Luar Biasa! Ternyata Ini Manfaat DHA untuk Perkembangan Otak Bayi

Tahukah Ibu ada banyak sekali manfaat DHA untuk bayi? Docosahexaenoic acid (DHA) adalah asam lemak omega-3 esensial yang berperan pentin...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
11 Aug 2023
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
manfaat DHA untuk bayi


Tahukah Ibu ada banyak sekali manfaat DHA untuk bayi? Docosahexaenoic acid (DHA) adalah asam lemak omega-3 esensial yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Asupan DHA sangat penting selama usia bayi, balita, dan anak-anak karena periode ini merupakan masa dimana otak mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Ibu perlu memahami pentingnya asupan DHA dalam makanan bayi, sebagai kunci untuk kecerdasan, kesehatan, dan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: 7 Manfaat Minyak Ikan untuk Bayi dan Cara Tepat Memberikannya

 

DHA dan Perkembangan Otak Bayi

DHA adalah nutrisi penting untuk perkembangan otak yang optimal pada bayi. Otak mengalami pertumbuhan pesat selama beberapa tahun pertama kehidupan. Pada tahap awal masa kanak-kanak atau usia 0 - 5 tahun, otak berkembang dengan sangat cepat dan massanya bertambah hingga 4 kali lipat.

DHA adalah bagian penting dari struktur otak yang membantu mengembangkan korteks serebral, yang bertanggung jawab memproses apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Studi klinis menunjukkan bahwa peningkatan status DHA di dalam tubuh bayi dapat memulai perubahan otak yang dapat diamati dalam aktivitas belajar dan perilaku.

Asupan DHA yang cukup selama masa bayi dan anak usia dini telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif, perhatian, dan kemampuan belajar di kemudian hari, lho, Bu. Kecukupan DHA juga berkaitan dengan tingkat IQ anak. Bayi yang mendapatkan cukup asupan DHA hingga usia 5 tahun juga diketahui memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. 

Manfaat DHA untuk Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Manfaat DHA untuk bayi berikutnya adalah meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 dan dipublikasikan dalam Journal of Leukocyte Biology menemukan bahwa minyak ikan yang kaya DHA dapat membantu mendukung aktivitas sel darah putih dalam tubuh.

Sel darah putih adalah komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang baik akan membantu mengurangi risiko alergi dan meningkatkan kemampuan bayi untuk melawan infeksi.

Manfaat Lain DHA untuk Bayi 

Selain untuk perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh, asupan DHA juga dikaitkan dengan efek positif lainnya pada kesehatan bayi termasuk perkembangan visual (penglihatan), fungsi sistem saraf, dan kesehatan jantung.

Asupan DHA yang cukup dapat berkontribusi pada penglihatan yang sehat, karena DHA merupakan komponen utama dari retina.

Selain itu, DHA mendukung fungsi sistem saraf yang optimal, membantu transmisi sinyal saraf ke seluruh tubuh. Ini juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dengan mendukung aliran darah normal dan fungsi jantung yang sehat.

Baca Juga: 8 Pilihan Makanan Mengandung Prebiotik Baik untuk Anak

 

Rekomendasi Asupan DHA untuk Bayi

Penting untuk memastikan si Kecil mendapatkan asupan yang cukup sesuai dengan usianya tiap hari agar mendapatkan manfaat DHA untuk bayi yang optimal.

Asupan DHA yang direkomendasikan untuk bayi usia 0-24 bulan berkisar antara 70-100mg DHA per harinya.

***

DHA adalah nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Sebagai orang tua, penting untuk Ibu memprioritaskan nutrisi bayi dengan memastikan mereka menerima asupan DHA dalam jumlah yang cukup, agar mendukung perkembangan otak dan sistem kekebalannya untuk optimalkan pertumbuhan si Kecil jadi hebat.

Sumber Makanan yang Mengandung DHA

DHA secara alami ditemukan pada sumber makanan tertentu, terutama ikan yang berlemak. Ikan akan mengumpulkan DHA dari algae atau rumput laut yang mereka konsumsi.

Namun, karena potensi alergen atau kekhawatiran tentang kandungan merkuri, pemberian ikan pada makanan bayi tidak dapat selalu dilakukan atau tidak boleh berlebihan.

Tak perlu khawatir karena ASI secara alami mengandung DHA. Selain itu, Ibu bisa membantu memberikan sumber DHA pada si Kecil melalui alternatif lain. 

Ada banyak makanan yang secara alami mengandung DHA, contohnya seperti telur, kacang walnut, rumput laut, chia seeds, kacang edamame, dan juga kacang merah. Ibu juga bisa memberikan produk makanan bayi khusus yang diperkaya/difortifikasi dengan DHA.

Setelah mengetahui manfaat DHA untuk bayi, jangan lupa untuk memberikannya makanan yang kaya DHA dalam menu MPASI si Kecil, ya. Semoga bermanfaat, Bu!

Temukan Topik Lainnya

  1. Connye N. Kuratko, Erin Cernkovich Barrett, Edward B. Nelson, & Salem Norman, Jr. (2013). The Relationship of Docosahexaenoic Acid (DHA) with Learning and Behavior in Healthy Children: A Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3738999/
  2. Lotte Lauritzen, Paolo Brambilla, Alessandra Mazzocchi, Laurine B. S. Harsløf, Valentina Ciappolino, & Carlo Agostoni. (2016). DHA Effects in Brain Development and Function. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4728620/
  3. Firstcry Parenting. (2020). DHA for Babies and Kids. https://parenting.firstcry.com/articles/dha-for-babies-and-kids-importancerecommended-dose-and-dha-food-sources/


Artikel Terkait