Normalkah Bayi 6 Bulan Susah BAB setelah Mulai MPASI?
Bayi 6 bulan susah BAB cukup sering terjadi setelah mulai MPASI. Perubahan pola makan dapat memengaruhi BAB, tetapi frekuensi saja belum tentu berarti sembelit.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
dr. Attila Dewanti, SpA (K)
Diterbitkan: 21 April 2022
Diperbarui: 07 Oktober 2026
Sembelit pada bayi 6 bulan sering terjadi saat tubuh mulai beradaptasi dengan MPASI. Kurang serat, makanan terlalu padat, kurang cairan, atau susu formula yang tidak cocok dapat membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Meski jarang, kondisi medis seperti alergi protein susu sapi atau hipotiroidisme juga bisa menyebabkan konstipasi. Namun, jarang BAB belum tentu berarti sembelit. Sebaik, perhatikan tekstur feses, kesulitan saat BAB, dan kondisi bayi secara keseluruhan.
Apakah Normal Bayi 6 Bulan Susah BAB Setelah MPASI?
Bayi 6 bulan susah BAB dapat terjadi setelah mulai MPASI karena pola dan tekstur makanan berubah. Namun, jarang BAB belum tentu berarti sembelit selama feses tetap lunak dan bayi tidak kesulitan saat BAB.
Setiap bayi dapat memiliki pola BAB yang berbeda. Itu sebabnya, kondisi sembelit pada bayi lebih baik dilihat dari tekstur feses dan bagaimana si Kecil saat mengeluarkannya, bukan hanya dari seberapa sering BAB.
Bayi lebih mungkin mengalami sembelit jika:
- feses keras atau kering,
- BAB terasa sakit atau menangis saat BAB,
- bayi mengejan lama tanpa berhasil,
- perut tampak bengkak, serta
- feses yang berbentuk butiran kecil.
Jadi, bayi 6 bulan yang tidak BAB selama beberapa hari tetapi fesesnya tetap lunak, tetap mau menyusu, aktif, dan tidak tampak kesakitan belum tentu mengalami sembelit.
Kenapa Bayi 6 Bulan Susah BAB?
Ada beberapa hal yang bisa membuat pola BAB si Kecil berubah setelah mulai MPASI. Beberapa di antaranya berkaitan dengan perubahan menu, asupan cairan, hingga kondisi medis tertentu.
1. Sistem Pencernaan Masih Beradaptasi dengan MPASI
Memulai MPASI berarti sistem pencernaan si Kecil mulai mengenal tekstur dan jenis makanan yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan ini dapat membuat pola BAB ikut berubah.
Jadi, bila BAB si Kecil menjadi sedikit berbeda setelah mulai makan, Ibu tidak perlu langsung panik. Perhatikan terutama apakah feses menjadi keras atau BAB terasa menyakitkan.
2. Kurang Asupan Serat
Serat membantu menjaga tekstur feses agar lebih mudah dikeluarkan. Oleh sebab itu, menu MPASI sebaiknya mulai mengenalkan berbagai sumber serat yang sesuai dengan usia si Kecil.
Beberapa pilihan asupan yang bisa Ibu berikan antara lain buah, sayuran, oatmeal, dan kacang-kacangan yang diolah sesuai tekstur makan bayi.
Baca Juga: Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi + Solusinya
3. Kurang Asupan Cairan
Setelah mulai MPASI sekitar usia 6 bulan, si Kecil dapat mulai ditawari beberapa teguk air saat makan. Namun, ASI atau ASIP (ASI perah) tetap menjadi sumber nutrisi utama pada tahun pertama.
Jumlah cairan yang dibutuhkan setiap bayi dapat berbeda. Jadi, jangan mengganti kebutuhan ASI atau ASIP dengan air putih dalam jumlah banyak.
4. Terlalu Banyak Makanan Rendah Serat
Makanan yang rendah atau hampir tidak mengandung serat, jika terlalu dominan dalam pola makan, dapat membuat menu bayi kurang mendukung kelancaran BAB.
Maka dari itu, jangan hanya mengandalkan satu jenis makanan. Kombinasikan sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah sesuai kebutuhan bayi.
5. Kondisi Medis Tertentu
Sembelit pada bayi lebih jarang disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Beberapa di antaranya adalah alergi makanan, alergi protein susu sapi, hipotiroidisme, penyakit Hirschsprung, dan kondisi lain yang memengaruhi sistem pencernaan.
Jika sembelit terus berulang, tidak membaik setelah perubahan pola makan, atau disertai gejala lain, segera bawa ke dokter. Jangan mengganti susu formula atau melakukan perubahan pola makan tanpa anjuran dokter.
Bayi 6 Bulan Susah BAB dan Sering Kentut, Apa Artinya?
Bayi bisa lebih sering kentut setelah mulai MPASI karena pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi berubah. Sembelit dapat membuat feses tertahan sehingga perut terasa lebih penuh dan gas lebih sulit keluar.
Namun, sering kentut saja tidak cukup untuk menunjukkan si Kecil mengalami sembelit. Coba perhatikan beberapa hal berikut.
- Apakah feses bayi keras, kering, atau berbentuk butiran kecil?
- Apakah bayi menangis atau tampak kesakitan saat BAB?
- Apakah perut terlihat lebih kembung atau membesar?
- Apakah bayi tetap mau menyusu?
- Apakah bayi tetap aktif seperti biasanya?
Jika si Kecil tetap aktif, mau menyusu, dan fesesnya lunak saat keluar, frekuensi kentut atau BAB yang berubah tidak selalu menandakan masalah.
Jika si Kecil sedang mengalami sembelit, pemantauan kondisi pup dapat membantu Ibu memahami perkembangan pencernaannya. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Bagaimana Cara Mengatasi Bayi 6 Bulan Susah BAB?
Ibu bisa mulai dari beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi sembelit pada bayi.
1. Evaluasi Menu MPASI
Pastikan menu MPASI tidak hanya didominasi makanan bertepung sebagai salah satu cara mengatasi bayi 6 bulan susah BAB.
Kombinasikan sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah sesuai kebutuhan bayi. Variasi makanan membantu bayi mendapatkan serat dari beberapa kelompok makanan.
Hindari menjadikan satu jenis makanan sebagai menu utama setiap hari.
2. Berikan Makanan Tinggi Serat
Beberapa makanan pelancar BAB yang dapat menjadi bagian dari menu bayi antara lain pir, pepaya, plum, alpukat, brokoli, kacang polong, dan oatmeal.
Bunda bisa mengombinasikan beberapa bahan tersebut dalam menu MPASI agar makanan si Kecil lebih bervariasi.
3. Pastikan Asupan Cairan Cukup
Setelah mulai MPASI, bayi sekitar 6 bulan dapat mulai ditawari beberapa teguk air saat makan. ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi dan minuman utama pada tahun pertama.
Tidak perlu memberikan air dalam jumlah banyak untuk menggantikan ASI atau susu formula. Jika Ibu khawatir bayi kekurangan cairan atau mengalami tanda dehidrasi, konsultasikan dengan dokter.
4. Tetap Berikan ASI
MPASI merupakan makanan pendamping, bukan pengganti ASI secara langsung. Pada usia sekitar 6 bulan, si Kecil masih mendapatkan sebagian besar energi dan nutrisi dari ASI.
Tetap berikan ASI sesuai kebutuhan bayi sambil memperkenalkan makanan secara bertahap.
5. Bantu Bayi Bergerak Aktif
Bayi yang sudah mulai aktif bergerak dapat diberikan kesempatan untuk tummy time dan bermain sesuai tahap perkembangannya.
Ibu juga dapat membantu menggerakkan kedua kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda secara perlahan. Cara ini dapat menjadi bagian dari aktivitas bermain, bukan pengganti penanganan medis jika bayi benar-benar mengalami sembelit.
6. Pijat Perut dengan Lembut
Pijatan lembut pada area perut dapat menjadi cara tambahan untuk membantu bayi lebih rileks. Salah satu teknik yang dikenal adalah pijat ILU (I Love You).
Sebuah penelitian pada 40 bayi usia 6–12 bulan melaporkan adanya perbedaan frekuensi BAB antara kelompok yang mendapat pijat ILU dan kelompok yang tidak mendapatkannya.
Namun, penelitian ini masih terbatas pada kelompok kecil sehingga pijat ILU sebaiknya dipandang sebagai terapi pelengkap, bukan pengobatan utama.
Lakukan pijatan dengan lembut dan hentikan jika bayi tampak tidak nyaman. Hindari menekan perut terlalu kuat.
7. Mandi Air Hangat
Mandi dengan air hangat menjadi salah satu pilihan cara mengatasi bayi 6 bulan susah BAB. Gunakan air yang hangat, bukan panas, dan selalu awasi bayi selama mandi.
Mandi air hangat dapat membantu bayi merasa lebih rileks ketika sedang tidak nyaman. Cara ini bukan obat untuk sembelit, tetapi dapat menjadi bagian dari perawatan yang membuat bayi lebih nyaman.
Makanan yang Bisa Membantu Melancarkan BAB Bayi 6 Bulan
Tidak ada satu makanan yang pasti membuat BAB bayi langsung lancar. Yang lebih penting adalah menyediakan menu MPASI yang beragam dengan sumber serat yang sesuai usia.
|
Makanan |
Mengapa dipilih? |
|
Pir |
Mengandung serat dan dapat menjadi pilihan buah dalam menu bayi |
|
Pepaya |
Mengandung enzim papain untuk membantu melancarkan pencernaan |
|
Plum |
Dapat menjadi pilihan buah saat bayi mengalami sembelit |
|
Alpukat |
Mengandung serat dan dapat menjadi bagian dari menu MPASI |
|
Oatmeal |
Termasuk sumber serealia yang mengandung serat |
|
Brokoli |
Termasuk sayuran yang mengandung serat |
|
Kacang polong |
Termasuk sayuran yang dapat melengkapi sumber serat |
Sajikan makanan dalam tekstur yang sesuai kemampuan makan bayi dan tetap kombinasikan dengan sumber protein serta karbohidrat.
Berapa Lama Bayi 6 Bulan Boleh Tidak BAB?
Tidak ada satu angka jumlah hari yang berlaku untuk semua bayi. Pola BAB dapat berbeda-beda, sehingga bayi yang tidak BAB selama beberapa hari belum tentu mengalami sembelit.
Yang lebih penting, lihat konsistensi feses dan kondisi bayi, Bu. Jika feses tetap lunak, bayi tidak kesulitan saat BAB, tetap mau menyusu, dan tetap aktif, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan sembelit.
Sebaliknya, feses keras atau kering, BAB yang terasa sakit, mengejan lama tanpa berhasil, atau perut membengkak lebih mengarah pada sembelit.
Jika Ibu masih ragu, catat pola BAB, bentuk feses, dan gejala yang menyertainya. Catatan tersebut dapat membantu dokter menilai kondisi bayi dengan lebih lengkap.
Kapan Bayi 6 Bulan Susah BAB Harus Dibawa ke Dokter?
Sembelit yang tidak membaik setelah perubahan pola makan atau terus berulang sebaiknya diperiksakan. Segera konsultasikan dengan dokter jika si Kecil mengalami kondisi di bawah ini.
- BAB berdarah atau terdapat darah pada feses
- Muntah atau tidak dapat menahan cairan dan makanan yang masuk
- Perut sangat membesar atau tampak bengkak
- Bayi tidak mau menyusu atau makan seperti biasanya
- Bayi tampak sangat lemas atau tidak seperti biasanya
- Berat badan tidak bertambah atau cenderung turun
- Sembelit terus berulang
- Sembelit tidak membaik setelah perubahan pola makan
- Terdapat tanda dehidrasi, seperti jumlah urine berkurang atau bayi tampak sangat haus
Pemeriksaan dokter dapat diperlukan untuk mencari penyebab sembelit jika keluhan menetap.
Evaluasi dapat meliputi riwayat makan dan BAB, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan tambahan tertentu bila dokter mencurigai kondisi seperti hipotiroidisme atau penyakit Hirschsprung.
Itulah informasi selengkapnya seputar penyebab bayi 6 bulan susah BAB setelah MPASI, cara mengatasi, dan rekomendasi asupannya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya, Bu!
Bantu pencernaan si Kecil yang sedang sembelit kembali lancar dan nyaman dengan informasi yang tepat. Jadi member Bebeclub sekarang dan dapatkan edukasi lengkap seputar penanganan sembelit yang aman pada bayi.

_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
