11 Cara Mengatasi Diare pada Anak yang Aman dan Efektif

Jika anak diare, atasi gejalanya dengan memberikan makanan berserat dan yang mengandung probiotik. Jangan lupa optimalkan juga asupan prebiotik si Kecil.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
01 Jul 2024
Cara Mengatasi Diare pada Anak - Bebeclub


Penting bagi Ibu dan Ayah mengetahui bagaimana cara mengatasi diare pada anak dengan tepat agar si Kecil tidak lemas dan dehidrasi. Mari kita simak ulasannya di sini!

Cara Mengatasi Diare pada Anak

Diare disebabkan infeksi virus atau bakteri, yang biasanya dipicu oleh pola makan dan kebersihan sehari-hari. Berikut cara mengatasi diare yang anak alami:

1. Berikan Minum Air Putih

Pertolongan pertama anak diare yang paling penting adalah memberikan minum air putih untuk mengisi ulang cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.

Anak yang sedang diare harus minum setidaknya 1,7 liter cairan dalam waktu 24 jam, atau setara dengan 7 gelas air berukuran 240 mL.

Selain air putih, Ibu bisa coba berikan sup kaldu ayam atau infused water dengan potongan buah segar.

2. Berikan Cairan Oralit

Ibu juga bisa berikan si Kecil minum oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Oralit adalah obat diare alami yang bisa bantu padatkan feses dan mencegah mual muntah.

Sebaiknya gunakan oralit kemasan yang ada di apotek, jangan membuatnya sendiri. Satu sachet oralit (4 gram) bisa dilarutkan dalam satu gelas 240 mL air matang.

Untuk anak 1-5 tahun, berikan 3 gelas oralit untuk 3 jam pertama, lalu 1 gelas tiap kali diare. Kalau minum oralit membuat anak muntah, tunda dulu beberapa saat dan berikan kembali sedikit-sedikit.

3. Optimalkan Asupan Probiotik dan Prebiotik

Probiotik adalah bakteri baik, sedangkan prebiotik adalah serat yang menjadi makanan bakteri baik dalam perut.

Asupan probiotik dan prebiotik dapat membantu mengatasi diare dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus untuk melawan bakteri jahat penyebab diare.

Tempe, pisang, apel, kacang almond, asparagus, dan oatmeal adalah beberapa contoh makanan sumber probiotik dan prebiotik yang bagus untuk anak. 

4. Penuhi Asupan Serat Anak

Cara mengatasi diare pada anak yang juga penting dan tidak boleh terlewat adalah memberikan makanan tinggi serat.

Serat membantu menyerap air dalam usus untuk membuat tekstur feses jadi lebih padat dan berat sehingga “perjalanan” feses sampai waktunya dibuang bisa lebih teratur.

Setelah diare si Kecil mereda, Ibu bisa bantu jaga kesehatan pencernaannya dengan asupan nutrisi optimal dari susu tinggi serat Bebelac Gold

Susu Bebelac Gold diformulasikan dengan Triple Fiber (FOS:GOS 1:9 dan sari pati jagung) untuk mendukung kesehatan pencernaan si Kecil dan Triple Comfort dengan asam amino untuk dukung mood baik si Kecil. 

Baca Juga: Anak Sering BAB Tapi Bukan Diare, Apakah Normal?

5. Jangan Berikan Jus Buah

Hindari memberikan jus pada anak yang sedang diare.

Meski mengandung air, vitamin, dan mineral, pemberian jus buah justru bisa membuat anak sakit perut sehingga memperparah kondisinya.

Jus, termasuk soda dan minuman manis lainnya mengandung sukrosa, fruktosa, dan sorbitol yang meningkatkan risiko dehidrasi. 

6. Berikan Suplemen Zinc

Zinc adalah salah satu nutrisi terpenting yang perlu Ibu berikan sebagai cara mengatasi diare pada anak.

Studi menunjukkan, asupan zinc berbarengan dengan oralit dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala diare.

Meski begitu, pemberian suplemen zinc untuk anak yang diare tetap harus lewat konsultasi dokter anak agar dosisnya lebih tepat ya, Bu.

7. Berikan Makanan Tawar

Selama masih sakit, berikan makanan aman untuk anak diare yang rasanya hambar, seperti: 

  • Pisang. 
  • Sereal. 
  • Pasta. 
  • Crackers tawar.
  • Roti panggang. 
  • Kentang kukus. 
  • Nasi putih. 
  • Bubur nasi putih. 
  • Saus apel. 

Setelah kondisinya agak membaik, Ibu bisa melanjutkan memberikan makanan berkalori tinggi supaya tumbuh kembang si Kecil tetap terjaga selama masa pemulihan.

Baca Juga: 6 Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter

8. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil dan Sering

Saat diare, anak mungkin jadi tidak nafsu makan karena merasa mual atau ingin muntah. Namun menurut IDAI, asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan. 

Jadi, Ibu bisa beri makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima. Beri lebih sering, misalnya tiap 3-4 jam sekali, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang masih mengalami diare.

9. Hindari Makanan Tertentu

Cara mengatasi diare pada anak tidak akan ampuh jika Ibu tidak membuat pantangan makanan dan minuman untuk sementara waktu sampai si Kecil benar-benar sembuh. Contohnya:

  • Makanan pedas dan makanan berbumbu kuat.
  • Makanan yang digoreng dan makanan berminyak.
  • Buah-buahan tinggi gula
  • Makanan dan minuman manis, seperti permen, kue manis, dan dessert
  • Makanan cepat saji, makanan olahan, makanan beku, seperti nugget, sosis.
  • Makanan yang memicu gas di perut, seperti kembang kol, kubis, dan brokoli. 
  • Makanan tinggi probiotik, seperti yogurt non dairy dan kefir. 
  • Daging dan ikan berlemak.
  • Kacang-kacangan.
  • Produk olahan susu sapi. 

10. Jaga Kebersihan dan Rajin Cuci Tangan

Selalu jaga kebersihan diri sendiri, si Kecil yang sedang sakit, dan anggota keluarga lainnya di rumah.

Misalnya, dengan selalu mencuci tangan setelah keluar dari toilet, setelah bermain di luar rumah, serta sebelum dan sesudah makan.

Pasalnya, tangan menjadi sumber penularan yang utama dari berbagai jenis penyakit, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

11. Istirahat Cukup

Berbagai cara mengatasi diare pada anak juga tidak akan efektif jika si Kecil tidak cukup tidur.

Tidur membuat tubuhnya beristirahat dari proses pencernaan yang terlalu cepat dan pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan.

Baca Juga: Cara Mencegah Diare pada Anak agar Tidak Terulang Kembali

Apabila pertolongan pertama tidak kunjung berhasil membuat si Kecil lebih baik, segera konsultasikan si Kecil ke dokter, ya.

Ibu juga dapat menggunakan tools Poop Tracker di Bebe Journey untuk mengecek kondisi pup si Kecil. Dilengkapi dengan fitur AI, hasilnya bisa diketahui dan Ibu bawa untuk dikonsultasikan dengan dokter atau tim Bebecare secara gratis 24/7.

Dehidrasi Saat Diare, Kapan Harus ke Dokter?

Saat anak diare, Ibu tidak harus langsung ke dokter. Diare pada anak dapat sembuh sendiri dengan pertolongan pertama yang tepat. 

Namun, anak yang diare rentan mengalami dehidrasi karena kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapat melalui pemberian makan. Dehidrasi inilah yang berbahaya bagi anak.

Jadi jika si Kecil menunjukkan ciri-ciri dehidrasi karena diare seperti berikut ini harus segera diperiksakan ke dokter:

  • Mulut dan kulit kering.
  • Menolak makan.
  • Rewel.
  • Menangis tanpa meneteskan air mata.
  • Berat badan turun drastis.
  • Mata cekung.
  • Sulit bangun dan selalu mengantuk. 
  • Tidak buang air kecil selama 8-12 jam.

Dehidrasi pada anak berlangsung sangat cepat. Hal tersebut tentu berbahaya bagi keselamatan si Kecil. Sebelum terlambat, segera bawa ia ke dokter.

Jika ingin tahu lebih banyak informasi tentang kesehatan pencernaan anak, yuk daftarkan di Bebeclub untuk dapatkan akses ke fitur-fitur menarik dan edukatif seputar pencernaan anak hebat!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Chaitali Bajait, & Vijay Thawani. (2011). Role of zinc in pediatric diarrhea. Indian Journal of Pharmacology, 43(3), 232–232. https://doi.org/10.4103/0253-7613.81495
  2. Iftikhar, N. (2020, July 30). What’s Giving Your Baby Diarrhea? Common Causes and What You Can Do. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/baby-diarrhea#treatment
  3. IDAI | Bagaimana Memberi Makan Anak Saat Sedang Diare. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare
  4. Consolini, D. M. (2022, November 2). Diarrhea in Children. Merck Manuals Professional Edition; Merck Manuals. https://www.merckmanuals.com/professional/pediatrics/symptoms-in-infants-and-children/diarrhea-in-children
  5. Probiotics: What is it, Benefits, Side Effects, Food & Types. (2020). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics
  6. Johnson, J. (2018, November 19). What foods and drinks to have and avoid if you have diarrhea. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320124#what-to-drink
  7. Clinic, C. (2023). Probiotics: What They Are, Benefits & Side Effects. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/14598-probiotics
  8. McCoy, K. (2023, October 24). Soluble vs. Insoluble Fiber: How to Know What’s Right for You if You Have IBS. EverydayHealth.com. https://www.everydayhealth.com/ibs/soluble-vs-insoluble-fiber-for-ibs.aspx
  9. Verywell. (2015). Foods to Avoid When You Have Diarrhea. Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/foods-to-avoid-when-you-have-diarrhea-1944667


Artikel Terkait