Normalkah Bayi 9 Bulan Belum Bisa Makan Bertekstur Kasar?
Bayi 9 bulan belum bisa makan kasar perlu terus dilatih agar dapat berkembang sesuai usianya. Hindari terlalu lama menunda kenaikan tekstur karena berpengaruh pada kemampuan makan.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 16 Agustus 2023
Diperbarui: 24 Agustus 2026
Bayi 9 bulan belum bisa makan kasar umumnya masih dalam proses belajar mengunyah dan menelan makanan dengan tekstur yang lebih padat. Latih kemampuan bayi secara bertahap dengan meningkatkan tekstur makanan dari bubur kasar, nasi tim, hingga finger food, sambil tetap mendampingi dan tidak memaksa si Kecil saat makan.
Bayi 9 Bulan Belum Bisa Makan Kasar, Aman atau Tidak?
Bayi 9 bulan umumnya sudah bisa makan makanan dengan tekstur yang lebih kasar, seperti makanan cincang halus maupun kasar.
Namun jika si Kecil belum langsung bisa, jangan khawatir. Di awal masa transisi, bayi memang sedang belajar mengunyah dan menelan makanan yang lebih padat.
Beberapa bayi mungkin mengalami gagging ringan atau sesekali memuntahkan makanan saat mencoba tekstur baru. Hal ini juga termasuk normal karena perkembangan kemampuan makan setiap bayi berbeda-beda.
Hal terpenting adalah terus mencoba agar si Kecil terbiasa dengan tekstur baru, tanpa memaksa. Hindari pula menunda-nunda naik tekstur dengan sengaja.
Kenapa Bayi 9 Bulan Sudah Mulai Perlu Naik Tekstur?
Bayi usia 9 bulan umumnya sudah siap naik tekstur ke makanan yang lebih padat, seperti makanan cincang halus, finger food, atau cincang kasar.
Makanan yang lebih bertekstur membantu bayi belajar mengunyah dan melatih otot-otot mulut yang digunakan saat makan (oromotor). Kemampuan oromotor yang bagus dapat mendukung perkembangan kemampuan bicaranya.
Kenaikan tekstur juga membantu bayi belajar menerima berbagai macam makanan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang terus meningkat seiring pertumbuhannya.
Baca Juga: Tekstur Makanan Bayi 9 Bulan dan Cara Mengenalkannya
Penyebab Bayi 9 Bulan Sulit Makan Tekstur Kasar
Ada bayi yang bisa dengan mudah naik tekstur, tapi ada juga yang perlu waktu lebih lama untuk menerima makanan bertekstur kasar. Beberapa alasan berikut bisa jadi penyebab bayi 9 bulan belum bisa makan kasar:
1. Terlalu Lama Diberi Puree
Bayi yang terlalu lama diberi makanan bertekstur sangat halus, seperti puree, melebihi usia yang direkomendasikan terutama jika sudah melewati usia 8 bulan, biasanya butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan tekstur makanan yang lebih padat dan kasar.
Ini karena bayi terbiasa dengan makanan yang mudah dikunyah dan bisa langsung ditelan, sehingga butuh waktu ekstra bila harus mengunyah makanan yang teksturnya lebih sulit.
Maka itu, pastikan bayi naik tekstur secara bertahap sesuai usia agar perkembangan kemampuan mengunyah dan menelannya tidak terlambat.
2. Masih Sensitif terhadap Tekstur Makanan
Sebagian bayi lebih sensitif terhadap perubahan tekstur, rasa, atau bentuk makanan. Akibatnya, bayi bisa langsung menolak, mengalami gagging, atau memuntahkan makanan yang terasa berbeda dari yang biasa ia konsumsi.
Kondisi ini cukup umum terjadi dan biasanya membaik seiring semakin seringnya bayi mencoba berbagai jenis makanan dengan berbagai tekstur.
3. Kemampuan Oromotor Belum Terlatih
Kemampuan oromotor adalah kemampuan otot mulut, lidah, rahang, dan pipi untuk mengolah makanan saat makan. Jika kemampuan ini belum terlatih dengan baik, bayi dapat kesulitan mengunyah atau memindahkan makanan di dalam mulut.
Akibatnya, bayi mungkin lebih sering memuntahkan makanan atau tampak kesulitan saat mencoba naik ke tekstur yang lebih kasar.
4. Takut atau Tidak Nyaman Saat Mengunyah
Pengalaman tersedak ringan, gagging, atau merasa tidak nyaman saat mencoba tekstur baru dapat membuat bayi menjadi lebih berhati-hati saat makan. Bayi mungkin menolak makanan karena belum terbiasa dengan sensasi tersebut.
Biasanya kondisi ini dapat diatasi dengan mengenalkan tekstur baru secara perlahan dan memberikan pengalaman makan yang nyaman serta menyenangkan.
5. Sedang Tumbuh Gigi atau Tidak Enak Badan
Saat tumbuh gigi, gusi bayi dapat terasa nyeri atau tidak nyaman sehingga ia menjadi lebih sensitif terhadap makanan yang perlu dikunyah. Hal ini sering membuat bayi menolak makanan dengan tekstur tertentu.
Nafsu makan bayi juga dapat menurun saat sedang tidak enak badan, misalnya karena flu, demam, atau gangguan kesehatan lainnya. Setelah kondisinya membaik, kemampuan dan nafsu makannya biasanya akan kembali meningkat.
Baca Juga: Penyebab Bayi 9 Bulan Susah Makan dan Cara Ampuh Mengatasinya
Apakah Normal Jika Bayi Gagging saat Makan Bertekstur Kasar?
Ya, gagging saat bayi belajar makan bertekstur kasar umumnya masih normal. Gagging adalah refleks alami tubuh untuk mencegah bayi tersedak makanan saat sedang belajar mengunyah dan menelan.
Gagging berbeda dengan tersedak. Saat mengalami gagging, bayi biasanya masih dapat bernapas dan mengeluarkan suara. Beberapa tanda gagging yang umum seperti batuk saat makan, menjulurkan lidah untuk mengeluarkan makanan, dan memuntahkan makanan.
Sebaliknya, tersedak adalah kondisi yang perlu segera ditangani karena dapat mengganggu jalan napas. Beberapa tanda tersedak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Tidak dapat mengeluarkan suara atau menangis.
- Sulit bernapas.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan.
Selama bayi mengalami gagging ringan dan tetap dapat bernapas dengan baik, Ibu tidak perlu khawatir. Seiring bertambahnya usia, refleks ini biasanya akan berkurang.
Cara Melatih Bayi 9 Bulan Naik Tekstur MPASI
Agar bayi bisa naik tekstur sesuai usianya, berikut cara melatih bayi mudah beradaptasi dengan tekstur baru:
1. Mulai dari Tekstur Bertahap
Naikkan tekstur makanan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan bayi. Misalnya, dari makanan lumat menjadi cincang halus sebelum beralih ke tekstur yang lebih kasar.
Perubahan yang bertahap membantu bayi belajar mengunyah dan menelan tanpa merasa kewalahan dengan tekstur baru.
2. Berikan Finger Food Lunak
Finger food dapat membantu bayi belajar menggigit, mengunyah, dan memegang makanan sendiri.
Pilih makanan yang lunak dan mudah dihancurkan dengan gusi, seperti pisang, alpukat, ubi kukus, atau wortel yang dimasak hingga empuk.
Selain melatih kemampuan makan, finger food juga membantu meningkatkan koordinasi tangan dan mulut bayi.
Baca Juga: MPASI 9 Bulan: Tekstur, Jadwal, Porsi, Menu
3. Kenalkan Sedikit demi Sedikit
Saat memperkenalkan tekstur baru, berikan dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Cara ini membantu bayi beradaptasi tanpa merasa kaget dengan perubahan tekstur baru.
Jika bayi menolak, terus coba kembali. Bayi biasanya membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum mulai menerima makanan baru.
4. Biarkan Bayi Bereksplorasi dengan Makanan
Tak perlu khawatir bila makanan berantakan. Bayi 9 bulan belum bisa makan kasar harus terus dilatih, salah satunya dengan membiarkannya memegang dan merasakan makanannya sendiri.
Cara ini membantu bayi mengenal tekstur, bentuk, dan karakteristik makanan dengan lebih baik. Makanan yang berceceran merupakan hal yang normal selama proses belajar ini berlangsung.
5. Konsisten dan Jangan Langsung Menyerah
Setiap bayi butuh waktu berbeda-beda sampai dapat menerima tekstur baru. Beberapa bayi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan bayi lainnya.
Karena itu, tetap kenalkan tekstur yang sesuai usia secara konsisten. Semakin sering bayi berlatih, semakin baik kemampuan makannya akan berkembang.
6. Hindari Memaksa Anak Makan
Jika bayi menolak makanan, hindari memaksa atau menyuap secara berlebihan. Memaksa makan justru dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan semakin menolak saat waktu makan tiba.
Sebaliknya, ciptakan suasana makan yang santai dan menyenangkan agar bayi memiliki pengalaman positif saat belajar makan dengan tekstur baru.
Saat memulai MPASI, perubahan warna dan tekstur pup si Kecil sering kali membuat Ibu bertanya-tanya. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Naik Tekstur
Proses naik tekstur membutuhkan waktu dan latihan. Namun, ada beberapa kesalahan yang tanpa disadari dapat membuat bayi lebih sulit beradaptasi dengan makanan yang lebih kasar.
- Terlalu lama memberikan makanan bertekstur halus.
- Khawatir saat melihat anak gagging atau muntah, sehingga Mama menunda kenaikan tekstur.
- Menyuapi bayi terlalu cepat atau buru-buru padahal ia butuh waktu untuk belajar mengunyah dan menelan makanan dengan tekstur yang baru.
- Membiarkan bayi makan sambil menonton gadget atau TV yang bisa membuatnya kurang fokus pada makanan dan mengurangi kesempatan untuk belajar mengenali rasa, tekstur, serta sinyal lapar dan kenyang.
- Langsung memberikan tekstur yang terlalu kasar secara tiba-tiba tanpa memberikan waktu pada bayi untuk beradaptasi.
Jadi, masih ada waktu untuk terus melatih kemampuan bayi 9 bulan belum bisa makan kasar agar bisa menyesuaikan kemampuan makan di usianya.
Hal yang terpenting adalah terus melatih kemampuan makan si Kecil secara bertahap, konsisten, dan sesuai perkembangannya agar ia semakin terbiasa mengunyah dan menerima berbagai tekstur makanan.
Fase MPASI membutuhkan persiapan yang matang. Daftar sebagai member Bebeclub dan akses panduan menu, tekstur, dan jadwal sesuai usia si Kecil.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
