Anak Usia 15 Bulan Sudah Bisa Apa? Cek Milestone & Cara Stimulasinya
Anak 15 bulan umumnya sudah bisa berjalan, mengucapkan 1–3 kata, dan memahami instruksi sederhana. Perkembangannya mencakup motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional.
Perkembangan anak usia 15 bulan umumnya sudah bisa berjalan sendiri, mengucapkan beberapa kata, dan mengikuti instruksi sederhana. Mereka juga semakin mandiri, aktif bergerak, serta senang mengeksplorasi lingkungan.
Milestone Perkembangan Anak Usia 15 Bulan
Setiap anak berkembang dengan caranya sendiri. Akan tetapi, ada patokan umum yang bisa Ibu jadikan panduan. Berikut capaian yang umumnya sudah dikuasai anak usia 15 bulan:
1. Motorik Kasar
Perkembangan anak usia 15 tahun dari segi kemampuan motorik kasarnya berkembang pesat seiring otot-otot besarnya menguat.
Pada usia ini, sebagian besar anak sudah bisa berjalan sendiri beberapa langkah tanpa berpegangan.
Kemampuan berkembangnya juga ditandai dengan dapat naik tangga dengan merangkak atau berpegangan serta jongkok sambil mengambil benda di lantai lalu berdiri kembali tanpa terjatuh.
2. Motorik Halus
Motorik halus anak semakin baik. Ia sudah bisa menyusun 2–3 balok ke atas, memegang sendok untuk makan sendiri meski masih sering tumpah, serta mulai aktif mengambil dan memindahkan benda kecil.
Di usia 15 bulan, anak juga umumnya sudah bisa mencoret-coret kertas menggunakan krayon atau spidol besar.
Mencoret-coret kertas adalah milestone motorik halus yang penting sebagai cikal bakal kemampuan menulis dan menggambar di kemudian hari.
3. Perkembangan Bahasa
Perkembangan kosakata anak 15 bulan memang masih terbatas, tetapi kemampuan komunikasinya berkembang. Ia umumnya sudah bisa mengucapkan 1–3 kata bermakna selain "mama" dan "papa".
Meski pelafalannya belum sempurna, anak mulai menyebut nama benda yang sering ditemui. Ia juga memahami instruksi sederhana dengan gestur dan kata-kata petunjuk tindakan seperti “lihat ke sini”.
Selain kemampuan berbicara, anak semakin aktif berkomunikasi dengan menunjuk benda yang diinginkan. Si Kecil juga dapat menunjuk benda saat Ibu menyebutkan namanya.
4. Perkembangan Kognitif
Kemampuan berpikir anak berkembang pesat di usia 15 bulan. Ia mulai memahami fungsi benda, misalnya sisir untuk menyisir rambut atau berpura-pura menelepon dengan telepon mainan.
Anak juga mulai mampu memecahkan masalah sederhana. Contohnya membuka tutup wadah untuk mengambil isi di dalamnya atau mencocokkan benda ke lubang yang sesuai.
Selain itu, kemampuan memahami bahasa ikut berkembang. Anak juga biasanya sudah bisa menunjuk beberapa anggota tubuh saat orang tua menyebutkan namanya.
Baca Juga: 15 Mainan Edukasi Anak 1 Tahun untuk Tumbuh Kembang
5. Perkembangan Sosial dan Emosional
Perkembangan emosi anak usia 15 bulan ditandai dengan menunjukkan kasih sayang seperti memeluk dan mencium serta menggendong boneka favoritnya. Empati dan keterikatan emosionalnya mulai berkembang.
Di usia ini, anak juga semakin sering meniru perilaku orang tua, anggota keluarga, atau teman bermain. Meniru merupakan bagian penting dari proses belajar dan perkembangan sosialnya.
Si Kecil juga masih bermain secara paralel, yaitu bermain berdampingan dengan anak lain tanpa banyak berinteraksi. Kemampuan bermain bersama dan bekerja sama biasanya berkembang di usia berikutnya.
Tumbuh kembang optimal juga didukung oleh kesehatan pencernaan yang baik. Ibu dapat menggunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu memantau kondisi pup si Kecil. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Cara Menstimulasi Perkembangan Anak Usia 15 Bulan
Stimulasi yang tepat dan konsisten membantu anak mencapai setiap milestone secara optimal. Berikut yang bisa dilakukan untuk mendukung perkembangan anak usia 15 bulan:
1. Membuat Ruang Eksplorasi yang Aman
Sediakan ruang yang aman agar si Kecil bebas bergerak. Simpan benda berbahaya di luar jangkauan, pasang pelindung sudut, dan gunakan baby gate di tangga.
Lingkungan yang aman memberinya kesempatan bereksplorasi tanpa banyak larangan. Hal ini mendukung perkembangan motorik dan kemampuan kognitif anak.
2. Bermain Bersama Teman
Meski belum bisa bermain bersama, anak usia 15 bulan tetap mendapat manfaat saat berada di dekat teman sebayanya.
Dari interaksi tersebut, ia belajar mengamati dan meniru perilaku orang lain sebagai dasar keterampilan sosial di kemudian hari.
3. Bersikap Komunikatif
Saat si Kecil menunjuk sesuatu, jangan langsung memberikannya tanpa berkomunikasi. Lebih baik tanyakan seperti, “Adik mau bola?” agar ia terdorong untuk merespons.
Meski ucapannya belum jelas, ulangi nama bendanya dengan antusias, seperti “Iya, bola!” Kebiasaan sederhana ini membantu memperkaya kosakata anak.
Baca Juga: 10 Cara Efektif Melatih Anak Umur 1 Tahun Bicara
4. Membacakan Buku
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan orang tua untuk mulai membacakan buku sejak si Kecil baru lahir hingga usia sekolah secara rutin.
Kebiasaan sederhana ini membantu perkembangan bahasa, memperkaya kosakata, melatih kemampuan berpikir, sekaligus mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Jangan lewatkan momen penting tumbuh kembang si Kecil. Yuk, bergabung sebagai member Bebeclub dan akses panduan lengkap serta tips stimulasi sesuai tahap usia. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
5. Permainan Menyusun Balok
Permainan susun balok membantu melatih motorik halus, koordinasi tangan-mata, serta kemampuan memecahkan masalah.
Mulailah dengan balok yang mudah digenggam anak. Contohkan dengan menyusun 2–3 balok. Bermain balok dikaitkan dengan perkembangan kemampuan matematika dan spasial di kemudian hari.
Setelah itu, biarkan anak mencoba sendiri sesuai kemampuannya. Berikan pujian atau tepuk tangan saat berhasil agar ia semakin semangat mencoba lagi.
Tanda Keterlambatan Perkembangan Anak 15 Bulan yang Perlu Diwaspadai
Anak punya ritmenya masing-masing. Namun, tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak usia 15 bulan berikut perlu segera dikonsultasikan ke dokter tumbuh kembang, Bu.
- Tidak dapat mengucapkan 1–2 kata bermakna selain "mama" atau "papa".
- Belum memahami atau mengikuti instruksi sederhana yang disertai kata dan gestur.
- Belum menunjuk untuk meminta sesuatu atau mencari bantuan.
- Tidak menoleh saat namanya disebutkan atau belum menunjukkan kasih sayang.
- Tidak mampu berjalan beberapa langkah secara mandiri.
- Kehilangan kemampuan (milestone) yang sebelumnya sudah dikuasai.
Perkembangan Anak 15 Bulan Menuju 16 Bulan
Memasuki usia 16 bulan, si Kecil mulai ingin melakukan banyak hal sendiri dan terkadang tampak menunjukkan ego dan kemandirian yang lebih kuat.
Hal tersebut merupakan bagian normal dari perkembangan kemandirian dan rasa ingin tahu anak.
Di usia ini, ia juga semakin memahami sebab-akibat, mengenali aturan sederhana, serta kosakatanya terus bertambah. Kemampuan berlarinya juga semakin baik, meski sesekali masih mudah terjatuh.
Pantau perkembangan anak usia 15 bulan tanpa perlu membandingkannya dengan anak lain. Selama terus mendapat stimulasi dan asupan nutrisi yang tepat, si Kecil memiliki peluang berkembang secara optimal.
Lengkapi juga kebutuhan nutrisinya dengan memberikan Bebelac 1 NutriGreat+ sebagai Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
