Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Aman untuk Orang Tua Baru

Cara menggendong bayi baru lahir harus memastikan kepala dan lehernya ditopang dengan baik. Posisi menghadap depan tidak disarankan karena otot leher bayi belum kuat.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
cara menggendong bayi-bebeclub


Tidak sedikit orang tua baru yang merasa takut atau ragu menggendong bayi baru lahir. Agar tidak salah langkah, yuk cek panduan cara menggendong bayi baru lahir yang benar!

Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang Benar

Menggendong anak adalah perawatan bayi baru lahir yang sangat bermanfaat. Aktivitas ini membantu membangun bonding Ibu dan si Kecil hingga membantu bayi tidur lebih nyenyak. 

Berikut ini adalah cara menggendong bayi yang benar dan nyaman:

  • Selalu mulai dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
  • Pastikan tubuh Ibu dalam keadaan santai.
  • Letakkan satu tangan di bawah kepala dan leher bayi, pastikan menopang area lunak (ubun-ubun).
  • Gunakan tangan yang lain untuk menopang pantat bayi.
  • Tekuk lutut, angkat bayi mendekat ke dada, lalu luruskan kaki secara perlahan.
  • Pastikan dada bayi menempel nyaman di dada (posisi C-shape atau fleksi alami).
  • Lakukan gerakan perlahan dan hati-hati.
  • Usahakan untuk melakukan kontak kulit dengan bayi.

Baca Juga: 8 Cara Menidurkan Bayi agar Nyenyak di Malam Hari

Posisi Gendong Bayi yang Benar dan Aman

Selama bagian kepala dan lehernya ditopang dengan mantap dan aman oleh kedua tangan Ibu, bayi bisa digendong dalam posisi apa pun. Posisi di bawah ini bagus untuk menyusui atau menyendawakan bayi:

1. Cradle Hold

Posisi ini biasa dilakukan saat menyusui. Caranya, tempatkan kepala bayi di lekukan salah satu siku, lalu geser posisi tangan Ibu yang ada di pantat bayi ke atas untuk menopang lehernya dari bawah.

Sambil tetap menopang kepala si Kecil, gerakkan tangan Ibu yang satu dari lengan penyangga ke bawah untuk menopang pantat si Kecil. 

Ibu bisa menggendong si kecil dengan posisi ini sejak bayi baru lahir hingga usianya 1 tahun atau lebih. 

2. Shoulder Hold

Posisi ini adalah cara gendong bayi yang benar saat hendak menyendawakan si Kecil. Angkat bayi dengan posisi berdiri sejajar tubuh Ibu, agar kepalanya setinggi bahu Ibu. 

Lalu, sandarkan kepalanya di dada dan bahu Ibu sehingga ia dapat melihat ke belakang Ibu. 

Letakkan satu tangan di kepala dan lehernya, dan tangan lainnya menopang pantat bayi. Ibu bisa menggendong si Kecil dengan posisi ini mulai bayi baru lahir. 

3. Belly Hold

Belly hold adalah cara menggendong bayi untuk meredakan kembung si Kecil. Caranya, angkat bayi dengan posisi berdiri sejajar tubuh Ibu. 

Lalu, baringkan tengkurap di lengan bawah dengan kepala bayi menghadap siku Ibu. Kaki si Kecil harus mendarat di kedua sisi tangan, lebih dekat ke tanah sehingga posisi bayi agak miring. 

Posisi ini berguna jika bayi kembung dan perlu bersendawa di usia 3-4 bulan. Usap punggung bayi dengan lembut untuk membantunya sendawa.

4. Lap Hold

Angkat bayi dan duduklah di kursi dengan kaki mantap menjejak lantai. Letakkan bayi di pangkuan Ibu dalam posisi telentang, dengan kepala sejajar lutut Ibu. 

Kemudian, angkat kepalanya dengan kedua tangan Ibu sebagai penyangga dan lengan bawah Ibu di bawah tubuhnya. 

Kaki bayi harus diselipkan ke dalam pinggang Ibu. Posisi gendongan yang satu ini cocok untuk bayi usia 4-6 bulan. 

Baca Juga: 6 Manfaat Pijat Bayi dan Cara Aman Melakukannya

Aturan Keamanan Menggendong Bayi (Prinsip TICKS)

Selain selalu memastikan kepala dan leher bayi tertopang dengan baik, selalu ingatlah lima aturan TICKS berikut ini:

  • Tight: Eratkan gendongan Ibu sehingga badan si Kecil menempel di badan Ibu seperti dipeluk. Tapi, jangan memeluknya terlalu kencang agar si Kecil masih bisa leluasa bernapas, ya.
  • In View at All Times: Pastikan si Kecil selalu dalam penglihatan Ibu. Artinya, posisi wajah bayi harus selalu terlihat agar Ibu dapat dengan mudah mengecek kondisinya.
  • Close Enough to Kiss: Posisikan si Kecil dekat dengan Ibu. Selama menggendong, pastikan kepala si Kecil selalu dekat jangkauan untuk dicium.
  • Keep Chin off the Chest: Pastikan dagu bayi tidak menempel ke dada Ibu agar saluran napasnya tidak tertutup.
  • Supported Back: Pastikan gendongan Ibu dapat menyangga punggung sampai leher bayi dengan sempurna.

Hal yang Perlu Dihindari saat Menggendong Bayi

Setelah memahami cara menggendong bayi baru lahir yang benar, orang tua perlu meyakinkan diri bahwa rasa percaya diri sangat penting. 

Menggendong bayi adalah bentuk cinta dan perhatian, serta jaminan keamanan bagi si Kecil. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dihindari saat menggendong si Kecil:

  • Tidak menopang kepala bayi dengan benar. 
  • Menggoyang terlalu kencang. Hal ini dapat memicu shaken baby syndrome yang menyebabkan pendarahan di otak dan bahkan kematian.
  • Memasak atau membawa minuman panas sambil menggendong bayi, karena dapat menyebabkan cedera secara tidak sengaja.
  • Menggendong dekat tangga tanpa pegangan, sebab bisa berisiko pada keselamatan si Kecil. 

Baca Juga: Bayi Sering Kaget Saat Tidur, Apa Penyebabnya?

Kapan Bayi Boleh Digendong Menghadap Depan?

Bayi umumnya dapat digendong menghadap depan setelah kontrol lehernya cukup kuat, sekitar usia 4-6 bulan. Pada usia ini, bayi sudah memiliki kekuatan otot leher untuk menyangga kepala.

Untuk bayi baru lahir, posisi menghadap depan tidak disarankan karena otot lehernya belum cukup kuat. Oleh karena itu, bayi sebaiknya digendong dalam posisi menghadap ke Ibu. 

Itu dia cara menggendong bayi yang benar dan posisi menggendong yang direkomendasikan saat Ibu menyusui si Kecil.

Nah, bila Ibu ingin tahu mengenai pertumbuhan si Kecil berdasarkan standar WHO, pantau pertambahan panjang dan berat badan si Kecil tiap bulan langsung di BebeJourney! Ada juga fitur AI Poop Tracker untuk bantu Ibu monitor kesehatan pencernaannya serta panduan tumbuh kembang eksklusif yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Ibu dan si Kecil.

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline BebeCare terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  • Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/534/hai-ibu-yuk-menggendong-bayi-dengan-benar
  • How to hold a newborn: in pictures. (2023, May 3). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/newborns/health-daily-care/holding-newborns/how-to-hold-your-newborn
  • Marcin, A. (2016, August 3). How to Hold a Newborn Baby. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-hold-a-newborn#More-tips
  • How to hold a baby. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/newborn-baby/how-to-hold-a-baby_10368219


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun