Cara Jemur Bayi yang Benar dan Waktunya yang Tepat
Menjemur bayi sebelum jam 10 pagi bisa bantu produksi vitamin D dan cegah penyakit kuning. Tapi sembarang melakukannya berisiko sebabkan sunburn hingga kanker.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 13 November 2023
Diperbarui: 18 April 2026
Jemur bayi di bawah sinar matahari dapat memberikan manfaat baik untuk beberapa bayi. Namun, jangan dilakukan sembarangan karena malah bisa berisiko. Begini aturan dan penjelasannya.
Haruskah Bayi Dijemur Tiap Hari?
Sinar matahari membantu kulit bayi membentuk vitamin D yang penting bagi pertumbuhan tulangnya.
Namun, Ibu harus perhatikan, tidak semua bayi dianjurkan dijemur. Selain itu, cara jemur bayi yang salah berisiko memicu penyakit seperti kanker di kemudian hari.
Jadi, menurut IDAI, paparan sinar matahari untuk bayi masih baik dilakukan, asal tidak tiap hari dan bayi jangan langsung kena sinar matahari tanpa pelindung seperti baju atau tabir surya.
Kondisi Bayi yang Tidak Disarankan Dijemur
Selalu pastikan dulu ke dokter apakah si Kecil aman dijemur atau terpapar sinar matahari. Bayi dengan kondisi berikut mungkin tidak disarankan untuk dijemur:
- Kulitnya sangat pucat atau putih
- Wajah atau badannya berbintik (freckles)
- Riwayat melanoma/kanker kulit dalam keluarga
Mengapa Bayi Dianjurkan Dijemur di Pagi Hari?
Sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D alami, penting untuk penyerapan kalsium, pembentukan tulang dan gigi, serta daya tahan tubuh bayi.
Paparan sinar matahari di pagi hari juga dapat:
- Mengatur ritme tidur (sirkadian) bayi
- Membantu pemecahan bilirubin pada bayi baru lahir
- Mendukung suasana hati dan ketenangan bayi
Namun, manfaat berjemur untuk bayi ini hanya optimal bila dilakukan dengan cara yang tepat dan setelah Bapak dan Ibu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Baca Juga: Bentuk Kepala Bayi Peyang, Apa Pengaruhi Perkembangan Si Kecil?
Kapan Waktu Jemur Bayi yang Paling Aman?
Waktu terbaik yang disarankan untuk jemur bayi adalah sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 4 sore.
Radiasi ultraviolet dari matahari akan meningkat di atas jam 10 pagi dan ini berisiko memicu kerusakan pada kulit dan mata bayi.
Maka, untuk mendapat manfaat terbaik berjemur sekaligus menghindari risikonya, bayi sebaiknya tidak dijemur setiap hari. Cukup 2-3 kali seminggu.
Berapa Lama Bayi Dijemur Pagi Hari?
Bayi boleh dijemur di pagi hari selama 15-30 menit. Namun, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi si Kecil serta cuaca hari itu ya, Bu.
Sudahi jika bayi sudah hangat, rewel, berkeringat berlebihan, atau kulit memerah. Jangan tinggalkan bayi sendirian saat dijemur.
Baca Juga: Rutinitas Bayi Baru Lahir
Cara Menjemur Bayi yang Benar dan Aman
Kalau dokter membolehkan Bapak dan Ibu untuk menjemur si Kecil, berikut cara menjemur bayi agar lebih terbayang cara melakukannya yang benar dan aman:
1. Hindari Sinar Matahari Langsung

Bayi sebaiknya tidak terpapar langsung oleh sinar matahari yang terlalu kuat karena kulit mereka sangat sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet.
Ibu bisa mengajak bayi berjemur dekat jendela atau di teras rumah yang teduh. Pastikan jendela cukup terbuka untuk memungkinkan cahaya matahari masuk, tetapi tidak langsung mengenai kulit bayi.
Selain itu, pastikan juga bayi tetap terlindung dari angin yang bisa membuatnya kedinginan.
2. Gunakan Pakaian yang Melindungi
Bayi tidak perlu dijemur dalam keadaan telanjang, karena justru akan berbahaya bagi kulit bayi yang sensitif. Sebaiknya bayi memakai baju tipis lengan panjang yang menyerap keringat.
Kalau dijemur di luar, bayi juga bisa dipakaikan topi atau dibaringkan di stroller dengan kanopi yang melindunginya.
Selain itu, Ibu juga disarankan memakaikan kacamata khusus bayi untuk menghindari risiko kerusakan mata pada si Kecil.
Baca Juga: 8 Tips Traveling Bersama Bayi yang Sebaiknya Ibu Perhatikan
3. Jemur Sebelum Mandi
Menjemur bayi sesudah atau sebelum mandi, ya? Jawabannya adalah bayi berjemur lebih dianjurkan sebelum mandi, agar keringat dan paparan sinar bisa dibersihkan setelahnya.
4. Perhatikan Posisi Tubuh Bayi
Supaya paparan sinar mataharinya merata, setiap beberapa menit Ibu bisa menggilir posisi bayi telentang lalu tengkurap.
Ibu dapat memangku si Kecil dan membuka bajunya sedikit sampai sinar matahari mengenai bagian dada hingga kaki.
Lalu, Ibu juga bisa memberikan tummy time sambil bayi berjemur agar sinar matahari juga terpapar ke bagian punggung.
5. Hindari Penggunaan Sunscreen Berlebihan
Pada bayi di bawah 6 bulan, sunscreen tidak direkomendasikan kecuali atas saran dokter. Perlindungan utama tetap dari pakaian dan durasi singkat.
Penggunaan sunscreen pada bayi prematur juga kurang dianjurkan, karena lapisan kulit terluar si Kecil yang prematur lebih tipis, sehingga dapat menyerap bahan sunscreen lebih banyak.
Kesalahan Umum Berjemur pada Bayi (Mitos vs Fakta)
Kegiatan berjemur untuk bayi sudah jadi tradisi turun-temurun di Indonesia, oleh sebab itu Bapak dan Ibu harus bisa bedakan mana yang mitos dan faktanya.
|
Mitos |
Faktanya |
|
Bayi harus dijemur tiap hari |
Bayi berjemur 2-3 kali seminggu sudah cukup untuk meraup manfaatnya |
|
Bayi harus dijemur telanjang |
Justru berisiko memicu kulit terbakar matahari hingga kanker |
|
Menjemur bisa menggantikan tindakan fototerapi untuk penyakit kuning |
Fototerapi adalah tindakan yang lebih terfokus, efektif, dan teruji klinis untuk atasi penyakit kuning |
|
Menjemur bisa cegah bayi kuning |
Paparan sinar matahari bisa sedikit membantu kasus bayi kuning yang ringan, tapi tak bisa mencegah dan mengobati sepenuhnya. |
Baca Juga: 10 Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Menjemur Bayi Sebaiknya Sampai Usia Berapa?
Bayi berjemur umumnya dianjurkan pada 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu tidak wajib, tetapi tetap boleh dilakukan jika kondisi mendukung.
Sebab, kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui:
- MPASI
- ASI atau susu
- Aktivitas luar ruangan yang aman
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa ke dokter kalau bayi mengalami tanda-tanda terbakar matahari atau sengatan panas di bawah ini:
- Kulit memerah sampai melepuh
- Rewel karena sakit kepala atau mual
- Muntah
- Demam di atas 38°C
- Tampak tidur terus, lemas, atau tidak merespons
- Berkeringat berlebihan
- Dada berdebar atau berdegup kencang
- Kejang
Itulah beberapa aturan bayi berjemur yang Ibu harus perhatikan dengan benar agar manfaatnya optimal.
Kalau Ibu ingin bertanya tentang kesehatan, nutrisi, atau tumbuh kembang si Kecil, BebeCare siap membantu.
Tim careline kami yang terdiri dari tenaga keperawatan dan ahli gizi siap menjadi teman berbagi dengan informasi terpercaya, 24 jam gratis tanpa perlu janji.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
