Akibat Tidak Makan Sayur pada Anak dan Cara Mengatasinya
Akibat tidak makan sayur pada anak yang paling utama adalah ia akan sering sembelit atau susah BAB karena kurang serat. Bahkan, saat BAB bisa jadi traumatis untuknya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 16 April 2026
Diperbarui: 16 April 2026
Akibat tidak makan sayur pada anak yang bisa menimbulkan trauma adalah sembelit. Jika dibiarkan, penyerapan nutrisi juga bisa terganggu dan memengaruhi tumbuh kembangnya. Bagaimana cara agar anak mau makan sayur?
Mengapa Sayur Sangat Penting untuk Anak?
Makan sayur setiap hari memberikan manfaat untuk kesehatan bagi semua orang, terlebih anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Sebab, sayuran adalah makanan tinggi serat, bahkan sumber utama. Apalagi, di dalam sayur juga mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan.
Makan sayur secara rutin bisa memberikan si Kecil energi, meningkatkan sistem imun anak, menjaga kesehatan pencernaan, mengoptimalkan tumbuh kembang, hingga melindunginya dari risiko penyakit kronis di masa dewasa.
Kenapa Anak Tidak Suka Makan Sayur?
Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal BMC Public Health menyebutkan setidaknya ada beberapa alasan anak tidak suka makan sayur, seperti:
- Tekstur dan warna sayuran (sensori)
- Rasa sayuran yang cenderung pahit
- Belum familier dengan sayur
- Pola makan keluarga
- Picky eaters
Apa Akibat Anak Tidak Mau Makan Sayur?
Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat tidak makan sayur pada anak, seperti:
1. Sembelit dan Gangguan Pencernaan
Salah satu akibat anak tidak mau makan sayur yang paling umum terjadi adalah sembelit pada anak atau masalah pencernaan lainnya.
Ini karena sayur adalah salah satu sumber serat utama, dan serat adalah nutrisi yang membantu membentuk feses jadi lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan.
Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Sembelit pada Anak Sebelum ke Dokter
2. Anak Mudah Sakit
Akibat tidak makan sayur pada anak selanjutnya adalah anak jadi lebih mudah sakit.
Vitamin, mineral, dan antioksidan paling banyak ditemukan pada sayur dan buah. Jika si Kecil menolak makan sayur, asupan vitamin tentu akan berkurang.
Padahal, vitamin sangat diperlukan untuk membentuk sistem imun. Alhasil, sistem imun anak jadi lemah, tubuhnya kesulitan melawan kuman penyakit, dan sering sakit.
3. Berat Badan Tidak Stabil
Anak yang tidak mau makan sayur dan buah lebih berisiko memiliki berat badan yang tidak stabil, baik itu terlalu kurus atau malah obesitas.
Sayur lebih lama dicerna tubuh sehingga membuat si Kecil kenyang lebih lama. Jadi, akibat anak tidak mau makan sayur adalah ia lebih mudah lapar dan makan makanan tinggi kalori yang dapat menaikkan berat badan anak.
Di sisi lain, penelitian di Jornal de Pediatria (2023) menyebutkan, kurang makan sayur bisa menyebabkan malnutrisi, yang membuat anak stunting atau berat badan di bawah ideal.
4. Kurang Fokus dan Cepat Lelah
Selain sumber vitamin dan mineral, sayur juga menyediakan energi untuk si Kecil. Maka itu, akibat tidak makan sayur pada anak yang juga dapat dialami adalah jadi mudah lelah dan kurang fokus.
Terutama ketika si Kecil kekurangan zat besi yang juga banyak ditemukan di sayuran hijau. Ini bisa menyebabkan anemia pada anak, yang gejalanya dapat berupa lemah, letih, lesu, dan susah fokus.
5. Masalah Kulit dan Luka Sulit Sembuh
Masalah kulit dan luka yang sulit sembuh juga bisa jadi salah satu akibat tidak makan sayur pada anak, terlebih kekurangan sayur yang mengandung vitamin C.
Sebab, salah satu manfaat vitamin C adalah untuk pembentukan kolagen yang dapat mempercepat penyembuhan luka sekaligus menjaga kesehatan kulit.
6. Risiko Kekurangan Nutrisi Jangka Panjang
Kekurangan nutrisi jangka panjang bisa menyebabkan masalah tumbuh kembang pada anak. Ini bisa dilihat dari berat badan anak yang kurang dari usianya dan tinggi badan yang cenderung pendek.
Selain itu, risiko penyakit kronis pun dapat meningkat, seperti diabetes, obesitas, stroke, dan penyakit jantung.
Sebagai rangkuman, berikut ini adalah tabel akibat anak tidak suka makan sayur:
|
Sistem Tubuh |
Dampak |
Penjelasan |
|
Pencernaan |
Sembelit, feses keras |
Kurang serat dan air, dapat memperlambat gerakan usus sehingga feses susah keluar. |
|
Sistem Imun |
Anak mudah sakit |
Kekurangan vitamin A, C, dan antioksidan yang berperan dalam pembentukan sistem imun. |
|
Otak dan Kognitif |
Sulit fokus dan konsentrasi, mudah lelah |
Nutrisi menuju otak, seperti folat dan zat besi tidak tercukupi. |
|
Kulit |
Kulit kusam, kering, mudah gatal, luka sulit sembuh |
Kekurangan vitamin A dan C yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit. |
|
Tumbuh Kembang |
Risiko berat badan tidak stabil (underweight dan obesitas) |
Sayur membantu kenyang lebih lama sehingga pola makan jadi lebih teratur. |
|
Jangka Panjang |
Risiko obesitas dan diabetes |
Vitamin, mineral, dan antioksidan dapat membantu menurunkan tingkat peradangan yang menyebabkan penyakit kronis |
Baca Juga: Cara Membedakan Anak Kurus tapi Sehat atau Kurang Gizi
Cara Agar Anak Mau Makan Sayur
Sayur sangat penting untuk kesehatan si Kecil, bahkan dalam jangka panjang, hingga usianya dewasa. Berikut ini adalah tips agar anak suka makan sayur yang bisa Ibu coba:
1. Gunakan Teknik Food Exposure 10-15 kali
Menurut IDAI, cara agar anak suka makan sayur adalah dengan menggunakan teknik food exposure sebanyak 10-15 kali. Artinya, kenalkan terus makanan baru dan sayur sebanyak 10-15 kali, sebelum akhirnya menyerah.
Penelitian dalam jurnal Appetite (2023) menyebutkan cara ini efektif untuk membuat si Kecil terbiasa sampai akhirnya mau makan sayur.
Ibu bisa menawarkan sayuran yang enak untuk anak, seperti:
|
Jenis Sayur |
Cocok untuk Anak karena… |
|
Wortel |
Rasa manis alami |
|
Brokoli |
Mudah diolah, teksturnya lembut |
|
Bayam |
Mudah dilumatkan dan dicampur dengan makanan lain |
|
Labu kuning |
Rasa manis, tekstur lembut dan creamy |
|
Kacang polong |
Bentuk kecil-kecil, mudah digenggam, melatih motorik halus |
2. Campur dengan Makanan Favorit Anak
Ibu bisa menghindari akibat tidak makan sayur pada anak dengan cara mencampurkan sayuran ke makanan favorit anak.
Cobalah melumatkan sayur atau memotongnya kecil-kecil agar si Kecil tidak sadar. Cara ini akan membantu menyamarkan rasanya, sehingga lebih bisa diterima oleh lidah si Kecil.
3. Gunakan Potongan Kecil atau Bentuk Lucu
Tips agar anak suka makan sayur yang selanjutnya adalah Ibu bisa mencoba memotongnya kecil-kecil sehingga mudah digenggam, seperti finger food sebagai snack.
Ibu juga bisa memotong sayuran dengan bentuk lucu-lucu atau hewan kesukaan si Kecil agar ia lebih tertarik dan penasaran untuk mencoba.
Baca Juga: 12 Buah dan Sayur yang Mengandung Vitamin A untuk Anak
4. Libatkan Anak Saat Memasak
Untuk mencegah berbagai akibat tidak makan sayur pada anak, libatkanlah anak dalam proses memasak, Bu.
Ini adalah salah satu cara agar anak mau makan sayur yang menyenangkan. Sebab, anak yang terlibat langsung berpeluang lebih besar untuk mencoba makanan yang ia siapkan.
5. Tawarkan Pilihan, Jangan Memaksa
Ibu bisa menyiapkan beberapa jenis pilihan sayur agar membuat anak lebih mau makan sayur. Dengan menawarkan pilihan, si Kecil lebih mungkin memilih salah satunya.
Hindari memaksa agar tidak menimbulkan trauma, ya, Bu.
6. Beri Contoh pada Anak
Tips agar anak suka makan sayur yang paling jitu adalah dengan memberikan contoh. Ibu bisa melakukannya saat jam makan ataupun ketika snack time.
Lakukanlah secara alami tanpa menyuruh si Kecil. Melihat Ibu menikmatinya akan membuat anak lebih tertarik untuk mencobanya.
7. Gunakan Metode “Satu Gigitan”
Terakhir, cara agar anak suka makan sayur yang bisa Ibu coba adalah dengan menerapkan one bite rule. Ibu bisa membujuknya untuk mencoba satu gigitan agar ia mengenal rasanya.
Ibu bisa mengatakan, “Coba satu gigit saja ya, Nak. Kalau tidak suka, tidak apa-apa.” Tapi, Ibu tetap perlu mencontohkannya, ya.
Jika si Kecil mau, beri pujian tanpa berlebihan dan letakkan makanan di depannya. Jika ia mau, ia akan mengambilnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Menu Makanan Sehat dan Lezat untuk Anak GTM
Kapan Anak yang Tidak Mau Makan Sayur Harus Dibawa ke Dokter?
Anak susah makan sayur sebenarnya cukup umum, tapi Ibu juga perlu waspada jika si Kecil sama sekali tidak mau makan dan terlalu picky.
Ibu perlu membawa si Kecil ke dokter jika telah melihat adanya tanda-tanda akibat tidak makan sayur pada anak, seperti:
- BAB keras berkepanjangan
- Berat badan turun atau tidak naik berat badan sesuai grafik pertumbuhan
- Anak sangat memilih makanan (kurang dari 10 jenis makanan)
- Tidak mau makan sayur sama sekali sekalipun telah 3 bulan mencoba semua cara agar anak suka makan sayur
Sambil terus mencoba berbagai cara agar anak suka sayur, Ibu juga bisa memberikan si Kecil susu tinggi serat untuk membantu memenuhi kebutuhan seratnya.
Ini bisa membantu mencegah akibat tidak makan sayur pada anak yang memengaruhi tumbuh kembangnya.
Yuk, Bu, daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli.
Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
