Stimulasi Bayi 10 Bulan Sesuai Milestone Perkembangannya
Stimulasi bayi 10 bulan berfokus untuk meningkatkan kemampuan motorik anak serta kecerdasannya, khususnya dalam kecerdasan berbahasa. Membacakan buku cerita jadi salah satu cara menstimulasinya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 08 Mei 2023
Diperbarui: 06 April 2026
Stimulasi bayi 10 bulan sering bikin Ibu bingung, sebab si Kecil makin aktif, tapi Ibu belum tahu cara stimulasi yang tepat. Ibu juga mungkin khawatir anak tertinggal milestone, serta takut terjadi overstimulasi. Simak caranya yang tepat yuk, Bu!
Kenapa Stimulasi Penting di Usia 10 Bulan?
Perkembangan motorik, kognitif, sensorik, dan sosial bayi 10 bulan sedang pesat-pesatnya. Ini adalah fase transisi besar sebelum anak jadi lebih mandiri.
Stimulasi bayi 10 bulan yang tepat akan memperkuat koneksi otak, membentuk fondasi bagi kecerdasan dan kemampuan belajar si Kecil. Tanpa itu, perkembangan bayi bisa tertinggal dan sulit mengejarnya di kemudian hari.
Namun, penting bagi Ibu untuk memahami tanda-tanda overstimulasi pada bayi, seperti rewel terus setelah bermain seharian. Overstimulasi bisa membuat si Kecil kewalahan dan kelelahan.
Baca Juga: 14 Ciri-Ciri Anak Cerdas di Usia Dini dan Cara Stimulasinya
Milestone Bayi 10 Bulan yang Perlu Ibu Ketahui
Memasuki usia 10 bulan, bayi akan menunjukkan perkembangan motorik, koordinasi mata dan tangan yang lebih baik, dan kecerdasan serta kemampuan berbahasa yang meningkat.
Secara umum, berikut ini perkembangan bayi 10 bulan yang dapat Ibu lihat:
- Kemampuan motorik kasar:
- Mampu duduk sendiri tanpa dibantu
- Mulai merangkak
- Dapat berdiri dengan berpegangan pada furnitur
- Mulai merambat (berjalan sambil berpegangan)
- Kemampuan motorik halus:
- Menjepit benda
- Menggenggam botol atau gelas
- Memegang sendok dan memasukkannya ke dalam mulut
- Memasukkan benda ke dalam wadah
- Kemampuan berbahasa dan komunikasi:
- Memahami perintah sederhana
- Merespons saat namanya dipanggil
- Mulai babbling atau mengulang suara, seperti “mamamama” dan “papapa”
- Meniru suara dan gestur
- Mulai dapat menggeleng atau melambaikan tangan
- Mengikuti perintah sederhana seperti tepuk tangan atau mengangguk
- Menunjuk dan menyentuh benda dengan telunjuk
- Kemampuan kognitif:
- Mampu menemukan benda yang disembunyikan di depannya
- Meniru yang orang dewasa lakukan, seperti berpura-pura menelepon
- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
- Menikmati gambar dan ilustrasi berwarna
- Memahami dan mengaitkan kata-kata dengan maknanya seperti nama-nama benda
- Menunjukkan rasa ingin tahu dan mengeksplorasi cara kerja sesuatu
- Kemampuan sosial dan emosional:
- Mulai mengenali dan ragu dengan orang asing
- Dapat menjadi lebih ramah dengan orang asing
- Lebih manja terhadap orang yang dikenal
- Memiliki mainan kesukaan
- Mulai memiliki ketakutan tertentu, seperti suara blender atau vakum
Meski begitu, setiap anak punya tempo perkembangan yang berbeda-beda, ya, Bu. Jika di usia 10 bulan si Kecil belum menguasai semua kemampuan di atas, Ibu tidak perlu langsung khawatir.
Beberapa anak mungkin memiliki kemampuan di atas lebih cepat ataupun lebih lambat, dan ini termasuk normal.
Baca Juga: Berat Badan Bayi 10 Bulan yang Ideal dan Cara Menambahnya
Prinsip Aman Menstimulasi Bayi 10 Bulan
Walaupun stimulasi bayi 10 bulan itu penting, ada beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan, seperti:
1. Ikuti Kesiapan Bayi
Memang ada beberapa “ceklis” perkembangan bayi 10 bulan yang umum. Namun, ini bukanlah sebuah keharusan. Setiap bayi memiliki waktu yang berbeda-beda, begitu juga kesiapannya menguasai sebuah skill.
Untuk itu, Ibu perlu memperhatikan kesiapan si Kecil dan tidak memaksakan, sekalipun usianya telah mencapai 10 bulan.
Latihlah kemampuan bayi 10 bulan secara perlahan dan bertahap agar si Kecil tidak kewalahan.
2. Seimbangkan dengan Waktu Tenang atau Istirahat
Seimbangkan waktu belajar dan waktu tenang agar si Kecil tidak kelelahan dan jadi rewel. Ibu perlu uji coba untuk menemukan durasi dan frekuensi yang tepat.
Idealnya, waktu stimulasi bayi 10 bulan sebaiknya cukup singkat. Yang terpenting, lakukan secara konsisten pada waktu yang sama sehingga tercipta sebuah rutinitas.
Lakukan rutinitas ini secara konsisten baik saat di rumah ataupun di luar rumah. Tingkatkan frekuensi dan durasinya bertahap dan jangan lupa biarkan si Kecil beristirahat.
3. Mengenali Tanda Bayi Kelelahan dan Overstimulasi
Stimulasi memang penting untuk tumbuh kembang optimalnya. Namun, overstimulasi justru bisa jadi penyebab bayi rewel.
Beberapa tanda bayi kelelahan dan overstimulasi yang perlu Ibu waspadai, antara lain:
- Menangis kencang
- Memalingkan wajah dari Ibu
- Ingin digendong
- Mengepalkan tangan
- Mengentakkan tangan dan kakinya
- Mudah marah
Jika terlanjur terjadi, Ibu bisa mencoba menenangkan bayi yang overstimulasi dengan membawanya ke ruangan yang tenang dan temaram.
Jenis Stimulasi Bayi 10 Bulan Berdasarkan Area Perkembangan
Perkembangan bayi usia 10 bulan berada di area kemampuan kognitifnya serta kemampuan fisiknya, sebagai persiapan si Kecil jadi lebih mandiri. Jadi, ada beberapa aspek stimulasi yang perlu orang tua berikan, yaitu:
1. Stimulasi Motorik
Stimulasi bayi 10 bulan juga perlu melibatkan kemampuan motoriknya, sekalipun si Kecil tampaknya sudah sangat aktif.
Pada fase ini anak mulai dapat duduk tegak, merangkak, bahkan belajar berdiri dan berjalan.
Stimulasi yang Ibu berikan akan membantu si Kecil memperkuat otot-ototnya sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas fisik yang akan membawanya jadi lebih mandiri.
2. Stimulasi Kognitif
Pada usia 10 bulan ini, si Kecil mulai banyak penasaran terhadap berbagai hal, mulai dari mencari benda yang tersembunyi, atau mulai banyak meniru perilaku orang dewasa.
Stimulasi kognitif yang tepat akan membantu si Kecil memiliki kemampuan problem-solving, memori yang baik, memahami suatu kejadian, berkomunikasi, hingga meningkatkan kreativitasnya.
3. Stimulasi Bahasa dan Komunikasi
Beberapa anak akan mengucapkan kata pertamanya saat ia berusia 10 bulan. Stimulasi yang tepat akan membantu si Kecil mengembangkan kemampuan bahasa dan komunikasi.
Akan lebih baik jika Ibu mengajaknya berbicara dengan kata-kata yang biasa diucapkan orang dewasa. Ini dapat membantunya menambah perbendaharaan kata dan berbicara dengan lebih jelas.
4. Stimulasi Kemandirian
Usia 10 bulan adalah fase transisi bayi dari yang sepenuhnya bergantung pada Ibu menjadi mulai belajar lebih mandiri. Si Kecil umumnya sudah dapat memegang sendok dengan baik, sehingga dapat berlatih makan sendiri.
Memberikan stimulasi kemandirian untuk si Kecil akan memberinya kesempatan belajar dan eksplorasi dari lingkungan sekitarnya sesuai dengan ritme yang ia miliki.
Ini juga dapat membantunya meningkatkan rasa ingin tahu, melatih fokus, mengandalkan diri sendiri, dan belajar dari kesalahannya.
Baca Juga: Bayi 10 Bulan Belum Tumbuh Gigi, Apakah Normal?
Contoh Aktivitas Stimulasi Bayi 10 Bulan yang Mudah Dilakukan di Rumah
Setelah memahami aspek perkembangan apa saja yang perlu difokuskan, berikut ini adalah beberapa contoh aktivitas bayi 10 bulan yang sangat mudah dilakukan di rumah, yaitu:
1. Aktivitas tanpa Alat
Untuk stimulasi bayi 10 bulan, Ibu tidak harus menggunakan cara yang rumit. Bahkan, Ibu mungkin tidak membutuhkan alat khusus.
Beberapa permainan atau stimulasi bisa diberikan tanpa menggunakan alat, seperti:
- Bermain ci-luk-ba untuk membantu melatih fokus dan memori si Kecil
- Menggerakkan kaki bayi bergantian di pangkuan Ibu untuk membantunya melatih kemampuan berjalan
- Mengajaknya berbicara saat mandi, menyusu, atau makan untuk membantu melatih kemampuan berbahasanya
- Mengajak bayi merangkak dan mengejar orang tua untuk melatih kemampuan motoriknya
- Mengajak anak bernyanyi bersama
- Mengajak anak bermain di luar, seperti di taman untuk si Kecil bereksplorasi.
2. Aktivitas dengan Mainan Sederhana
Beberapa mainan atau benda tertentu juga bisa membantu stimulasi. Ibu bisa menggunakan barang yang mudah ditemukan di rumah, seperti sendok makan, buku, atau mainan si Kecil.
- Menyembunyikan mainan atau benda di bawah cangkir atau selimut untuk melatih memorinya
- Bermain lempar tangkap atau menggulirkan bola sambil duduk untuk melatih kekuatan otot dan kemampuan motoriknya
- Membuka bungkus kado yang diisi mainan favoritnya untuk melatih motorik halus dan kemampuan berbahasanya
- Membacakan buku cerita secara rutin untuk memperkaya perbendaharaan kata si Kecil
- Mengajaknya bermain menumpuk balok untuk melatih koordinasi mata dan tangan serta motorik halus
- Memberikannya mainan dorongan agar dapat melatih anak berjalan
3. Stimulasi Lewat Rutinitas Harian
Selain menyiapkan waktu khusus untuk bermain dan menstimulasi si Kecil, Ibu juga bisa memberikan stimulasi bayi 10 bulan lewat rutinitas harian sehari-hari, seperti:
- Membacakan buku sebelum tidur dengan suara dan intonasi yang berbeda, misalnya jika tokohnya adalah binatang
- Memperkenalkan si Kecil dengan finger food dan membiarkannya makan sendiri untuk melatih koordinasi tangan dan mata
- Membiarkan si Kecil memiliki alat makan dan menggunakannya pada saat sesi makan
- Makan bersama seluruh anggota keluarga
- Mengobrol saat memandikannya dan mendengarkan ia bercerita
- Biarkan si Kecil menggenggam botol susu atau gelasnya sendiri ketika hendak minum untuk melatih kemampuan motoriknya
- Luangkan waktu untuknya bermain di dalam rumah, atau di luar rumah jika memungkinkan
Jangan lupa untuk memastikan si Kecil memiliki ruang yang cukup aman untuknya bergerak dengan bebas ya, Bu.
Baca Juga: Tekstur MPASI 10 Bulan yang Tepat dan Cara Mengenalkannya
Kesalahan Umum Saat Menstimulasi Bayi 10 Bulan
Hindari beberapa kesalahan saat memberikan stimulasi berikut agar tumbuh kembangnya optimal ya, Bu.
1. Terlalu Fokus Agar Cepat Jalan
Tentu Ibu dan Bapak akan sangat antusias dan tidak sabar menyaksikan perkembangan baru dari si Kecil. Terlebih, biasanya bayi akan mulai berjalan pada usia 10 bulan.
Namun, ini bukanlah suatu acuan pasti. Jadi, Ibu dan Bapak sebaiknya tidak terlalu memaksakan si Kecil agar cepat jalan. Sebab, setiap anak punya waktu yang berbeda-beda.
Usahakan agar Ibu dan Bapak tidak hanya memberikan stimulasi agar ia cepat jalan, tapi juga di aspek perkembangan lain, seperti keterampilan kognitif ataupun berbahasa.
2. Terlalu Banyak Aktivitas Sekaligus
Stimulasi bayi 10 bulan yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi overstimulasi yang berujung kelelahan. Ini bisa membuat bayi jadi lebih rewel dan justru enggan untuk belajar.
Bahkan, sebuah penelitian (2025) menyebutkan, overstimulasi jangka panjang bisa menyebabkan stres fisiologi pada bayi.
Jangan lupa juga untuk meluangkan waktu tenang dan istirahat untuknya. Tidak ada acuan waktu yang pasti, tapi Ibu perlu membaca tanda-tanda si Kecil sudah kelelahan, ya.
3. Membandingkan Bayi dengan Anak Lain
Walau ada “panduan” atau ceklis mengenai bayi 10 bulan sudah bisa apa saja, ini bukanlah hal yang pasti. Terlebih jika Ibu melihat anak lain yang sudah menguasai kemampuan yang belum dimiliki si Kecil.
Tak perlu berkecil hati dan berusaha untuk mengejar ketertinggalan ya, Bu. Sebab, anak Ibu sangat mungkin sebenarnya tidak tertinggal. Hanya saja, memang belum mencapai tahapan tersebut.
Alih-alih merasa stres, fokuslah untuk terus memberikan stimulasi bayi 10 bulan yang tepat. Nantinya, si Kecil akan dapat menguasai kemampuan tersebut sesuai dengan kesiapannya.
Apakah Stimulasi Perlu Dilakukan Setiap Hari?
Agar tumbuh kembangnya optimal dan sehat, Ibu dan Bapak perlu memberikan stimulasi si Kecil setiap hari. Namun, bukan berarti setiap kali anak bangun, ia didorong untuk terus belajar.
Sebab, si Kecil juga butuh waktu sendiri—dengan pengawasan tentunya—untuk mulai belajar soal kemandirian.
Ibu dan Bapak tidak perlu bingung mengenai kegiatan stimulasi bayi yang dapat dilakukan. Sebab, interaksi sesederhana bermain dan mengobrol juga termasuk stimulasi yang baik.
Apabila, Ibu dan Bapak masih memiliki kebingungan mengenai stimulasi bayi 10 bulan seperti apa yang tepat dan durasinya, ataupun punya pertanyaan seputar tumbuh kembang, jangan ragu untuk menghubungi BebeCare, ya.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
