Panduan Berat Badan Bayi Normal Usia 0-12 Bulan

Berat badan bayi normal bisa dicapai dengan ASI eksklusif dan gizi tepat. Pantau berat badannya untuk memastikan tumbuh kembang yang baik.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : dr. Attila Dewanti, SpA (K)

5 min
02 Feb 2022
Profile dr. Attila Dewanti, SpA (K)
berat badan bayi normal


Berat badan bayi normal penting untuk Ibu ketahui karena ini merupakan salah satu faktor penentu tumbuh kembang si Kecil sudah ideal atau belum. Memahami berat badan ideal bayi juga dapat menjadi acuan untuk melihat risiko masalah terkait status gizi, seperti gizi buruk, stunting, hingga obesitas.

Lalu, sebenarnya berapa rata-rata berat badan bayi normal sesuai usianya? Yuk, baca panduannya dalam artikel ini, Bu. 

Memahami Proses Pertambahan Berat Bayi

Setiap bayi pasti mengalami kenaikan dan penurunan berat badan. Ini adalah bagian yang wajar dari proses tumbuh kembangnya, Bu.

Sebagian besar bayi akan kehilangan 1/10 (sepersepuluh) dari berat badannya selama lima hari pertama, dan akan naik kembali dalam lima hari berikutnya. 

Nanti pada hari kesepuluh, berat badan bayi biasanya akan kembali ke berat lahirnya. Kemudian, sebagian besar bayi akan tumbuh cepat pada usia 7-10 hari, 2-3 minggu, dan 4-6 minggu. 

Rata-rata pertambahan berat badan bayi baru lahir adalah 20-30 gram per hari, sehingga pada usia satu bulan nanti berat badannya bisa mencapai 4 kilogram (kg). 

Ini adalah fase percepatan pertumbuhan yang disebut juga sebagai growth spurt atau pacu tumbuh. Masa pacu tumbuh kemudian akan terjadi lagi pada umur 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.  

Lantas, berapa berat badan bayi normal yang sebenarnya? Nah, tentu saja jawabannya akan sangat beragam, Bu. Sebab, tiap anak memiliki kecepatan bertumbuh yang berbeda-beda.   

Namun, ada kisaran normal yang dapat dijadikan sebagai panduan. Panduan tumbuh kembang bayi ini menggunakan Standar Antropometri Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang diplot berdasarkan berat badan dan panjang badan bayi.

Midbanner panduan berat badan bayi normal 0 11 bulan

Patokan Berat Berat Badan Bayi Normal Usia 0-12 Bulan

Salah satu patokan yang umum digunakan untuk menilai berat badan ideal bayi yaitu pada usia 6 bulan berat badan si Kecil sudah 2 kali lipat dari berat lahirnya. Kemudian, berat badan si Kecil akan meningkat jadi 3x lipat berat lahir pada usia 1 tahun.

Nah, Ibu bisa melihat panduan tumbuh kembang si Kecil sesuai tahapan usia beserta penjelasan singkatnya di bawah ini. 

1. Bayi Usia 0-3 Bulan

Berikut adalah tabel yang bisa Ibu gunakan sebagai patokan berat badan bayi normal usia 0 bulan hingga usia 3 bulan sesuai dengan peraturan Kementerian Kesehatan. Patokannya dibagi untuk bayi laki-laki dan perempuan ya, Bu.

Usia

Laki-laki (kg)

Perempuan (kg)

0 Bulan

2,5 - 3,9 kg

2,4 - 3,7 kg

1 Bulan

3,4 - 5,1 kg

3,4 - 4,8 kg

2 Bulan

4,3 - 6,3 kg

3,9 - 5,8 kg

3 Bulan

5,0 - 7,2 kg

4,5 - 6,6 kg

 

2. Bayi Usia 4-6 Bulan

Simak selengkapnya patokan berat badan bayi normal untuk laki-laki dan perempuan usia 4-6 bulan pada tabel di bawah ini. 

Usia

Laki-laki (kg)

Perempuan (kg)

4 Bulan

5,6 - 7,8 kg

5,0 - 7,3 kg

5 Bulan

6,0 - 8,4 kg

5,4 - 7,8 kg

6 Bulan

6,4 - 8,8 kg

5,7 - 8,2 kg

 

Pertambahan berat badan bayi usia 0-6 bulan terjadi karena si Kecil semakin sering merasa lapar sehingga ia semakin banyak menyusu. Terlebih, rentang usia ini adalah masa pemberian ASI eksklusif bagi si Kecil.

3. Bayi Usia 7-9 Bulan 

Selanjutnya, tabel berat badan bayi normal usia 7 bulan sampai usia 9 bulan, baik bayi laki-laki dan perempuan, menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI adalah sebagai berikut.

Usia

Laki-laki (kg)

Perempuan (kg)

7 Bulan

6,7 - 9,2 kg

6,0 - 8,6 kg

8 Bulan

6,9 - 9,6 kg

6,3 - 9,0 kg

9 Bulan

7,1 - 9,9 kg

6,5 - 9,3 kg

 

4. Bayi Usia 10-12 Bulan

Terakhir, di bawah ini dia tabel berat badan pada bayi berusia 10-12 bulan yang perlu Ibu ketahui. 

Usia

Laki-laki (kg)

Perempuan (kg)

10 Bulan

7,4 - 10,2 kg

6,7 - 9,6 kg

11 Bulan

7,6 - 10,5 kg

6,9 - 9,9 kg

12 Bulan

7,7 - 10,8 kg

7 - 10,1 kg

 

Pertambahan berat badan pada bayi usia 7-12 bulan merupakan hal yang wajar terjadi karena si Kecil sekarang sudah mendapatkan asupan nutrisi dari makanan pendamping ASI (MPASI). Terlebih, bayi di usia ini juga kembali mengalami growth spurt yang membuat ia lebih banyak menyusu.  Ibu tidak perlu repot mencatat tumbuh kembang si Kecil secara manual. 

Nah, untuk mengetahui apakah berat badan bayi normal sekaligus mempermudah Ibu memantau pertumbuhan si Kecil sesuai usianya, ibu bisa melakukannya di BebeJourney, lho!  

Di Bebeclub, Ibu bisa memonitor berat dan tinggi badan si Kecil berdasarkan fitur Grafik Pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dengan begitu, Ibu bisa langsung memeriksakan kondisi si Kecil bila pertumbuhannya tidak sesuai.

Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan Bayi 

Walaupun usia bayi Ibu dan teman-teman sebayanya sama, si Kecil pasti memiliki berat yang berbeda-beda. Umumnya, perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini.

1. Jenis Kelamin 

Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kenaikan berat badan bayi.  Biasanya, berat badan bayi laki-laki cenderung lebih berat sekitar 400 gram daripada bayi perempuan. Pertambahan berat badan ini bisa berlangsung lebih cepat selama masa balita.  

2. Nutrisi 

American Academy of Pediatrics mencatat bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif akan mengalami pertambahan berat badan dan pertumbuhan lebih cepat daripada bayi yang tidak diberikan ASI selama 6 bulan pertama.

Oleh karena itu, kenaikan berat badan bayi normal juga bisa dipengaruhi oleh nutrisi yang berasal dari ASI. Bahkan, WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan pertama usia bayi, Bu.   Berat badan bayi bisa saja berubah setelah 6 bulan pertama. 

Selain itu, si Kecil harus terpenuhi nutrisinya agar pencernaannya sehat. Dengan pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisinya juga semakin optimal. Itu kenapa  pencernaan sehat adalah awal semua kehebatan si Kecil untuk tumbuh hebat.

Jadi, bukan tidak mungkin bayi yang diberi ASI bisa mengalami pertambahan berat badan dan tumbuh lebih lambat daripada bayi yang tidak diberikan ASI saat ia berusia 6 bulan hingga 12 bulan. 

Baca Juga: Penyebab Bayi 9 Bulan Susah Makan dan Cara Ampuh Mengatasinya

3. Bayi Lahir Prematur

Tahukah Ibu? Bayi lahir prematur juga bisa mengalami penambahan berat badan yang lebih lambat di usia satu tahun pertamanya, daripada bayi yang lahir normal.  Meski begitu, berat badan bayi prematur bisa “mengejar” ketertinggalan berat badan ketika usia bayi di atas satu tahun. 

4. Intoleransi Makanan 

Intoleransi makanan berarti tubuh si Kecil sensitif terhadap jenis makanan tertentu. Misalnya, intoleransi laktosa, di mana tubuhnya tidak dapat menyerap susu dan produk olahannya seperti yogurt dan keju, sehingga menimbulkan risiko susah naik berat badan. 

5. Bayi Makan dalam Porsi Sedikit 

Si Kecil yang cenderung makan dalam jumlah sedikit biasanya disebabkan karena beberapa faktor.

Misalnya picky eater atau pilih-pilih makanan, adanya gangguan pertumbuhan, adanya kondisi medis yang menyulitkannya menelan (misalnya cerebral palsy), maupun bayi dengan autisme, di mana mereka biasanya tidak menyukai tekstur makanan tertentu.  

6. Bayi Mengalami Gangguan Pencernaan 

Adanya gangguan pada sistem pencernaan si Kecil bisa berpengaruh pada penambahan berat badannya. Kondisi seperti gastroesophageal reflux (GER), diare kronis, dan penyakit celiac bisa membuat tubuh si Kecil kesulitan untuk menyerap cukup nutrisi dan kalori agar beratnya bertambah. 

Karena itu, selalu pantau kesehatan pencernaan si Kecil ya, Bu. Pencernaan yang sehat akan membuat penyerapan nutrisi menjadi optimal, berpengaruh pada tumbuh kembangnya, dan jadi awal semua kehebatan si Kecil. 

7. Bayi Mengalami Penyakit Kronis 

Anak yang mengalami penyakit tertentu bisa mengalami pertambahan berat badan yang lambat, lho, Bu. Misalnya hipotiroid, gangguan hormon pertumbuhan, atau penyakit jantung bawaan. Hal tersebut dikarenakan kondisi medis atau infeksi yang diidap anak bisa mempengaruhi kerja tubuh untuk menyerap nutrisi dari makanan dan melemahkan sistem imunnya.   

Maka dari itu, tak ada salahnya Ibu memeriksakan si Kecil ke dokter apabila mencurigai berat badannya tidak sesuai dengan usianya. Sebab, bisa jadi ada kondisi medis tertentu yang sedang dialaminya.   

Baca Juga: Gizi dan Nutrisi yang Tepat untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Cara Memperoleh Berat Badan Bayi Normal

Penting untuk mengenali pertambahan berat badan si Kecil di setiap bulannya. Jika berat badan bayi yang ideal tidak tercapai, bisa jadi karena ia tidak memperoleh nutrisi yang cukup atau menderita penyakit tertentu.

Nah, untuk mendukung berat badan bayi yang ideal, coba lakukan beberapa hal berikut ini. 

1. Berikan ASI Sesering Mungkin

Salah satu langkah memperoleh berat badan bayi normal yaitu dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hingga anak berusia 2 tahun. Susui bayi tiap 2 sampai 3 jam sekali, serta tiap si Kecil menunjukkan tanda-tanda lapar dan ingin menyusu.

Perhatikan apakah bayi mengalami tongue tie (lidah terikat) sehingga membuatnya sulit menyusu dari payudara. Perhatikan pula posisi pelekatan mulut bayi dengan puting Ibu selama menyusu dan hindari memberikan makanan selain ASI di usia kurang dari 6 bulan ya, Bu.

Terlalu cepat memberikan makanan pendamping justru akan membuat si Kecil kesulitan mencerna makanan tersebut.

2. Berikan MPASI Tinggi Kalori dan Bergizi Tinggi

Ibu perlu melanjutkan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 2 tahun, didampingi dengan pemberian MPASI yang sehat dan bergizi. Perhatikan pula kandungan makanan MPASI yang Ibu berikan kepada si Kecil. 

Pilihlah makanan yang mengandung zat besi, lemak sehat (asam lemak omega-3), protein, dan serat. Tak ada salahnya memberikan lebih banyak makanan yang mengandung kalori, seperti telur, ikan, daging, alpukat, keju, atau kentang.

3. Pastikan Bayi Tidur Cukup

Tidur yang cukup ternyata berperan penting dalam mendapatkan berat badan bayi normal, Bu. Menurut studi dari Journal of Medicinal Food, hormon pertumbuhan anak akan bekerja maksimal saat ia sedang tidur.  

Bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan membutuhkan waktu tidur sebanyak 14-17 jam. Lalu, bayi berusia 3 bulan sampai 11 bulan disarankan untuk tidur sebanyak 12-17 jam. Jika usianya sudah mencapai 12 bulan hingga 2 tahun, bayi bisa tidur selama 11-14 jam lamanya.

Ibu juga perlu membiasakan anak tidur siang agar perkembangan dan kenaikan berat badan bayi berjalan optimal.

4. Bangun Kebiasaan Makan yang Baik

Meminimalkan distraksi adalah salah satu cara yang bisa Ibu coba untuk mencapai berat badan ideal bayi. Jauhkan si Kecil dari gadget atau TV saat ia sedang makan, sehingga ia bisa fokus pada makanan di hadapannya.

Ibu juga bisa membuat jadwal makan untuk membangun kebiasaan makannya. Selain jadwal makan utama, buat juga jadwal camilan pada pertengahan pagi dan pertengahan siang hari.  

5. Berikan Camilan Tinggi Kalori

Agar bisa mencapai berat badan bayi normal, berikan si Kecil camilan tinggi kalori seperti pisang, pir, keju, atau yoghurt. Pastikan yoghurt yang ia konsumsi merupakan yoghurt yang aman untuk bayi dan tidak mengandung gula ya, Bu. 

Baca Juga: 10 Cara Menaikan Berat Badan Bayi yang Sehat

Pantau Tumbuh Kembang Bayi di Posyandu

Tidak hanya mengukur berat badan, indikator lain yang biasa diukur pada bayi adalah tinggi badan, panjang badan, dan lingkar kepala. Untuk lingkar kepala, pengukurannya dilakukan 3 bulan sekali hingga bayi berusia 1 tahun.

Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau dokter anak secara berkala untuk mendapatkan hasil pengukuran berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala yang lebih akurat. 

Timbang Si Kecil setiap bulan dan catat pertambahan beratnya pada buku KIA atau grafik pertumbuhan yang tertera pada Kartu Menuju Sehat (KMS).  Mengukur panjang bayi perlu alat khusus dan tidak bisa dengan meteran biasa, Bu. Cara mengukurnya pun harus tepat. Hanya dokter, perawat, atau kader posyandu yang bisa melakukannya.  Pengukuran ini harus dilakukan secara rutin agar bisa cepat dideteksi seandainya ada kelainan yang terjadi selama pertumbuhan si Kecil.

Sebagai contoh, apabila anak Bunda memiliki berat badan yang lebih cepat dari pertumbuhan tingginya, si Kecil mungkin berisiko memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Sementara itu, kekurangan nutrisi pada 1000 HPK bisa menyebabkan anak gagal tumbuh, atau bahkan stunting. 

Stunting bukan sekadar persoalan tubuh yang pendek, tapi kecerdasan anak pun bisa terdampak. Untuk itu, pantau terus pertumbuhan si Kecil dengan kurva pertumbuhan setiap bulan ya, Bu. Bila dari hasil pengukuran tersebut ditemukan bahwa penambahan berat badan dan panjang badan bayi tidak signifikan, pegawai posyandu mungkin akan segera merujuk bayi Ibu ke dokter anak untuk diperiksa lebih jauh.   

Dokter anak akan memastikan, apakah betul pertumbuhan si Kecil tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan. Bila ternyata memang demikian, dokter akan segera melakukan tindakan untuk memperbaiki status nutrisi si Kecil.   

Semoga panduan berat badan normal untuk bayi usia 0-12 bulan di atas dapat membantu Ibu dalam memantau pertumbuhan si Kecil, ya. 

Jangan lewatkan setiap momen bersama si Kecil dengan Bebeclub! Di BebeJourney, Ibu dapat memantau perkembangan bayi dari bulan ke bulan menggunakan fitur Grafik Pertumbuhan yang sesuai dengan Standar Antropometri Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Yuk Bu, bergabung sekarang!

 


 

Referensi:

  1. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-increase-baby-weight. Diakses pada 19 Oktober 2023. 
  2. Parents. https://www.parents.com/baby/feeding/center/foods-to-encourage-healthy-baby-weight-gain/. Diakses pada 19 Oktober 2023. 
  3. Ireska T. Afifa, dkk. (2016). Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). Diambil dari https://www.idai.or.id [Diakses 9 Juni 2021]
  4. Rini Sekartini, Jeanne-Roos Tikoalu. (2013). Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id [Diakses 9 Juni 2021
  5. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. (2020). Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id [Diakses 9 Juni 2021]
  6. Lina Ninditya. (2016). Mencegah Anak Berperawakan Pendek. Diambil dari https://www.idai.or.id [Diakses 9 Juni 2021]
  7. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-increase-baby-weight#healthy-gains. Diakses pada 10 Oktober 2022.
  8. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/breastfed-baby-is-gaining-weight-slowly-4114196#toc-risk-factors-for-poor-weight-gain. Diakses pada 10 Oktober 2022.
  9. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325630#what-affects-baby-weight. Diakses pada 10 Oktober 2022.
  10. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bayi-baru-lahir-apa-yang-perlu-diperhatikan-bagian-i. Diakses pada 10 Oktober 2022.
  11. Nemours Kids Health. Failure to Thrive. https://kidshealth.org/en/parents/failure-thrive.html. Diakses 1 Desember 2023. 

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait