Buah yang Tidak Boleh Dimakan Anak Saat Diare
Beberapa buah perlu dibatasi saat anak diare, seperti buah tinggi sorbitol, fruktosa, serat, atau asam. Pilih buah yang lebih ramah pencernaan seperti pisang, apel, dan alpukat.
Saat anak diare, tidak semua buah perlu dihindari. Namun, buah-buahan yang bersifat asam, tinggi serat kasar, atau mengandung kadar gula sorbitol dan fruktosa tinggi seperti buah jeruk, persik (peach), anggur, pir, dan pepaya sebaiknya dibatasi sementara karena dapat mengiritasi usus dan memperparah gejala diare anak seperti BAB cair, kembung, dan sakit perut.
Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Anak Diare
Saat diare, buah yang mengandung sorbitol atau fruktosa tinggi dan terlalu asam dapat memicu efek osmotik (menarik banyak air ke dalam usus) dan meningkatkan produksi gas sehingga sebaiknya dibatasi.
Berikut daftar buah yang tidak boleh dimakan saat diare melanda si Kecil:
1. Pir
Monash University mencantumkan pir sebagai buah yang mengandung fruktosa dan sorbitol dalam jumlah yang dapat menimbulkan keluhan pencernaan pada orang yang sensitif.
Sorbitol tidak selalu terserap sempurna di usus halus. Jika jumlahnya terlalu banyak, senyawa ini dapat menarik air ke saluran pencernaan serta memicu kembung atau BAB lebih cair.
Bila frekuensi diare pada anak sedang sering atau disertai perut kembung, Ibu dapat membatasi pir sementara dan melihat respons pencernaannya.
2. Ceri
Buah yang tidak boleh dimakan saat diare berikutnya adalah ceri. Ceri mengandung sorbitol sekaligus tinggi fruktosa.
Kedua jenis karbohidrat tersebut termasuk kelompok yang dapat kurang terserap sempurna dan menyebabkan keluhan pencernaan pada sebagian orang.
Sorbitol juga memiliki efek laksatif (melunakkan feses) bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup besar. Maka dari itu, batasi pemberian ceri ketika BAB si Kecil masih cair atau sering.
3. Buah Kering seperti Kismis
Buah kering mengandung fruktosa lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis buah segar. Itu sebabnya, konsumsinya perlu diperhatikan saat si Kecil sedang diare.
Berikan buah kering dalam porsi kecil dan tidak berlebihan. Perhatikan juga apakah kondisi pencernaan anak berubah setelah mengonsumsinya.
4. Kurma
Kurma memiliki rasa manis dan kandungan gula yang cukup terkonsentrasi. Pada anak dengan saluran pencernaan yang sedang sensitif, makanan sangat manis dalam porsi besar dapat lebih sulit ditoleransi.
Namun, tidak perlu anggap kurma sebagai pantangan mutlak. Batasi porsinya terlebih dahulu saat diare dan hentikan sementara jika BAB menjadi lebih cair atau perut si Kecil terasa semakin tidak nyaman.
Baca Juga: Jenis Diare pada Anak: 5 Tipe + Cara Mencegah
5. Anggur
Buah yang tidak boleh dimakan saat diare lainnya yaitu anggur. Buah ini mengandung gula alami, termasuk fruktosa.
Namun, buah anggur tidak otomatis harus dihindari oleh semua anak yang sedang diare. Jika si Kecil ingin makan anggur, berikan dalam porsi kecil dan perhatikan responsnya.
Hentikan sementara jika setelah makan anggur perut menjadi kembung atau frekuensi BAB meningkat.
6. Buah yang Sangat Asam
Buah tinggi asam seperti lemon, jeruk, grapefruit, dan nanas dapat membuat pencernaan sebagian anak terasa kurang nyaman saat diare.
Namun, setiap anak bisa memberikan reaksi yang berbeda terhadap buah-buahan tersebut. Agar lebih aman, batasi sementara pemberian buah asam sampai kondisi pencernaan si Kecil membaik.
7. Buah Tinggi Serat Tidak Larut dalam Porsi Besar
Serat tidak larut membantu menambah volume feses dan mempercepat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Namun, terlalu banyak serat pada sebagian anak dapat membuat feses semakin longgar.
Contohnya adalah apel yang masih dimakan bersama kulit serta bagian kulit atau biji buah yang keras dan sulit dikunyah.
Jadi, apel sebenarnya bukan buah yang harus selalu dihindari saat diare. Ibu dapat mengupas kulitnya dan mengolah daging apel sampai lebih lunak agar lebih mudah dimakan si Kecil.
Kenapa Ada Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Diare?
Yang perlu diperhatikan sebenarnya bukan sekadar nama buah yang tidak boleh dimakan saat diare, tetapi kandungan dan bagaimana tubuh si Kecil meresponsnya.
Beberapa jenis gula serta serat dalam buah dapat memengaruhi jumlah air dan gas di dalam saluran pencernaan dan dapat memperburuk gejala diare si Kecil sehingga perlu dihindari sementara waktu.
1. Sorbitol
Sorbitol adalah gula alkohol alami yang dijumpai pada beberapa buah, seperti pir, ceri, plum, dan kismis.
Tubuh tidak menyerap sorbitol dengan baik di usus halus, sehingga langsung masuk ke usus besar dan menarik air ke dalam usus. Efek ini yang membuat sorbitol bersifat laksatif alami pada sebagian orang.
Maka dari itu, efek laksatif tambahan dari sorbitol ini dapat memperparah frekuensi dan keparahan BAB cair pada anak yang sedang diare.
2. Fruktosa
Fruktosa merupakan gula alami dalam buah. Bila tidak terserap di usus halus, fruktosa dapat meningkatkan beban osmotik dan difermentasi di usus sehingga memicu gas serta keluhan pencernaan.
NIDDK juga menyebut konsumsi berlebihan minuman tinggi fruktosa dan sorbitol sebagai salah satu faktor yang dikaitkan dengan diare pada si Kecil.
Walau begitu, bukan berarti semua buah yang mengandung fruktosa harus dihentikan. Ibu perlu memperhatikan jenis buah, jumlah yang dikonsumsi, dan toleransi masing-masing anak.
3. Serat Tidak Larut
Serat tetap penting sebagai bagian dari pola makan anak. Namun, sebagian anak kurang dapat mentoleransi makanan tinggi serat saat mengalami BAB cair.
Oleh karena itu, asupan serat tidak larut pada si Kecil dapat dikurangi sementara tanpa menghilangkan serat sepenuhnya.
4. Kandungan Asam
Buah bercita rasa asam tidak terbukti secara langsung menyebabkan diare. Menurut American Academy of Pediatrics, diare setelah konsumsi jus buah pada sebagian bayi lebih mungkin terkait malabsorbsi karbohidrat.
Oleh karena itu, buah asam tidak perlu otomatis menjadi buah yang tidak boleh dimakan saat diare. Ibu tetap bisa memperhatikan respons pencernaan si Kecil setelah mengonsumsinya.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup si Kecil dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Buah yang Boleh Dimakan Saat Anak Diare
Saat diare, tujuan utama pemberian makanan bukan mencari buah yang bisa “menyembuhkan” diare. Pilihlah makanan untuk diare yang tetap memberikan energi dan nutrisi serta dapat ditoleransi si Kecil dengan baik.
1. Pisang
Pisang bisa jadi pilihan saat anak diare karena teksturnya lembut dan mudah dicerna. Kandungan kalium dan pektin bantu menggantikan mineral yang hilang serta membuat feses lebih padat.
Buah ini juga termasuk dalam pola makan BRAT, bersama nasi, saus apel, dan roti panggang. Pola tersebut sejak lama digunakan sebagai pilihan makanan ringan saat si Kecil mengalami diare, mual, atau muntah.
2. Apel yang Dikupas dan Dimasak
Apel yang dikupas kulitnya dan dimasak menjadi saus (apple sauce) atau puree justru aman dan berguna saat diare.
Proses memasak dapat melunakkan serat tidak larut, dan pektin (serat larut) yang tersisa membantu mengikat cairan di usus.
Sajikan apple sauce tanpa tambahan gula. Hindari apel segar dengan kulitnya karena kulit apel mengandung serat tidak larut yang bisa memperburuk kondisi diare.
3. Alpukat dalam Porsi Sesuai
Alpukat tetap bisa menjadi pilihan makanan yang lembut saat si Kecil sedang kurang sehat. Teksturnya halus dan mudah dinikmati, sehingga terasa lebih nyaman untuk perut anak.
Buah ini juga mengandung lemak sehat dan energi yang dibutuhkan tubuh. Ini bisa membantu si Kecil tetap mendapat asupan nutrisi saat nafsu makannya sedang menurun.
Baca Juga: Obat Diare Anak Alami: 15 Pilihan yang Aman
Anak Diare Sebaiknya Minum Apa?
Hal terpenting saat anak diare adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang agar tidak terjadi dehidrasi.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan oral rehydration salts atau oralit sebagai salah satu penanganan utama diare pada anak.
Bila si Kecil masih menyusu, lanjutkan pemberian ASI. WHO juga menganjurkan makanan bergizi dan ASI tetap diberikan selama diare agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Tak lupa, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemberian minuman untuk anak yang diare, seperti:
- berikan cairan sesuai usia sedikit demi sedikit tapi sering
- gunakan oralit sebagai pengganti cairan dan elektrolit yang hilang sesuai anjuran
- hindari mengandalkan jus buah sebagai pengganti oralit
- tidak minum minuman tinggi gula karena bisa memperparah diare
Kapan Diare pada Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Sebagian besar diare pada anak bersifat ringan dan membaik dalam 5–7 hari. Namun, ada kondisi-kondisi yang memerlukan evaluasi medis segera seperti kondisi di bawah ini:
- Tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan
- Sulit minum atau menyusu
- Muntah berulang sehingga cairan sulit masuk
- Mulut kering, mata cekung, atau buang air kecil jauh berkurang
- BAB berdarah
- Demam atau kondisi anak tampak semakin sakit
- Diare sangat sering sehingga cairan cepat hilang
- Diare tidak kunjung membaik
- Penurunan berat badan
- Frekuensi BAK berkurang atau popok tampak kering
Saat si Kecil diare, tidak perlu buru-buru menghindari buah yang tidak boleh dimakan saat diare. Fokuskan pada makanan yang mudah ditoleransi, porsi yang sesuai, serta yang paling penting, pastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi.
Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
