Fakta Susu Soya dan Mitos-Mitos yang Perlu Diluruskan
Fakta susu soya adalah terbuat dari protein kedelai dengan 90–95% protein. Kandungan fitoestrogennya dianggap ganggu hormon, padahal justru bantu cegah penyakit kronis.
Fakta susu soya penting dipahami agar terhindar dari informasi yang keliru. Pasalnya, masih banyak mitos yang beredar dan membuat susu soya kerap menimbulkan pro dan kontra.
Apa Itu Susu Soya?
Susu soya adalah susu bubuk atau cair yang dibuat dari protein kedelai, biasanya mengandung 90–95% protein.
Susu soya dibuat dari tepung kedelai yang sudah dihilangkan lemak dan karbohidratnya sehingga timbul endapan protein. Selanjutnya, endapan protein diproses menjadi bubuk susu.
Kandungan susu soya pun telah diperkaya dengan berbagai zat gizi yang penting untuk pertumbuhan, seperti zat besi, zinc, fosfor, vitamin D, dan kalsium.
Perbedaan susu soya vs susu sapi adalah susu soya bebas laktosa atau jenis gula alami yang hanya terdapat pada susu hewani, seperti sapi.
Fakta Susu Soya yang Perlu Diketahui
Berikut berbagai fakta mengenai susu soya yang penting diketahui sebelum diberikan kepada anak.
1. Susu Soya Terbuat dari Kedelai dan Kaya Protein Nabati
Susu soya dibuat dari tepung kedelai dengan karbohidrat dan lemak yang sudah dihilangkan. Jadi, hanya proteinnya yang diambil. Protein ini disebut isolat protein soya.
Mirip daging-dagingan, protein soya tersusun atas seluruh asam amino esensial yang diperlukan untuk tumbuh kembang si Kecil.
Tak heran, susu soya sering dipilih sebagai alternatif susu sapi bagi anak dengan kondisi kesehatan tertentu.
2. Susu Soya Mengandung Lemak Tak Jenuh yang Baik untuk Jantung
Fakta susu soya berikutnya adalah susu soya kaya akan lemak tak jenuh, seperti omega-6.
Jenis asam lemak ini penting untuk menurunkan kadar kolesterol jahat sehingga membantu menjaga kesehatan jantung.
Sementara itu, susu sapi full cream cenderung tinggi lemak jenuh.
Baca juga: 6 Mitos tentang Susu Cair yang Tak Perlu Dipercaya Lagi
3. Susu Soya Bebas Laktosa
Susu soya tidak mengandung laktosa. Gula alami ini hanya ditemukan pada susu hewani, seperti sapi atau kambing.
Dengan begitu, susu soya aman dikonsumsi oleh anak dengan intoleransi laktosa karena tidak memicu gejala kembung, diare, atau nyeri perut.
4. Susu Soya Mengandung Isoflavon (Fitoestrogen Alami)
Susu soya mengandung isoflavon, yaitu senyawa tumbuhan dengan struktur menyerupai hormon estrogen. Kandungan inilah yang membuat fakta susu soya sering disalahartikan.
Meski struktur isoflavon mirip hormon estrogen, efeknya jauh lebih lemah dibandingkan hormon estrogen pada manusia.
Bahkan ukurannya sangatlah kecil dan justru dapat menyeimbangkan kadar estrogen alami tubuh ketika kadarnya terlalu tinggi.
Isoflavon juga bersifat antioksidan yang bisa melindungi si Kecil dari radikal bebas pemicu berbagai penyakit kronis.
5. Susu Soya Bisa Menjadi Alternatif Susu Sapi pada Kondisi Tertentu
Susu soya bebas laktosa sehingga bisa dikonsumsi anak dengan intoleransi laktosa. Selain itu, susu ini juga mungkin bisa diberikan pada anak dengan galaktosemia.
Galaktosemia adalah kelainan genetik yang membuat tubuh kesulitan mencerna jenis gula alami susu galaktosa.
Efeknya, galaktosa menumpuk pada darah dan menimbulkan komplikasi serius, seperti pembengkakan liver hingga gagal ginjal.
Namun ingat, pemberian susu soya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi anak dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
Baca Juga: Penyebab, Ciri, dan Penanganan Intoleransi Laktosa pada Anak
6. Susu Soya Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Metabolisme
Fakta susu soya yang perlu diketahui adalah susu soya kaya akan serat alami dari kedelai yang menjaga kesehatan pencernaan si Kecil.
Beberapa susu soya juga diperkaya dengan prebiotik yang meningkatkan kadar bakteri baik di usus dan mengurangi risiko sembelit.
Bebelac Gold Soya adalah susu soya dengan prebiotik yang terbukti klinis, diperkaya dengan kandungan serat FOS inulin dan formula 100% bebas laktosa. Nutrisi tepat untuk dukung pencernaan si Kecil yang tidak cocok susu sapi.
7. Susu Soya Aman Dikonsumsi Anak Jika Sesuai Usia dan Kebutuhan
Susu soya aman dikonsumsi anak asalkan mengikuti anjuran pakai sesuai arahan dokter. Dengan begitu, manfaat susu soya bisa didapatkan si Kecil secara optimal.
Berikanlah susu soya pada anak usia 1 tahun ke atas, tidak dianjurkan bagi bayi di bawah 1 tahun.
Baca juga: Perbedaan Susu UHT vs Susu Formula, Mana yang Lebih Baik?
8. Susu Soya Fortifikasi Mengandung Kalsium dan Vitamin D
Fakta susu soya yang perlu diketahui adalah banyak produk yang telah melalui proses fortifikasi, yaitu penambahan zat gizi penting untuk tumbuh kembang.
CDC merekomendasikan susu soya sebaiknya ditambahkan kalsium dan vitamin D. Kedua zat gizi ini penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi serta menjaga fungsi sistem imun anak.
9. Susu Soya Tidak Menyebabkan Alergi pada Semua Anak
Kedelai memang merupakan salah satu pemicu alergi makanan pada anak yang paling umum. Namun, tidak semua anak memiliki alergi kedelai sehingga bisa mengonsumsi susu soya.
Jika setelah konsumsi menyebabkan ruam, gatal, muntah, diare, atau batuk pilek, hentikan susu soya dan konsultasikan ke dokter.
Mitos Susu Soya yang Masih Banyak Dipercaya
Setelah menguak fakta susu soya, saatnya membedah mitos susu soya yang masih sering beredar di mana-mana. Berikut penjelasannya.
1. Mitos 1 – Susu Soya Mengganggu Hormon
Kandungan fitoestrogen pada susu soya dianggap mengganggu hormon anak. Meski strukturnya menyerupai, fitoestrogen dengan hormon estrogen manusia tentu berbeda.
Fitoestrogen bersifat antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Sementara itu, estrogen adalah hormon seks perempuan yang juga ditemukan dalam jumlah kecil pada laki-laki.
Efek fitoestrogen jauh lebih lemah daripada efek hormon estrogen bagi kondisi hormon anak.
2. Mitos 2 – Susu Soya Menyebabkan Anak Laki-Laki Feminin
Fitoestrogen memang menyerupai struktur hormon seks perempuan, yaitu estrogen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bila konsumsi susu soya membuat anak laki-laki feminin.
Namun, hal ini tidak terbukti. Sesuai fakta tentang susu soya sebelumnya, efek fitoestrogen jauh lebih lemah daripada efek hormon estrogen sebenarnya.
Terlebih, studi terbitan Reproductive Toxicology (2021) menyatakan, konsumsi kedelai tidak memengaruhi kadar hormon seks laki-laki atau testosteron.
3. Mitos 3 – Susu Soya Menyebabkan Pubertas Dini
Lagi-lagi, mitos ini bersumber dari kandungan fitoestrogen pada kedelai. Karena menyerupai hormon seks, fitoestrogen seolah-olah merangsang pubertas dini pada anak.
Mitos ini telah dipatahkan oleh fakta susu soya yang diteliti dalam jurnal PLoS One (2021). Studi tersebut menyatakan, tidak ditemukan hubungan antara konsumsi susu soya dengan pubertas dini.
Lebih lanjut, konsumsi susu soya tidak memberikan pengaruh pada anak berisiko pubertas dini maupun pada anak yang pubertas sesuai usia.
4. Mitos 4 – Susu Soya Tidak Bergizi
Susu soya tidak bergizi hanyalah mitos. Faktanya, protein soya tersusun atas asam amino yang lengkap, mirip protein yang ada pada sumber hewani.
Tak hanya itu, susu soya yang diproduksi umumnya difortifikasi berbagai zat gizi yang penting untuk tumbuh kembang, seperti vitamin D, kalsium, zat besi, prebiotik, fosfor, dan zinc.
Siapa yang Dianjurkan Mengonsumsi Susu Soya?
Berikut kelompok anak yang dianjurkan mengonsumsi susu soya:
- Anak dengan intoleransi laktosa.
- Anak dengan galaktosemia.
- Keluarga dengan pola makan bebas susu sapi.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Berhati-hatilah memberikan susu soya bila si Kecil memiliki alergi kedelai dan menjadikan susu kedelai sebagai asupan protein utama.
Bila si Kecil alergi susu sapi, sebaiknya tunda dulu pemberian susu soya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, 10–30% anak yang alergi susu sapi juga alergi kedelai.
Bila anak alergi keduanya, dokter mungkin akan merekomendasikan jenis susu dengan kandungan protein yang lebih sederhana atau sudah dipecah, seperti susu hidrolisat atau susu asam amino.
Fakta susu soya perlu diketahui sebelum memberikan pada si Kecil. Pastikan kondisinya sesuai dengan produk yang dikonsumsi agar manfaatnya bisa didapat dengan optimal.
Yuk, jadi member Bebeclub untuk mengakses ratusan artikel parenting dan informasi gizi anak yang lengkap serta terverifikasi ahli. Sebagai member, Ibu juga bisa menikmati fitur eksklusif untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis sekarang!

