Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak, Normalkah? Ini Penjelasannya!
Bayi 8 bulan belum bisa merangkak itu normal, Bu. Sering ajak si Kecil bermain di lantai, tummy time, contohkan cara merangkak, hingga bermain dapat melatih otot-otot tubuhnya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 29 Maret 2023
Diperbarui: 15 Januari 2026
Bayi 8 bulan belum bisa merangkak mungkin membuat Ibu bertanya-tanya apakah ini normal dan bisa dikejar? Sebelum khawatir, ketahui usia ideal bayi bisa merangkak serta cara stimulasi yang tepat yuk, Bu!
Normalkah Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak?
Normal, Bu. Sebagian besar bayi mulai merangkak antara usia 7-10 bulan, tapi banyak juga yang baru mulai usia 9-11 bulan.
Cara merangkak setiap bayi pun berbeda-beda. Ada yang bergerak mundur dulu, ada yang bergeser (ngesot) dengan bokong, dan ada pula yang merayap
Jadi, bayi 8 bulan belum bisa merangkak sebenarnya masih berada dalam fase perkembangan yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan, Bu.
Penyebab Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak
Merangkak dapat mendukung kemampuan motorik, keseimbangan, hingga koordinasi tubuh. Namun, bila di usia 8 bulan si Kecil belum merangkak, beberapa hal ini bisa jadi penyebabnya:
1. Kurang Waktu Bermain di Lantai
Di usia 8 bulan ini, bayi sebaiknya diberi lebih banyak waktu bermain di lantai atau matras untuk melatih eksplorasi dan pergerakan tubuhnya.
Pengunaan alat bantu main, seperti bouncer, stroller, ayunan, atau gendongan, yang terlalu lama dapat membuat bayi kurang aktif bergerak dan menjelajah secara mandiri.
Baca Juga: Resep MPASI Bayi 8 Bulan dan Aturan Pemberiannya
2. Tubuh Belum Cukup Siap Secara Otot dan Koordinasi
Merangkak melibatkan kekuatan otot lengan, perut, punggung, hingga kaki. Penyebab bayi 8 bulan belum bisa merangkak bisa karena otot-otot tubuh ini belum berkembang optimal.
Koordinasi tubuh juga perlu matang agar si Kecil mampu menahan tubuh dan bergerak maju. Di sinilah pentingnya rutin melakukan stimulasi, Bu.
3. Temperamen Bayi yang Lebih Hati-Hati
Apakah si Kecil termasuk yang bersikap hati-hati, Bu? Bayi yang bersikap hati-hati cenderung mengamati sekitarnya terlebih dahulu sebelum mulai bergerak.
Ia harus yakin kalau lingkungannya aman dan percaya diri. Baru kemudian bayi akan mencoba merangkak dengan cara ternyamannya.
Kehati-hatian ini bisa menjadi penyebab bayi 8 bulan belum bisa merangkak yang mungkin tidak Ibu sadari.
4. Preferensi Gerak yang Bukan Tanda Keterlambatan
Setiap bayi punya preferensi gerak yang berbeda-beda. Misalnya, ada bayi yang lebih nyaman merangkak dengan cara merayap di lantai.
Ada pula bayi tidak merangkak tapi ngesot dengan posisi duduk dan bertumpu pada bokong. Beberapa bayi juga bisa berpindah tempat dengan cara berguling, Bu.
Jadi, bila si Kecil berhasil melakukan cara tertentu untuk “berpindah tempat” meski bukan merangkak, ini bukan tanda keterlambatan, ya. Lanjutkan stimulasi agar nantinya ia berhasil merangkak yang sesungguhnya.
Tanda-Tanda Bayi Siap Belajar Merangkak
Si Kecil akan belajar merangkak secara bertahap. Dimulai dari belajar posisi menungging atau mengangkat pantat, lalu mereka mulai bergerak merayap dengan perut mereka.
Di sisi lain, Ibu juga harus mengenali tanda bayi siap merangkak supaya stimulasi yang diberikan tepat sesuai kemampuannya. Berikut adalah beberapa tanda bayi siap merangkak:
- Bayi bisa berguling dari depan ke belakang dan sebaliknya.
- Bayi bisa mengubah posisi duduk dengan tangan dan kakinya.
- Bayi bisa menggeser tubuhnya menggunakan pantat atau perutnya.
- Bayi akan mulai merayap seperti ulat ketika tengkurap. Lalu, ia akan bersusah payah untuk mengangkat tubuhnya dengan kedua lengannya.
- Bayi bisa mengambil benda atau mainannya dari jarak jauh. Ia juga akan bergerak merayap menggunakan perutnya.
Insting mulai belajar merangkak akan pelan-pelan muncul secara alami, Bu. Hal yang terpenting, Ibu dan Ayah selalu memantau progres perkembangan bayi di usia 8 bulan ini.
Baca Juga: Berat Badan Bayi 8 Bulan dan Tips Optimalkannya
Cara Menstimulasi Bayi 8 Bulan agar Cepat Merangkak
Stimulasi merangkak bukan berarti memaksa, Bu, melainkan memberi kesempatan bayi agar mencapai milestone. Ibu bisa menerapkan cara agar bayi cepat merangkak berikut:
1. Kurangi Waktu di Bouncer dan Stroller
Cara stimulasi bayi 8 bulan belum bisa merangkak bisa dengan membiarkan si Kecil bereksplorasi di lantai.
Meletakkan bayi terlalu lama di bouncer, stroller, atau tempat tidur hanya akan mengurungnya dan membatasi si Kecil untuk bereksplorasi.
Sebaiknya biarkan si Kecil bermain lebih lama di lantai yang nyaman dan aman agar ia bebas bereksplorasi di sekitarnya.
2. Rutin Lakukan Tummy Time
Melakukan tummy time secara rutin juga bisa menjadi cara agar bayi cepat merangkak. Ketika si Kecil menghabiskan waktu berbaring tengkurap, ia akan berlatih mengangkat kepalanya.
Tengkurap akan memperkuat bagian punggung serta membuat anggota tubuhnya bergerak bebas. Kedua aktivitas ini bisa memperkuat otot yang mereka perlukan untuk merangkak.
Ibu juga bisa mencoba tummy time dengan berbaring telentang dan letakkan si Kecil di atas perut Ibu, sehingga Ibu dapat melihat wajahnya saat dia berlatih mengangkat kepalanya.
3. Sediakan Ruang Gerak yang Luas dan Aman
Bu, jangan lupa siapkan ruangan yang nyaman untuk si Kecil agar ia bebas bergerak dengan aman. Berikan mainan untuk si Kecil agar ia lebih tertarik untuk bereksplorasi.
Pastikan juga lantai untuk bermain si Kecil dalam keadaan bersih dan tidak ada benda-benda berbahaya di sekitarnya.
Lantai yang tidak dilapisi karpet biasanya akan membuat bayi lebih mudah untuk bergerak sehingga mempermudah stimulasi bayi 8 bulan agar cepat merangkak.
4. Beri Contoh Cara Merangkak
Merangkak bersama si Kecil dapat menjadi salah satu cara stimulasi agar bayi cepat merangkak. Si Kecil mungkin tidak tahu bagaimana cara mulai bergerak atau merangkak.
Ibu bisa menunjukkan dan mengajarkan cara merangkak. Mungkin si Kecil akan meniru gerakan Ibu dan mencoba bergerak merangkak.
Bahkan, ia mungkin mulai merangkak lebih cepat jika Ibu ikut merangkak bersama. Trik ini bisa jadi cara melatih bayi 8 bulan belum bisa merangkak.
5. Letakkan Mainan Favorit Sedikit di Luar Jangkauan
Berikan motivasi si Kecil agar lebih semangat bergerak dengan meletakkan mainan favoritnya saat ia tengkurap.
Letakkan mainan itu agak jauh dari jangkauannya, biarkan si Kecil berusaha untuk meraih mainannya itu.
6. Gunakan Cermin Sebagai Alat Stimulasi
Ibu juga bisa meletakkan cermin di hadapan si Kecil. Saat si Kecil melihat pantulan dirinya di cermin, ini bisa memotivasi mereka untuk bergerak merangkak secara bertahap ke objek tersebut.
Tak hanya itu, cermin bisa diletakkan saat sesi tummy time agar lebih menyenangkan sehingga bayi tidak cepat bosan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasinya agar Tidak Rewel
7. Lakukan Permainan Sederhana untuk Melatih Kekuatan Otot
Bermain bukan hanya menyenangkan, tapi juga bisa jadi stimulasi termasuk untuk melatih kemampuan motorik si Kecil, Bu.
Ajak si Kecil bermain yang melibatkan pergerakan otot-otot tubuhnya, seperti biarkan bayi menarik, menggenggam, meremas, atau mendorong mainannya.
Mainkan juga beragam permainan yang memungkinkan bayi mencoba berbagai gerakan, serta memungkinkan ia menjelajahi benda-benda di sekitarnya dengan aman.
Kapan Bayi yang Belum Bisa Merangkak Perlu Dibawa ke Dokter?
Ketika bayi 8 bulan belum bisa merangkak saat ini, mungkin Ibu bertanya umur berapa bayi paling lambat merangkak? Bayi umumnya berhasil merangkak di usia 7-12 bulan.
Jika lewat dari usia itu si Kecil belum merangkak disertai memiliki ciri berikut, sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter:
- Bayi belum bisa duduk tegak dan stabil di usia ini.
- Tidak ada usaha menumpu tangan/kaki saat tengkurap.
- Tangan dan kaki tampak sangat lemas (hipotonia).
- Hanya menggunakan satu sisi tubuh saat bergerak.
- Tidak tertarik meraih benda atau tidak aktif bergerak.
- Belum mengoceh (babbling).
- Tidak merespons ketika dipanggil namanya.
- Tidak mengenali orang terdekatnya.
- Tidak melihat ke arah yang Ibu tunjuk saat berbicara.
- Belum bisa memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya.
Mau tahu apakah pertumbuhan si Kecil sudah sesuai dengan standar WHO? Pantau pertambahan panjang dan berat badan si Kecil tiap bulan langsung di BebeJourney! Plus, tersedia AI Poop Tracker untuk bantu Ibu monitor kesehatan pencernaan bayi serta panduan tumbuh kembang eksklusif yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Ibu dan si Kecil.
Baca Juga: 16 Ide Aktivitas Bayi di Rumah dengan Space Terbatas yang Perlu Ibu Tahu
Apakah Bayi Harus Merangkak Dulu Sebelum Belajar Jalan?
Merangkak adalah bagian dari perkembangan motorik kasar bayi, tetapi bukan satu-satunya cara bayi belajar bergerak.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), merangkak bukan lagi termasuk milestone wajib. Bahkan, ada bayi yang melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan.
Jadi, tidak masalah bila bayi tidak merangkak, asalkan ia tidak memiliki ciri keterlambatan perkembangan lain.
Selalu ingat bahwa semua bayi memiliki waktu tumbuh kembang yang berbeda-beda, tapi jika Ibu merasa si Kecil memiliki perkembangan yang jauh berbeda dengan anak seusianya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
