Bayi Susah Tidur? Coba 11 Cara Ini agar Si Kecil Cepat Lelap
Kebutuhan tidur bayi usia 0-3 bulan sekitar 16-20 jam, 4-6 bulan 12-16 jam, dan 7-12 bulan 12-14 jam per hari. Di usia 6-12 bulan, bayi masih tidur siang 2-3 kali sehari.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 12 April 2022
Diperbarui: 14 Juli 2026
Cara menidurkan bayi agar cepat tidur adalah dengan membuat rutinitas tidur yang konsisten, menyusui sebelum tidur, menjaga suasana kamar tenang, dan memastikan bayi tidak terlalu lelah.
Mengapa Bayi Sulit Tidur dan Sering Terbangun?
Bayi yang sulit tidur atau sering terbangun di malam hari bisa terjadi terutama pada tahun pertama kehidupannya. Berikut beberapa penyebab mengapa tidur malam bayi sering terganggu:
1. Bayi Masih Belajar Membedakan Siang dan Malam
Bayi memiliki siklus tidur yang lebih pendek dibandingkan orang dewasa.
Jika orang dewasa memiliki siklus tidur sekitar 90 menit, bayi dan anak kecil memiliki siklus tidur yang lebih singkat yaitu sekitar 50 menit, sehingga mereka lebih mudah terbangun di malam hari.
Bayi baru lahir belum dapat memproduksi melatonin (hormon tidur) akibatnya belum bisa membedakan waktu siang dan malam sehingga waktu tidurnya masih belum teratur.
Seiring bertambahnya usia, tubuh bayi akan mulai mengenali pola terang dan gelap.
2. Bayi Lapar atau Popok Basah
Lapar di tengah malam bisa membuat bayi susah tidur atau terbangun tiba-tiba. Ukuran lambung bayi yang masih kecil membuatnya perlu menyusu lebih sering, termasuk pada malam hari.
Selain itu, popok yang basah atau penuh juga dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Akibatnya, bayi bisa terbangun lebih sering atau sulit kembali tidur.
3. Overstimulasi Sebelum Tidur
Terlalu banyak aktivitas menjelang waktu tidur dapat membuat bayi sulit merasa tenang dan terus bersemangat. Misalnya, paparan suara yang ramai, cahaya terang, atau aktivitas bermain yang terlalu aktif dapat membuatnya sangat antusias.
Kondisi ini disebut overstimulasi, yaitu saat otak dan tubuh bayi masih terlalu aktif sehingga sulit untuk rileks dan tertidur.
Akibatnya, bayi dapat menolak tidur, membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap, atau lebih sering terbangun di malam hari meski sebenarnya sudah sangat lelah dan mengantuk.
4. Sleep Regression pada Bayi
Sleep regression adalah fase ketika pola tidur bayi yang sebelumnya cukup baik tiba-tiba berubah. Pada masa ini, bayi dapat lebih sering terbangun, sulit tidur, atau butuh bantuan lebih banyak agar bisa kembali tidur.
Kondisi ini umumnya terjadi pada usia tertentu, seperti sekitar 4 bulan, 6 bulan, 8–10 bulan, atau 12 bulan. Sleep regression biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.
Tidak semua bayi mengalami pola sleep regression yang sama. Pada sebagian bayi, kondisi ini hanya menyebabkan perubahan tidur ringan. Namun, ada juga bayi yang sering terbangun malam dan sulit kembali tidur.
Baca Juga: Jam Tidur Bayi Sesuai Usia dan Tips Optimalkannya
5. Growth Spurt
Saat mengalami growth spurt atau lonjakan pertumbuhan, kebutuhan energi bayi meningkat. Akibatnya, bayi bisa lebih sering lapar dan terbangun untuk menyusu, termasuk pada malam hari.
Ini juga membuat bayi susah tidur malam kembali atau baru tidur sebentar lalu terbangun. Kondisi ini lebih sering terjadi di sekitar usia 1-3 minggu, 6-8 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.
Berapa Jam Kebutuhan Tidur Bayi?
Kebutuhan tidur bayi berbeda-beda sesuai usia dan tahap perkembangannya. Secara umum, semakin bertambah usia bayi, waktu tidurnya akan semakin teratur dan durasi tidur malamnya menjadi lebih panjang, seperti berikut:
|
Usia Bayi |
Total Kebutuhan Tidur per Hari |
|
0-3 bulan |
16-20 jam |
|
4-6 bulan |
12-16 jam |
|
7-12 bulan |
12-14 jam |
Pada usia 0-6 bulan, bayi biasanya masih tidur siang beberapa kali dalam sehari. Memasuki usia 6-12 bulan, jumlah tidur siang umumnya berkurang menjadi 2-3 kali sehari dengan durasi sekitar 30 menit sampai 2 jam tergantung pola tidur masing-masing bayi.
Di tahun pertama kehidupannya, wajar bila bayi masih sering terbangun di malam hari terutama untuk menyusu, popok basah, perubahan siklus tidur, growth spurt, atau sleep regression.
Menjadi orang tua adalah proses belajar setiap hari. Daftar sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan panduan parenting sesuai usia anak, tips dari para ahli, serta berbagai insight tumbuh kembang yang relevan untuk si Kecil.
Tanda Bayi Sudah Mengantuk
Sebelum menerapkan cara menidurkan bayi, Ibu perlu tahu tanda-tanda bayi sudah mulai mengantuk, seperti:
- Menguap.
- Kelopak mata tampak terkulai.
- Alis berkerut.
- Mengerutkan kening atau meringis.
- Melamun.
- Mengucek mata.
- Menarik telinga.
- Mengisap jari.
- Melengkungkan punggung.
- Mengepalkan telapak tangan.
Baca Juga: 13 Penyebab Bayi Menangis + Cara Menenangkan
Cara Menidurkan Bayi agar Cepat Tidur dan Nyenyak
Bayi baru lahir belum dapat membedakan siang atau malam. Untuk itu, diperlukan peran orang tua dalam menciptakan kebiasaan tidur yang baik bagi bayi. Supaya bayi dapat tidur dengan nyenyak, Ibu perlu tahu cara menidurkan bayi berikut ini:
1. Susui Bayi Sebelum Tidur
Menyusui sebelum tidur dapat membantu bayi merasa lebih nyaman dan tenang sehingga lebih mudah terlelap. Selain itu, perut yang kenyang juga dapat membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak mudah terbangun karena lapar.
Namun, hindari memberikan ASI atau susu secara berlebihan hingga bayi kekenyangan. Perut yang terlalu penuh justru dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, lebih sering gumoh, atau sulit tidur dengan nyenyak.
Jadi, agar kualitas tidurnya tidak terganggu, pastikan Ibu memberikan ASI yang cukup bagi bayi.
2. Buat Rutinitas Tidur yang Konsisten
Menerapkan rutinitas yang sama setiap hari membantu bayi mengenali bahwa waktu tidur sudah dekat. Misalnya dengan mandi air hangat, mengganti pakaian tidur, menyusu, menyikat gigi, lalu membaca buku sebelum tidur.
Usahakan urutan kegiatan ini dilakukan secara konsisten setiap malam. Hindari mengganti jadwal tidur bayi terlalu sering karena dapat membuat bayi lebih sulit beradaptasi.
3. Redupkan Lampu Kamar
Cahaya yang redup membantu tubuh bayi mengenali bahwa sudah waktunya tidur. Kondisi ini juga mendukung produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Saat malam hari, gunakan pencahayaan yang lembut dan hindari lampu yang terlalu terang. Jika perlu mengganti popok atau menyusui, gunakan lampu redup agar bayi tidak terlalu terjaga.
4. Hindari Overstimulasi Sebelum Tidur
Aktivitas yang terlalu ramai menjelang tidur dapat membuat bayi sulit tenang. Bermain terlalu aktif, suara yang keras, atau paparan layar dapat membuat bayi lebih sulit terlelap.
Sekitar 30-60 menit sebelum tidur, ciptakan suasana yang lebih tenang. Hindari televisi, gadget, dan permainan yang terlalu merangsang.
5. Gunakan White Noise
Lingkungan tidur yang tenang dapat membantu bayi lebih mudah tertidur. Karena itu, usahakan bayi tidur di kamar yang nyaman dan tidak terlalu ramai agar ia tidak mudah terganggu oleh suara atau aktivitas di sekitarnya.
Salah satu cara agar bayi cepat tidur adalah menggunakan white noise, yaitu suara latar yang stabil dan berulang. Suara ini dapat membantu menyamarkan suara lain yang berpotensi membangunkan bayi sehingga ia lebih mudah terlelap.
Beberapa contoh white noise yang sering digunakan antara lain suara hujan, suara kipas angin, atau suara mesin yang lembut dan konstan. Selain itu, usahakan suasana menjelang tidur tetap tenang dan batasi terlalu banyak orang di sekitar bayi agar ia lebih mudah beristirahat.
6. Pastikan Suhu Kamar Nyaman
Suhu kamar yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu kualitas tidur bayi. Menjaga suhu ruangan tetap nyaman, idealnya sekitar 20-22°C, dapat membantu bayi tidur nyenyak.
Perhatikan kondisi bayi saat tidur. Jika bayi berkeringat, kurangi lapisan pakaian yang digunakan. Sebaliknya, jika bayi terlihat kedinginan, tambahkan pakaian atau selimut yang sesuai agar tetap nyaman.
Bila ingin menggunakan aromaterapi seperti lavender, pastikan penggunaannya aman untuk bayi dan sesuai petunjuk yang dianjurkan.
Aromaterapi sebaiknya hanya digunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai cara menidurkan bayi yang utama.
7. Bedong Bayi dengan Aman
Pada bayi baru lahir, bedong dapat membantu memberikan rasa nyaman dan mengurangi refleks kaget yang sering membangunkan bayi saat tidur.
Pastikan bedong tidak terlalu ketat, terutama pada area kaki dan pinggul. Hentikan penggunaan bedong ketika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda bisa berguling untuk mengurangi risiko cedera.
Baca Juga: Arti Tangisan Bayi: 7 Jenis yang Perlu Dipahami
8. Letakkan Bayi saat Mengantuk, Bukan saat Tertidur Total
Saat bayi mulai mengantuk, coba letakkan ia di tempat tidurnya sebelum benar-benar tertidur. Cara menidurkan bayi ini membantunya belajar menenangkan diri dan tertidur secara mandiri (sleep training bayi).
Awalnya bayi mungkin memerlukan waktu untuk beradaptasi. Namun, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada gendongan atau bantuan lain untuk tidur.
9. Ajak Bayi Aktif di Siang Hari
Bayi yang mendapatkan cukup aktivitas dan stimulasi sesuai usianya pada siang hari cenderung memiliki pola tidur yang lebih baik pada malam hari.
Ajak bayi bermain, mengobrol, tummy time, atau berjalan-jalan sesuai usianya agar energinya bisa tersalurkan secara maksimal. Namun, tetap hindari aktivitas yang terlalu ramai menjelang waktu tidur, Bu.
10. Gunakan Pijatan Lembut Sebelum Tidur
Memijat bayi dengan lembut dapat membantu bayi merasa lebih rileks sebelum tidur. Selain itu, aktivitas ini juga bisa menjadi bagian dari rutinitas tidur yang menenangkan.
Gunakan sentuhan yang lembut dan lakukan saat bayi dalam kondisi nyaman. Hentikan jika bayi tampak tidak menyukai atau merasa tidak nyaman dengan pijatan.
11. Posisikan Bayi Tidur yang Aman
Posisi tidur yang paling aman untuk bayi adalah telentang, baik saat tidur siang maupun tidur malam. Posisi ini dapat membantu mengurangi risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.
Pastikan bayi tidur di atas kasur yang rata dan kokoh. Hindari meletakkan bantal, guling, boneka, selimut tebal, atau benda lain di area tidur karena dapat meningkatkan risiko sesak napas dan SIDS.
Salah satu bagian penting dalam pengasuhan adalah memantau kesehatan si Kecil, termasuk kondisi pencernaannya. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Cara Menidurkan Bayi Sesuai Usia
Cara menidurkan bayi dapat berbeda pada setiap tahap usia karena pola tidur dan perkembangan bayi terus berubah. Coba terapkan tips berikut ini agar si Kecil bisa tidur dengan lebih cepat dan lelap:
1. Cara Menidurkan Newborn (0–3 Bulan)
Pada usia 0-3 bulan, newborn susah tidur karena belum bisa membedakan siang dan malam sehingga waktu tidurnya masih belum teratur. Bayi juga masih sering terbangun untuk menyusu karena kapasitas lambungnya masih kecil.
Maka itu, fokus utama pada usia ini adalah memastikan bayi kenyang, nyaman, dan tidur dengan posisi yang aman. Ibu dapat menciptakan suasana yang tenang dengan meredupkan lampu dan mengurangi suara bising saat malam hari menjelang bayi tidur.
2. Cara Menidurkan Bayi 4–6 Bulan
Memasuki usia 4-6 bulan, pola tidur bayi mulai lebih teratur dan durasi tidur malam biasanya menjadi lebih panjang. Namun, di usia ini, bayi bisa mengalami sleep regression sehingga lebih sering terbangun di malam hari.
Mirip seperti usia 0-3 bulan, di usia 4-6 ini Ibu masih tetap bisa menerapkan rutinitas tidur yang konsisten setiap malam. Misalnya dengan mandi air hangat, menyusu, lalu menidurkan bayi pada jam yang relatif sama setiap hari.
3. Cara Menidurkan Bayi 6 Bulan ke Atas
Bayi usia 6 bulan ke atas umumnya mulai memiliki jadwal tidur yang lebih teratur dan dapat tidur lebih lama pada malam hari. Sebagian besar bayi juga masih membutuhkan 2-3 kali tidur siang dalam sehari.
Biasakan meletakkan bayi di tempat tidur saat ia sudah mengantuk tetapi belum tertidur sepenuhnya, misalnya mulai mengucek-ngucek mata. Kebiasaan ini dapat membantu bayi belajar tidur mandiri dan lebih mudah kembali tidur saat terbangun di tengah malam.
Baca Juga: Bayi Cegukan saat Tidur: Penyebab + 10 Cara Atasi
Kebiasaan yang Membuat Bayi Sulit Tidur
Beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat membuat bayi lebih sulit tidur atau lebih sering terbangun di malam hari. Berikut beberapa di antaranya:
- Main gadget sebelum tidur karena pancaran cahayanya dapat membuat lebih susah terlelap.
- Tidur terlalu larut cenderung membuat bayi menjadi lebih rewel.
- Lampu terlalu terang dapat memicu stimulasi berlebihan.
- Terlalu banyak tidur sore yang membuat bayi tidak mengantuk saat waktunya tidur malam.
- Suara terlalu ramai membuat bayi sulit rileks dan terlelap.
Kapan Bayi Susah Tidur Harus Diperiksakan ke Dokter?
Bayi yang sesekali sulit tidur umumnya masih normal, terutama saat sedang mengalami growth spurt, sleep regression, atau perubahan rutinitas. Hanya saja, jangan sepelekan bila bayi sulit tidur dan disertai kondisi berikut ini:
- Demam.
- Sesak napas atau napas tampak cepat dan berat.
- Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
- Sulit menyusu atau menolak menyusu.
- Sulit tidur dalam waktu lama hingga mengganggu aktivitas dan kondisi fisiknya.
- Refluks yang berat, seperti sering muntah, tampak kesakitan saat menyusu, atau berat badan sulit naik.
- Tampak mengalami gejala kolik.
- Tampak sangat lemas atau kurang responsif.
- Berat badan tidak bertambah sesuai usianya.
Segera konsultasikan ke dokter bila Ibu merasa bayi sulit tidur selama beberapa hari disertai gejala di atas. Penanganan lebih awal membantu jadwal tidur bayi kembali normal dan mengoptimalkan tumbuh kembangnya.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
