Anak Diare Tidak Mau Makan? Ini 6 Cara Mengatasinya!
Anak diare dan tidak mau makan bisa diberikan sup, nasi tim, pisang, atau oatmeal dalam porsi sedikit tapi sering. Berikan juga ASI, air kelapa, atau cairan elektrolit untuk anak.
Melihat anak 2 tahun diare tidak mau makan atau minum pasti membuat Ibu khawatir. Meskipun anak muntah dan mencret tidak mau makan, simak tips untuk optimalkan asupan nutrisinya!
Penyebab Anak Diare Tidak Mau Makan
Penurunan nafsu makan sering terjadi saat anak mengalami gangguan pencernaan. Jika anak 2 tahun diare tidak mau makan, beberapa alasan berikut bisa jadi penyebabnya:
1. Perut Terasa Mual dan Tidak Nyaman
Saat anak diare, perutnya sering terasa mulas, kram, atau tidak nyaman. Sensasi ini membuat anak enggan makan karena takut memperburuk rasa sakit.
Anak juga bisa kehilangan selera makan untuk sementara waktu karena perutnya mual.
Beberapa penyebab diare juga dapat mengurangi nafsu makan, seperti karena infeksi, kondisi pencernaan, dan reaksi terhadap pengobatan.
2. Anak Muntah dan Mencret Tidak Mau Makan
Diare yang disertai muntah membuat pencernaan anak menjadi sangat sensitif. Akibatnya, anak semakin menolak makan karena khawatir akan memicu muntah kembali.
Selain itu, tubuh anak cenderung menolak makan karena kombinasi muntah dan mencret membuat perut anak merasa tidak nyaman.
Baca Juga: Porsi Makan Anak 2 Tahun yang Ideal agar Gizinya Cukup
3. Tubuh Lemas dan Kehilangan Energi
Anak 2 tahun diare tidak mau makan bisa karena tubuhnya yang lesu dan terasa tidak bertenaga.
Kehilangan cairan dan asupan makan yang sedikit akibat diare dan muntah membuat tubuh anak lemas dan tidak nafsu makan.
Meski tubuhnya lemas karena kurang energi, anak yang sedang diare tetap enggan makan karena sistem pencernaannya yang belum normal.
Cara Mengatasi Anak Diare yang Tidak Mau Makan
Jangan biarkan anak 2 tahun diare tidak mau makan terlalu lama, Bu. Coba tips ini untuk membantu menjaga hidrasi anak dan memastikan nutrisi tetap masuk sedikit demi sedikit:
1. Berikan Makanan yang Mudah Dicerna
Diare membuat anak rentan dehidrasi. Pada tahap ringan, dehidrasi membuat anak lebih sering minta minum karena kehausan. Namun jika sudah parah, dehidrasi justru membuat anak malas minum.
Untuk mencegah dehidrasi, berikanlah makanan yang mengandung banyak air seperti sup bayam bening, sayur sup makaroni, atau sayur sup kembang tahu.
Rasa kaldu sup yang ringan dan hangat mudah diterima perut anak yang sedang diare. Isi sup juga bantu memasok nutrisi seperti serat dari sayuran, karbohidrat dari kentang, dan protein dari telur.
2. Berikan Porsi Kecil Tapi Sering
Jika balita diare tidak mau makan, coba tawarkan dalam porsi yang lebih kecil agar lebih mudah diterima perutnya.
Berikan lebih sering agar asupan gizi si Kecil tetap terjaga selama ia sedang diare. Misalnya ½ mangkok sup ayam setiap 2-3 jam sekali atau lebih cepat.
Ibu juga bisa tawarkan makanan yang aman untuk anak diare seperti nasi tim, roti tawar putih, pisang, yogurt, kentang rebus, atau oatmeal, karena rasanya tawar sehingga tidak memicu mual.
Baca Juga: 10 Probiotik Alami untuk Diare pada Anak
3. Jaga Hidrasi dengan Cairan yang Tepat
Saat anak 2 tahun diare tidak mau makan, teruslah berikan asupan minuman untuk anak diare agar ia terhindar dari dehidrasi. Jika si Kecil masih minum ASI, lanjutkanlah memberikan ASI.
ASI melindungi si Kecil dari diare, dan kandungan laktosanya tidak menyebabkan diare makin parah. Ibu juga bisa berikan beberapa teguk air putih atau air kelapa muda setiap 15 menit sekali.
Hindari memberikan jus buah, susu sapi, minuman manis, dan soda. Minuman ini justru bisa membuat gejala diare anak makin parah.
4. Berikan Cairan Elektrolit Bila Perlu
Apabila si Kecil diare disertai muntah, Ibu perlu memberikan cairan elektrolit (oralit) untuk mencegah dehidrasi. Patokan umumnya adalah 10 ml oralit per kg berat badan anak.
Misalnya, berat badan si Kecil saat ini 10 kg, maka Ibu bisa berikan 100 ml oralit. Berikan bertahap dan perlahan, kira-kira 15-30 ml setiap 20 menit lalu tingkatkan porsinya.
Bila si Kecil muntah setelah minum oralit, hentikan sementara untuk pantau reaksinya lalu berikan lagi sedikit demi sedikit.
5. Tambahkan Makanan Sumber Serat dan Prebiotik
Penanganan anak 2 tahun diare tidak mau makan bisa dengan memberikan sumber serat dan prebiotik. Serat dan prebiotik membantu memberi makan bakteri baik di sistem cerna.
Alhasil, kadar bakteri baik, seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus di dalam usus meningkat. Bakteri ini dibutuhkan untuk mendukung fungsi dan kesehatan sistem pencernaan.
Sumber makanan yang mengandung serat dan prebiotik di antaranya pisang, apel, oatmeal, bawang putih, kacang almond, kol, kacang kedelai, dan susu pertumbuhan tinggi serat.
Bebelac Gold adalah susu tinggi serat tanpa gula tambahan (0g sukrosa), yang diformulasikan dengan Advansfibre + Comfort (FOS, GOS, Corn Starch, dan Inulin) dan diperkaya juga dengan DHA lebih tinggi. Bantu dukung kesehatan pencernaan.
6. Hindari Makanan dan Minuman yang Memperparah Diare
Ibu sebaiknya tidak memberikan si Kecil makanan pedas, makanan berminyak, permen, atau makanan mentah meskipun ia memintanya.
Hindari minuman seperti susu sapi, jus buah, minuman berkafein, dan soda karena dapat memicu perut kembung dan bergas. Pemberian susu formula saat anak diare juga tidak disarankan.
Bolehkah Minum Susu saat Anak Mencret?
Tidak, anak sebaiknya menghindari dulu minum susu saat masih diare, terutama susu biasa yang mengandung laktosa dan susu yang belum dipasteurisasi karena dapat memperburuk gejala, menurut Kemenkes RI (2021).
Lantas, apa yang boleh diminum anak saat diare? Ibu bisa pilih alternatif susu bebas laktosa atau susu kedelai untuk membantu pemulihan karena lebih mudah dicerna.
Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika kondisi anak tidak membaik atau justru memburuk ya, Bu.
Baca Juga: 15 Obat Diare Anak yang Alami dan Aman
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Ibu sebaiknya segera ke dokter jika anak 2 tahun diare tidak mau makan dan minum sama sekali dalam waktu 24 jam dan disertai gejala-gejala berikut ini:
- Diare disertai demam lebih dari 24-48 jam.
- Demam tinggi lebih dari 38°C.
- Diare tidak sembuh setelah 2 hari.
- Terdapat darah pada feses.
- Diare 1 kali atau lebih setiap 1-2 jam.
- Muntah-muntah lebih dari 12-24 jam; muntah berwarna hijau, terlihat seperti bubuk kopi, atau mengandung darah.
- Perut anak terlihat buncit.
- Muncul tanda dehidrasi, seperti urine kuning gelap, frekuensi kencing berkurang, bibir kering, menangis tanpa air mata, mata cekung, napas cepat, dan badan teraba dingin.
Ibu bisa cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Semoga si Kecil lekas pulih dari diare dan nafsu makannya kembali normal ya, Bu!
