9 Minuman untuk Anak Diare agar Pulih dan Tidak Dehidrasi
Minuman untuk diare yang aman bagi anak yaitu air putih, air kelapa, ASI jika masih menyusui, jus buah, dan air jahe. Pastikan ia minum sedikit tapi sering agar tak dehidrasi.
Saat diare, jangan sampai anak kurang minum sehingga dehidrasi. Minuman untuk diare yang aman bagi anak antara lain air putih, air kelapa, ASI untuk yang masih menyusui, jus buah, dan air jahe. Pelajari lebih jauh soal minuman untuk diare di bawah ini, yuk, Bu!
Minuman untuk Anak Diare yang Aman Dikonsumsi
Pastikan anak mencukupi kebutuhan cairannya ketika diare. Nah, beberapa minuman untuk diare yang aman dan baik untuk anak adalah:
1. Oralit
Oralit adalah cairan rehidrasi yang mengandung campuran air, gula, dan garam (elektrolit). Gunanya yaitu mencegah anak kekurangan air hingga dehidrasi.
Pada anak usia <2 tahun jika diarenya masih ringan, tanpa dehidrasi, oralit boleh diberikan sebanyak 50‒100 ml setiap kali si Kecil habis BAB yang encer. Sedangkan untuk anak usia 2-10 tahun oralit diberikan 100-200 ml setiap habis BAB.
Namun, bila diarenya cukup parah dan anak sudah ada tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya bawa ke dokter. Pemberian oralit akan mengikuti pantauan dan rekomendasi tenaga kesehatan.
2. Air Putih
Minuman untuk diare yang paling aman bagi anak adalah air putih. Pastikan anak tetap minum air putih seperti biasa.
Namun, sebaiknya Ibu berikan air putih sedikit-sedikit tapi sering, jangan langsung banyak sekaligus.
3. ASI
ASI adalah salah satu pilihan minuman yang terbaik saat anak diare. Jadi, usahakan untuk memberikan ASI lebih sering (tapi sedikit-sedikit saja) demi pemulihannya.
Akan tetapi, jika produksi ASI lebih sedikit daripada cairan yang hilang akibat diare, berikan cairan tambahan untuk si Kecil dari air putih atau minuman lainnya ya, Bu.
Baca Juga: Cegah Diare pada Anak: 6 Cara Tepat
4. Air Kelapa
Air kelapa kaya akan elektrolit yang membantu gantikan cairan yang hilang saat diare. Ibu sebaiknya pilih air kelapa murni tanpa gula tambahan yang dapat memperparah diare.
Hati-hati juga agar anak tak kebanyakan minum air kelapa. Jika diminum terlalu banyak, air kelapa bisa menyebabkan sakit perut atau memperparah diare pada sebagian kasus.
5. Yogurt atau Minuman Probiotik
Probiotik adalah bakteri baik yang membantu jaga kesehatan saluran cerna dan lawan bakteri jahat penyebab diare.
Yogurt adalah sumber probiotik yang mudah ditemui dan dapat membantu kurangi diare. Pilihan lainnya yaitu kefir, minuman fermentasi susu kaya probiotik yang bisa bantu gantikan bakteri baik yang hilang akibat diare.
Supaya lebih aman untuk pencernaan anak, pilih yogurt atau kefir yang rendah/bebas gula sebagai minuman untuk diare yang aman.
6. Kuah Kaldu
Kebutuhan cairan anak juga bisa dipenuhi lewat makanan berkuah seperti sop. Ibu bisa siapkan kuah kaldu sop dengan campuran gula dan garam yang bertindak sebagai elektrolit alami.
Baik itu kaldu ayam, sapi, ikan, atau sayur, semua baik untuk anak karena bisa sekaligus membantunya minum serta makan lebih mudah karena terasa nyaman di perut.
7. Smoothie Pisang
Pisang tinggi akan kandungan pektin yang bantu memadatkan BAB serta pati resisten yang mengurangi frekuensi si Kecil BAB. Karena itu, pisang adalah pilihan tepat ketika anak diare.
Agar kebutuhan cairan dan probiotiknya tetap terpenuhi, buatkan si Kecil smoothie pisang dengan mencampurkan pisang, yogurt bebas gula, dan air putih.
Ibu juga bisa cek apakah diare si Kecil sudah membaik lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa langsung Ibu dapatkan dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
8. Jus Buah Tinggi Air
Kalau diarenya masih ringan, Ibu juga bisa buatkan jus buah tanpa gula yang agak encer supaya lebih cepat dicerna dan si Kecil mendapat banyak cairan.
Jus melon dan semangka bisa jadi pilihan minuman untuk diare karena kandungan airnya banyak.
Hindari buah yang terlalu kental atau berserat seperti apel karena justru bisa membuat diare lebih parah. Kalau diarenya sudah cukup berat, jangan berikan anak jus buah apa pun.
9. Air Jahe Hangat
Air rebusan jahe bisa membantu gejala lain yang menyertai diare seperti mual, begah, atau perut yang tidak nyaman.
Jahe memang punya khasiat antiradang, pereda nyeri, dan antibakteri yang membantu meredakan masalah lambung serta menjaga kesehatan pencernaan.
Akan tetapi, jangan berikan air jahe untuk anak di bawah 1 tahun. Untuk anak di atas 1 tahun, pastikan jahenya tidak kebanyakan karena bisa memicu refluks asam lambung.
Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Anak Diare
Ada beberapa minuman yang bisa memperparah diare anak atau memicu dehidrasi. Di antaranya adalah:
- Minuman bersoda
- Teh manis
- Minuman manis kemasan (termasuk minuman rasa buah)
- Minuman berkafein seperti cokelat atau minuman energi
- Susu tinggi laktosa bila si Kecil diare berat
Baca Juga: Makanan untuk Anak Diare: 15 Pilihan yang Aman
Setelah coba memberikan minuman saat diare, cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Apakah Anak Diare Boleh Minum Susu?
Anak yang diare umumnya masih boleh minum susu jika gejalanya tergolong ringan. Namun, pemberian susu saat diare sebaiknya mengikuti kondisi anak dan anjuran dokter.
Jika dibolehkan dokter, pilih susu yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mendukung daya tahan tubuh si Kecil agar proses pemulihannya berjalan lebih optimal.
Bebelac 1 NutriGreat+ diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa agar pemulihannya lebih pesat dan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.
Namun, jika anak mengalami intoleransi laktosa sementara akibat gangguan pencernaan, susu bebas laktosa dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhannya.
Jika diare cukup berat, dokter mungkin perlu menyesuaikan jenis susu yang diberikan.
Berapa Banyak Anak Harus Minum saat Diare?
Saat diare, anak lebih cepat kehilangan cairan sehingga berisiko mengalami dehidrasi. Jadi, cairan yang hilang harus digantikan, sedikit-sedikit tapi sering.
Kebutuhan minum anak setiap jam berbeda-beda berdasarkan berat badannya. Begini rinciannya:
- 3,2–4,5 kg: 60 ml (4 sdm) per jam
- 5–6,8 kg: 75 ml (5 sdm) per jam
- 7,3–9,1 kg: 105 ml per jam
- 9,5–18 kg: 190 ml per jam
- 18,6–27 kg: 300 ml per jam
Usahakan untuk memberikan anak minum air setiap kali ia habis BAB yang encer. Namun, kalau ia memuntahkan minumnya, tunggu dulu beberapa saat sebelum minum lagi.
Baca Juga: Ciri-Ciri Diare Akan Sembuh pada Anak dan Pemulihannya
Kapan Anak Diare Perlu Dibawa ke Dokter?
Umumnya kasus diare pada anak tak memerlukan penanganan medis khusus. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika anak mengalami tanda dehidrasi atau keluhan lainnya seperti:
- Diare lebih dari 2–3 hari
- Anak usia <6 bulan
- Diare >4 kali dalam 8 jam dan tidak cukup minum
- BAB berdarah atau hitam
- Sakit perut tidak mereda
- Muntah terus-menerus
- Demam tinggi
- Tidak mau makan atau minum
- Tampak sangat lemas
- Pipis berkurang
- Bibir dan mulut kering
- Mata cekung
Percayalah pada insting Ibu. Kapan pun Ibu merasa bahwa si Kecil perlu diperiksa lebih lanjut atau mendapat penanganan medis, segera bawa ke dokter.
Jika Ibu masih punya pertanyaan seputar kesehatan si Kecil? Daftar gratis jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli, yuk!
Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
