7 Cara Menurunkan Demam pada Bayi yang Aman dan Efektif

Wajar apabila Ibu khawatir dan takut ketika bayi mengalami demam. Namun, tidak perlu tergesa-gesa memberikan obat penurun panas ya, Bu. ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
11 May 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Wajar apabila Ibu khawatir dan takut ketika bayi mengalami demam. Namun, tidak perlu tergesa-gesa memberikan obat penurun panas ya, Bu. Sebab, demam tidak selalu tanda penyakit berbahaya dan penggunaan obat penurun panas tidak dianjurkan diberikan secara bebas untuk bayi.

Jadi, yuk, simak cara alami menurunkan demam pada bayi!

Penyebab dan Gejala Demam pada Bayi

Sebagian besar demam muncul akibat adanya infeksi di dalam tubuh, terutama infeksi virus. Pasalnya virus memang dapat menyebabkan infeksi 10 kali lebih banyak daripada bakteri. 

Beberapa contoh infeksi virus yang paling umum menyebabkan demam pada bayi adalah virus influenza.

Meski begitu, demam juga dapat muncul sebagai salah satu efek samping setelah bayi mendapatkan imunisasi atau saat tumbuh gigi. 

Selain itu, peningkatan suhu tubuh juga bisa terjadi ketika Ibu memberikan pakaian yang terlalu tebal atau membedong bayi saat udara panas. Umumnya peningkatan suhu tubuh karena kondisi ini tidak terlalu tinggi. 

Suhu tubuh bayi yang sehat berkisar antara 36,5 -37 °C, tidak jauh berbeda dari suhu tubuh orang dewasa. Jadi ketika termometer masih menunjukkan angka di bawah 38°,  sehingga kondisi ini belum tergolong demam meski badan bayi terasa hangat dan kulitnya memerah,

Nah, bayi baru akan dikatakan demam ketika menunjukkan gejala berikut ini: 

  • Suhu tubuh menunjukkan angka 38°C atau lebih ketika diukur menggunakan termometer yang diletakkan di dahi, lubang telinga, atau dubur (lubang pada ujung bawah anus).  

  • Suhu tubuh menunjukkan angka 37,2°C atau lebih ketika diukur dengan termometer yang diletakkan di ketiak. 

Berdasarkan usia si Kecil sebaiknya Ibu mengukur suhu tubuh dengan: 

  • Bayi usia 3 bulan kebawah - pengukuran terbaik pada bayi adalah menggunakan termometer dubur. Apabila tidak memungkinkan Ibu dapat menggunakan termometer dahi. 

  • Bayi usia 4 bulan keatas -  menggunakan termometer dubur, dahi, atau ketiak. Namun, penggunaan termometer ketiak dianggap kurang akurat karena bayi cenderung banyak bergerak.

  • Bayi usia 6 bulan keatas - menggunakan termometer dubur, dahi, telinga atau ketiak. Untuk pengukuran suhu pada telinga, tunggu sekitar 15 menit apabila di Kecil baru saja dari ruangan yang lebih dingin.

Ibu sangat disarankan untuk menggunakan termometer digital agar hasilnya lebih akurat. Jangan pernah menggunakan termometer merkuri karena sifatnya yang mudah pecah. Cairan merkuri di dalamnya sangat berbahaya jika mengenai permukaan kulit bayi. 

Pastikan termometer dalam kondisi bersih saat akan digunakan untuk mengukur suhu tubuh si Kecil. 

Baca juga: Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Tepat Mengukurnya

Cara Menurunkan Demam pada Bayi Tanpa Obat

Ibu sebenarnya bisa memberikan obat ibuprofen atau parasetamol untuk menurunkan panas bayi. Ibuprofen boleh mulai diberikan di usia 3 bulan, sedangkan paracetamol bentuk sirup sudah bisa diberikan pada bayi berusia mulai 2 bulan. Akan tetapi, ada baiknya mendahulukan turunkan demam bayi dengan cara-cara yang alami, seperti: 

1. Kompres Air Hangat 

Mengompres adalah pertolongan pertama menurunkan demam yang paling mudah dilakukan. Tapi, jangan pakai kompres dingin, ya! Suhu dingin justru akan membuat tubuh si Kecil “kaget” dan menganggap si Kecil sedang kedinginan sehingga suhunya justru tiba-tiba turun drastis. Ini bisa menyebabkan hipotermia.

Langkah yang paling tepat adalah menggunakan kompres air hangat. Suhu hangat dari kompres akan memicu otak untuk pelan-pelan menurunkan suhu tubuhnya agar tidak “kepanasan”. Kompres air hangat juga memicu tubuh untuk berkeringat sehingga panas tubuh ikut menguap melalui pori-pori kulit.

Cara menyiapkan kompres hangat ini sangat mudah, kok. Ibu tinggal isi baskom dengan air hangat suam-suam kuku, tidak terlalu panas atau bahkan mendidih. Kemudian, rendam kain waslap bersih di baskom tersebut dan peras sehingga terasa lembap dan tidak menetes-netes.

Setelah itu, tempelkan kompres hangat di lipatan tubuh, seperti leher dan ketiak si Kecil, selama 10-15 menit. 

2. Pakaikan Baju Tipis yang Menyerap Keringat

Masih banyak yang mengira jika bayi sedang demam sebaiknya dijaga tetap hangat dengan pakaian dan selimut tebal supaya tidak menggigil kedinginan. Tapi, tahukah Ibu bahwa anggapan ini sebenarnya tidak tepat?

Memakaikan baju atau melapisi tubuhnya dengan selimut tebal justru membuat panas tubuh terjebak di balik kain sehingga demam si Kecil semakin tinggi. 

Saat bayi demam, Ibu sebaiknya mengganti pakaiannya dengan pakaian yang terbuat dari kain katun, sehingga lebih sejuk dan menyerap keringat. 

Apabila si Kecil menggigil Ibu bisa memakaikan sleep sack atau wearable blanket tipis agar tubuhnya tetap nyaman dan dapat beristirahat dengan baik. 

Jangan pernah memberikan selimut biasa (loose blanket) pada bayi di bawah usia 1 tahun karena dapat menyebabkan terlilit, tercekik, hingga kehilangan nyawa karena kesulitan bernafas. 

Baca Juga: Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari, Ibu Wajib Tahu!

3. Lap Badan dengan Spons Hangat

Bayi yang sedang demam tetap boleh dimandikan, kok, Bu, jika memang sudah waktunya mandi. 

Tapi, prinsipnya sama dengan menggunakan kompres, yaitu hindari memandikan bayi dengan air dingin. 

Cara memandikan bayi yang tepat saat demam adalah menggunakan air hangat.

Isi bak mandi bayi dengan air hangat suam kuku (sekitar 29,4–32,2°C) tapi tidak usah sampai penuh. Cukup isi setinggi 5 cm saja.

Apabila Ibu tidak memiliki termometer mandi, tes suhu airnya dengan punggung tangan atau pergelangan tangan Ibu. 

Setelah suhu dirasa tepat, sandarkan si Kecil di bak mandi. Basuh tubuhnya dengan menggunakan waslap atau spons bersih. Pilih yang terbuat dari bahan lembut ya, Bu, agar kulitnya tidak iritasi.

Ibu, jangan terlalu lama memandikan si Kecil, ya, karena air akan mendingin dan membuat si Kecil menggigil.

Namun, jika si Kecil menolak dimandikan, biarkan saja ia bermain sebentar di bak air hangat tersebut. Biasanya 30-45 menit saja sudah cukup efektif menurunkan suhu tubuh bayi, Bu.

Setelah selesai segera keringkan tubuh bayi dan beri ia pakaian yang nyaman agar ia tidak menggigil. 

4. Jaga Suhu Kamar Bayi

Jangan lupa untuk atur suhu kamar ke suhu yang sejuk, jangan terlalu dingin dan jangan terlalu panas. Jika ruangan hangat atau pengap, letakkan kipas angin di dekatnya agar udara sejuk tetap mengalir.

5. Pastikan Bayi Cukup Minum

Anjuran ini bukan tanpa alasan, lho. Faktanya, demam sangat rentan membuat si Kecil kehilangan cairan tubuh yang dapat mengakibatkan dehidrasi. Jika dibiarkan terus, dehidrasi dapat meningkatkan suhu tubuh.

Tanda si Kecil mengalami dehidrasi antara lain adalah berkurangnya produksi urin, urin berwarna pekat, mata cekung, tidak ada air mata saat menangis, turgor kulit yang buruk (saat permukaan kulit ditekan, lama kembali), serta penurunan kesadaran.

Jadi, selalu pastikan bayi mendapat asupan cairan yang mencukupi selama ia sedang demam.

Caranya? Teruslah susui si Kecil sesuai dengan kebutuhannya. Susui ASI setiap kali bayi merasa lapar atau tampak kehausan. Jika bayi Ibu sudah berusia 6 bulan atau lebih, Ibu boleh coba selingi dengan memberikan air putih hangat. 

6. Berikan Makanan Bergizi

Jika bayi Ibu sudah berusia 6 bulan ke atas, teruskanlah memberikan MPASI yang sehat dan bergizi seperti biasanya. 

Ketika sakit si Kecil cenderung susah makan, tapi lidahnya bisa mentolerir makanan hambar dan bertekstur lembek dengan lebih baik. Misalnya bubur nasi, oatmeal, atau pasta rebus tanpa bumbu-bumbu yang tajam.

Makanan memang tidak langsung menurunkan demam pada bayi. Akan tetapi, MPASI dapat menyediakan energi tambahan yang dibutuhkan tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit.

7. Biarkan Bayi Tidur

Apabila si kecil demam, penting untuk memastikan ia  mendapatkan istirahat yang cukup serta waktu tidur yang memadai. Jangan bangunkan si Kecil hanya untuk mengecek suhu tubuh atau memintanya untuk makan dan minum ASI. 

Bangunkan bayi hanya jika ia menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti tidur dengan nafas pendek-pendek dan cepat atau tidak merespon sama sekali ketika dibangunkan. Selengkapnya akan dijelaskan pada bab berikutnya. 

Baca juga: Bayi Sering BAB Sedikit-sedikit, Normal atau Tidak, Sih?

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter? 

Umumnya demam pada bayi tidak memerlukan pengobatan yang khusus. Dengan memahami cara menurunkan demam pada bayi, Ibu dapat melakukan perawatan rumahan yang aman dan efektif.

Akan tetapi, Ibu juga harus memantau dan mewaspadai tanda-tanda demam yang mengharuskan si Kecil mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Jadi, segera konsultasi ke dokter jika bayi demam disertai gejala atau kondisi seperti:

  • Usia bayi kurang dari 3 bulan. Demam yang terjadi dalam 3 bulan pertama usianya bisa menjadi pertanda sepsis, yaitu infeksi bakteri dalam darah yang berbahaya.

  • Bayi usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya.

  • Bayi usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi (≥39°C).

  • Bayi semua usia yang suhunya >40°C.

  • Bayi semua usia dengan kejang demam.

  • Bayi semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja.

  • Bayi semua usia dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal.

  • Bayi yang demam disertai ruam.

  • Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak.

  • Kesulitan bernapas.

  • Bibir, lidah dan kuku nampak kebiruan.

  • Ubun-ubun terlihat menonjol atau cekung.

  • Ada kekakuan di leher.

  • Nyeri kepala hebat.

  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah.

  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar.

  • Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum.

  • Menangis terus menerus.

  • Bayi gelisah.

  • Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur.

  • Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang.

Apabila Ibu masih memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tertentu seputar demam pada bayi dan masalah kesehatan lainnya, jangan ragu berkonsultasi ke dokter atau chat langsung dengan Tim Bebecare yang siaga 24/7 menjawab pertanyaan Ibu tanpa perlu membuat reservasi terlebih dahulu. 

Semoga si Kecil cepat sembuh dan bisa kembali bermain dengan ceria, ya, Bu!

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-Bayi/demam-kapan-harus-ke-dokter

  2. Fever: Home Treatment and When to See a Doctor. (2023). Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/fever

  3. How to Keep Your Sleeping Baby Safe: AAP Policy Explained. (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/a-parents-guide-to-safe-sleep.aspx#:~:text=Keep%20soft%20objects%20%26%20loose%20bedding,of%20entrapment%2C%20suffocation%20or%20strangulation.

  4. Fever (0-12 Months). (2022). Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fever-0-12-months/

  5. Should You Check Your Child’s Fever at Night During Their Sleep? Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/checking-your-childs-fever-at-night-2634614



Artikel Terkait