Ciri Anak Picky Eater, Penyebab, dan Cara Jitu Mengatasinya

Picky eating dapat disebabkan oleh kurangnya stimulasi sensorik atau anak butuh waktu beradaptasi dengan makanan baru. Cari tahu cara mengatasinya di sini, yuk!

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
18 Jul 2023
Anak picky eater


Jika si Kecil picky eater pasti Ibu sedang putar otak bagaimana cara mengatasinya. Temukan ciri dan penyebab anak suka pilih-pilih makan serta cara jitu mengatasinya di sini, yuk!

Apa itu Picky Eater dan Contohnya?

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak disebut picky eater jika hanya mau makan minimal satu jenis makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, dan serat, tapi tidak semuanya. 

Misalnya, anak tidak mau makan nasi tapi mau makan roti atau mie yang masih sama-sama karbohidrat. Ada juga yang hanya mau makan pisang, tapi tidak mau makan pepaya atau brokoli.

Ciri-Ciri Anak Picky Eater

  • konsisten hanya mau makan kurang dari 10 jenis makanan dari kelompok yang berbeda.
  • Menolak makanan yang sebelumnya sangat disukai.
  • Memilih minum susu dan menolak makanan padat. 
  • Rewel hingga menangis ketika melihat atau didudukan di highchair. 
  • Menunjukkan reaksi sensitivitas sensorik seperti menolak makanan bertekstur kasar atau tidak suka tangannya menyentuh makanan lembek.
  • Ketika mencoba makanan baru anak selalu tersedak atau muntah karena merasa terlalu takut.
  • Hanya mau makan ketika makanan disajikan terpisah tanpa bersentuhan sama sekali.
  • Hanya mau makan ketika dipaksa dan terdistraksi dengan hal lain yang menarik perhatiannya seperti televisi, mainan, atau diajak jalan-jalan.  

Selama pertambahan berat badan dan tinggi anak masih berada di dalam garis hijau kurva pertumbuhan, Ibu sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir.

Beda kasusnya jika anak sama sekali tidak makan semua bahan makanan dari satu kelompok gizi. Misalnya, sama sekali tidak mau makan buah dan sayur apapun jenisnya.

Baca Juga: 7 Penyebab Anak GTM dan Cara Ampuh Mengatasinya

Penyebab Anak Picky Eater

Perilaku pilih-pilih makanan adalah bagian normal dalam perkembangan anak karena ia butuh waktu terbiasa dengan rasa, warna, dan tekstur makanan baru. Penyebab lainnya adalah:

1. Anak Ingin Lebih Mandiri

Perilaku pilih-pilih makanan merupakan salah satu cara anak menunjukkan ia sudah besar dan mandiri, dan ingin mulai merasa memiliki kontrol dalam hidupnya.

Picky eating juga dapat menjadi cara bagi anak untuk menunjukkan preferensi pribadi dan mengeksplorasi rasa makanan yang disukainya.

2. Tidak Terlalu Lapar

Anak pilih-pilih makanan bisa terjadi karena ia belum merasa lapar. Jadi, ia hanya memakan sedikit isi piringnya atau malah tidak mau makan sama sekali. 

Hal ini juga yang menyebabkan porsi makan anak terlihat lebih sedikit dari sebelumnya atau tidak sebanyak yang Ibu harapkan. 

3. Lebih Suka Bermain

Anak susah makan makanan yang bervariasi karena ia ingin menghabiskan waktunya bermain daripada duduk diam untuk makan.

Jadi ia lebih memilih mengisi perut dengan makanan kecil yang lebih cepat ditelan dan membuat kenyang.

4. Tongue Tie

Anak dengan tongue tie yang tidak terdeteksi ketika bayi juga umumnya lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur cair. 

Kondisi ini dapat membuat gerakan lidah si Kecil terbatas sehingga ia kesulitan makan, menelan, hingga berbicara. Kunjungi dokter untuk memastikan tongue tie pada anak. 

5. Meniru Kebiasaan Makan Orang Lain

Anak picky eater cenderung belajar dari perilaku orang-orang disekitarnya. Jadi, mungkin anak pilih-pilih makanan karena ada anggota keluarga atau teman bermain yang juga berperilaku serupa. 

6. Kurangnya Stimulasi Sensorik

Bagi sebagian anak, tekstur makanan sedikit menggumpal dapat terasa seperti potongan besar yang akan menyangkut di leher. Anak lain mungkin tidak suka dengan tekstur makanan halus.

Perilaku tersebut sebenarnya merupakan contoh perwujudan dari sensitivitas sensorik yang belum terstimulasi dengan sempurna. 

Segera konsultasikan ke dokter jika memang ini penyebabnya. Karena apabila tidak segera ditangani, kemungkinan besar anak akan selalu pilih-pilih makanan karena kesulitan menerimatekstur, rasa, maupun aroma makanan baru. 

Ibu juga bisa bertanya langsung ke tim BebeCare yang selalu siap 24/7 mendampingi perjalanan Ibu menumbuhkan anak hebat.

Cara Mengatasi Anak yang Suka Pilih-Pilih Makan

Dengan penanganan yang tepat, umumnya fase pilih-pilih makanan akan mulai berkurang saat anak memasuki usia 5 tahun. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasinya: 

1. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil

Ukuran porsi makanan untuk balita sebaiknya sekitar seperempat dari porsi makan orang dewasa.

Ibu dapat memberikan 1 atau 2 sendok makan roti, nasi, atau sayuran dalam setiap sajian. Tujuannya agar anak tidak merasa “kewalahan” dan “ketakutan” melihat porsi makan yang harus dihabiskan.

Ibu juga bisa tawarkan camilan enak dari bahan-bahan makanan tinggi serat, karena anak picky eater berisiko kekurangan serat.

2. Sajikan Bersama Makanan Favorit

Supaya anak lebih nyaman dan lebih terbuka dengan makanan baru, Ibu dapat mengenalkan nya bersama dengan makanan yang sudah dikenal atau disukai oleh anak. 

Sebagai contoh, Ibu tahu pasti anak menyukai tumis ayam. Maka, ketika ingin memperkenalkan brokoli, Ibu dapat menyajikannya bersama dengan tumis ayam. 

3. Biarkan Anak Memilih Sendiri

Ibu dapat memfasilitasi kemandirian si Kecil dengan cara menyediakan beberapa pilihan menu makan sehat untuk anak di meja makan. 

Kemudian, biarkan ia memilih mana yang akan diletakkan di piringnya untuk dimakan. Hal ini sekaligus melatih kemandirian dan meng-encourage anak membuat keputusannya sendiri.

4. Makan Bersama

Saat makan bersama, anak cenderung meniru perilaku makan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Dengan begitu anak terinspirasi untuk mencoba berbagai macam makanan baru. 

Supaya berjalan dengan efektif, pastikan Ibu hanya menyajikan satu menu makanan sehat untuk dinikmati semua anggota keluarga. Campur makanan tersebut dengan menu favorit anak.

Ketika anak menolak menu yang Ibu sajikan, jangan berikan makanan baru dan biarkan ia mengambil waktu untuk mencobanya. 

Baca Juga: 5 Resep Masakan untuk Anak Susah Makan Sayur, Pasti Lahap!

5. Tidak Memberikan Makanan Sebagai Hadiah

Ibu boleh berikan camilan sehat untuk anak di antara waktu makannya. Namun, hindari kebiasaan memberikan snack sebagai hadiah atau iming-iming supaya anak mau makan.

Hal ini dapat menjadi bumerang di kemudian hari, karena ia hanya mau mengonsumsi makanan sehat setelah “disuap” dengan hadiah. 

Kebiasaan ini dapat menimbulkan persepsi makan makanan sehat adalah tugas yang sangat tidak menyenangkan. 

6. Tawarkan Secara Berulang 

Pastikan Ibu tidak mengenalkan makanan baru secara beruntun. Beri jeda selama beberapa hari sebelum kembali menyuguhkan makanan yang sama. 

Untuk meningkatkan keberhasilan, berikan makanan baru sesuai dengan jadwal makan si Kecil guna memastikan ia mencobanya dalam kondisi perut kosong dan lapar. 

7. Buat Tampilan Menarik

Untuk memancing minat anak picky eater mencoba makanan baru, Ibu dapat menyajikannya dengan tampilan yang menarik.

Misalnya, menyusun brokoli kukus sebagai rambut dan sediakan saus cocol di kedua sisi nasi yang dibentuk seperti telinga. Lalu, potong telur bentuk kotak untuk menjadi baju.

Jika anak tidak mau makan nasi putih, Ibu dapat “warnai” dengan ekstrak pandan, kunyit, atau buah naga. 

8. Ajak si Kecil Menyiapkan Makanan

Supaya ia lebih semangat mencoba makanan baru, libatkan si Kecil mulai dari memilih menu makanan, belanja bahan makanan, hingga proses memasaknya.

Beri kesempatan pada anak untuk memilih menu makanan apa yang akan disajikan, ajak ia berbelanja bahan makanan, dan biarkan ia ikut memasak. 

Dengan begitu, ia akan lebih penasaran seperti apa rasa makanan yang dibuatnya dan lebih semangat mencoba makanan baru. 

Baca Juga: 13 Cara agar Anak Mau Makan Lahap Tanpa Dipaksa

9. Coba Metode Crossing Bridges

Crossing bridges adalah metode untuk mengenalkan makanan baru dengan warna, rasa, atau tekstur yang sama dengan makanan yang telah disukai oleh si Kecil. 

Misalnya saat ini ia sudah suka makan labu kuning. Selanjutnya, Ibu dapat mengenalkan ubi kuning atau wortel kukus yang memiliki warna dan tekstur yang sama. 

Langkah ini akan membuat si Kecil merasa lebih familiar terhadap makanan baru dan mau mencobanya. Ketika menghadapi situasi ini, Ibu tidak boleh memaksa anak untuk makan.

10. Biarkan Anak Menyentuh Makanan

Anak picky eater mungkin takut mencoba makanan baru. Untuk mengurangi rasa takut dan untuk menstimulasi sensoriknya, Ibu dapat membiarkan si Kecil menyentuh makanan dengan tangan. 

Biarkan ia mengambil dengan tangan dan memakannya sedikit demi sedikit. Apabila ia menolak menyentuhnya secara langsung, Ibu dapat memasukkannya ke dalam kantong plastik. 

Nah, Ibu juga bisa berikan susu Bebelac Gold untuk bantu penuhi nutrisi si Kecil yang rewel suka pilih-pilih makan karena pencernaannya mungkin sensitif atau tidak nyaman dengan makanan tertentu.

Bebelac Gold diformulasikan dengan Triple Comfort yang memberikan rasa nyaman pada pencernaan dan membuat mood si Kecil lebih baik, serta Triple A untuk tingkatkan daya pikir kreatif dan stimulasi kemampuan bersosialisasinya!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. 6 Types of Picky Eaters—And How to Get Them to Eat. Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/feeding/picky-eaters/the-picky-eater/
  2. Picky Eating vs. Toddler Selectivity | Solid Starts. (2024). Solidstarts.com. https://solidstarts.com/toddler-selectivity-vs-picky-eating/
  3. Contributing, T. (2022, March 4). Why Is My Toddler Such a Picky Eater? 6 Causes of Picky Eating. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/toddler/eating-and-nutrition/causes-of-picky-eating-in-toddlers#appetite
  4. 10 Tips for Parents of Picky Eaters. (2024). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Picky-Eaters.aspx
  5. BabySparks. (2019, October 24). Picky Eating or Sensory Issue? How to Tell the Difference - BabySparks. BabySparks. https://babysparks.com/2019/10/24/picky-eating-or-sensory-issue-how-to-tell-the-difference/
  6. Is Your Baby a Picky Eater? WebMD; WebMD. (2010). https://www.webmd.com/parenting/baby/picky-eater


Artikel Terkait