MPASI 9 Bulan: Tekstur, Jadwal, Takaran Porsi, dan Ide Menunya

MPASI 9 bulan diberikan sebanyak 3–4 kali dengan camilan 1–2 kali. Teksturnya cincang halus atau kasar dan bisa mulai diberikan finger food, seperti buah-buahan yang dipotong stik.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
mpasi 9 bulan-bebeclub


MPASI 9 bulan memiliki tekstur, porsi, dan frekuensi yang berbeda daripada bulan-bulan sebelumnya. Lantas, seperti apa makanan bayi 9 bulan yang sesuai Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)?

Tekstur MPASI 9 Bulan Sesuai Rekomendasi IDAI

Menurut IDAI, tekstur MPASI bayi 9 bulan adalah makanan cincang halus atau kasar dan makanan padat seukuran genggaman anak (finger food).

Seiring bertambahnya usia bayi, tekstur MPASI harus semakin kasar dan padat untuk melatih kemampuan mengunyah sehingga memperkuat otot dan tulang rahang.

Bila tekstur tidak dinaikkan, bayi sulit terbiasa dengan berbagai jenis makanan dan rentan mengalami picky eating. Akibatnya, asupan gizi pun bermasalah dan mengganggu tumbuh kembangnya.

Finger food penting untuk mendorong bayi makan sendiri dan melatih ia mengambil makanan dengan jari-jari tangannya. Finger food yang aman diberikan bisa berupa wortel kukus dan buah yang dipotong panjang.

Porsi dan Frekuensi Makan Bayi 9 Bulan

Bayi usia 9 bulan sudah bisa makan 3-4 kali sehari dengan takaran porsi 1/2 mangkuk ukuran 250 ml untuk satu kali makan. 

Di antara jadwal makan utamanya ini, berikan 1-2 kali camilan atau snack sehat, seperti potongan buah, telur, atau sayur. Tetap teruskan ASI sesuai kebutuhan dan permintaan si Kecil. 

Kebutuhan energi harian bayi 9 bulan sebesar 750-900 kkal. Sebanyak 400-500 kkal didapatkan dari ASI, dan sisanya berasal dari MPASI 9 bulan.

Baca Juga: Normalkah Bayi 9 Bulan Belum Bisa Makan Bertekstur Kasar?

Contoh Jadwal MPASI 9 Bulan

Berikut adalah contoh jadwal menu MPASI 9 bulan​ yang bisa dijadikan panduan:

Waktu

Menu MPASI 9 bulan

Porsi & Tekstur

06.00

Oatmeal + telur

½ mangkuk, cincang halus

08.00–09.00

ASI atau potongan pepaya

3–4 potong

12.00–13.00

Nasi tim ayam + wortel cincang

½ mangkuk, cincang kasar

14.00–15.00

Yoghurt + buah naga

3–4 sendok, cincang kasar

17.00–18.00

Tahu udang kukus + nasi lembek

½ mangkuk, cincang kasar

19.00–20.00 (sebelum tidur)

ASI

Sesuai kebutuhan bayi

 

Dalam menjalani jadwal makan bayi 9 bulan​, hindari memaksa makan, apalagi paksaan menghabiskannya bila sudah kenyang. Memaksa makan justru akan membuat bayi menolak makan

Bayi Umur 9 Bulan Sebaiknya Makan Apa?

Bayi 9 bulan sudah bisa makan berbagai jenis makanan. Berikut adalah contoh makanan yang cocok untuk MPASI bayi 9 bulan agar asupan gizinya seimbang.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang akan digunakan pertama kali oleh tubuh. Sumber karbohidrat pada MPASI bisa menggunakan:

  • Nasi putih
  • Jagung
  • Kentang
  • Ubi
  • Singkong

2. Protein Hewani

IDAI menyatakan, protein hewani lebih diprioritaskan daripada protein nabati. Kementerian Kesehatan RI menyatakan, asupan protein hewani efektif cegah stunting.

Sumber protein hewani pada MPASI 9 bulan bisa didapat dari:

  • Daging ayam
  • Daging sapi
  • Telur
  • Berbagai macam ikan bergizi tinggi, seperti ikan kembung, teri basah, patin, kakap, gabus, dan salmon.

3. Protein Nabati

Protein nabati mampu melengkapi asupan protein hewani pada bayi 9 bulan. Sumbernya mudah ditemukan di sekitar, di antaranya:

  • Tempe
  • Tahu
  • Kedelai
  • Kacang hijau
  • Kacang merah
  • Kacang polong
  • Susu kedelai

4. Lemak Sehat

Lemak sehat terdiri dari omega-3 DHA dan beberapa minyak dari buah dan kacang-kacangan. Omega-3 DHA penting untuk kesehatan mata dan perkembangan otak. 

Lemak sehat baik untuk kesehatan jantung dan bantu tambah asupan kalori harian. Jadi, berat badan bayi tak mudah turun. Sumber lemak sehat untuk MPASI 9 bulan bisa ditemukan di:

  • Salmon
  • Ikan kembung
  • Makarel
  • Cakalang
  • Minyak ikan
  • Alpukat
  • Almon
  • Buah zaitun

5. Serat, Vitamin, dan Mineral

Serat, vitamin, dan mineral biasa dijumpai pada sayur dan buah-buahan. Serat penting untuk mengatasi sembelit pada bayi dan menyehatkan saluran cerna secara menyeluruh.

Vitamin dan mineral membantu fungsi berbagai organ agar bekerja dengan optimal. Sumber serat, vitamin, dan mineral pada buah-buahan bisa dijumpai pada:

  • Pisang
  • Apel
  • Alpukat
  • Pepaya
  • Melon
  • Stroberi

Sementara itu, sumber serat, vitamin, dan mineral dalam sayur-sayuran, di antaranya:

  • Brokoli
  • Bayam
  • Sawi
  • Kol
  • Pakcoy
  • Kembang kol

6. Probiotik & Prebiotik

MPASI kaya probiotik dan prebiotik dapat menyeimbangkan bakteri baik di saluran pencernaan, memperkuat sistem imun, meningkatkan penyerapan zat gizi, hingga menurunkan risiko eksim.

Probiotik adalah makanan yang kaya bakteri baik dan bisa didapatkan di:

  • Yoghurt
  • Tempe
  • Miso

Sementara itu, prebiotik merupakan serat yang berperan sebagai makanan probiotik agar tetap bertahan hidup di saluran cerna. Makanan bayi 9 bulan yang kaya prebiotik, di antaranya:

  • Pisang
  • Oatmeal
  • Bawang bombay
  • Daun bawang
  • Apel
  • Bengkuang
  • Rumput laut
  • Susu terfortifikasi

7. Zat Besi

Zat besi merupakan asupan gizi yang penting dalam MPASI bayi 9 bulan. Bayi perlu memenuhi asupan zat besi untuk perkembangan otaknya.

Zat besi terdiri zat besi hewani (heme) dan nabati (non-heme). Zat besi heme lebih mudah diserap, tapi penyerapan zat besi non-heme bisa dimaksimalkan dengan konsumsi vitamin C.

Berikut sumber zat besi heme:

  • Telur
  • Hati ayam atau sapi
  • Daging sapi
  • Daging kambing
  • Paha ayam

Sumber zat besi non-heme bisa dijumpai pada:

  • Bayam
  • Brokoli
  • Ubi jalar
  • Buncis

Ibu bisa mengecek pertambahan panjang dan berat badan si Kecil tiap bulan langsung di BebeJourney! Di BebeJourney juga terdapat panduan tumbuh kembang eksklusif yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Ibu dan si Kecil.

Baca Juga: 15 Resep Cemilan Bayi 9 Bulan yang Lezat dan Padat Gizi

Ide Resep MPASI 9 Bulan yang Mudah dan Bergizi

Supaya bayi makin lahap dan tidak bosan konsumsi makanan bayi 9 bulan, coba kreasikan berbagai jenis menu. Berikut ide resep menu MPASI 9 bulan​ yang bisa dicoba di rumah:

1. Nasi Tim Ayam

Saat si Kecil sudah tidak selera makan bubur, Ibu bisa coba menaikkan teksturnya jadi nasi tim dengan topping daging ayam cincang.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 20 gram beras, pastikan sudah dicuci bersih.
  • 25 gram daging ayam cincang.
  • 25 gram tempe.
  • 25 gram buncis.
  • 25 gram tomat.
  • 10 gram keju parut.

Cara membuat:

  1. Campurkan beras yang sudah dicuci bersih dengan air, daging ayam, dan tempe.
  2. Rebus seluruh bahan tersebut sambil terus diaduk hingga menjadi bubur.
  3. Masukkan buncis dan tomat, masak sampai sayuran matang.
  4. Masukkan keju parut, aduk rata, angkat.
  5. Haluskan dengan blender atau saringan kawat.
  6. Terakhir, pindahkan dalam wadah makan si Kecil.
  7. MPASI siap disajikan

2. Makaroni Keju Daging Sapi

Jika si Kecil bosan makan nasi, olah pasta makaroni sebagai pengganti karbohidratnya. Selain dicampur daging sapi cincang, keju juga bisa jadi tambahan nutrisi, lho! 

Bahan yang dibutuhkan:

  • 100 gram makaroni, rebus hingga lunak.
  • 50 gram daging sapi cincang.
  • Keju parut secukupnya.
  • ½ gelas air atau ASI.

Cara membuat:

  1. Rebus makaroni hingga lunak, sisihkan. Sediakan panci, lalu tumis daging sapi hingga matang.
  2. Setelah daging matang, tuang makaroni dan sedikit air. Aduk-aduk hingga air menyusut dan tambahkan keju parut.
  3. Sajikan selagi masih hangat.

3. Brokoli dan Kembang Kol Keju Panggang

Resep brokoli dan kembang kol keju panggang juga bisa menjadi pilihan menu MPASI 9 bulan​ agar tidak bosan. Aroma kejunya dijamin bikin si Kecil tak bisa menolak, Bu!

Bahan yang dibutuhkan:

  • 125 gram brokoli, potong per kuntum, cuci bersih.
  • 125 gram kembang kol, potong per kuntum, cuci bersih.
  • 1 sendok makan unsalted butter.
  • 1 sendok makan tepung terigu serbaguna.
  • 125 ml ASI.
  • 100 gram keju mozarella.
  • 100 gram keju parmesan bubuk.
  • 50 gram keju cheddar parut.
  • Mentega secukupnya.

Cara membuat:

  1. Kukus brokoli dan kembang kol yang telah dicuci bersih sekitar 3-5 menit, atau sampai setengah matang. 
  2. Angkat, kemudian masukkan ke dalam air es. Tiriskan dan sisihkan terlebih dahulu.
  3. Lelehkan unsalted butter dalam wajan untuk membuat saus keju.
  4. Kemudian, masukkan tepung terigu serbaguna, aduk hingga rata. Tuang ASI sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai mengental dan mendidih. 
  5. Masukkan keju mozarella dan parmesan secukupnya ke dalam wajan. Aduk sampai keju larut. Jika sudah, angkat dan sisihkan. 
  6. Oleskan mentega pada loyang atau wadah tahan panas. Tata brokoli dan kembang kol ke wadah tersebut. 
  7. Siram brokoli dan kol dengan saus keju. Taburi atasnya dengan keju mozzarella, keju cheddar, dan keju parmesan bubuk.
  8. Panggang brokoli dan kembang kol di oven suhu 180ºC hingga kecokelatan (kurang lebih 15 menit).
  9. Sajikan hidangan MPASI ini selagi hangat.

4. Scramble Tomat dan Alpukat 

Telur mengandung protein yang baik untuk bantu perkembangan otak. Olah telur dengan jenis bahan makanan lain yang bernutrisi, seperti tomat dan alpukat, agar gizinya makin komplit.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 1 butir telur ayam.
  • 1 sendok teh air.
  • ¼ buah tomat, cuci bersih dan potong dadu.
  • 1 sendok teh minyak zaitun.
  • ¼ buah alpukat yang sudah dipotong dadu.

Cara membuat:

  1. Kocok telur, air, dan tomat dalam wadah kecil.
  2. Panaskan minyak zaitun di atas wajan. Tuang telur, aduk rata menggunakan spatula secara perlahan sampai menjadi orak-arik. 
  3. Sebelum matang sepenuhnya, masukkan potongan buah alpukat. Kemudian, masak kembali hingga matang sempurna. 
  4. Angkat dan tuang MPASI ke piring saji. 

5. Bubur Oat Bayam Alpukat

Bahan utama makanan ini cocok dijadikan sebagai pilihan resep MPASI 9 bulan. Kombinasi ketiganya sangat baik bagi si Kecil karena kaya akan kandungan kalsium, zat besi, dan protein.

Bahan yang dibutuhkan:

  • ¼ cangkir oat.
  • ¼ buah alpukat.
  • 50 gram bayam, cincang kasar.
  • ½ gelas air atau ASI.

Cara membuat:

  1. Rebus oat dan air di api sedang selama 10 menit sambil terus diaduk.
  2. Masukkan bayam, lalu masak selama 2-3 menit hingga bayam layu dan angkat.
  3. Masukkan alpukat dan adonan oat bayam ke dalam blender, lalu haluskan sebentar.
  4. Tambahkan air sampai mencapai tekstur makanan bayi 9 bulan​ yang diinginkan.

Baca Juga: ​​6 Cara Mudah Mengatasi Bayi 9 Bulan yang Susah Makan

6. Tim Tahu Udang Brokoli

Sumber protein nabati seperti tahu juga bisa diolah dengan cara ditim atau dikukus. Selain itu, bahan-bahan untuk menu MPASI 9 bulan​ yang satu ini juga mudah didapatkan. 

Bahan yang dibutuhkan:

  • 1 buah tahu sutra, hancurkan.
  • 25 gram udang kupas, cacah sampai halus.
  • 2 kuntum brokoli, parut.

Cara membuat:

  1. Masukkan tahu dalam wadah, lalu campurkan dengan udang dan brokoli sampai menjadi adonan kasar.
  2. Kukus selama 15 menit dan sajikan selagi hangat.

Memperkenalkan si Kecil dengan makanan baru biasanya akan memengaruhi pencernaannya. Makanya, Ibu sebaiknya cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker. Ibu tinggal upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan langsung dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Tips Agar Bayi Lahap Makan

Nafsu makan si Kecil penting agar ia mendapatkan asupan gizi yang optimal. Dengan begitu, tumbuh kembangnya bisa berjalan tanpa hambatan.

Nah, bagaimana cara meningkatkan nafsu makan si Kecil? Cobalah beberapa tips berikut ini:

  • Sajikan makanan dengan tampilan menarik, seperti berbagai warna dari buah dan sayur.
  • Ajak makan sekeluarga, pastikan lingkungan tetap menyenangkan bagi si Kecil.
  • Hindari distraksi, seperti gadget, TV, atau diajak jalan-jalan saat makan.
  • Ajarkan makan tepat waktu agar ia tau sensasi lapar dan kapan harus makan.
  • Hindari memaksa menghabiskan makan agar paham dengan rasa kenyang.
  • Variasikan menu MPASI agar tak mudah bosan.

MPASI 9 bulan perlu menyesuaikan tumbuh kembang bayi. Untuk itu, jumlah, tekstur, dan frekuensinya perlu semakin ditingkatkan lagi.

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar MPASI, kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi si Kecil, langsung hubungi BebeCare!

Tim careline BebeCare terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Editorial Staff. (n.d.). Guide to foods Baby’s first year. The Royal Children's Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/uploadedFiles/Main/Content/nutrition/guide-to-foods-babys-first-year.pdf
  2. Editorial Staff. (2025, March 20). Tastes and Textures. Infant and Toddler Nutrition. CDC. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/tastes-and-textures.html
  3. Coulthard, H., Harris, G., & Emmett, P. (2008). Delayed introduction of lumpy foods to children during the complementary feeding period affects child's food acceptance and feeding at 7 years of age. Maternal & Child Nutrition, 5(1), 75-85. https://doi.org/10.1111/j.1740-8709.2008.00153.x
  4. Taylor, C. M., & Emmett, P. M. (2019). Picky eating in children: causes and consequences. The Proceedings of the Nutrition Society, 78(2), 161–169. https://doi.org/10.1017/S0029665118002586
  5. Sari, Maria Galuh Kamenyangan. 2020. Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19. (2020). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19
  6. Tim Penulis. (2023, January 21). Protein Hewani Efektif Cegah Anak Alami Stunting. Kementerian Kesehatan RI. https://kemkes.go.id/id/%20protein-hewani-efektif-cegah-anak-alami-stunting
  7. Tim Penulis. Manfaat Protein untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini. (2024). Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3610/manfaat-protein-untuk-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia-dini
  8. Li, J., Pora, B. L. R., Dong, K., & Hasjim, J. (2021). Health benefits of docosahexaenoic acid and its bioavailability: A review. Food science & nutrition, 9(9), 5229–5243. https://doi.org/10.1002/fsn3.2299
  9. Editorial Staff. (2015, February 3). The truth about fats: the good, the bad, and the in-between. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-truth-about-fats-bad-and-good
  10. Editorial Staff. (2024, July). Probiotics and prebiotics: What you need to know for a balanced gut. BJC HealthCare. https://www.bjc.org/news/probiotics-and-prebiotics-what-you-need-know-balanced-gut
  11. Editorial Staff. (2025). Iron-Rich Foods. American Red Cross. https://www.redcrossblood.org/donate-blood/blood-donation-process/before-during-after/iron-blood-donation/iron-rich-foods.html
  12. Hafifah, Cut Nurul. (2017). Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi
  13. Tim Penulis. (2025, March 21). Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Anak. Rumah Sakit Akademik UGM. https://rsa.ugm.ac.id/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-anak/


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait