mual yang semakin membuat anak merasa tidak nyaman.
Gejala perut kembung pada anak karena penumpukan gas juga bisa disertai sering sendawa, sering buang angin, hingga timbul nyeri di perut.
Meski hal ini normal, tapi bila mual terjadi berulang atau disertai muntah, diare, konstipasi, atau kondisi lain yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan masalah pencernaan tertentu.
Baca Juga: Perut Anak Kembung Terus? Penyebab & Solusinya
Cara Mengatasi Perut Kembung Anak di Malam Hari
Malam hari seharusnya jadi waktu anak untuk beristirahat dengan tenang. Namun, pencernaan yang tidak nyaman bisa membuat si Kecil dua kali lebih rewel. Jika ini terjadi, coba beberapa cara berikut untuk mengatasi perut anak kembung setiap malam:
1. Beri Jarak antara Makan Malam dan Waktu Tidur
Mengatur waktu makan malam anak dengan baik sangat penting untuk mencegah perut kembung di malam hari.
Usahakan beri jeda 2 jam antara makan malam dan waktu tidur agar tubuh punya cukup waktu bagi lambung untuk mencerna makanan sebelum berbaring dan tidur malam.
2. Ajarkan Anak Makan dan Minum Perlahan
Coba “rem” kebiasaan si Kecil mengunyah buru-buru dengan mengajarkan cara makan pelan-pelan untuk mengatasi perut kembung di malam hari.
Minta si Kecil hitung berapa kali ia mengunyah di setiap suapan dan usahakan mengunyah dalam hitungan kecil sebagai awalan.
Katakanlah 3-5 kunyahan per 1 suapan sendok. Selanjutnya, coba tingkatkan jadi 10 kali kunyahan per satu suap.
Sementara untuk mengerem kebiasaan menenggak minum banyak-banyak, coba berikan minum di gelas kecil dengan sedotan.
3. Identifikasi Makanan Pemicu Kembung
Bantu redakan perut anak kembung setiap malam dengan menghindari menu makan malam yang mengandung beberapa bahan makanan pemicu gas, seperti:
- Bawang bombay
- Brokoli
- Asparagus
- Paprika hijau
- Lobak
- Kacang polong
- Kubis
- Kembang kol
Selain itu, buat food diary sederhana untuk mencatat makanan apa saja yang dikonsumsi si Kecil dalam satu hari (termasuk saat makan malam) dan amati reaksinya.
Perhatikan apakah keluhan berulang setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Dari situ, Ibu dapat memilah jenis-jenis makanan yang aman untuk pencernaan anak.
4. Ajak Anak Bergerak Ringan
Ajak si Kecil melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan santai atau bermain seperti yang biasa ia lakukan.
Opsi lainnya, coba rebahkan si Kecil dan gerakkan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.
Bergerak dapat membantu merangsang pergerakan saluran cerna sehingga gas lebih mudah berpindah dan dikeluarkan.
5. Pijat Perut dengan Lembut
Ibu juga bisa pijat lembut perut dan punggungnya untuk bantu si Kecil merasa lebih nyaman dan rileks sebelum tidur.
Sebelum pijat, gosok telapak tangan Ibu dengan losion atau minyak pijat khusus anak untuk mentransfer sensasi hangat dan nyaman pada perutnya.
Pijat termasuk cara efektif mengatasi perut kembung di malam hari.
6. Berikan Kompres Hangat
Sebelum tidur, coba kompres perut si Kecil dengan waslap atau handuk tipis yang sudah dibasahi air hangat agar anak merasa lebih nyaman.
Ibu juga bisa menggunakan botol plastik isi air hangat yang dibalut kain tipis untuk mengatasi perut kembung di malam hari.
Kompres perut selama 10-15 menit dan pastikan kompres tidak terlalu panas karena dapat menimbulkan luka bakar.
7. Pastikan Anak Cukup Minum
Pastikan si Kecil mendapat cukup cairan sesuai usia dan kebutuhannya. Asupan cairan yang cukup terutama penting untuk membantu mencegah sembelit yang bisa membuat perut terasa penuh dan kembung.
Air bukanlah obat untuk kembung. Jadi, tetap sesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan anak. Ibu bisa mempertimbangkan asupan susu pertumbuhan tinggi serat.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Baca Juga: Perut Anak Bunyi Terus dan Mencret, Apa Penyebabnya? Ini Cara Mengatasinya
8. Atasi Sembelit Jika Menjadi Pemicunya
Jika keluhan perut anak kembung setiap malam dipicu oleh sembelit, maka pengobatan utama ditujukan untuk mengatasu sembelitnya dulu.
Ibu bisa mulai dari memberikan makanan berserat untuk anak, seperti buah-buahan, sayuran, roti gandum utuh, dan lainnya.
Ajak juga anak tetap aktif bergerak dan biasakan waktu BAB yang teratur agar tidak terbiasa menahan BAB.
9. Konsultasikan Jika Dicurigai Intoleransi Laktosa
Jika kembung berulang setelah minum susu atau mengonsumsi produk susu, terutama bila disertai diare atau nyeri perut, intoleransi laktosa bisa menjadi salah satu kemungkinan.
Namun, jangan langsung mengganti atau menghilangkan susu dari pola makan anak tanpa arahan dokter.
Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Cara Mencegah Perut Anak Kembung Setiap Malam
Berikut kebiasaan positif yang bisa Ibu praktikkan agar sistem pencernaan anak dapat bekerja lebih lancar sehingga mengurangi tumpukan gas di perut.
- Terapkan jadwal makan yang teratur setiap hari.
- Hindari memberikan makanan dalam porsi terlalu besar menjelang waktu tidur.
- Hindari minum susu sesaat sebelum tidur karena dapat memperpanjang kerja sistem pencernaan.
- Biasakan si Kecil makan dan minum secara perlahan.
- Ajak anak aktif bergerak dan bermain di siang hari.
- Pastikan anak buang air besar secara teratur setiap harinya.
- Hindari makanan dan minuman yang memicu kembung, terutama bila anak sensitif terhadap sumber makanan tertentu.
- Hindari membiarkan anak langsung berbaring setelah makan.
- Gunakan pakaian tidur yang longgar agar perut tidak tertekan sehingga mengganggu sistem pencernaan.
Di tengah aktivitas bermain dan eksplorasi si Kecil setiap hari, kesehatan pencernaan tetap perlu diperhatikan. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk membantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil setiap hari.
Baca Juga: 12 Daftar Makanan yang Aman untuk Anak saat Perut Kembung
Apakah Perut Kembung Setiap Malam Berbahaya?
Perut kembung yang sesekali dialami anak sebenarnya umum terjadi. Selama anak tidak menunjukkan gejala yang serius dan kondisinya membaik setelah gas keluar, maka tidak masalah.
Sebaliknya, kondisi anak perlu diperhatikan bila kembung sering kali terjadi, terasa setiap malam, gejalanya semakin berat, bahkan sampai mengganggu tidur dan aktivitas anak. Berikut pembeda yang bisa jadi acuan:
|
Kondisi |
Hal yang Bisa Dilakukan |
|
Kembung sesekali |
Biasanya dapat dipantau sambil memperhatikan pola makan dan aktivitas anak |
|
Kembung berulang setiap malam |
Amati kemungkinan pemicu, seperti makanan tertentu, kebiasaan makan, atau sembelit. |
|
Kembung disertai gejala yang perlu diwaspadai |
Konsultasikan ke dokter, terutama jika disertai nyeri perut hebat, muntah berulang, perut membesar atau terasa keras, darah pada BAB, sulit makan atau minum, atau berat badan sulit bertambah. |
Kapan Anak Kembung Harus Dibawa ke Dokter?
Apabila ibu sudah mencoba cara mengatasi perut anak kembung saat malam hari tetapi si Kecil masih mengeluh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Berikut tanda-tanda kapan si Kecil harus dibawa ke dokter akibat perut kembung:
- Demam tinggi.
- Nyeri perut hebat atau semakin parah.
- Diare atau konstipasi.
- Berat badan turun.
- Anak tampak lemas atau kehilangan nafsu makan
- Muntah berulang.
- Perut sangat keras atau membesar.
- Ada darah di feses.
- Berat badan turun.
- Kembung berulang yang tidak membaik.
- Sangat lemas.
- Muncul tanda dehidrasi, seperti jarang atau tidak buang air kecil, urine berwarna lebih gelap, tangan dan kaki terasa dingin, serta bibir tampak kering.
Jadi, selama keluhan perut kembung jarang terjadi dan langsung membaik tidak masalah. Konsultasikan lebih lanjut ke dokter bila perut kembung setiap malam mengganggu tidur anak dan disertai gejala lainnya.
Pencernaan yang sehat membantu si Kecil lebih nyaman beraktivitas, bermain, dan belajar setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
