Makanan yang Mengandung D3 untuk Anak: Mana yang Paling Banyak?
Makanan yang mengandung D3 bantu penyerapan kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang anak. Sumbernya antara lain ikan berlemak, kuning telur, hati, dan makanan yang difortifikasi.
Makanan yang mengandung vitamin D3 untuk anak antara lain ikan berlemak, kuning telur, dan hati sapi. Susu, yogurt, keju, serta sereal juga dapat menjadi sumber vitamin D jika telah difortifikasi. Namun, buah dan sayuran umumnya bukan sumber vitamin D3, sehingga penting memilih sumber vitamin D yang tepat untuk membantu memenuhi kebutuhan harian si Kecil.
Apa Manfaat Vitamin D3 untuk Anak?
Berikut beberapa manfaat vitamin D3 untuk anak yang perlu Ibu pahami. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari, ya.
1. Membantu Penyerapan Kalsium dan Fosfor
Vitamin D membantu usus menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk pembentukan tulang.
Mengutip dari ANTARA Kalteng, Dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp.OT Subsp. A(K), dokter spesialis ortopedi subspesialis ortopedi anak, menjelaskan, “Beberapa kasus ketika vitamin D-nya rendah itu kan menyebabkan kalsiumnya jadi sulit diabsorpsi. Jadi enggak banyak yang diabsorpsi ke dalam tubuh, sehingga akibatnya kalsiumnya yang terdeposit ke dalam tulang menjadi lebih rendah.”
Ketika kekurangan vitamin D, penyerapan kalsium dalam tubuh dapat terganggu dan pada kondisi berat dapat menyebabkan rakitis pada anak.
Selain itu, vitamin D yang cukup dapat menjaga keseimbangan kadar fosfor, sehingga tulang menjadi lebih padat, kuat dan tidak mudah keropos.
Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin D, termasuk melalui makanan yang menjadi sumber vitamin D, penting untuk mendukung kesehatan tulang anak.
2. Mendukung Pertumbuhan dan Kesehatan Tulang
The American Journal of Clinical Nutrition (2021) menemukan bahwa vitamin D dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mineralisasi tulang.
Bersama kalsium dan fosfor, vitamin D membantu memastikan tulang anak terbentuk dan berkembang dengan baik selama masa pertumbuhan.
3. Membantu Mencegah Rakitis Akibat Kekurangan Vitamin D
Asupan vitamin D yang cukup membantu menjaga mineralisasi tulang, sehingga dapat membantu mencegah rakitis akibat kekurangan vitamin D.
IDAI menjelaskan bahwa kekurangan vitamin D yang berat pada anak dapat menyebabkan riketsia nutrisional atau rakitis.
Rakitis dapat ditandai dengan tungkai berbentuk O, pembesaran pergelangan tangan dan lutut, penurunan kepadatan tulang, serta keterlambatan pertumbuhan gigi.
Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), kadar normal pada pemeriksaan laboratorium untuk serum Vitamin D (25-hydroxyvitamin D atau 25(OH)D) pada anak adalah 30–100 ng/mL.
Baca Juga: 12 Buah dan Sayuran yang Mengandung Vitamin A
Berapa Kebutuhan Vitamin D Anak Setiap Hari?
Berikut tabel kebutuhan vitamin D anak sesuai usia berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam Permenkes No. 28 Tahun 2019.
|
Usia |
Kebutuhan Vitamin D |
|
0-5 bulan |
10 mcg/400 IU |
|
6-11 bulan |
10 mcg/400 IU |
|
1-3 tahun |
15 mcg/600 IU |
|
4-6 tahun |
15 mcg/600 IU |
Kebutuhan vitamin D harian ini dapat dipenuhi dari makanan, produk fortifikasi, paparan sinar matahari, dan suplemen bila diperlukan sesuai dengan kondisi anak.
Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin D3 untuk Anak
Beberapa makanan yang mengandung vitamin D3 untuk anak antara lain:
|
Makanan |
Bentuk Vitamin D |
Catatan |
|
Salmon |
D3 |
Salah satu sumber alami terbaik |
|
Sarden |
D3 |
Sumber ikan berlemak |
|
Makarel |
D3 |
Sumber alami |
|
Tuna |
D3 |
Kandungan bervariasi |
|
Kuning telur |
D3 |
Jumlah relatif kecil |
|
Hati sapi |
D3 |
Mengandung vitamin D dalam jumlah kecil |
|
Susu fortifikasi |
D3/D, tergantung produk |
Cek label |
|
Susu kedelai fortifikasi |
D2/D3, tergantung produk |
Cek label |
|
Sereal fortifikasi |
D2/D3, tergantung produk |
Cek label |
|
Yogurt/keju fortifikasi |
D2/D3, tergantung produk |
Tidak semua produk difortifikasi |
1. Ikan Berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, makarel, tuna, dan sarden merupakan makanan yang mengandung vitamin D3 dalam jumlah tinggi.
Dalam 100 gram salmon, misalnya, terkandung sekitar 526 IU vitamin D3, sedangkan makarel 643 IU, tuna kalengan 269 IU, dan sarden kalengan sebanyak 193 IU.
Selain itu, ikan berlemak merupakan sumber omega-3 terbaik untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan sehat, serta mengoptimalkan fungsi otak si Kecil.
2. Kuning Telur
Kuning telur termasuk pilihan makanan yang mengandung vitamin D3 yang baik karena mengandung sekitar 37 IU vitamin D3 per butirnya.
Ibu bisa memilih telur omega-3 untuk mendapatkan manfaat omega-3 sekaligus bagi anak.
Omega-3 telah terbukti meningkatkan perkembangan otak, kemampuan verbal, dan memori anak.
3. Hati Sapi
Makanan yang mengandung vitamin D3 berikutnya adalah hati sapi dengan 50 IU per 100 gram.
Meski kurang populer, hati sapi memiliki kandungan gizi yang bermanfaat lho, Bu. Contohnya, zat besi, vitamin A, dan protein yang baik untuk kesehatan si Kecil.
Namun, karena kandungan kolesterolnya cukup tinggi, konsumsinya sebaiknya dibatasi dan dikombinasikan dengan sumber protein lainnya.
4. Susu dan Produk Susu yang Difortifikasi
Susu sapi dapat mengandung sekitar 100 IU vitamin D3 per gelas.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D3 si Kecil, pilih susu pertumbuhan yang diperkaya 14 vitamin dan 9 mineral, termasuk vitamin D3 dan omega-3.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi DHA dari susu dapat meningkatkan performa akademik anak.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0 gram sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
5. Sereal dan Produk Fortifikasi Lainnya
Sereal fortifikasi dapat menjadi opsi makanan yang mengandung vitamin D3 untuk sarapan anak.
Sekitar 29 gram sereal dengan susu fortifikasi dapat memberikan 140 IU vitamin D3. Bahkan, bila ditambah jus jeruk fortifikasi, kandungan vitamin D3-nya dapat mencapai lebih dari 200 IU.
Baca Juga: Vitamin C untuk Anak 1 Tahun: Manfaat + Sumber
Apakah Ada Buah dan Sayuran yang Mengandung Vitamin D3?
Jika Ibu mencari buah yang mengandung vitamin D paling tinggi, perlu diketahui bahwa buah dan sayuran bukan sumber alami vitamin D yang signifikan.
Jus jeruk dapat mengandung vitamin D karena telah difortifikasi, tetapi Ibu perlu mengecek label kemasan untuk mengetahui kandungannya.
Sementara itu, jamur yang kerap dikonsumsi sebagai sayuran mengandung vitamin D2, bukan D3. Vitamin D3 secara alami terutama ditemukan pada pangan hewani.
Apa Bedanya Vitamin D2 dan Vitamin D3?
Bagi Ibu yang masih bingung dalam membedakan antara vitamin D2 dan vitamin D3, bisa melihat penjelasannya dalam tabel di bawah ini.
|
D2 |
D3 |
|
|
Ergokalsiferol |
Kolekalsiferol |
|
|
Sumber |
Banyak ditemukan pada jamur, terutama yang terpapar sinar UV |
Banyak ditemukan pada pangan hewani, seperti ikan berlemak dan kuning telur |
|
Akses |
Dapat digunakan dalam pangan yang difortifikasi dan suplemen |
Menjadi pilihan utama produksi vitamin D, digunakan dalam pangan yang difortifikasi dan suplemen dan mudah ditemukan di pasaran |
|
Potensi meningkatkan kadar serum vit D dalam darah |
Lebih rendah namun tetap dapat diserap dan digunakan tubuh |
Lebih kuat meningkatkan kadar vitamin D dalam darah dan bertahan lebih lama |
Tumbuh kembang anak yang optimal juga didukung oleh kesehatan pencernaan yang baik. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil.
Cukup upload foto pup di atas popok, dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mengakses fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile agar pemantauan kesehatan pencernaan si Kecil lebih mudah dilakukan setiap hari.
Bagaimana Memilih Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Anak?
Yuk, terapkan beberapa tips memilih makanan yang mengandung vitamin D3 untuk anak berikut ini. Pastikan untuk menyesuaikannya dengan usia dan kebutuhan si Kecil.
1. Pilih Ikan Berlemak sebagai Sumber Alami
Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan makarel termasuk sumber alami vitamin D yang baik.
Karena itu, ikan dapat menjadi pilihan makanan yang mengandung vitamin D3 untuk melengkapi pola makan si Kecil.
Sajikan ikan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang hingga matang, lalu sesuaikan tekstur dan porsinya dengan usia anak.
2. Cek Label Makanan Fortifikasi
Hanya sedikit makanan yang mengandung vitamin D3 secara alami, sehingga makanan yang telah difortifikasi dapat membantu memenuhi kebutuhan si Kecil.
Namun, pastikan Ibu selalu mengecek label kemasan untuk melihat kandungan vitamin D pada susu, yogurt, sereal, atau produk lain yang telah difortifikasi.
3. Variasikan Sumber Makanan
Jangan hanya mengandalkan satu makanan yang mengandung vitamin D3.
Padukan ikan, telur, susu atau alternatifnya yang difortifikasi, serealia, serta berbagai sumber makanan bergizi lainnya.
Hal ini penting agar si Kecil mendapatkan beragam zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
4. Sesuaikan dengan Usia dan Pola Makan Anak
Pilihan makanan yang mengandung vitamin D3 perlu disesuaikan dengan usia dan pola makan si Kecil.
Misalnya, susu sapi yang telah dipasteurisasi dan difortifikasi vitamin D3 dapat diberikan mulai usia 12 bulan.
Baca Juga: 15 Makanan Sumber Vitamin E untuk Anak
Apakah Makanan Saja Cukup untuk Memenuhi Vitamin D Anak?
Asupan makanan saja belum tentu cukup memenuhi kebutuhan vitamin D anak.
Menurut IDAI, sumber makanan alami vitamin D relatif terbatas, sedangkan makanan yang difortifikasi vitamin D juga masih terbatas di Indonesia.
Makanan yang difortifikasi dapat membantu memenuhi vitamin D, tetapi bayi atau anak dengan faktor risiko defisiensi mungkin memerlukan suplementasi sesuai rekomendasi dokter.
Apakah Anak Perlu Suplemen Vitamin D3?
Berdasarkan Permenkes No. 28 Tahun 2019, kebutuhan vitamin D anak usia 1–3 tahun adalah 15 mcg (600 IU) per hari.
Meski begitu, bukan berarti semua anak perlu mengonsumsi suplemen vitamin D3 sebanyak 600 IU setiap hari.
Suplementasi mungkin diperlukan jika asupan vitamin D anak tidak mencukupi atau berisiko mengalami defisiensi. Dosisnya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Apakah Sinar Matahari Bisa Menjadi Sumber Vitamin D3?
Saat terkena UVB, kulit dapat memproduksi vitamin D3. Namun, produksinya dipengaruhi usia, warna kulit, lokasi, musim, pakaian, dan penggunaan sunscreen.
Jadi, tidak ada durasi paparan sinar matahari yang berlaku untuk semua anak. Tetap utamakan pola makan seimbang untuk memenuhi vitamin D3.
Hindari juga paparan sinar matahari langsung yang berlebihan, terutama pada bayi di bawah usia 6 bulan karena bisa berbahaya.
Masa 1–5 tahun adalah periode penting saat si Kecil aktif belajar dan mengeksplorasi banyak hal baru. Bergabunglah sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan panduan tumbuh kembang sesuai usia dan tips dari para ahli.
Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
