Ciri-Ciri Anak Alergi Susu Sapi & Pengobatannya
Ciri-ciri anak alergi susu sapi adalah kembung dan diare, biduran atau ruam kering, batuk dan hidung meler atau tersumbat. Jika parah, anak terlihat pucat, bahkan pingsan.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 21 April 2022
Diperbarui: 16 April 2026
Ciri-ciri anak alergi susu sapi tidak cuma gatal-gatal dan muntah, Bu. Yuk, ketahui semua gejala alergi susu sapi pada anak dan pertolongan pertamanya agar tumbuh kembang si Kecil tetap optimal!
Gejala Alergi Susu Sapi Berdasarkan Bagian Tubuh
Alergi adalah reaksi sistem imun berlebihan terhadap protein susu. Gejalanya terjadi pada kulit, mulut dan wajah, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan.
Ada juga gejala alergi berat yang perlu penanganan segera. Berikut ciri-ciri alergi susu sapi yang umum terjadi pada anak-anak:
1. Gejala Kulit
Gejala di kulit yang paling sering muncul adalah bentol merah gatal atau biduran. Bentuknya seperti bekas digigit nyamuk atau terkena ulat bulu. Kulit juga tampak membengkak ringan.
Selain gatal, alergi pada anak juga bisa menimbulkan gejala ruam merah di kulit (eksim). Eksim tampak seperti kulit kering, bersisik, dan berwarna kemerahan. Biasanya, ruam muncul di kedua pipi.
Baca Juga: 11 Ciri Anak Alergi Susu Formula dan Cara Mengatasinya
2. Gejala Pencernaan
Ciri-ciri anak alergi susu sapi bisa terlihat dari sakit perut berulang, kembung, mual, diare, dan muntah-muntah.
Sakit perut, kembung, dan setelah minum susu terjadi karena sistem imun anak salah menganggap susu sebagai zat berbahaya yang harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh secara paksa.
Tak jarang, diare disertai BAB berdarah karena alergi menimbulkan peradangan berat yang melukai usus atau rektum.
3. Gejala Pernapasan
Ciri-ciri anak alergi susu sapi juga mengganggu pernapasannya. Ia bisa mengalami bersin, hidung tersumbat atau meler, sesak napas, napas grok-grok atau batuk karena alergi.
Gejala ini mungkin mirip dengan flu pada anak. Bedanya, flu diikuti dengan gejala demam dan nyeri tenggorokan.
4. Gejala Mulut & Wajah
Ciri-ciri anak alergi susu sapi juga bisa membuat bibir bengkak, lidah membesar, kelopak mata bengkak, mata merah, gatal, dan berair.
Kondisi ini terjadi karena saat alergi, tubuh melepaskan zat bernama histamin yang menyebabkan peradangan. Efeknya, muncul pembengkakan pada pembuluh darah.
Gejala alergi ini bisa terlihat jika si Kecil terlihat mengucek mata setelah minum susu produk olahan susu sapi.
5. Gejala Berat (Anafilaksis)
Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan merupakan salah satu ciri-ciri anak alergi susu sapi yang perlu diwaspadai.
Alergi memicu pembengkakan lidah dan tenggorokan yang menyumbat saluran pernapasan. Akibatnya, ia mudah tersedak, sulit menelan, sesak napas, dan suara napas ngik-ngik melengking.
Anafilaksis juga membuat menurunkan tekanan darah dengan cepat. Akibatnya, anak merasa pusing, kulit menjadi pucat, hingga kehilangan kesadaran.
Berikut rangkuman ciri-ciri alergi anak susu sapi berdasarkan bagian tubuh yang terdampak.
|
Kategori Gejala |
Ciri-Ciri Alergi Susu Sapi |
|
Kulit |
Biduran, gatal, eksim, kulit merah bersisik |
|
Pencernaan |
Muntah, diare, BAB berdarah, kembung |
|
Pernapasan |
Batuk, pilek alergi, hidung meler atau tersumbat, napas grok-grok |
|
Mulut & Wajah |
Pembengkakan pada bibir bengkak, kelopak mata, lidah, dan wajah |
|
Sistemik (berat) |
Pusing, pingsan, pucat, sesak napas |
Baca Juga: Perbedaan Alergi Susu Sapi dengan Intoleransi Laktosa
Membedakan Reaksi Alergi Cepat vs Reaksi Lambat
Ada 2 jenis reaksi alergi susu sapi yang muncul, yaitu reaksi alergi cepat atau immunoglobulin E-mediated (IgE-mediated) dan reaksi alergi lambat (non-IgE-mediated).
Reaksi alergi cepat dipicu oleh antibodi immunoglobulin E dan gejalanya cenderung lebih berat daripada reaksi alergi lambat.
Berikut perbedaan signifikan reaksi alergi cepat dan lambat yang bisa diamati langsung.
|
Jenis Reaksi |
Waktu Muncul |
Contoh Gejala |
|
Reaksi cepat (IgE-mediated) |
1 menit hingga 2 jam setelah konsumsi |
Biduran, kemerahan, gatal, wajah bengkak, sesak napas, anafilaksis |
|
Reaksi lambat (non-IgE-mediated) |
Beberapa jam atau bahkan hari setelah konsumsi |
Diare, kembung, muntah, sembelit, kolik |
Penyebab Anak Alergi Susu Sapi
Setelah mengetahui ciri-ciri anak alergi susu sapi, Bapak Ibu perlu paham penyebab dan faktor risikonya, apa saja?
- Memiliki jenis alergi lainnya.
- Riwayat dermatitis atopik (eksim).
- Riwayat alergi, asma, atau eksim dari keluarga.
- Usia, biasanya lebih rentan pada bayi.
Apakah Alergi Susu Sapi Berbahaya?
Bapak Ibu mungkin bertanya-tanya, alergi susu sapi apakah bahaya? Alergi ini bisa berbahaya jika:
- Berat badan stagnan atau turun.
- Tinggi badan lebih rendah daripada anak seusianya.
- Anemia.
- Diare atau muntah terus-menerus.
- Kekurangan vitamin atau mineral.
- Syok anafilaksis.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Alergi Susu Sapi?
Ciri-ciri anak alergi susu sapi perlu diatasi untuk mengurangi ketidaknyamanan serta mencegah malnutrisi dan anafilaksis. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
- Stop memberikan susu dan produk olahannya.
- Berikan antihistamin (hanya dengan resep dokter).
- Oleskan pelembap lembut bebas pewangi dan pewarna setelah mandi untuk kurangi gatal dan kering.
Makanan yang Harus Dihindari Anak Alergi Susu Sapi
Mencegah gejala dilakukan dengan menghindari produk yang mengandung susu sapi, apa saja?
- Susu sapi.
- Keju.
- Yoghurt.
- Mentega (butter).
- Makanan/minuman yang mengandung whey atau kasein.
- Es krim.
- Kental manis.
- Cokelat susu.
Bila mencari alternatif susu sapi, Bapak Ibu bisa beralih ke susu yang aman untuk anak alergi seperti susu kedelai. Dengan catatan, pilihlah susu sesuai usia dan si Kecil terbukti tidak alergi susu kedelai.
Bebelac Gold Soya adalah susu soya dengan prebiotik yang terbukti klinis, diperkaya kandungan serat FOS inulin dan formula 100% bebas laktosa. Nutrisi tepat untuk dukung pencernaan si Kecil yang tidak cocok susu sapi.
Bagaimana Jika Alergi Susu Sapi Dibiarkan?
Pada sebagian kasus, alergi susu sapi secara alami akan berangsur sembuh ketika anak memasuki usia 3-6 tahun. Akan tetapi, ada juga alergi susu sapi yang terus bertahan hingga dewasa.
Alergi susu sapi yang dibiarkan bisa menyebabkan dampak psikologi, diare berkepanjangan, batuk kronik, anemia, kurang gizi, dan pertumbuhan yang tidak optimal.
Baca Juga: Biar Nggak Gampang Sakit, Ini 5 Cara Meningkatkan Daya Tubuh Anak yang Alergi
Apakah Alergi Susu Sapi Bisa Sembuh?
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, alergi susu sapi bisa sembuh bisa sembuh seiring bertambahnya usia.
Saat berusia 1 tahun, jumlah anak dengan alergi susu sapi berkurang sebanyak 30–40%. Setelah mencapai usia 3 tahun, hanya 5% anak yang masih alergi susu sapi sejak awal.
Bila ciri-ciri anak alergi susu sapi bertahan bertahan hingga remaja, kemungkinan ia memiliki tipe alergi IgE-mediated.
Gejala alergi susu sapi bisa muncul di kulit, wajah, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Dalam kondisi parah, alergi bisa membuat si Kecil kesulitan napas dan pingsan.
Bila muncul ciri-ciri alergi setelah minum susu sapi, segera hindari susu dan produk olahannya.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
