Obat Sakit Perut Melilit Anak, Apa yang Aman Diberikan?
Obat sakit perut melilit anak yang paling aman bergantung pada penyebabnya. Kenali perawatan di rumah dan kapan harus ke dokter.
Obat sakit perut melilit anak tidak bisa disamaratakan karena penyebabnya dapat berupa gas, sembelit, diare, intoleransi makanan, atau kondisi medis lain. Sambil mengamati gejalanya, Ibu dapat membantu anak beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan, lalu memeriksakannya jika muncul tanda bahaya.
Kenapa Perut Anak Tiba-Tiba Melilit?
Sakit perut melilit pada anak bisa datang dari beberapa penyebab. Perhatikan kapan nyeri muncul, letaknya, serta keluhan penyerta agar penyebabnya lebih mudah ditelusuri.
1. Gas atau Perut Kembung
Gas yang menumpuk di saluran cerna dapat membuat perut terasa penuh, kencang, atau melilit. Bila keluhannya ringan, Ibu bisa membantu si Kecil beristirahat dalam posisi nyaman.
Lakukan hal tersebut sambil amati apakah anak juga sering kentut atau sendawa. Simak juga cara mengatasi perut kembung pada anak yang bisa dilakukan di rumah.
2. Sembelit
Menurut American Academy of Pediatrics, sembelit adalah penyebab umum sakit perut pada anak, terutama bila nyeri terasa di perut bagian bawah. Kurang serat dan cairan sering jadi pemicunya.
3. Diare atau Infeksi Saluran Cerna
Infeksi saluran cerna dapat memicu kram perut yang disertai BAB cair, mual, muntah, atau demam.
Saat anak mengalami diare dan demam, Ibu perlu lebih teliti memantau asupan cairan dan tanda dehidrasi.
4. Intoleransi atau Alergi Makanan
Keluhan yang berulang setelah anak mengonsumsi makanan tertentu dapat mengarah pada intoleransi atau alergi, tetapi keduanya tidak sama dan perlu dinilai dokter.
Bila muncul sesak, bengkak pada wajah atau bibir, atau anak tampak sangat lemas, segera cari pertolongan medis.
5. Terlalu Banyak Makan
Porsi yang terlalu besar atau makan terlalu cepat dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Ibu bisa mengajak anak berhenti makan sejenak, duduk dengan nyaman, dan tidak memaksanya menghabiskan makanan saat perut masih terasa sakit.
6. Infeksi atau Kondisi Medis Tertentu
Sakit perut juga dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih, radang usus buntu, atau gangguan lain.
Nyeri yang makin berat, terpusat di satu area, atau disertai muntah hijau maupun darah perlu diperiksa segera dan tidak cukup ditangani sendiri di rumah.
Baca Juga: Sakit Perut Anak Hilang Timbul: Penyebab & Cara Atasi
Perut Sakit Melilit seperti Diremas, Apa Artinya?
Sensasi perut seperti diremas umumnya menggambarkan kram atau kontraksi otot saluran cerna. Namun, sensasi itu sendiri belum cukup untuk menentukan penyebabnya, ya, Bu.
Yang lebih membantu adalah memantau gejala penyerta yang muncul secara bersamaan. Berikut yang perlu diperhatikan.
- Diare atau muntah
- Demam
- Perut kembung
- Sulit BAB
- Nyeri saat buang air kecil
- Nyeri menetap di satu area atau berpindah ke sisi kanan bawah
- Anak tampak sangat lemas, pucat, atau tidak mau minum
Gejala penyerta inilah yang lebih menentukan langkah selanjutnya. Kalau nyeri disertai muntah, misalnya, Ibu bisa membaca panduan sakit perut anak disertai muntah.
Obat Sakit Perut Melilit Anak Sesuai Penyebabnya
Pertolongan yang aman perlu mengikuti penyebab sakit perut, bukan sekadar menekan rasa nyeri. Cek panduan berikut sebagai langkah awal sambil tetap memantau perubahan kondisi anak.
|
Kemungkinan Penyebab |
Langkah Awal yang Dapat Ibu Dilakukan |
|---|---|
|
Kembung atau gas |
Ajak anak istirahat, berikan cairan, dan coba kompres hangat dengan suhu nyaman. |
|
Sembelit |
Cukupi cairan dan serat sesuai usia, lalu ajak anak tetap bergerak ringan bila ia nyaman. |
|
Diare |
Prioritaskan cairan dan larutan oralit sesuai petunjuk medis untuk mencegah dehidrasi. |
|
Muntah |
Setelah muntah mereda, tawarkan cairan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering. |
|
Intoleransi makanan |
Hentikan sementara makanan yang dicurigai sebagai pemicu dan konsultasikan sebelum melakukan pantangan jangka panjang. |
|
Nyeri tidak jelas atau berulang |
Periksakan anak agar penyebabnya dapat dinilai dan penanganannya tidak terlambat. |
Bila sakit perut disertai muntah, Ibu juga dapat membaca cara mengatasi anak muntah agar pemberian cairan dilakukan secara bertahap dan lebih nyaman untuk si Kecil.
Cara Mengatasi Sakit Perut Melilit Anak di Rumah
Untuk sakit perut melilit anak dengan keluhan ringan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk membuat si Kecil lebih nyaman.
1. Berikan Cairan yang Cukup
Cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi sekaligus meredakan sebagian keluhan, terutama bila ada diare atau muntah. Berikan air putih sedikit demi sedikit tapi sering.
2. Berikan Makanan yang Mudah Dicerna
Anak tidak harus menjalani diet yang sangat ketat.
Saat nafsu makannya kembali, tawarkan makanan yang sudah familier dengan porsi kecil, lalu kembalikan ke pola makan biasanya secara bertahap sesuai toleransinya.
3. Kompres Hangat
Kompres hangat dapat dicoba untuk membantu si Kecil merasa lebih nyaman.
Bungkus botol berisi air hangat dengan kain, tempelkan sebentar pada perut, dan pastikan suhunya tidak terlalu panas agar kulit anak tidak terluka.
4. Biarkan Anak Beristirahat
Ibu dapat menemaninya berbaring dalam posisi yang terasa paling nyaman.
Sambil beristirahat, amati apakah anak masih dapat berkomunikasi, minum, buang air kecil, dan melakukan aktivitas ringan seperti biasanya.
5. Jangan Memaksa Anak Makan
Ibu tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanan ketika ia masih mual atau perutnya sakit.
Tetap tawarkan cairan dan makanan dalam porsi kecil, lalu biarkan ia menambah porsinya sendiri saat sudah merasa lebih nyaman.
Kalau sakit perut si Kecil disertai perubahan pola BAB, memantau kondisinya bisa membantu. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur ini di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil setiap hari.
Apa Makanan dan Minuman untuk Anak yang Sakit Perut?
Pemilihan makanan yang tepat dan sesuai, bisa membantu si Kecil merasa lebih nyaman saat perutnya sakit. Berikut beberapa menu yang aman dan sebaiknya dibatasi.
Makanan yang Aman
Ibu dapat memberikan beberapa pilihan yang familiar dan mudah diterima, seperti beberapa menu di bawah ini.
- Nasi atau bubur dengan tekstur sesuai usia si Kecil
- Kentang, roti, atau sumber karbohidrat lain yang biasa dikonsumsi
- Pisang atau buah lain yang sudah cocok untuk anak
- Sup hangat dengan bahan yang sudah pernah dikonsumsi anak
Sajikan dalam porsi kecil dan lihat toleransinya. Makanan tersebut bantu meringankan kerja pencernaan dan bukan sebagai obat. Cek pilihan lain di daftar makanan yang baik untuk pencernaan anak.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi
Sebaliknya, beberapa makanan bisa memperberat keluhan perut si Kecil. Berikut makanan yang sebaiknya dibatasi dulu.
- Makanan sangat pedas
- Makanan berminyak
- Makanan tinggi gula
- Minuman bersoda
- Makanan penghasil gas seperti kubis atau kacang-kacangan
- Makanan dan minuman dingin
- Makanan yang diketahui menjadi pemicu keluhan pada anak
Pantangan tidak perlu dibuat terlalu panjang. Jika curiga satu bahan pemicu, catat waktu muncul keluhan dan bicarakan dengan dokter sebelum menghilangkannya dari menu anak selamanya.
Setelah kondisinya membaik dan si Kecil kembali makan seperti biasa, pola makan bergizi seimbang tetap menjadi dasar. Untuk anak usia 1-3 tahun, Ibu dapat mengenal Bebelac 1+ sebagai susu pertumbuhan sesuai tahap usianya. Produk ini bukan obat sakit perut dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Baca Juga: 13 Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter
Apakah Anak Sakit Perut Boleh Diberikan Obat?
Boleh atau tidaknya memberikan obat sakit perut melilit anak bergantung pada penyebab dan usianya.
Yang terpenting, jangan memberikan obat sakit perut, obat diare, pencahar, atau obat antimuntah tanpa mengikuti anjuran dokter atau tenaga kesehatan, ya, Bu.
Jangan Sembarangan Memberikan Obat Antidiare
Obat antidiare tidak dianjurkan diberikan sembarangan pada anak karena bisa menutupi gejala atau menimbulkan efek samping. Fokus utama diare adalah mencegah dehidrasi sesuai anjuran.
Jangan Memberikan Obat Pencahar Jika Penyebab Belum Jelas
Pencahar tidak sebaiknya langsung diberikan hanya karena anak sakit perut atau belum BAB. Pastikan dulu keluhannya memang sembelit. Ikuti jenis serta dosis obat yang dianjurkan dokter.
Obat Pereda Nyeri Harus Sesuai Usia dan Dosis
Obat pereda nyeri hanya boleh diberikan sesuai usia dan dosis, dan sebaiknya atas anjuran dokter. Hindari memberi ibuprofen atau aspirin untuk sakit perut anak karena dapat mengiritasi lambung.
Apakah Obat Tradisional Aman untuk Sakit Perut Anak?
Beberapa bahan tradisional sering dipakai untuk meredakan sakit perut. Perlu diingat, ini bukan obat utama dan penggunaannya harus disesuaikan dengan usia anak.
Jahe
Jahe memang sering digunakan untuk membantu rasa mual, tetapi bukti yang ada tidak menjadikannya obat utama sakit perut melilit anak.
Penggunaan jahe sebagai obat herbal tidak disarankan untuk anak di bawah 2 tahun.
Selain itu, jahe dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, heartburn, atau diare, sehingga sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memberikannya sebagai herbal.
Chamomile
Chamomile kadang digunakan untuk memberi rasa tenang pada perut. Namun, buktinya pada anak masih terbatas, jadi hindari klaim “mengobati” dan perhatikan kesesuaian usia serta kemungkinan alergi.
Peppermint
Peppermint diyakini bantu mengendurkan otot saluran cerna, tapi tidak disarankan sebagai obat rutin untuk anak tanpa memperhatikan usia dan kondisinya. Bila ragu, tanyakan dulu ke dokter.
Sakit Perut Melilit pada Anak, Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis bila si Kecil menunjukkan salah satu tanda berikut, ya, Bu.
- Nyeri sangat hebat atau semakin parah.
- Nyeri menetap atau berulang.
- Nyeri berpindah atau terlokalisasi di satu area, terutama perut kanan bawah.
- Muntah berulang.
- Muntah berwarna hijau atau berdarah.
- BAB berdarah atau berwarna hitam seperti aspal (BAB berdarah pada anak).
- Perut sangat buncit atau keras.
- Anak sangat lemas.
- Tidak mau minum.
- Buang air kecil berkurang.
- Demam tinggi atau anak tampak sangat sakit.
Anak lebih rentan mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa, jadi jangan menunda bila muncul tanda-tanda ini, ya, Bu.
Itulah dia penjelasan lengkap obat sakit perut melilit anak yang bisa Ibu Bapak berikan kepada si Kecil. Jangan lupa pastikan terlebih dahulu penyebab dan gejalanya, ya.
Pencernaan yang sehat membuat si Kecil lebih nyaman beraktivitas setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
