Ketahui Manfaat Minyak Ikan Bagi Kesehatan Si Kecil

Ketahui Manfaat Minyak Ikan Bagi Kesehatan si Kecil

Pemenuhan nutrisi untuk si Kecil sangat penting di masa pertumbuhan dan perkembangannya. Sebagian besar orang tua pasti akan memberikan makanan sehat bernutrisi, suplemen hingga vitamin untuk membuat anak tumbuh sehat dan tanggap yang lengkap. Salah satu suplemen yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak adalah minyak ikan. Minyak ikan memang terkenal sebagai suplemen yang telah dikonsumsi dari dulu hingga saat ini.

Ikan yang digunakan untuk memproduksi minyak ikan adalah ikan kod, ikan herring, ikan salmon, dan ikan pelagis yang jumlahnya memang banyak di Indonesia. [1]Minyak ikan memproduksi asam lemak yang bernama Omega-3 yang merupakan asam lemak tidak jenuh yang sangat dibutuhkan oleh penderita kolesterol untuk menurunkan kolesterol.[2] Selain baik untuk penderita kolesterol, minyak ikan juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan si Kecil. Beberapa manfaat minyak ikan untuk anak yakni antara lain sebagai berikut:

Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak

Manfaat minyak ikan untuk anak yang pertama adalah dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak. Kandungan asam lemak Omega-3 dan DHA pada minyak ikan terbukti dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata anak, kemampuan sosial, tingkat fokus anak, serta meningkatkan skor tes intelegensi anak.

Lebih lanjut, anak yang lahir dari Ibu yang rajin minum suplemen Omega-3 (DHA dan EPA) selama masa kehamilan dan selama proses menyusui terbukti memiliki hasil tes kognitif lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak yang lahir dari Ibu yang tidak mengonsumsi minyak ikan. [3]

Sebagai Pengobatan ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan aktivitas motorik anak yang menyebabkan anak-anak melakukan aktivitas tidak lazim dan cenderung berlebihan. Minyak ikan bisa digunakan sebagai pengobatan anak yang terkena ADHD. Lebih lanjut, Anak yang memiliki gangguan ADHD menjadi anak yang hiperaktif dan tidak dapat mengontrol emosinya.[4] Minyak ikan bisa meningkatkan perilaku anak, mengurangi sifat hiperaktif dan meningkatkan fokus anak.

Mengurangi Risiko Asma

Selain 2 manfaat minyak ikan di atas, manfaat minyak ikan berikutnya adalah dapat mengurangi risiko asma si Kecil. Kandungan dalam minyak ikan berfungsi sebagai zat anti peradangan yang akan mengurangi peradangan pada saluran udara. Lebih lanjut, hasil penurunan risiko asma bisa terlihat ketika Ibu memberikan minyak ikan lebih dari 10 bulan.

Lebih lanjut, minyak ikan ternyata memiliki banyak manfaat lain seperti membantu proses penyembuhan depresi, mengurangi risiko diabetes, dan membantu meningkatkan kesehatan jantung. Selain memberikan minyak ikan, Ibu juga harus memberikan makanan sehat seimbang untuk memenuhi nutrisi si Kecil. Ibu juga bisa memberikan susu Bebelac 4 untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Bebelac 4 sudah dilengkapi dengan Omega-3 dan asam a-linolenat serta Omega-6 yang disertai asam linoleat. Bebelac 4 juga mengandung FOS: GOS 1:9 yang sudah teruji para ahli untuk membantu memelihara fungsi saluran pencernaan si Kecil serta membuat si Kecil menjadi aktif dan mudah menyerap nutrisi hariannya.

Lebih lanjut, susu ini juga dilengkapi kandungan 13 vitamin dan 7 mineral dengan zat besi, zinc, vitamin A, Iodium serta kalsium. Lebih lanjut, susu ini juga sudah dilengkapi dengan HIQ-EQ Formula yang membuat anak tidak hanya pintar, juga membuat anak menjadi anak tanggap yang lengkap yang mampu berpikir dari akal dan hati dengan kepedulian.

 

[1] Is Fish Oil Supplementation Right for Kids? (2010, August 17). Retrieved from https://www.verywellfamily.com/is-fish-oil-supplementation-right-for-kids-2634437

[2] Manfaat Minyak Ikan. (2018, May 17). Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/325203072_Manfaat_Minyak_Ikan

[3] Who Needs Omega-3s? (2008, November 25). Retrieved from https://www.webmd.com/diet/features/who-needs-omega-3s#1

[4] What Is ADHD? (2008, September 18). Retrieved from https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd#1