15 Obat Tradisional Mual Muntah pada Anak yang Aman dan Alami

Ibu bisa menggunakan pisang, apel, jahe, atau minyak esensial sebagai obat tradisional mual muntah pada anak di rumah. Pastikan Si Kecil tetap terhidrasi dan berikan makanan seperti biskuit tawar.

Obat tradisional mual muntah pada anak-bebeclub


Untuk membantu meredakan mual muntah pada anak, Anda bisa memberikan jahe (dalam bentuk teh hangat atau permen), daun mint sebagai teh atau aromaterapi, serta perasan lemon atau jeruk. Berikan juga camilan ringan seperti pisang, roti tawar, atau sup bening agar anak tetap mendapat energi dan cairan. Pastikan anak cukup beristirahat dan mendapatkan udara segar.

Obat Tradisional Mual Muntah pada Anak yang Aman

Mual muntah umum terjadi akibat infeksi virus, masuk angin, mabuk perjalanan, dan gangguan pencernaan. Berikut berbagai obat muntah anak alami sebagai pertolongan pertama di rumah:

1. Jahe

Jahe efektif bantu hilangkan rasa mual dan keinginan muntah berkat kandungan gingerolnya.

Gingerol mempercepat proses pengosongan makanan dari lambung agar tidak memicu mual. Jahe juga bantu hilangkan rasa mual akibat sering buang ingus saat flu.

Coba rebus beberapa ruas jahe yang sudah digeprek atau diparut lalu saring. Jika anak sudah berusia 1 tahun ke atas, Ibu boleh maniskan dengan 1 sdt madu. 

2. Apel

Apel adalah salah satu buah yang cocok sebagai obat tradisional mual muntah pada anak karena rasa asam kecut yang segar.

Menurut MedicineNet (2023), serat pektin pada apel dapat membantu menstabilkan saluran cerna dan mengurangi rasa mual.

Penelitian menyebutkan, mengonsumsi satu buah apel utuh bahkan dapat mencegah munculnya rasa mual yang menyebabkan muntah.

3. Air Dingin

Memberikan segelas air es bisa diandalkan untuk meredakan rasa mual anak.

Minta anak minum air es dingin atau mengemut sebongkah kecil es batu. Hal ini dapat bantu meredakan mual, terutama yang disebabkan mabuk perjalanan atau perut kembung.

Selain air putih dingin, Ibu dapat berikan es kelapa murni atau minuman elektrolit dingin. 

4. Pisang

Pisang dapat bantu meredakan gejala sakit perut anak dan menghentikan sensasi mual dengan merangsang produksi lendir pada lapisan lambung.

Lendir tersebut akan menghasilkan penghalang di antara lapisan lambung dan asam lambung yang memicu rasa mual.

Pisang juga bagus dikonsumsi jika mual si Kecil disertai dehidrasi atau jika dibarengi muntah-muntah.

Baca Juga: 6 Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter

5. Sari Lemon

Lemon mengandung asam penetral, yang diubah di dalam tubuh menjadi bikarbonat untuk menetralkan asam lambung yang memicu mual.

Sari lemon juga merangsang produksi air liur di mulut, yang dapat meredakan gejala mual dan mulut kering.

Jika anak muntah, coba berikan segelas air dingin yang sudah Ibu tambahkan dengan sedikit perasan lemon untuk hentikan sensasi mualnya. Hindari pemberian madu pada anak di bawah usia 1 tahun. 

6. Jeruk

Jeruk masih satu keluarga dengan lemon yang efektif sebagai obat tradisional mual muntah pada anak berkat rasa segar dan kandungan asam sitratnya.

Coba berikan si Kecil sepotong kecil jeruk dingin untuk dikunyah atau dihisap. Ibu juga bisa berikan air perasan jeruk alami untuk ia minum dingin-dingin.

7. Pepaya

Jika anak muntah disertai demam, coba berikan pepaya sebagai camilannya.

Selain kadar airnya cukup tinggi untuk cegah dehidrasi, pepaya mengandung senyawa antibakteri untuk mengurangi produksi asam lambung yang memicu sensasi mual dan ingin muntah.

8. Daun Mint

Daun mint dapat dijadikan obat muntah anak alami yang ampuh untuk menghentikan sensasi “huwek-huwek” karena mabuk perjalanan atau mual setelah makan.

Ibu dapat mengulek beberapa lembar daun mint sampai keluar sari mint yang bisa dijadikan obat tradisional mual muntah pada anak di atas usia 2 tahun.

Tuang 1 sdm sari daun mint segar tersebut dan 1 sdt perasan lemon ke dalam gelas berisi air dingin. Tambahkan 1-2 tetes madu agar rasanya bisa dinikmati si Kecil.

Bebelac Gold

Susu Bubuk Anak 1-5 Tahun dengan
Advansfibre & Triple Comfort Formula.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil

Cek di Sini!

Baca Juga: 8 Pertolongan Pertama untuk Anak yang Muntah-Muntah Terus

9. Kayu Manis

Kayu manis sudah lama digunakan sebagai salah satu obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk mual dan muntah, berkat zat antibakteri dan antivirusnya. 

Untuk anak, Ibu dapat merebus kayu manis batang sampai mendidih dan sajikan seduhannya hangat-hangat. 

Untuk anak di atas usia 1 tahun, tambahkan 1-2 tetes madu agar si Kecil mau meminumnya. 

10. Chamomile

Selain kayu manis, obat tradisional mual muntah pada anak berikutnya adalah teh chamomile

Chamomile memiliki sifat menenangkan lambung dan dapat membantu si Kecil tidur lebih nyenyak, sehingga dapat mengurangi rasa mualnya. 

Ibu cukup menyeduh 1 sendok teh chamomile ke dalam segelas air panas. Supaya rasanya lebih manis, tambahkan beberapa tetes madu ke dalamnya. 

11. Cuka Apel

Kandungan antimikroba pada cuka apel bisa dijadikan sebagai obat tradisional mual muntah pada anak.

Caranya, larutkan 1 sendok teh cuka apel dan madu ke dalam segelas air hangat. Lalu, minta si Kecil meminumnya. 

Baca Juga: 7 Penyebab Anak Tidak Mau Makan dan Mual

12. Bawang Merah

Bawang merah merupakan salah satu sumber antibiotik alami. Ibu bisa menjadikannya sebagai obat mual anak dengan cara mengolahnya menjadi minuman jus. 

Caranya, cukup campurkan jus bawang merah dan air rebusan jahe dalam perbandingan sama. 

Tambahkan madu dan aduk rata, lalu minta ia meminumnya beberapa kali dalam sehari. 

13. Biskuit Tawar

Anak yang sedang mual mungkin cenderung ingin muntah apabila makan atau mencium aroma makanan berbumbu atau berbau menyengat. 

Sebagai alternatifnya, Ibu dapat berikan makanan hambar atau makanan kering sebagai obat mual alami. Misalnya roti panggang atau biskuit cracker tanpa gula.

Makanan tersebut dapat bantu menambah energi dan nutrisi pada si Kecil selama mual dan muntah.

14. Cengkeh 

Cengkeh dapat menjadi obat tradisional mual muntah pada anak karena mampu meredakan gejala sekaligus mencegah refleks muntah. 

Ibu dapat menyeduh cengkeh menjadi minuman teh untuk anak usia 2 tahun ke atas. Tambahkan sedikit madu, baru berikan pada si Kecil untuk diminum pelan-pelan.

15. Minyak Esensial Lavender

Minyak esensial lavender dapat bantu si Kecil merasa lebih segar dan rileks karena diklaim dapat mengobati sakit kepala yang berkaitan dengan rasa mual.

Ibu dapat meneteskan sedikit pada bantal atau teteskan di mesin diffuser agar menyebar di udara kamar si Kecil untuk dihirup.

Selain minyak lavender, Ibu dapat menggunakan minyak esensial lemon, chamomile, minyak adas, atau kapulaga sebagai pilihan obat tradisional mual muntah pada anak.

Baca Juga: 10 Penyebab Anak Muntah, Perut Kembung, dan Mencret

Tips Menghindari Mual Muntah pada Anak

Bu, mual yang dibiarkan bisa mengganggu aktivitas anak dan menurunkan nafsu makan. Berikut ini ada beberapa tips pencegahan mual pada anak: 

1. Berikan Makanan yang Ringan dan Hambar

Selain memberikan obat tradisional mual muntah pada anak, makanan yang ringan dan hambar dapat bantu meringankan beban lambung sehingga mual tidak bertambah parah. 

Ibu dapat memberikan si Kecil makanan yang mudah dicerna seperti roti tawar panggang, sup bening, biskuit tawar, atau bubur sebagai pilihan aman.

2. Hindari Makanan Berlemak dan Pedas

Makanan yang berminyak dan pedas bisa menyebabkan nyeri ulu hati (refluks asam) dan memicu mual pada anak.

Jika anak terbiasa dengan makanan pedas, Ibu bisa coba kurangi tingkat kepedasannya secara bertahap agar lambungnya bisa beradaptasi.

3. Berikan Porsi Kecil tapi Sering

Memberikan anak makan dalam porsi besar sebanyak 3 kali sehari sekaligus bisa menyebabkan perut terasa begah dan memicu mual.

Sebaiknya berikan anak makanan dalam porsi kecil tapi lebih sering sebagai cara mengatasi mual muntah anak. Misalnya, setiap 3-4 jam sekali.

Hindari juga memaksa anak makan dalam jumlah banyak jika ia tidak merasa lapar.

Baca Juga: 9 Makanan untuk Mengatasi Anak Muntah

4. Pastikan Anak Cukup Minum

Dehidrasi bisa menjadi salah satu penyebab mual pada anak, sehingga Ibu perlu pastikan si Kecil minum cukup air setiap harinya.

Biasakan anak minum air putih secara teratur minimal 8 gelas sehari, terutama setelah bermain atau beraktivitas fisik.

Jika si Kecil kurang suka minum air putih, Ibu bisa berikan jus buah tanpa gula tambahan atau kuah sup. Hindari minuman bersoda dan berkafein, karena memperparah dehidrasi.

5. Jaga Waktu Makan dan Durasi Istirahat

Bu, hindari memberikan makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur, karena itu bisa membuat anak tidak nyaman dan meningkatkan risiko asam lambung naik.

Jadwal makan yang tidak teratur bisa menyebabkan perut anak terlalu kosong atau terlalu penuh yang keduanya memicu rasa mual.

6. Hindari Aktivitas Berat Setelah Makan

Aktivitas berat setelah makan dapat mengganggu proses cerna dan memicu mual.

Kidshealth (2024) menyarankan anak bisa beraktivitas ringan saja setelah makan hingga kondisinya pulih.

Kapan Mual Muntah pada Anak Berbahaya?

Mual muntah pada anak dikatakan berbahaya apabila: 

  • Anak mengalami muntah lebih dari tiga kali per jam.
  • Muntah berwarna hijau atau berdarah.
  • Muntah disertai nyeri perut serta diare
  • Muntah disertai demam. 
  • Anak tampak sangat lemas, tidak mau makan dan minum sama sekali. 
  • Anak menunjukkan tanda dehidrasi seperti bibir kering dan jarang buang air kecil.

Segera konsultasikan ke dokter jika si Kecil menunjukkan salah satu atau lebih dari tanda-tanda di atas. 

Masih punya pertanyaan dan kekhawatiran mengenai kesehatan cerna si Kecil, Bu? Jangan ragu tanyakan langsung pada tim Bebecare yang siap melayani 24/7 tanpa perlu buat janji. Gratis!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Petre, A. (2017, February 5). Natural Ways to Get Rid of Nausea, Plus Tips. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/nausea-remedies#fa-qs
  2. Khan, A. (2019, September 4). 15 Effective Home Remedies for Vomiting Child. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/easy-home-remedies-for-vomiting-in-children/
  3. Kandola, A. (2018, February 10). What are the best ways to get rid of nausea? Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320877#eating-and-drinking
  4. WebMD Team. (2022). Remedies for Nausea and Vomiting. WebMD. https://www.webmd.com/children/ss/nausea-vomiting-remedies-treatment
  5. Editorial Team. (2021). Bananas and nausea: Medlineplus.gov. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/9689.htm
  6. Melissa Ewey Johnson. (2024, May 10). 9 Foods That Help Relieve Nausea. EverydayHealth.com. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/diet/foods-that-help-relieve-nausea/
  7. Cleveland Clinic Editorial Team. (2025, February 7). 12 Reasons Why You Might Feel Nauseated After Eating. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/why-do-i-have-nausea-after-i-eat
  8. KidsHealth Editorial Team. (2024, January). Nausea: Home Care (for Parents). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/nausea-sheet.html
  9. Dr. Sravani Chintapalli, PHARM. D. (2022, July 26). 10 Promising Benefits and Uses of Apple Pectin: Weight Loss. MedicineNet. https://www.medicinenet.com/10_promising_benefits_and_uses_of_apple_pectin/article.htm


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait