10 Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasi Sakitnya

Bayi yang tumbuh gigi biasanya sering rewel dan susah makan. Kenali apa saja ciri-ciri tumbuh gigi pada bayi dan cara mengatasi sakitnya.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : dr. Attila Dewanti, SpA (K)

not yet estimated
10 Jun 2024
Profile dr. Attila Dewanti, SpA (K)


Menginjak usia 6-9 bulan, yuk mulai perhatikan ciri-ciri bayi tumbuh gigi! Sebab, pertumbuhan gigi adalah salah satu milestone penting yang akan dicapai anak dalam 1000 hari pertama kehidupannya. 

Tumbuh gigi atau yang dikenal dengan istilah teething adalah kondisi ketika akar gigi mendorong ujung teratas gigi hingga keluar dari gusi. Pada fase teething biasanya bayi menjadi lebih rewel dari biasanya karena mulutnya terasa tidak nyaman.

Dengan mengenali ciri-ciri tumbuh gigi pada bayi, Ibu tidak perlu lagi kebingungan apa yang harus dilakukan ketika fase ini terjadi. Yuk, baca terus artikel ini untuk info selengkapnya seputar tumbuh gigi.

Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

Menurut American Dental Association, gigi bayi biasanya mulai muncul pada usia 6-9 bulan. Akan tetapi, ada juga yang tumbuh lebih cepat pada usia 3-4 bulan, atau lebih lambat di atas 1 tahun.

Pada usia 6-10 bulan, gigi yang paling pertama muncul adalah 2 gigi seri tengah bawah, diikuti 2 gigi seri di tengah rahang atas.

Selanjutnya, 2 gigi seri samping di rahang atas dan bawah akan tumbuh pada usia 10-16 bulan, diikuti oleh gigi geraham belakang pertama pada umur 13-19 bulan. 

Lalu, gigi taring atas dan bawah muncul pada 16-22 bulan. Yang biasanya terakhir tumbuh adalah geraham kedua atas dan bawah, yaitu pada usia 23-31 bulan.

Midbanner tanda pertumbuhan gigi pada bayi

Berapa Lama Proses Tumbuh Gigi pada Bayi?

Pertumbuhan setiap gigi membutuhkan waktu sekitar 8 hari, termasuk 4 hari sebelum dan 3 hari setelah gigi melewati gusi. Di Indonesia, rata-rata gigi anak akan lengkap pada usia 3-3,5 tahun dengan jumlah 20 gigi, yaitu 10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah. 

Jika gigi si Kecil belum tumbuh pada 1 satu tahun, Ibu tidak perlu khawatir karena setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. 

Bahkan, gigi pertama yang tumbuh pada usia 3-12 bulan masih dianggap normal, dan ini lumrah karena kemungkinan dipengaruhi faktor genetik dari orangtua.

Baca Juga: Normalkah Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi?

Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Dikenali

Ketika bayi tumbuh gigi, ia biasanya akan menunjukkan tanda-tanda tertentu yang membuatnya rewel dan tidak nyaman. Apa saja? Yuk, kenali ciri-cirinya di bawah ini.

1. Berliur Lebih Banyak (Mengeces) 

Berliur atau mengeces adalah ciri-ciri tumbuh gigi pada bayi yang paling mudah dikenali. Hal ini karena proses teething merangsang peningkatkan produksi air liur untuk menenangkan gusi si Kecil yang sedang sakit. 

Di sisi lain, air liur yang berlebihan dapat menimbulkan ruam dan iritasi di sekitar bibir, pipi, dagu dan leher si Kecil. 

Oleh karena itu, Ibu disarankan untuk menyiapkan slabber atau celemek bayi,  lap, dan  tisu bersih yang dapat menyerap air untuk membersihkan area sekitar mulutnya.

2. Gusi Membengkak

Untuk mencari tahu apakah si Kecil rewel karena sedang mengalami tumbuh gigi atau tidak, Ibu bisa coba membuka mulutnya secara perlahan. Jika ia sedang tumbuh gigi, gusinya akan tampak membengkak dan kemerahan.

Gusi membengkak dan kemerahan merupakan bagian dari proses pertumbuhan gigi yang umum terjadi, sehingga Ibu tidak perlu khawatir. 

Kadang-kadang, Ibu juga bisa melihat gigi putih yang menonjol dari gusi bayi yang sedang meradang tersebut. 

3. Menangis 

Apakah Si Kecil lebih rewel dan sering menangis akhir-akhir ini, Bu? Nah, bisa jadi ini merupakan salah satu bentuk komunikasinya untuk mengeluhkan rasa sakit akibat proses pertumbuhan gigi.

Jika si Kecil menangis karena tumbuh gigi, Ibu bisa mengalihkan perhatiannya dengan mengajak jalan-jalan di sekitar rumah atau memberikan mainan teether yang dingin dan lembut. 

4. Suka Menarik Telinga atau Menggaruk Pipi

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang selanjutnya adalah kebiasaan menarik telinga dan menggaruk pipi.

Saat si Kecil sedang tumbuh gigi, ia akan sering menggaruk wajahnya karena pertumbuhan gigi dari gusi dapat menyebabkan rasa sakit, gatal, dan ketidaknyamanan.

5. Batuk dan Muntah

Tahukah Ibu? Batuk dan muntah tanpa sebab jelas juga bisa menjadi ciri-ciri bayi tumbuh gigi. 

Hal ini karena bayi yang banyak mengeluarkan air liur saat tumbuh gigi bisa tersedak. Akibatnya, bayi bisa batuk-batuk, atau muntah, karena tersedak liurnya sendiri.

Jika batuk tidak disertai pilek atau flu, ini merupakan pertanda bayi mau tumbuh gigi. Jadi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir, ya!

Untuk membantunya supaya tidak tersedak liur sendiri, sering-seringlah lap air liur bayi ketika Ibu sudah mulai menetes banyak. Ibu juga bisa memberikan mainan teether atau waslap yang dingin untuk diemut si Kecil.

6. Senang Menggigit

Si Kecil akan merasakan tekanan tidak nyaman dan menyakitkan saat tumbuh gigi, sehingga ia cenderung lebih sering menggigit objek-objek di sekitarnya untuk meredakan rasa sakit. 

Untuk mengatasi ketidaknyaman tersebut, Ibu dapat menyediakan teether atau camilan MPASI dengan bentuk kecil-kecil atau camilan dalam bentuk dingin.

Oh iya, jika ia suka menggigit benda keras, coba lapisi dengan kain lembut atau waslap basah agar aman, ya.

7. Memasukkan Tangan ke dalam Mulut

Selain senang menggigit benda-benda, si Kecil juga mungkin sering memasukkan tangan atau benda-benda di sekitarnya ke dalam mulut.

Kebiasaan ini diyakini dapat meredakan rasa tidak nyaman atau gatal yang muncul selama teething

Ibu sebaiknya menjaga agar tangan, mainan, dan benda-benda yang diambil si Kecil tetap bersih. Selain itu, hindarilah benda-benda yang tajam dan berpotensi membahayakan, ya.

8. Susah Tidur Nyenyak di Malam Hari

Jika Ibu amati, bayi yang sedang tumbuh gigi biasanya menjadi lebih rewel, bahkan sulit tidur nyenyak di malam hari. Mengapa demikian?

Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan gigi bayi justru akan lebih aktif pada malam hari, Bu. Alhasil, ia mungkin sering terbangun karena rasa sakit dan gatal pada gusinya.

9. Tidak Mau Makan atau Menyusu 

Bayi susah makan atau menyusu saat tumbuh gigi bisa terjadi akibat pembengkakan gusi yang membuat mulutnya terasa sakit dan tidak nyaman.

Namun, kondisi ini hanya berlangsung beberapa hari, jadi Ibu tidak perlu khawatir, ya!

Jika si Kecil sudah mau makan, Ibu bisa memberikan makanan padat berupa camilan dingin, seperti es krim buah untuk meredakan gusinya yang meradang. 

Pastikan membuat camilan sendiri di rumah agar lebih bersih dan kaya gizi, ya, Bu.

10. Demam

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang terakhir adalah demam. Kondisi ini bisa terjadi karena tumbuhnya gigi biasanya memicu peradangan, meskipun beberapa bayi tidak menunjukkan gejala ini. 

Demam saat tumbuh gigi umumnya tidak melebihi 39°C. Jika suhu tubuh lebih tinggi dan diikuti gejala penyakit lain seperti flu, pilek, diare, ruam, atau muntah, Ibu disarankan untuk membawa si Kecil ke dokter agar diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga: 4 Cara Merawat Gigi Susu si Kecil

Apa yang Harus Dilakukan saat Bayi Tumbuh Gigi?

Proses tumbuh gigi pasti membuat si Kecil terganggu dan merasa tidak nyaman. Namun, ada yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk membantu meredakan nyeri. Misalnya: 

1. Berikan Bayi Minum

Saat tumbuh gigi, bayi akan mengeluarkan banyak air liur. Alhasil, ia membutuhkan banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi.

Bila si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, selain ASI Ibu bisa mulai memberikan MPASI, seperti air putih atau jus buah-buahan.

2. Berikan Teether

Bayi yang tumbuh gigi cenderung suka menggigit atau memasukkan benda ke mulut.

Maka dari itu, Ibu bisa memberikan teether yang disimpan di kulkas untuk meredakan rasa sakit, tapi hindari menyimpannya terlalu dingin agar tidak melukai gusi bayi, ya.

Oh iya, pastikan Ibu memilih teether yang berlabelkan BPA free sehingga aman digunakan si Kecil.

Hindari produk teether berbaterai yang berpotensi menyebabkan si Kecil tersedak, atau berisikan cairan karena berisiko meletus saat digigit.

3. Gosok Gusi Bayi dengan Lembut

Cara berikutnya yang bisa Ibu lakukan saat bayi tumbuh gigi adalah menggosok gusi bayi dengan lembut. Sebelumnya, pastikan Ibu mencuci tangan dengan sabun agar bersih, ya.

Kemudian, gosokkan gusi bayi menggunakan jari ibu yang dibungkus kain waslap bersih untuk meredakan rasa tidak nyaman. Ibu juga bisa membiarkan bayi menggigit kain waslapnya.

4. Berikan Makanan Dingin

Jika bayi sudah berusia 6 bulan ke atas, Ibu bisa memberikan makanan dingin, seperti yoghurt atau buah potong yang didinginkan. 

Ibu juga dapat mengkreasikan berbagai menu buah-buahan untuk disajikan sebagai camilan dingin. Misalnya, puding buah naga yang kaya nutrisi dengan tekstur lembut untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman si Kecil saat tumbuh gigi. 

5. Alihkan Perhatian Bayi

Si Kecil yang bayi tumbuh gigi biasanya cenderung lebih rewel dan sering menangis sebagai bentuk komunikasinya karena menahan sakit. 

Nah, Ibu bisa mengalihkan perhatian si Kecil dari rasa sakitnya dengan sering-sering memeluk, mengajaknya bercanda, bermain, atau berjalan-jalan di sekitar rumah.

6. Oleskan Krim Pereda Iritasi

Ibu mengoleskan krim pereda iritasi di area kulit dagu, leher, dan dada si Kecil untuk mencegah iritasi kulit atau ruam kemerahan akibat banyaknya air liur yang keluar dari mulutnya.

7. Konsultasikan ke Dokter

Jika si Kecil tampak kesakitan saat tumbuh gigi, Ibu bisa konsultasi ke dokter agar diberikan penanganan yang tepat. Dokter mungkin menyarankan pemberian paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri pada bayi berusia 6 bulan ke atas.

Ibu mungkin juga akan disarankan untuk memberikan obat gel yang dioles ke giginya agar ia merasa lebih nyaman. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Ibu dihindari jika bayi sedang tumbuh gigi, yaitu:

  • Memberikan atau mengoleskan aspirin ke gusi.
  • Menggunakan alkohol pada gusi bayi yang sedang sakit.
  • Menaruh sesuatu yang sangat dingin pada gusi yang sedang tumbuh gigi.
  • Membiarkan bayi menggigit-gigit mainan yang terbuat dari plastik keras.

Alih-alih mainan plastik, Ibu bisa menyediakan mainan bertekstur empuk dan lembut. Selain bisa menjadi sasaran “gigitan”, memilih mainan edukatif yang tepat sesuai usianya dapat membantu menstimulasi motorik dan sensorik si Kecil.

Baca Juga: Normalkah Bayi 8 Bulan Belum Bisa Duduk?

Dengan mengenali ciri-ciri tumbuh gigi pada bayi, Ibu bisa menangani rasa sakit hingga rewelnya dengan tepat. Terlepas dari segala tantangan yang mungkin Ibu hadapi, pertumbuhan gigi tetap momen yang menggembirakan kok, karena menandakan perkembangan si Kecil pada usianya.

Berbicara tentang perkembangan si Kecil, Ibu dapat memanfaatkan fitur Milestone Tumbuh Kembang dari BebeJourney untuk memantau pertumbuhannya dari bulan ke bulan, serta mendapatkan tips stimulasi sesuai tahapan usianya.  

Caranya mudah Bu, bergabung sekarang ke Bebeclub, dan dapatkan akses ke beragam fitur edukatif untuk dukung tumbuh kembang hebatnya. Yuk, dukung tumbuh kembangnya untuk awal semua kehebatannya! 

 


 

Referensi:

  1. Healthline. https://www.healthline.com/health/teething. Diakses pada 27 September 2022.
  2. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/teething.html. Diakses pada 27 September 2022.
  3. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-teething-sick. Diakses pada 27 September 2022.
  4. Baby Center. https://www.babycenter.com/toddler/behavior/why-does-my-baby-put-everything-in-her-mouth_6721. Diakses pada 27 September 2022.
  5. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/baby/babys-development/teething/tips-for-helping-your-teething-baby/. Diakses pada 27 September 2022.
  6. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/week-46/biting.aspx. Diakses pada 27 September 2022.
  7. Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-health-and-safety/teething-symptoms. Diakses pada 27 September 2022.
  8. Children’s Hospital Los Angeles. https://www.chla.org/blog/rn-remedies/your-infant-teething-know-the-signs-and-symptoms. Diakses pada 27 September 2022.
  9. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/at-what-age-will-my-baby-start-teething-5085119#toc-what-to-do-next. Diakses pada 27 September 2022.
  10. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/best-baby-teethers#safety-considerations. Diakses pada 27 November 2023.

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait