Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Sudah Mau Masuk Sekolah, Ini 7 Nutrisi Otak Anak Agar Daya Tangkapnya Lebih Baik

Bu, apakah si Kecil sedang siap-siap mau masuk prasekolah tahun ajaran baru ini? Selain menyiapkan perlengkapan sekolah, Ibu juga perlu ...

4 min
19 Jul 2022
Si Kecil sudah siap masuk prasekolah, pastikan Ibu penuhi kebutuhan nutrisi otak anak.

Artikel ini belum diulas

Bu, apakah si Kecil sedang siap-siap mau masuk prasekolah tahun ajaran baru ini? Selain menyiapkan perlengkapan sekolah, Ibu juga perlu menyiapkan mental si Kecil karena ia akan bertemu dengan lingkungan baru. Dan yang tak kalah penting, Ibu juga perlu mempersiapkannya dengan nutrisi terbaik agar ia siap menerima hal-hal baru di sekolahnya nanti. Apa saja daftar nutrisi otak anak yang perlu Ibu berikan pada si Kecil? Cek daftarnya di bawah, yuk!

Nutrisi Otak Anak untuk Mendukung Kecerdasan

Sama seperti bagian tubuh lainnya, otak juga membutuhkan makanan bernutrisi sebagai ‘bahan bakar’, agar dapat bekerja maksimal dalam menyerap informasi. Di dalam otak, terdapat sel-sel yang saling terhubung, yang disebut sinaps. Semakin banyak jumlah sinaps yang terbentuk, semakin cepat juga proses berpikir anak, Bu. Nah, sinaps ini paling banyak terbentuk saat usia janin 34 minggu sampai dengan si Kecil berusia 2 tahun.

Cek apa saja nutrisi otak anak yang dibutuhkan si Kecil, ya, Bu!

Lalu, bagaimana cara memperbanyak sinaps tersebut agar si Kecil semakin cerdas? Tentu saja dengan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh otak anak, yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman yang sehat. Berikut adalah daftarnya, Bu:

1. Triple A (LA, ALA, dan DHA)

Siapa yang tidak kenal kehebatan omega 3 atau LA (linoleic acid), omega 6 atau ALA (alpha linoleic acid), dan DHA (docosahexaenoic acid) sebagainutrisi penting buat otak. Ketiganya disebut sebagai triple A, dan penting untuk dipenuhi kebutuhannya setiap hari. Dan tahukah Ibu, omega 3 merupakan salah satu asam lemak tak jenuh yang jumlahnya mencapai 20 persen di dalam otak manusia.1 Banyak, ya? Jadi, tak heran jika banyak ahli menyarankan agar nutrisi ini diberikan pada anak untuk mendukung perkembangan dan fungsi otak. 

Lalu, dari mana omega 3, omega 6, dan DHA berasal? Ibu bisa mendapatkan nutrisi penting ini dari beberapa bahan makanan, seperti keluarga ikan antara lain salmon, makarel, sarden, trout, serta kenari, chia seed, dan flax seed.2

Selain itu, triple A juga bisa didapat dari susu pertumbuhan seperti Bebelac 4 GroGreat+. Bahkan, kandungan DHA dan LA+ALA pada Bebelac sudah 23% lebih tinggi. Ketiga nutrisi ini sangat penting dalam membentuk sel otak, yang mendukung perkembangan kognitif si kecil. 

2. Vitamin B12

Dari delapan jenis vitamin B, vitamin B12 atau kobalamin termasuk salah satu nutrisi yang paling berperan untuk perkembangan otak anak. Vitamin B12 memiliki peran dalam mengalirkan rangsangan ke sel-sel otak, sehingga membuat daya tangkap si Kecil menjadi lebih baik.1 Jadi, pastikan vitamin ini terkandung dalam makanan yang dikonsumsi si Kecil sehari-hari, ya, Bu. 

Sebagian besar sumber vitamin B12 ditemukan pada produk hewani, seperti daging sapi, daging ayam, susu, dan telur. Namun, vitamin B12 juga bisa ditemukan di beberapa makanan nabati, seperti tempe dan sereal.1   

3. Folat

Masih merupakan bagian dari keluarga vitamin B, folat adalah bentuk alami dari vitamin B9. Sayangnya, folat tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga harus dikonsumsi lewat makanan sehari-hari. Fungsi folat adalah untuk menguatkan sistem saraf pada otak anak selama masa pertumbuhannya.1

Secara alami, folat terdapat dalam makanan terutama dalam buah-buahan dan sayuran berdaun hijau seperti bayam dan brokoli.3 Jadi, ajarkan si Kecil sejak dini agar mau makan sayuran untuk memenuhi kebutuhan folatnya, ya, Bu. 

Tapi Ibu juga harus ingat, bahwa folat adalah jenis vitamin yang mudah larut dalam air, sehingga disarankan tidak terlalu lama memasak sayur agar kandungan folatnya tidak hilang.3

4. Kolin

Fungsi kolin juga tak kalah penting untuk kecerdasan otak si Kecil. Mirip seperti folat, kolin berperan dalam hal meningkatkan memori dan kemampuan belajar si Kecil.1,4 Jadi, penting ada dalam makanan si Kecil yang sudah mau masuk sekolah, ya, Bu. 

Makanan yang mengandung kolin adalah hati ayam, telur, jamur shitake, daging ayam, daging sapi, dan susu. Selain itu, sayuran seperti kubis, kol, sawi hijau, brokoli, serta kacang-kacangan tertentu seperti almond juga merupakan sumber kolin yang baik.4

5. Zinc

Nutrisi otak anak kali ini datang dari kelompok mineral, yaitu zinc. Zinc merupakan salah satu bagian penting pada 200 jenis enzim yang mengatur beragam aktivitas metabolisme dalam tubuh, termasuk di antaranya produksi sel saraf, pematangan sel saraf, hingga pembentukan sinaps.1

Sumber utama zinc adalah daging sapi dan daging ayam, sereal, biji-bijian, serta susu dan produk susu. Selain itu, zinc juga bisa didapat dari ikan (sarden dan salmon) dan sayuran seperti kangkung dan buncis.5 Cukup beragam, ya, Bu?

6. Zat Besi

Zat besi selama ini lebih sering dikaitkan dengan kondisi anemia, di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat akibat kadar hemoglobin (Hb) yang rendah. Nah, sebuah studi menyebut bahwa anemia yang terjadi pada anak dapat mengganggu perkembangan kognitifnya dalam jangka panjang.1

Cek apakah susu pertumbuhan si Kecil mengandung nutrisi otak anak yang dibutuhkannya!

Ibu pasti tidak mau, kan, si Kecil terkena anemia? Jadi, pastikan untuk mencukupi kebutuhan zat besi si Kecil, ya, Bu. Berikan ia makanan yang kaya zat besi, seperti daging sapi, hati, sereal, sayur bayam, dan biji-bijian. Termasuk Bebelac 4 GroGreat+ juga, ya, Bu, karena susu pertumbuhan ini tinggi zat besi. 

Dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplementasi zat besi jika si Kecil terbukti mengalami anemia.

7. Yodium

Kekurangan yodium selama ini lebih sering dikaitkan dengan penyakit gondok. Tapi tahukah Ibu, kekurangan mineral ini punya dampak yang lebih serius, salah satunya kretinisme pada anak. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan saraf dan berbagai proses lainnya yang terjadi di otak.1

Dan kekurangan yodium ini ternyata merupakan masalah yang umum terjadi di seluruh dunia. Itu sebabnya, semakin banyak makanan yang diperkaya dengan mineral yang satu ini, termasuk di antaranya garam, sereal, dan susu.

Untuk mencukupi kebutuhan yodium si Kecil, Ibu bisa memberinya berbagai makanan sumber yodium seperti rumput laut, udang, telur, dan susu pertumbuhan yang mengandung yodium, ya.

Selain makanan bernutrisi yang telah disebutkan di atas, jangan lupa berikan juga 3 gelas Bebelac 4 GroGreat+ dengan formula baru. Dengan kandungan nutrisi tepat, Bebelac 4 GroGreat+ bantu dukung si Kecil tumbuh hebat dengan mood yang baik (happy heart), perkembangan akal yang kreatif (happy brain), serta saluran cerna yang sehat (happy tummy)! 

Yuk, segera susun menu makanan kesukaan si Kecil yang memenuhi ketujuh nutrisi otak anak di atas, sebagai persiapan si Kecil masuk prasekolah. 


Reference:

  1. Anett Nyaradi, et al. 2013. The role of nutrition in children's neurocognitive development, from pregnancy through childhood. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3607807/ [Diakses 21 Juni 2022] 
     
  2. Maria Alessandra Gammone, Graziano Riccioni,1,2 Gaspare Parrinello,3 and Nicolantonio D’Orazio. 2018. Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids: Benefits and Endpoints in Sport. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6357022/ [Diakses 21 Juni 2022] 
     
  3. Kashif M. Khan and Ishwarlal Jialal. 2022. Folic Acid Deficiency. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535377/ [Diakses 21 Juni 2022] 
     
  4. Taylor C. Wallace, PhD, CFS, FACN, Jan Krzysztof Blusztajn, PhD, Marie A. Caudill, PhD, RD, Kevin C. Klatt, MS, Elana Natker, MS, RD, Steven H. Zeisel, MD, PhD, and Kathleen M. Zelman, MPH, RD, LD. 2018. Choline. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6259877/  [Diakses 21 Juni 2022]
     
  5. Josune Olza, et al. 2017. Reported Dietary Intake and Food Sources of Zinc, Selenium, and Vitamins A, E and C in the Spanish Population: Findings from the ANIBES Study. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5537812/  [Diakses 21 Juni 2022]
     


Artikel Terkait