9 Cara Mudah dan Alami untuk Mengatasi Diare pada Anak

Diare pada anak umumnya disebabkan infeksi virus atau bakteri. Diare perlu segera ditangani untuk mencegah si Kecil mengalami dehidrasi.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
19 Feb 2024
mengatasi diare pada anak


Anak dikatakan mengalami diare jika BAB lebih dari 3 kali selama satu hari tanpa adanya darah dan lendir. Tentunya, gejala-gejala diare ini bisa membuat si Kecil lemas dan dehidrasi. Lalu, bagaimana cara mengatasi diare pada anak?

Simak terus artikel berikut ini untuk mengetahui jawabannya, ya. Namun sebelum itu, ketahui penyebab diare pada anak terlebih dahulu agar gangguan pencernaan ini bisa dihindari di kemudian hari. 

Penyebab Diare pada Anak

Diare pada anak umumnya disebabkan infeksi virus atau bakteri, yang biasanya dipicu oleh kebiasaan dan kebersihan sehari-hari. 

Terdapat beberapa penyebab diare pada anak. Berikut di antaranya yang perlu Ibu ketahui:

  • Jarang Cuci Tangan, karena anak masih suka memasukkan tangan yang kotor ke dalam mulutnya.

  • Air yang Dikonsumsi Tidak Bersih. Air yang tidak bersih mengandung bakteri Shigella, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan diare.

  • Lingkungan Rumah Tidak Higienis. Lingkungan yang kurang higienis atau kotor penuh sampah mudah membawa kontaminasi bakteri.

  • Tidak Biasa Mencuci Buah dan Sayur. Penyebab diare pada anak terbanyak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit dari makanan yang tidak dicuci bersih.

Cara Mengatasi Diare pada Anak yang Alami dan Mudah

Diare perlu segera ditangani untuk mencegah dehidrasi pada anak. Lantas, bagaimana cara pertolongan pertama diare?

Berikut cara mengatasi diare pada anak yang bisa Ibu lakukan di rumah:

1. Ganti Cairan yang Hilang

Cara mengatasi diare pada anak yang paling penting adalah mengganti cairan yang hilang dengan mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

Tak hanya itu saja, Ibu juga bisa memberikan makanan berkuah untuk anak yang sedang diare saat makan siang dan makan malam agar tubuhnya tidak kehilangan cairan.

2. Jangan Berikan Jus Buah

Hindari memberikan jus pada anak ya, Bu. Meski mengandung air, vitamin, dan mineral, jus bisa membuat anak sakit perut yang memperparah kondisinya.

Jus juga mengandung sukrosa, fruktosa, dan sorbitol yang meningkatkan risiko dehidrasi. Begitu pula dengan minuman manis atau soda. Sebaiknya hindari pemberian jenis minuman manis ini saat anak sedang diare.

3. Berikan Cairan Oralit

Selain air putih, lebih baik lagi bila cairan tubuh yang hilang diganti dengan cairan elektrolit atau oralit.

Oralit bisa dibeli di apotek, atau Ibu bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya larutkan dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dapur dalam satu gelas air bersih matang (200 cc). 

Jika usia anak kurang dari 1 tahun, berikan 50-100 cc tiap BAB cair, jika lebih dari 1 tahun berikan 100-200 cc.

Bila anak muntah setelah minum oralit, tunda dulu beberapa saat, lalu coba berikan kembali sedikit demi sedikit.

Ibu bisa memberikannya sampai diare anak berhenti. Pemberian oralit juga bisa mengurangi volume feses dan mengurangi mual muntah pada anak diare.

4. Hindari Makanan Tertentu

Cara mengatasi diare lainnya juga bisa Ibu lakukan dengan membuat pantangan makan untuk si Kecil.

Selama masih sakit, hindari si Kecil dari makanan-makanan tertentu untuk sementara waktu sampai ia sembuh, seperti makanan berminyak atau jus buah.

Sebaliknya, Ibu justru disarankan memberikan makanan-makanan di bawah ini agar anak cepat baikan:

  • Buah pisang.

  • Sereal.

  • Pasta.

  • Biskuit.

Baca Juga: 10 Makanan untuk Anak Diare dan Pantangannya

5. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil dan Sering

Si Kecil kemungkinan jadi tidak nafsu makan karena mual atau juga muntah saat sedang diare, Bu. Tapi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan. 

Jadi, Ibu bisa berikan makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima. Berikan lebih sering, misalnya tiap 3-4 jam sekali, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi anak yang masih mengalami diare.

Setelah kondisinya agak membaik, Ibu bisa melanjutkan memberikan makanan yang tinggi kalori agar pertumbuhan si Kecil tetap terjaga saat masa penyembuhan.

6. Berikan Zinc

Zinc adalah salah satu nutrisi terpenting yang perlu Ibu berikan sebagai cara mengatasi diare pada anak.

Studi terbaru menunjukkan, pemberian zinc bersama dengan oralit dapat mengurangi durasi dan keparahan episode diare. Hal ini karena zinc dapat menguatkan saluran cerna sehingga dapat mengobati diare pada anak. 

Meski begitu, pemberian suplemen zinc untuk anak yang diare tetap harus lewat konsultasi dokter anak agar dosisnya lebih tepat ya, Bu.

7. Jaga Kebersihan dan Rajin Cuci Tangan

Selalu jaga kebersihan diri seperti mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan olah makanan dengan baik juga menjadi cara mengatasi diare pada anak.

Pasalnya, makanan dan air merupakan sumber penularan yang utama sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

8. Istirahat Cukup

Terakhir, cara alami mengatasi diare pada anak yang tak kalah penting adalah memastikan si Kecil istirahat cukup.

Istirahat dapat meminimalisir risiko dehidrasi saat diare, karena tubuh si Kecil tidak mengeluarkan cairan lebih banyak, seperti dari keringat saat bermain.

9. Berikan Probiotik dan Prebiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat melawan bakteri jahat penyebab diare. 

Sementara itu, prebiotik adalah jenis serat tak larut yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik tersebut agar bisa berkembang biak dengan baik dalam pencernaan.

Nah, konsumsi probiotik dan prebiotik dapat membantu menjaga keseimbangan alami jumlah bakteri baik di dalam saluran pencernaan si Kecil.

Dampak Diare pada Kesehatan Anak

Berbicara mengenai diare pada anak, satu hal yang paling Ibu khawatirkan tentu efeknya yang membuat si Kecil jadi tidak nyaman 

Seperti orang dewasa, anak yang sedang diare juga bisa kehilangan cairan dan elektrolit dengan cepat. Namun bedanya, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi saat mengalami diare. 

Dehidrasi merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat diare. Jika tidak ditangani segera, dapat menimbulkan dehidrasi berat yang sangat membahayakan. Hal tersebut dapat menimbulkan kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.

Untuk itu, jangan sampai diare yang menyerang si Kecil tidak tertangani dengan tepat, ya. Sebab, dehidrasi yang disebabkan diare bisa berdampak negatif bagi tumbuh kembang si Kecil, lho!

Baca Juga: 6 Cara Tepat Mencegah Diare pada Anak

Kapan Harus ke Dokter?

Saat anak mengalami diare, cairan tubuhnya akan banyak terbuang. Jika ia kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan melalui pemberian makan, ia pun bisa mengalami dehidrasi. 

Adapun ciri-ciri fisik anak yang dehidrasi karena diare antara lain:

  • Mulut kering.

  • Kulit kering.

  • Menolak makan.

  • Makan hanya sedikit.

  • Rewel.

  • Menangis tanpa meneteskan air mata.

  • Tangisan lemah dan lemas.

  • Berat badan turun drastis.

  • Mata cekung.

  • Sulit bangun dan selalu mengantuk. 

  • Popok kering selama 8 hingga 12 jam.

Dehidrasi pada anak berlangsung sangat cepat. Hal ini tentunya membahayakan keselamatan si Kecil. Maka sebelum terlambat, segera bawa ia ke dokter jika menemukan tanda dehidrasi di atas sebagai cara mengatasi diare pada anak.

Semoga si Kecil cepat sembuh ya, Bu! Setelah anak sembuh dari diare, Ibu bisa berikan susu Bebelac Gold Soya untuk dukung optimalkan hebatnya pencernaan anak.  

Susu Bebelac Gold adalah susu tinggi serat yang mengandung nutrisi tepat dengan FOS inulin untuk dukung semua kehebatan lengkapnya. FOS inulin itu sendiri adalah jenis serat yang menjadi sumber makanan utama bagi bakteri baik di saluran pencernaan.

Tapi jangan lupa juga ya, Bu, jika ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan anak diare, baiknya langsung konsultasikan dengan dokter.

Ingin tahu tips dan informasi lainnya tentang kesehatan pencernaan anak? Yuk, Bu, daftarkan diri di Bebeclub untuk dapatkan fitur-fitur menarik dan edukatif seputar tumbuh kembang anak hebat!

 

Referensi:

  1. NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3113371/. Diakses pada 4 Agustus 2022.

  2. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-diarrhea#treatment. Diakses pada 4 Agustus 2022.

  3. IDAI https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare Diakses pada 4 Agustus 2022.

  4. Consolini, D. M. (2022, November 2). Diarrhea in Children. Merck Manuals Professional Edition; Merck Manuals. https://www.merckmanuals.com/professional/pediatrics/symptoms-in-infants-and-children/diarrhea-in-children

  5. Probiotics: What is it, Benefits, Side Effects, Food & Types. (2020). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait

Anak Resep

Resep Rendang Daging

Ditulis oleh:
Tim Penulis

Ditinjau oleh:
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
4 min
20 Apr 2022