Kembali ke Tumbuh Kembang

Dongeng Bisa Buat Anak Nggak GTM? Simak Cara Mengatasi Anak Susah Makan Sayur Lewat 3 Kegiatan Seru!

Saat Ibu menghidangkan nasi dengan nugget atau sosis, Si Kecil makan dengan lahap. Namun, ketika ada brokoli di piring, ia langsung s...

4 min
22 Apr 2022
Cara mengatasi anak susah makan sayur bukanlah dengan dipaksa

1 ibu tandai artikel ini informatif

Saat Ibu menghidangkan nasi dengan nugget atau sosis, Si Kecil makan dengan lahap. Namun, ketika ada brokoli di piring, ia langsung segera menutup mulutnya dan tidak mau makan. Duh, kenapa, ya, anak-anak sering menghindari sayur? Lalu, bagaimana ya Bu cara mengatasi anak susah makan sayur?

mengatasi anak gtm

Alasan Si Kecil Pilih-Pilih Makanan

Pertama-tama jangan khawatir Bu, Ibu tidak sendirian menghadapi hal ini! Faktanya, pilih-pilih makanan atau susah makan merupakan masalah yang umum terjadi pada balita di seluruh dunia.2

Sekitar 25%-35% balita dan anak pra-sekolah memilih-milih makanan alias picky eater. Masalah anak-anak dan makanan seringkali menjadi salah satu penyebab konflik antara orangtua dengan anak sehingga membuat orangtua frustrasi.1

Ada banyak faktor yang memengaruhi kemauan anak untuk membuka mulut dengan sukarela dan mencoba makanan baru, salah satunya suasana yang menyenangkan saat makan.

Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Tidak ada anak yang dilahirkan untuk menjadi seorang picky eater.  Berikut ini penyebab mengapa anak pilih-pilih makanan:

1. Anak selalu disuruh menghabiskan makanan

Niatnya, sih, ingin membuat anak menghabiskan makanannya. Namun kadang usaha orangtua agar Si Kecil mau banyak makan justru membuahkan hasil sebaliknya. Meminta anak untuk selalu menghabiskan satu porsi makanan yang telah disediakan terkadang membuat anak justru kehilangan nafsu makan, lho.2

2. Nafsu makan anak belum stabil

Pada usia balita, nafsu makan anak memang cenderung tidak menentu. Ada hari-hari ketika mereka sangat lahap menghabiskan makan siang, sementara di waktu lain ia hanya makan sedikit sekali. Meski asupan nutrisi anak berubah-ubah, tetapi yakinlah bahwa total asupan energi harian mereka cukup stabil. Bila anak terlihat sehat dan aktif, maka orangtua tidak perlu khawatir berlebihan.2

3. Anak mulai memiliki keinginan sendiri

Saat balita sedang berjuang untuk memiliki keinginannya sendiri, mereka juga lebih memilih untuk makan sendiri. Namun terkadang, para ibu mungkin tidak sabaran menghadapi anak yang waktu makannya lama atau justru menjadi berantakan. Ibu memilih untuk menyuapi anak supaya kegiatan makan menjadi cepat dan efektif. Hal ini justru membuat anak menolak makanan.2

4. Anak cenderung tidak mau mencoba menu baru

Sebagian besar anak memiliki keraguan untuk mencoba menu makanan baru. Untuk itu, tugas orangtua adalah dengan memperkenalkannya secara bertahap atau perlahan. Bila pada kesempatan pertama ia menolak, bukan berarti anak adalah seorang picky eater.2  Teruslah mencoba, Bu!

5. Anak melihat contoh di sekitarnya

Anak-anak adalah seorang peniru yang ulung. Bila Ibu, Ayah, atau orang-orang di sekitar si Kecil  tidak suka makan sayur, jangan heran jika si Kecil juga akan melakukan hal yang sama.3 Jadi, kalau Ibu ingin si Kecil suka makan sayur, pastikan Ibu memberinya contoh sebagai sosok yang suka makan sayur, ya.

3 Cara Mengatasi Anak Susah Makan Sayur

Definisi pilih-pilih makanan atau picky eating mencakup penolakan terhadap makanan tertentu, baik makanan yang sudah dikenalnya maupun yang belum dikenal si Kecil.4

Salah satu jenis makanan yang sering ditolak oleh anak adalah sayur. Anak susah makan sayur tentu saja berpengaruh terhadap asupan nutrisi dan energi yang dapat mengganggu kesehatannya secara umum.

Baca Juga: Tips dan Cara Mengatasi Bayi Susah Makan

Namun, Ibu tak perlu khawatir. Berikut cara mengatasi anak susah makan sayur:

1. Mendongeng atau membacakan cerita

Cara lain mengatasi anak susah makan sayur adalah dengan membacakan cerita. Pilih buku yang berkisah tentang anak yang suka makan sayur. Ibu juga bisa mendongeng menggunakan sayuran sebagai tokohnya. Misalnya tentang ‘Si Wortel Pahlawan Super’. Selain bisa mencarinya di YouTube, Ibu juga bisa membuat cerita sendiri yang menarik, lho. Saatnya mengasah kreativitas, nih, Bu!

Baca Juga: Si Kecil Susah Makan Sayuran, Ini Solusinya!

2. Membuat sajian yang menarik

buat sajian menarik untuk atasi masalah gtm pada anak

Tampilan masakan yang menarik akan menggugah selera si Kecil untuk makan sayur. Ibu bisa berkreasi membuat smoothies sayuran, nuget wortel, atau omelet bayam. Bila Ibu bingung resep sayuran yang lezat dan menggugah selera, Ibu bisa melihatnya di Resep Bebeclub. Misalnya ada resep Omelet Sayur Hijau yang mudah dibuat atau resep Nugget Sayur yang cocok untuk balita.

3. Mengajak anak menanam sayur sendiri

Tak kenal maka tak sayang. Prinsip itu juga berlaku pada anak yang susah makan sayur karena merasa bentuk sayur yang aneh.

Ajak si Kecil menanam sayuran sendiri. Ibu bisa mengajaknya menanam pakcoy atau bayam di halaman depan rumah. Ibu juga bisa menggunakan teknik hidroponik jika tidak memiliki lahan yang cukup untuk berkebun. Biarkan si Kecil membantu merawat tanaman hingga sayur siap dipanen. Kemudian ajak ia untuk memasak sayur hasil panennya. Dijamin ia pasti akan bersemangat!

Nah, supaya si Kecil semakin bersemangat, ada satu cara lagi, nih, yaitu melengkapi menu harian si Kecil dengan segelas Bebelac 3 yang akan memberinya tambahan omega 3 dan omega 6, FOS dan GOS dengan perbandingan 1:9, serta 14 vitamin dan 9 mineral. Bebelac 3 dengan kandungan nutrisi di atas membantu mendukung tumbuh kembang si Kecil agar berlangsung optimal.

Semoga tiga cara mengatasi anak susah makan sayur di atas dapat membantu si Kecil akhirnya jadi suka dan mau makan sayur, ya, Bu!


Referensi:

  1. Alexander KC Leung, Valerie Marchand, Reginald S Sauve, and Canadian Paediatric Society, Nutrition, and Gastroenterology Committee. (2012). The ‘Picky Eater’: The Toddler or Preschooler Who Does Not Eat. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3474391/
  2. Christina Ong, Kar Yin Phuah, Endrina Salazar, Choon How How. (2014). Managing The ‘Picky Eater’ Dilemma. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4291945/ 
  3. Michelle Draxten, dkk. (2014). Parental Role Modeling of Fruits and Vegetables at Meals and Snacks is Associated with Children’s Adequate Consumption. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4034448/ 
  4. Caroline M Taylor, Kate Northstone, Susan M Wernimont, dan Pauline M Emmet (2016). Macro and Micronutrient Intakes in Picky Eaters: A Cause for Concerns? . Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5118732/ 


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait