Kembali ke Ibu Perlu Tahu

10 Cara Mengatasi Anak Susah BAB di Rumah

Anak susah BAB alias buang air besar, Bu? Kondisi ini pasti membuatnya tidak nyaman. Anak yang sedang susah BAB biasanya akan mengalami ...

4 min
29 Mar 2022

17 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Anak susah BAB alias buang air besar, Bu? Kondisi ini pasti membuatnya tidak nyaman. Anak yang sedang susah BAB biasanya akan mengalami sakit perut mengganggu, disertai BAB keras yang susah dikeluarkan.

Sebelum memeriksakannya ke dokter, Ibu bisa melakukan beberapa cara mengatasi susah BAB pada anak sebagai langkah awal di rumah.Yuk, simak selengkapnya, Bu!

Ciri-Ciri Anak Sembelit

Konstipasi atau sembelit pada anak adalah gangguan pencernaan pada anak yang terjadi ketika feses lambat bergerak di dalam saluran pencernaan. Ada beberapa ciri anak sembelit, yaitu:

  • Frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu.

  • Ukuran feses atau kotoran yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan biasanya.

  • Sakit perut atau mengejan berlebihan.

Umumnya, gejala-gejala tersebut berlaku pada anak berusia hingga 0 sampai 4 tahun, yang sudah berlangsung paling tidak 1 bulan lamanya. 

Gejala ini tentu akan berdampak pada aktivitas harian si Kecil. Ia jadi tidak mood bermain, tidurnya tidak nyenyak, atau bisa lebih sering marah dan menangis. Hal ini tidak hanya membuat anak tidak nyaman, tapi pasti membuat Ibu khawatir.

Jika gejalanya sudah berlangsung sampai 4 minggu atau lebih, tandanya anak mengalami sembelit kronis, Bu, sehingga perlu diperiksakan ke dokter.

Ibu bisa juga cek langsung gejala sembelit pada anak di Tummypedia, ya! Hasilnya bisa Ibu download langsung, lho, untuk dikonsultasikan dengan dokter anak atau Tim Bebecare yang hadir 24 jam untuk menjawab pertanyaan Ibu.

Penyebab Anak Susah BAB

Tahukah Ibu? Dari seluruh kasus konstipasi pada anak, sebanyak 95% ternyata disebabkan oleh faktor pola hidup. Misalnya, kurang asupan makanan tinggi serat (buah dan sayuran) yang kurang, sehingga memicu anak jadi susah BAB. 

Selanjutnya, anak yang cenderung kurang bergerak aktif, seperti lebih suka main gadget di tempat tidur selama berjam-jam. Kebiasaan ini membuat makanan yang dimakan si Kecil menjadi susah bergerak di dalam pencernaan.

Kemudian, perilaku anak yang suka menahan buang air besar juga menjadi penyebab anak jadi sembelit. Ini sering kali diawali dengan pengalaman BAB yang buruk karena sakit. Anak-anak mungkin juga masih merasa takut untuk pergi ke toilet sendiri, atau bisa pula karena mereka lebih memilih asyik bermain. 

Beberapa anak mungkin sering menahan BAB karena merasa tidak nyaman kalau harus menggunakan toilet umum saat berada di luar rumah.

Selain itu, penyebab anak susah BAB bisa juga karena kesalahan obat atau alergi makanan tertentu. Namun, kedua faktor ini kemungkinannya sangat kecil, Bu, hanya sekitar 5% saja.

Cara Mengatasi Susah BAB pada Anak

Setelah mengetahui penyebabnya, sekarang Ibu bisa memberikan pertolongan pertama pada si Kecil yang perutnya sedang sakit melilit karena sembelit. Yuk, Bu, kita ulas satu per satu cara mengatasi susah BAB pada anak di bawah ini.

1. Pastikan si Kecil Minum Air yang Cukup

Apakah selama ini si Kecil sudah cukup minum, Bu? Jika belum, mencukupi kebutuhan cairan si Kecil bisa menjadi cara mengatasi anak susah BAB.

Anak yang kekurangan cairan tubuh atau bahkan dehidrasi bisa membuat BAB-nya menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan. Minum air putih atau air mineral secara rutin bisa membuat sistem pencernaan buah hati menjadi lancar sehingga kotoran dalam tubuh mudah dikeluarkan. 

Jadi, penting ya, Bu memberikan si Kecil asupan air yang cukup. Bila anak menolak atau bosan dengan air putih, Ibu bisa mengakalinya dengan membuat infused water. 

Buatlah infused water dari beberapa potongan buah seperti apel, semangka, stroberi, atau lemon ke dalam segelas air putih. Tambahkan daun mint, jika anak suka.

Warna-warni buah-buahan tersebut bisa membuat anak lebih tertarik. Rasanya pun lebih segar. Kalau buah-buahannya bercita rasa asam, Ibu bisa juga menambahkan sedikit madu sebagai pemanisnya.

2. Tingkatkan Konsumsi Probiotik

Jika sudah mengatur jadwal makan dan menu makanan anak jadi tinggi serat, tapi anak masih sulit BAB atau sembelit, Ibu bisa coba memberikan susu dengan kandungan probiotik sebagai cara mengatasi anak susah BAB. Dalam probiotik terkandung FOS:GOS yang baik untuk pencernaan.

Ibu pasti ingin, kan, si Kecil tumbuh menjadi anak yang sehat dan selalu ceria? Jadi, pastikan ia selalu mendapat asupan bernutrisi untuk mendukung kesehatan pencernaannya (happy tummy). 

Salah satu jenis susu formula terfortifikasi dengan kandungan probiotik yang bisa Ibu berikan adalah Bebelac Gold 3. Bebelac Gold 3 mengandung FOS:GOS dengan rasio 1:9 yang sudah teruji secara klinis, serta diperkaya 13 vitamin dan 5 mineral. Bebelac juga dilengkapi dengan nutrisi lain, seperti omega 3 dan omega 6. 

3. Minum Campuran Madu dan Biji Rami

Cara mengatasi anak susah BAB secara alami bisa dengan membuat minuman dari campuran madu dan biji rami (flaxseed). 

Biji rami atau flaxseed adalah salah satu sumber serat larut dalam air, sehingga mampu melunakkan feses dan membuatnya mudah dikeluarkan. Bahan alami ini juga membantu meredakan gejala sembelit akibat penyakit pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar. 

Satu sendok biji rami tanah diketahui mengandung sekitar 1,9 gram serat, serta nutrisi lain yang terdiri dari protein, kalium, dan magnesium.

Ibu bisa memberikan campuran madu dan biji rami ini ketika perut anak sedang kosong, ya.

4. Konsumsi Pisang yang Dicampur dengan Air Hangat

Obat susah BAB untuk anak alami yang bisa dikonsumsi selanjutnya adalah pisang yang dicampur dengan air hangat. Campuran ini sudah dikenal sebagai obat sembelit pada anak yang ampuh.

Pisang merupakan salah satu buah mengandung serat yang larut dalam air. Jenis serat ini dapat membantu melunakkan tinja agar tetap lembut sehingga meningkatkan pergerakan tinja di saluran pencernaan si Kecil. 

5. Ajak Ia Bergerak Aktif

Cara mengatasi anak susah BAB lainnya adalah dengan mengajak si Kecil untuk bergerak aktif. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu mendorong gerakan usus sehingga pencernaannya jadi lebih lancar, Bu.

Ibu bisa mengajak anak bergerak aktif dengan berjoget bersama menggunakan lagu kesukaannya. Tentu saja ini dilakukan saat perut sedang tidak sakit.

Tapi ingat, jangan terlalu memaksa ya, Bu. Jika ia tidak kuat bergerak banyak. Ibu bisa mengajaknya berjalan kaki pelan-pelan di sekitar rumah, berlari, atau bermain bola sambil mengobrol agar ia tidak merasa terbebani.

6. Penuhi Kebutuhan Seratnya

Kekurangan serat menjadi salah satu penyebab anak susah BAB yang paling umum. Ini karena serat memegang peranan penting bagi pencernaan si Kecil. Ibu bisa memenuhi kebutuhannya dengan menyajikan makanan berserat, seperti buah dan sayuran, biji-bijian, serta kacang- kacangan.

Salah satu buah yang baik untuk mengatasi susah BAB adalah kiwi. Kiwi dapat membantu membuat feses anak menjadi lebih lunak. Dalam 100 gram kiwi terdapat 2-3 gram serat. Anak-anak dianjurkan untuk mengonsumsi serat sebanyak 0,5 gram sehari dan maksimum 35 gram sehari.

Selain itu, cobalah Ibu rutin menyajikan makanan kaya serat lainnya berupa sayuran hijau, termasuk bayam dan brokoli, serta buah-buahan, seperti apel (tanpa kulit), jeruk, dan pepaya. 

Tidak hanya serat, Ibu juga bisa memberikan makanan mengandung prebiotik atau bakteri baik untuk si Kecil. Prebiotik dapat membantu menurunkan pH dalam usus besar serta berperan sebagai antiinflamasi dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Hal ini akan membantu mengurangi risiko sembelit sekaligus sebagai cara mengatasi anak susah BAB. 

Ibu bisa mendapatkan asupan prebiotik lewat produk minuman fermentasi, seperti yogurt.

Baca Juga: Ragam Nutrisi Makanan untuk Jaga Pencernaan Si Kecil Tetap Sehat 

7. Biasakan Anak Duduk di Toilet secara Mandiri

Anak-anak sering kali menahan buang air besar. Hal inilah yang menyebabkan anak susah BAB dan keras.

Cara mengatasinya, Ibu bisa melatih anak agar rutin BAB setiap hari. Cobalah ajarkan buah hati ke kamar mandi saat pertama kali ia merasakan keinginan untuk buang air besar.

Orang tua juga dapat membuat jadwal BAB teratur dengan meminta si Kecil duduk di toilet setiap harinya di waktu yang sama, usahakan setelah makan. Lakukan sekitar 3-5 menit.

Jika perlu, sediakan bangku di bawah kloset agar anak bisa duduk dengan nyaman di toilet dan mengeluarkan fesesnya dengan mudah. 

Ciptakan suasana yang nyaman dan rileks untuk anak. Hindari memberikan komentar negatif meskipun anak belum berhasil BAB. Cara ini bisa diulangi lagi sesudah waktu makan berikutnya atau sebelum tidur.

Baca Juga: Cara Jitu Melatih Anak Potty Training

8. Atur Jadwal Makan Anak

Bila ada perubahan rutinitas jadwal makan, anak bisa saja mengalami susah BAB, Bu. Misalnya, anak seharusnya mengonsumsi makanan pada pukul 1 siang, lalu berubah menjadi pukul 2 siang. 

Jadi, pastikan Ibu memberikan makanan anak secara teratur sesuai jadwalnya, ya. Hal ini dapat merangsang usus sehingga anak bisa buang air besar dengan teratur pula. 

9. Ingatkan Anak untuk Tidak Menahan BAB

Beberapa anak begitu asyik bermain sehingga mereka mengabaikan keinginan untuk buang air besar. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, ia bisa mengalami susah BAB dan keras.

Maka itu, Ibu bisa sering-sering mengingatkan anak untuk tidak mengabaikan dan menahan keinginan BAB. Misalnya, dengan mengatakan “Nak, kalau mau pup bilang Ibu, ya. Jangan ditahan, nanti perutnya tambah sakit, lho. Adik nggak mau ‘kan kalau perutnya makin sakit?” 

Sebisa mungkin jangan memarahi anak bila feses yang ditahannya mengotori celana dalam si Kecil. Sebaliknya, Ibu bisa bilang “Tuh kan celana adik kotor karena nggak kasih tau Ibu kalau mau pup, lain kali adik bilang Ibu kalau mau pup, ya”.

Apabila anak berhasil BAB, Ibu dan Ayah bisa memberikan pujian. Misalnya, “Gitu dong, pintarnya anak Ibu!”, atau “Good job, Nak!”

Bila perlu, Ibu dan Ayah bisa memberikan hadiah sederhana atas keberhasilannya tidak menahan BAB, agar anak senang dan jadi dorongan baginya untuk mau rutin BAB. Misalnya, dengan memberikan buku bacaan atau mainan yang diinginkannya.

10. Berikan Obat Pencahar

Cara mengatasi anak yang susah BAB selanjutnya adalah dengan memberikannya obat pencahar. Walaupun obat susah BAB ini mungkin bisa ditemukan secara bebas di apotek, pastikan Ibu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya, untuk mendapatkan rekomendasi obat yang tepat. 

Dokter mungkin akan memberikan pilihan obat susah BAB untuk anak sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Misalnya, laktulosa yang dapat membantu membuat feses menjadi lebih lunak, sehingga lebih mudah dikeluarkan. 

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi, Bu

Sekarang, Ibu sudah tidak khawatir lagi karena mengetahui penyebab dan cara mengatasi anak susah BAB yang bisa dilakukan di rumah. 

Yuk, Bu, praktikkan segera pada anak agar proses tumbuh kembangnya tetap berjalan optimal dengan akal yang terus berkembang kreatif (happy brain) dan hati yang besar (happy heart). Sebagai partner Ibu Hebat, Ddapatkan juga informasi lengkap tentang kesehatan pencernaan anak dan fitur-fitur menarik lainnya dengan mendaftarkan diri di Bebeclub, ya!


Referensi:

  1. Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/constipation.html. Diakses pada 29 September 2022.
     
  2. Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/laxatives. Diakses pada 29 September 2022.
     
  3. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242. Diakses pada 29 September 2022.
     
  4. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/bananas-and-constipation#fiber. Diakses pada 29 September 2022.
     
  5. Healthline. https://www.healthline.com/health/flaxseed-for-constipation#flaxseed-for-constipation. Diakses pada 29 September 2022.
     
  6. Kids Plus Pediatrics. https://kidsplus.com/parent-resources/doctors-notes/constipation-in-toddlers-older-children/. Diakses pada 02 Oktober 2022
     
  7. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/baby/health/constipation-in-children/. Diakses pada 02 Oktober 2022
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait