Kenali Cluster Feeding, Penyebab Bayi Sering Menyusu

Cluster feeding umumnya terjadi pada masa growth spurt yang membuat bayi ingin lebih sering menyusu, terutama di malam hari.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
11 Dec 2023
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Cluster feeding - Bebeclub


Bayi yang baru lahir membutuhkan ASI sebagai sumber nutrisi utamanya. Namun, terkadang ada kalanya bayi terus-menerus meminta untuk menyusui meskipun mungkin si Kecil sudah merasa kenyang. Kondisi ini mungkin menunjukkan bahwa bayi sedang mengalami cluster feeding, Bu.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai apa itu cluster feeding, termasuk penyebab dan cara menghadapinya, yuk simak dalam artikel ini, Bu!

Apa Itu Cluster Feeding

Cluster feeding adalah kondisi ketika bayi sering meminta menyusu dalam waktu yang singkat selama beberapa jam. Misalnya bayi mungkin ingin menyusu, berhenti sesaat, lalu 30 menit kemudian meminta menyusu lagi.

Biasanya, kondisi ini sering muncul selama periode pertumbuhan bayi dan sering terjadi pada malam hari. Ibu mungkin kerap merasa cemas dan berpikir bahwa si Kecil bisa jadi belum cukup kenyang atau tidak puas.

Namun, penting untuk diingat bahwa permintaan menyusui yang sering seperti ini tidak selalu menjadi tanda bayi kurang ASI, Bu. Cluster feeding adalah hal yang wajar dan biasa terjadi pada awal masa menyusui.

Umumnya, kebanyakan cluster feeding pada bayi terjadi pada 3 - 4 bulan pertama dalam kehidupan bayi atau pada masa pertumbuhan bayi berlangsung sangat cepat.

Di awal kelahirannya, bayi umumnya menyusu setiap dua hingga tiga jam sekali. Namun saat mengalami cluster feeding, keinginan bayi untuk menyusu jadi meningkat dan lebih sering. 

Penyebab Cluster Feeding

Pada dasarnya, keinginan bayi ingin terus menyusu merupakan cara cerdas bagi si Kecil untuk meningkatkan suplai ASI pada Ibu selama masa pertumbuhannya. Ini bukan berarti ada masalah dengan kualitas atau ketersediaan ASI dari Ibu.

Sebaliknya, naluri alami bayi membuatnya tahu bahwa menyusu lebih sering adalah cara yang efektif untuk merangsang tubuh Ibu agar memproduksi lebih banyak ASI. 

Selain itu, ada beberapa penyebab cluster feeding pada bayi, yaitu:

  • Growth spurt atau percepatan pertumbuhan pada bayi yang pesat sehingga membutuhkan lebih banyak nutrisi.

  • Bayi mungkin lebih lapar pada malam hari dan perlu "mengisi" perutnya sebelum tidur lebih lama.

  • Bayi lebih gelisah pada malam hari, sehingga menyusu membuatnya lebih tenang.

  • Bayi mengalami perubahan fisik dan psikologis, serta merasa membutuhkan ASI lebih banyak untuk memenuhi nutrisinya.

  • Bayi mungkin sedang tumbuh gigi atau sakit. Berkat kandungan antibodi dan nutrisi dalam ASI dapat membuat bayi merasa lebih baik.

Tidak bisa dipungkiri, sesi cluster feeding ini bisa sangat melelahkan bagi Ibu, baik secara fisik maupun mental. Selama periode ini, Ibu mungkin mengalami kurang tidur, terutama ketika masih dalam proses penyesuaian pasca melahirkan si Kecil.

Namun, perlu diingat bahwa cluster feeding umumnya berlangsung tidak lebih dari dua hari. Jika pola ini berlanjut selama lebih dari seminggu, penting untuk memeriksa berat badan bayi kepada dokter spesialis anak atau konsultan laktasi. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa bayi mungkin tidak mendapatkan cukup kalori.

Baca Juga: Cara Efektif Menaikkan Berat Badan Bayi 

Tanda-Tanda Bayi Mengalami Cluster Feeding

Seiring dengan pertumbuhan bayi, kebutuhan ASI si Kecil akan meningkat secara perlahan. Lantas, bagaimana Ibu dapat mengetahui apakah bayi membutuhkan peningkatan kebutuhan ASI atau bayi mengalami cluster feeding?

Berikut adalah tanda-tanda yang perlu Ibu perhatikan:

  • Menyusu secara normal, lalu ingin menyusu lagi dalam rentang waktu 30 hingga 60 menit setelah sesi menyusui sebelumnya.

  • Bayi tidur nyenyak dalam waktu yang lebih lama setelah melakukan dua atau tiga kali sesi menyusui berturut-turut.

  • Bayi tampak frustasi saat menyusu, seperti mencari-cari puting payudara meskipun sudah berada tepat di hadapannya.

  • Bayi menyusu dalam periode yang lebih singkat dan lebih sering secara berdekatan selama beberapa jam.

  • Bayi cenderung ingin terus menyusu, terutama pada sore dan malam hari.

Nah, dengan memahami tanda-tanda tersebut, Ibu dapat lebih mudah mengidentifikasi apakah bayi mengalami peningkatan kebutuhan ASI atau sedang dalam fase cluster feeding. Dengan begitu, Ibu dapat merespons secara tepat dan tidak cemas saat sedang menyusui si Kecil.

Bagaimana Cara Mengatasi Cluster Feeding?

Bisa dikatakan bahwa fase cluster feeding pada bayi adalah salah satu tantangan tersulit dalam perjalanan menyusui. Apalagi, ketika Ibu sudah merasa lelah setelah melahirkan atau kurang tidur pada malam hari.

Terdapat beberapa cara yang dapat membantu Ibu mengatasi fase cluster feeding sebagai berikut.

  • Hindari memaksakan atau menunda menyusu agar bayi kembali sesuai jadwal, karena hal ini hanya akan membuat bayi semakin rewel.

  • Pastikan Ibu minum banyak air putih agar terhidrasi dengan baik, serta mendukung suplai ASI.

  • Minta bantuan Ayah untuk mendukung selama periode ini, misalnya dengan membawakan camilan favorit Ibu atau makanan untuk melancarkan ASI.

  • Jangan melewatkan waktu makan agar kebutuhan nutrisi Ibu juga terpenuhi dengan baik. Kebanyakan ibu menyusui membutuhkan tambahan 450 hingga 500 kalori setiap harinya.

  • Buatlah sesi menyusui lebih santai, merasa nyaman, dan ikuti kemauan si Kecil. Apabila Ibu merasa stres, bayi kemungkinan besar akan ikut stres. Ingat, Bu, si Kecil bisa merasakan apa yang dirasakan Ibu, lho!

  • Istirahatlah yang cukup jika memungkinkan. Saat bayi sedang tidak menyusu, minta bantuan Ayah atau anggota keluarga lain untuk mengawasi si Kecil, sehingga Ibu bisa tidur siang.

Baca Juga: Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu dan Cara Ampuh Mengatasinya 

Kapan Harus Khawatir?

Ibu perlu khawatir mengenai kondisi ini apabila bayi menunjukkan tanda-tanda berikut: 

  • Bayi menyusu tanpa henti. Jika bayi tampak tidak pernah puas dan selalu ingin menyusu tanpa henti, ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang perlu ditangani.

  • Bayi menangis terus-menerus kecuali saat menyusu.

  • Bayi kuning atau mengalami jaundice (kulit dan bagian putih matanya menguning), lesu, atau gemetar setelah lama menyusu.

  • Berat badan bayi tidak bertambah, yang bisa menjadi tanda bahwa bayi mungkin tidak mendapatkan cukup nutrisi.

  • Popok tidak basah dalam waktu lama. Bayi harus memiliki popok yang basah dalam jumlah yang cukup sebagai tanda bahwa ia mendapatkan cairan yang cukup.

Apabila Ibu mengamati tanda-tanda tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konsultan laktasi. Sebab, hal ini bisa menandakan masalah kesehatan atau gangguan dalam proses menyusui yang memerlukan perhatian medis.

Jangan ragu untuk mencari bantuan dan saran agar si Kecil tetap sehat dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Usia 0-3 Bulan Diberikan Makanan Selain ASI? 

Yang perlu diingat, cluster feeding adalah fase yang normal dalam perkembangan bayi, dan hal ini akan berlalu. Semua upaya yang dilakukan, termasuk proses menyusui, bertujuan untuk membantu bayi mendapatkan nutrisi yang diperlukan demi pertumbuhan dan perkembangan optimalnya.

Dengan kesabaran, dukungan, dan pemahaman yang tepat, Ibu dapat melewati masa-masa ini sambil tetap memberikan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan oleh si Kecil. 

Jangan lupa kunjungi Bebe Journey sebagai panduan Ibu Hebat mengawali semua kehebatan si Kecil. Di sini, Ibu bisa cek milestone bulanan si Kecil apakah sudah sesuai dengan usianya atau belum, koleksi resep MPASI, juga mengecek grafik pertumbuhan sampai reminder jadwal vaksin. Gratis!


Referensi:

  1. Cluster feeding. (2023, August 30). Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cluster-feeding
  2. ‌O’Connor, A. (2019, February). Cluster Feeding. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/cluster-feeding/
  3. ‌Cluster feeding | Australian Breastfeeding Association. (2022). Breastfeeding.asn.au. https://www.breastfeeding.asn.au/resources/cluster-feeding
  4. ‌Zielger, A. (2023, September). Cluster Feeding: Everything You Need to Know.Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/a/cluster-feeding
  5. ‌WebMD Editorial Contributors. (2021, March 14). Cluster Feeding: What Is It? WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/baby/cluster-feeding-what-is-it
  6. ‌Cluster feeding: When it starts and how long it lasts. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/breastfeeding/cluster-feeding_40009890
  7. ‌Verywell. (2020). What Is Cluster Feeding and Does My Baby Need It? Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/cluster-feeding-284296

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait