MPASI Bayi 6 Bulan: Panduan Makanan, Porsi, Jadwal, dan Cara Memberikannya
MPASI bayi 6 bulan dimulai saat bayi siap makan. Berikan tekstur lembut sebanyak 2–3 sendok makan, 2–3 kali sehari, lalu tingkatkan bertahap sesuai kemampuan dan nafsu makan bayi.
MPASI bayi 6 bulan dapat mulai diberikan ketika bayi menunjukkan tanda kesiapan makan, seperti mampu mengontrol kepala dan leher serta tertarik pada makanan. Pada awalnya, berikan makanan dengan tekstur lembut dalam porsi sekitar 2–3 sendok makan sebanyak 2–3 kali sehari, kemudian tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan dan nafsu makan bayi.
Kapan Bayi 6 Bulan Siap Mulai MPASI?
Usia 6 bulan merupakan waktu yang direkomendasikan WHO untuk mulai MPASI dengan tetap memberikan ASI. Namun, Ibu tetap perlu memperhatikan kesiapan perkembangan Si Kecil sebelum mulai menyuapinya.
Berikut adalah tanda-tanda bayi siap MPASI.
- Mampu mengontrol kepala dan leher tegak dengan baik.
- Dapat duduk tegak dan stabil dengan bantuan.
- Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
- Membuka mulut saat makanan ditawarkan.
- Mencoba meraih makanan.
- Mampu memindahkan makanan ke dalam mulut dan menelannya.
Tidak apa-apa jika si Kecil masih mendorong makanannya keluar, Ibu bisa mencobanya satu atau dua minggu kemudian. Namun, jika si Kecil tidak kunjung menunjukkan ciri-ciri di atas, pertimbangkan untuk konsultasi ke dokter anak.
MPASI Bayi 6 Bulan Apa Saja?
Menu MPASI perlu bervariasi agar Si Kecil memperoleh energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral. WHO merekomendasikan keberagaman makanan, termasuk sumber protein hewani, buah, sayur, serta kacang-kacangan untuk MPASI.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi si Kecil untuk mendukung aktivitas dan proses tumbuh kembangnya.
Ibu bisa menggunakan beberapa sumber karbohidrat berikut yang mudah dilumatkan dan disesuaikan dengan tekstur MPASI sesuai usia bayi.
- Nasi, kentang, atau ubi
- Oatmeal yang dimasak sampai lembut
2. Protein Hewani
Protein hewani termasuk sumber zat besi dan zinc yang baik. Protein hewani bukan kemewahan, tapi kebutuhan wajib untuk si Kecil.
Beberapa sumber protein juga tinggi zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah serta perkembangan otak anak. Pastikan memasak bahan makan berikut sampai matang ya, Bu.
- Daging sapi dan ayam
- Ikan tanpa duri
- Telur matang
- Hati ayam
3. Protein Nabati
Meski tidak setinggi hewani, protein nabati tetap dibutuhkan agar si Kecil memperoleh zat gizi beragam. Protein nabati berikut kaya akan asam amino yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil.
- Kacang-kacangan yang diolah sesuai kemampuan makan anak
- Tahu
- Tempe
4. Sayur dan Buah
CDC menjelaskan bahwa konsumsi sayur dan buah sejak dini akan mendukung perkembangan otak. Sebisa mungkin, beri si Kecil buah dan sayur segar, bukan produk kalengan atau olahan dengan tambahan gula garam berlebih.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang AKG, angka kecukupan serat yang dianjurkan untuk bayi usia 6–11 bulan ditetapkan sebanyak 11 gram per hari.
- Wortel
- Brokoli
- Bayam
- Alpukat
- Pisang
- Pepaya
5. Lemak Tambahan
Jika diberikan secukupnya, lemak dapat membantu meningkatkan energi dan mendukung perkembangan otak. Ibu bisa menambahkan sedikit minyak kelapa, mentega, atau butter saat mengolah MPASI.
Pastikan lemak tambahan digunakan sebagai pelengkap menu yang seimbang, bukan pengganti sumber nutrisi lainnya.
Baca Juga: Cara Memperkenalkan Makanan Pertama pada Bayi agar si Kecil Mau Makan
Bagaimana Komposisi Menu MPASI Bayi 6 Bulan yang Lengkap?
Menu MPASI sebaiknya tidak hanya terdiri dari bubur nasi dan sayuran. Padukan makanan pokok dengan protein hewani, sayur atau buah, serta lemak sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil.
|
Komponen |
Contoh bahan |
|
Karbohidrat |
Nasi, kentang, atau ubi |
|
Protein hewani |
Ayam, daging sapi, ikan, atau telur |
|
Sayur |
Wortel, brokoli, atau labu |
|
Lemak |
Sedikit minyak atau santan |
WHO menganjurkan pemberian protein hewani, seperti daging sapi, ayam, ikan, atau telur sesering mungkin. Supaya si Kecil tidak bosan, Ibu bisa memvariasikan sumber protein dan cara pengolahannya.
MPASI Bayi 6 Bulan Berapa Kali Sehari?
IDAI menyarankan pemberian MPASI untuk bayi usia 6 bulan ke atas sebanyak 2–3 kali untuk makan besar dan 1–2 kali makan selingan. Porsi bisa ditingkatkan menjadi 3–4 kali makan besar ketika si Kecil menginjak 9 bulan.
Satu porsi makan berkisar 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml. Si Kecil mungkin hanya makan sedikit di awal fase MPASI.
Pada kondisi tersebut, Ibu tidak perlu memaksakan MPASI habis.Tingkatkan jumlah makanan secara bertahap seiring kemampuan makan Si Kecil.
Baca Juga: Ikan untuk MPASI: 15+ Jenis + Cara Olah Aman
Apakah Bayi 6 Bulan Perlu Camilan?
Bayi usia 6 bulan tidak wajib diberi camilan setiap hari karena prioritas utamanya adalah pemberian makanan pendamping ASI berupa MPASI. Jadi, walaupun si Kecil sudah mulai MPASI, pastikan tetap memberinya ASI ya, Bu.
Ibu boleh memberikan camilan 1–2 kali sehari dengan porsi kecil sebagai selingan di antara jam makan utama. Jangan terlalu sering memberi camilan agar bayi tidak kekenyangan dan menolak makanan utama.
Takaran Porsi MPASI Bayi 6 Bulan
Porsi awal MPASI dapat diberikan sebanyak 2–3 sendok makan setiap kali makan. Jumlah ini bukan batas yang harus dihabiskan, melainkan titik awal untuk mengenalkan makanan secara bertahap.
|
Tahap |
Perkiraan porsi per makan |
|
Awal mulai MPASI |
2–3 sendok makan |
|
Mulai terbiasa makan |
Naikkan bertahap sesuai nafsu makan |
|
Target bertahap usia 6–8 bulan |
Hingga sekitar ½ mangkuk berkapasitas 250 ml |
Gunakan tanda lapar dan kenyang sebagai panduan. Jika Si Kecil memalingkan kepala, menutup mulut, atau kehilangan minat makan, beri jeda dan jangan memaksanya menghabiskan makanan.
Baca Juga: Labu Kuning untuk MPASI: Manfaat, Nutrisi, Resep
Tekstur MPASI Bayi 6 Bulan Seperti Apa?
Menurut anjuran IDAI, tekstur awal MPASI untuk bayi usia 6 bulan adalah bubur kental atau puree. Tekstur ini membantu bayi belajar memindahkan makanan di dalam mulut dan menelannya.
Naikkan tekstur secara bertahap menyesuaikan kemampuan si Kecil menjadi makanan yang dilumatkan halus (mashed), cincang halus (minced), cincang kasar (chopped), finger foods, sampai makanan yang dihaluskan seperlunya.
“Pada usia 6 bulan, MPASI yang seharusnya diberikan itu makanan yang teksturnya halus, kemudian sedikit-sedikit dinaikkan teksturnya,” kata Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K), Dokter Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik pada Detik Health.
Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan
Berikut adalah contoh jadwal MPASI untuk si Kecil. Ibu dapat menyesuaikannya lagi dengan mempertimbangkan jam tidur, keinginannya menyusu, dan melihat tanda lapar serta kenyang.
|
Waktu |
Kegiatan |
|
Pagi |
ASI |
|
Pagi menjelang siang |
MPASI |
|
Siang |
ASI |
|
Siang atau sore |
MPASI |
|
Sore atau malam |
ASI |
|
Malam |
MPASI sesuai pola makan dan kesiapan bayi |
Bagaimana Cara Memberikan MPASI Bayi 6 Bulan?
Fase MPASI adalah pertama kali si Kecil mengenali makanan selain ASI. Karena itu, Ibu tidak perlu memaksa si Kecil langsung lahap menghabiskannya. Ibu bisa mengikuti tips berikut untuk memudahkan melatih si Kecil dengan MPASI
1. Terapkan Responsive Feeding
Responsive feeding berarti menyuapi sambil mengenali sinyal dari si Kecil, misalnya tanda lapar, seperti membuka mulut atau meraih makanan, serta tanda kenyang, seperti menutup mulut atau memalingkan kepala.
Jangan memaksa si Kecil menghabiskan makannya karena ini justru bisa membuatnya tertekan sehingga MPASi semakin sulit diberikan.
2. Tetap Berikan ASI
MPASI adalah makanan pendamping, bukan pengganti ASI. Air susu ibu sebaiknya tetap diberikan sampai si Kecil berusia 2 tahun.
Pada usia 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai meningkat sehingga ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya.
Karena itu, pemberian MPASI bergizi seimbang perlu dilakukan secara bertahap sambil tetap melanjutkan pemberian ASI agar tumbuh kembang si Kecil berjalan optimal.
Setelah menerima makanan pendamping, poop si Kecil mungkin berubah bentuk atau warna. Ibu bisa menggunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil dengan lebih mudah.
Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Baca Juga: Tanda Bayi Belum Siap MPASI: Ciri yang Harus Tahu
Apa yang Perlu Dihindari Saat Memberikan MPASI 6 Bulan?
Ibu tentu ingin memberikan yang terbaik pada fase MPASI si Kecil. Namun, pastikan untuk menghindari beberapa bahan makan berikut ya, Bu.
- Madu sebelum 12 bulan karena berisiko menyebabkan botulisme.
- Makanan berisiko tersedak, seperti kacang dan anggur utuh.
- Makanan mentah atau tidak matang, serta produk tidak dipasteurisasi.
- Minuman manis dan jus.
- Garam dan gula tambahan.
- Tekstur yang belum sesuai kemampuan atau memaksa bayi makan.
Selalu cuci tangan saat mengolah dan memberikan MPASI, gunakan peralatan bersih, dan simpan makanan dengan aman untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Contoh Menu MPASI Bayi 6 Bulan
Berikut lima ide menu yang dapat Ibu variasikan. Masak seluruh bahan hingga matang dan sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan Si Kecil.
1. Bubur Nasi Ayam dan Sayur
Ibu bisa langsung mencampurkan nasi, ayam giling, dan sayuran, seperti wortel dan brokoli. Setelah itu, rebus campuran tersebut sampai benar lunak dan lumatkan menjadi bubur kental. Menu ini sudah mengandung karbohidrat, protein hewani, dan serat dari sayur.
2. Bubur Daging Sapi dan Kentang
Daging sapi merupakan sumber protein yang juga tinggi zat besi. Ibu bisa mencampurkannya dengan kentang sebagai karbohidrat, sumber energi anak. Jangan menambahkan gula, garam, atau bahan pengawet saat mengolahnya.
3. Bubur Ikan dan Labu
Studi yang diterbitkan oleh Media Gizi Indonesia menunjukkan bahwa pemberian MPASi berbasis ikan dapat meningkatkan produksi hemoglobin pada si Kecil. Ibu bisa memadukan ikan dengan labu yang dikukus sampai lembut sebagai karbohidrat.
4. Bubur Telur dan Sayuran
Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah didapat dan diolah. Ibu bisa langsung mencampurnya dengan sayur, seperti brokoli.
Menu MPASI ini kaya akan protein, kolin, zat besi, dan mikronutrien lain. Perhatikan kemungkinan reaksi alergi pada telur ya, Bu.
5. Bubur Tahu dan Ayam
Rebus tahu dan ayam sampai benar-benar matang dan empuk, lalu haluskan sesuai tekstur yang dapat ditelah si Kecil. Campuran tahu dan ayam tinggi akan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan si Kecil
Fase MPASI mungkin memang tidak selalu terasa mudah karena si Kecil menolak makanan atau hanya memainkannya. Ibu bisa bergabung menjadi member Bebeclub agar lebih tenang saat menghadapi berbagai kondisi si Kecil.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
