Pentingnya Vitamin C dan Zinc untuk Anak

Vitamin C dan zinc memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek kesehatan anak, mulai dari sistem pencernaan hingga daya tahan tubuh.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
20 Mar 2025
vitamin-c-dan-zinc-untuk-anak


Vitamin C dan zinc untuk anak merupakan kombinasi ideal untuk menjaga kesehatan anak secara keseluruhan. Simak manfaat vitamin C dan zinc, serta cara memenuhi asupannya di sini!

Mengapa Vitamin C dan Zinc Penting untuk Anak?

Vitamin C dan zinc memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek kesehatan anak, mulai dari sistem pencernaan hingga daya tahan tubuh. Ini dia manfaat vitamin C dan zinc bagi kesehatan si Kecil: 

1. Bantu Jaga Kesehatan Pencernaan

Vitamin C dan zinc berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan anak. Keduanya mendukung fungsi usus dan melindungi dari infeksi serta gangguan pencernaan.

Zinc membantu mencegah dan mengatasi diare dengan menjaga lapisan usus sebagai penghalang terhadap infeksi dan zat berbahaya. Zinc juga mendukung produksi asam lambung untuk pencernaan yang lebih efektif.

Vitamin C berperan dalam penyerapan nutrisi serta sintesis kolagen, yang penting untuk kesehatan dinding usus. Asupan yang cukup membantu menjaga sistem pencernaan tetap optimal.

Baca Juga: 6 Jenis Vitamin yang Bagus untuk Pencernaan Anak

2. Bantu Dukung Perkembangan Otak

Manfaat vitamin c dan zinc untuk anak juga mencakup perkembangan otak.

Zinc berperan penting dalam fungsi otak dengan mendukung pertumbuhan dan perkembangan neuron. Sementara itu, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang memengaruhi neuromodulasi dan angiogenesis.

Neuromodulasi mengatur aktivitas saraf untuk mendukung kognisi dan perilaku, sedangkan angiogenesis memastikan suplai darah yang optimal ke otak.

Kekurangan salah satu nutrisi ini dapat menghambat perkembangan kognitif anak. Defisiensi zinc dikaitkan dengan gangguan memori, perhatian, dan perkembangan motorik, sementara kekurangan vitamin C dapat mengurangi volume hipokampus.

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas dan mempercepat pemulihan saat anak sakit. Selain itu, vitamin C mendukung produksi sel darah putih untuk melawan infeksi. 

Zinc juga berperan sebagai penjaga keseimbangan sistem imun, karena berkontribusi dalam produksi dan fungsi sel-sel kekebalan tubuh. 

Kekurangan zinc dapat menyebabkan anak lebih rentan terhadap infeksi, sementara kadar zinc yang cukup dapat membantu tubuh melawan virus dan bakteri lebih efektif.

Baca Juga: Vitamin D3 untuk Anak: Manfaat, Kebutuhan, dan Sumbernya

4. Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan yang Optimal

Vitamin C dan zinc berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. 

Zinc sangat penting untuk pertumbuhan sel, pembelahan sel, serta metabolisme yang sehat. Defisiensi zinc dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, seperti stunting atau pertumbuhan yang lambat. 

Sedangkan, vitamin C diperlukan dalam proses sintesis kolagen yang mendukung perkembangan jaringan tubuh. Memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc terbukti dapat menambah tinggi anak.

5. Menjaga Kesehatan Kulit dan Penyembuhan Luka

Manfaat vitamin C dan zinc untuk anak selanjutnya adalah untuk kesehatan kulit dan mempercepat pemulihan luka.

Vitamin C membantu produksi kolagen, yang merupakan komponen utama dalam struktur kulit. 

Kolagen ini berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak, melindungi kulit dari sinar UV, mempercepat proses penyembuhan luka, dan meminalisir tampilan luka yang menonjol. 

Di sisi lain, zinc berperan dalam proses regenerasi sel kulit dan memiliki sifat antiinflamasi yang dapat mengurangi peradangan akibat luka atau iritasi. 

6. Meningkatkan Nafsu Makan

Vitamin C dan zinc untuk anak juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan mereka. Zinc dikenal sebagai mineral yang berperan dalam meningkatkan selera makan anak. 

Sementara itu, vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, yang penting untuk mencegah anemia dan kelelahan yang dapat memengaruhi nafsu makan anak. 

Mengonsumsi cukup zinc dan vitamin C akan membantu anak memiliki pola makan yang lebih baik dan lebih sehat.

Baca Juga: 13 Manfaat Zat Besi dan Tanda-Tanda Anak Kekurangan Nutrisi Ini

Berapa Kebutuhan Vitamin C dan Zinc untuk Anak?

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Kemenkes, berikut kebutuhan vitamin C dan zinc sesuai usia anak: 

Vitamin C: 

  • Anak 1-3 tahun: 40 mg.
  • Anak 4-6 tahun: 45 mg.

Zinc:

  • Anak 1-3 tahun: 3 mg.
  • Anak 4-6 tahun: 5 mg. 

Ibu perlu tahu kebutuhan vitamin C dan zinc untuk anak agar bisa memenuhi asupan hariannya.

Sumber Alami Vitamin C dan Zinc untuk Anak

Agar bisa memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc untuk anak, berikut sumber makanan yang dapat Ibu berikan pada si Kecil:

1. Makanan Kaya Vitamin C 

Makanan tinggi vitamin C banyak ditemukan di buah dan sayuran, seperti: 

  • Buah sitrus (jeruk, jeruk bali, lemon).
  • Melon. 
  • Stroberi. 
  • Kiwi.
  • Tomat. 
  • Brokoli. 
  • Kol.
  • Paprika.

2. Makanan Kaya Zinc 

Ini daftar makanan tinggi zinc untuk melengkapi kebutuhan gizi anak:

  • Daging sapi. 
  • Tiram, udang, kepiting.
  • Ayam, bebek.
  • Susu, keju. 
  • Telur.
  • Kacang kedelai, kacang tanah. 
  • Biji labu, biji wijen, biji bunga matahari. 
  • Tahu.
  • Miso.
  • Nasi, quinoa, oat. 
  • Sayuran berdaun hijau, buncis.
  • Jamur. 
  • Cokelat hitam.

Tips Memenuhi Kebutuhan Vitamin C dan Zinc Anak dengan Mudah

Memastikan anak mendapatkan cukup vitamin C dan zinc sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Berikut beberapa cara mudah penuhi kebutuhan vitamin C dan zinc anak: 

1. Padukan Makanan Tinggi Vitamin C dan Zinc

Vitamin C dan zinc untuk anak bisa diperoleh dari berbagai sumber makanan. Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan kiwi kaya akan vitamin C, sementara zinc dapat ditemukan dalam daging, kacang-kacangan, dan produk susu. 

Mengombinasikan kedua nutrisi ini dalam satu menu harian akan membantu tubuh anak menyerap manfaatnya dengan lebih maksimal.

Misalnya, makan siang daging panggang dan brokoli, lalu ditutup dengan jeruk sebagai makanan penutup. Bisa juga buat sate ayam yang dikombinasikan dengan tomat dan paprika. 

2. Konsumsi dengan Protein untuk Maksimalkan Penyerapan Zinc

Zinc dari sumber hewani seperti daging merah, ikan, dan unggas lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dari sumber nabati. 

Oleh karena itu, pastikan anak mengonsumsi makanan kaya zinc bersamaan dengan protein agar penyerapannya lebih optimal. 

Dengan begitu, manfaat zinc dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung pertumbuhan anak bisa diperoleh dengan maksimal.

Baca Juga: 8 Contoh Protein Nabati Terbaik untuk Anak

3. Pilih Metode Memasak yang Tepat Agar Nutrisi Terjaga

Cara memasak berpengaruh besar terhadap kandungan nutrisi dalam makanan. Mengukus merupakan metode terbaik untuk menjaga kandungan zinc. 

Sebaliknya, metode seperti merebus dan menggoreng dapat mengurangi kadar zinc dalam makanan. 

Untuk vitamin C, mengonsumsi sayuran dan buah dalam keadaan segar atau hanya dimasak sebentar akan membantu menjaga kandungannya agar tetap optimal.

4. Lengkapi dengan Susu Pertumbuhan

Jika anak sulit mendapatkan vitamin C dan zinc dari makanan alami, Ibu dapat bantu lengkapi dengan susu pertumbuhan terfortifikasi yang bisa penuhi 35% kebutuhan vitamin C dan zinc anak.

Salah satu contohnya adalah Bebelac 3 GroGreat+. Bebelac 3 GroGreat+ juga diperkaya FOS:GOS 1:9 yang teruji internasional serta Triple A (DHA, LA, ALA). Bantu mendukung pencernaan sehat dan tingkatkan daya pikir kreatif si Kecil. 

Yuk, gabung member Bebeclub untuk akses ke berbagai artikel parenting, fitur tumbuh kembang, konsultasi gratis bersama ahlinya melalui BebeCare, dan kesempatan mendapatkan hadiah untuk si Kecil.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


  • Buratti, S., Cappa, C., Benedetti, S., & Giovanelli, G. (2020). Influence of Cooking Conditions on Nutritional Properties and Sensory Characteristics Interpreted by E-Senses: Case-Study on Selected Vegetables. Foods, 9(5), 607. https://doi.org/10.3390/foods9050607
  • Editorial Team. (n.d.). Zinc Information | Mount Sinai - New York. Mount Sinai Health System. https://www.mountsinai.org/health-library/supplement/zinc
  • Gavin, M. (2021). Vitamins (for Kids) - KidsHealth. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/kids/vitamin.html
  • Kemenkes. (2019). ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN UNTUK MASYARAKAT INDONESIA . http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  • Kusumastuti, A. C., Ardiaria, M., & Hendrianingtyas, M. (2018). Effect of Zinc and Iron Supplementation on Appetite, Nutritional Status and Intelligence Quotient in Young Children. The Indonesian Biomedical Journal, 10(2), 133–139. https://doi.org/10.18585/inabj.v10i2.365
  • Lingo, D. (2024). The Top 7 Nutrients to Support Gut Health, According to Dietitians. EatingWell. https://www.eatingwell.com/best-nutrients-for-gut-health-8574817
  • Maggini, S., Wenzlaff, S., & Hornig, D. (2010). Essential Role of Vitamin C and Zinc in Child Immunity and Health. Journal of International Medical Research, 38(2), 386–414. https://doi.org/10.1177/147323001003800203
  • National Institutes of Health. (2021, March 22). Vitamin C. Nih.gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/
  • Pullar, J. M., Carr, A. C., & Vissers, M. C. M. (2017). The Roles of Vitamin C in Skin Health. Nutrients, 9(8), 866.
  • Purnamaningrum, Y., Margono, & Petphong, V. (2019). The effects of zinc and vitamin c supplementation on changes in height for age anthropometry index on stunting aged 24-59 months. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 13(1), 19–27. https://doi.org/10.29238/kia.v13i1.386
  • Wan, Y., & Zhang, B. (2022). The Impact of Zinc and Zinc Homeostasis on the Intestinal Mucosal Barrier and Intestinal Diseases. Biomolecules, 12(7), 900. https://doi.org/10.3390/biom12070900
  • Wessels, I., Maywald, M., & Rink, L. (2017). Zinc as a Gatekeeper of Immune Function. Nutrients, 9(12), 1286. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5748737/
  • Zhang, C., Miao, X., Du, S., Zhang, T., Chen, L., Liu, Y., & Zhang, L. (2023). Effects of Culinary Procedures on Concentrations and Bioaccessibility of Cu, Zn, and As in Different Food Ingredients. Foods, 12(8), 1653. https://doi.org/10.3390/foods12081653


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait