20+ Contoh Sensory Play untuk Anak 1–3 Tahun yang Aman
Sensory play merupakan aktivitas penting untuk mendukung perkembangan motorik, bahasa, kognitif, serta sosial-emosional anak usia 1–3 tahun. Artikel ini membahas pengertian sensory play, manfaatnya bagi tumbuh kembang anak, serta 20+ contoh sensory play yang aman, mudah dilakukan di rumah, dan sesuai dengan tahapan usia anak.
Di usia 1-3 tahun, sensory play penting untuk mendukung perkembangan motorik dan kemandirian anak, sekaligus menyalurkan rasa ingin tahunya. Berbagai contoh sensory play bisa dilakukan di rumah dengan bahan sederhana, Bu!
Apa Itu Sensory Play?
Sensory play adalah permainan yang melibatkan rangsangan pada berbagai indra anak, seperti sentuhan, suara, penglihatan, penciuman, rasa, serta gerakan tubuh.
Sensorik motorik adalah kemampuan anak dalam memproses rangsangan indra lalu menerjemahkannya menjadi gerakan. Kemampuan ini mendukung kemandirian anak saat beraktivitas sehari-hari.
Sensori integrasi adalah proses otak mengolah dan menyatukan berbagai rangsangan agar anak dapat merespons lingkungannya dengan tepat. Sensory play membantu memperkuat proses ini secara bertahap.
Manfaat Sensory Play untuk Tumbuh Kembang Anak
Bukan hanya membuat suasana hati anak menjadi lebih ceria, bermain juga bermanfaat sebagai media untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang si Kecil.
Begitu juga dengan berbagai contoh sensory play, ada banyak manfaat yang bisa dirasakan, antara lain:
1. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus
Dalam permainan sensorik, anak mengeksplorasi lingkungan dengan tangan dan jari, seperti meremas agar-agar atau menyentuh berbagai tekstur. Ini melatih koordinasi dan kekuatan otot kecil secara alami.
Mainan sensorik anak membantu motorik halus, yaitu kemampuan menggerakkan otot-otot kecil di jari dan pergelangan tangan. Stimulasi ini penting untuk ketepatan dan kontrol gerakan tangan.
Motorik halus berperan dalam keterampilan sehari-hari seperti memegang sendok, mengancingkan baju, menggunting, dan belajar menulis. Latihan sejak dini bantu anak lebih mandiri.
2. Mengembangkan Motorik Kasar
Dalam permainan sensorik, anak juga menggunakan seluruh tubuhnya untuk bereksplorasi, seperti berlari di atas pasir atau bergerak aktif merasakan berbagai tekstur di sekitarnya.
Aktivitas ini membantu perkembangan motorik kasar, yaitu kemampuan yang melibatkan otot-otot besar untuk bergerak, menjaga keseimbangan, dan beraktivitas.
Motorik kasar berperan penting dalam keterampilan dasar anak, seperti berjalan, berlari, melompat, dan koordinasi tubuh saat bermain.
Baca Juga: Manfaat Smell Sensory Play dan Ide Permainannya
3. Mendukung Perkembangan Bahasa
Permainan sensorik membantu mengoptimalkan perkembangan bahasa anak karena ia belajar mengekspresikan emosi, keinginan, dan kebutuhan melalui pengalaman bermain.
Melalui benda nyata, anak lebih mudah memahami kosakata seperti panas, dingin, keras, atau lunak, misalnya dengan air hangat, air es, pasir, atau slime.
Pemahaman ini membuat anak lebih mampu berkomunikasi dan menyampaikan keinginannya dengan jelas dalam aktivitas sehari-hari.
4. Melatih Kemampuan Kognitif
Mainan sensorik anak membantu sinapsis di dalam otak anak, yaitu proses menciptakan dan menguatkan koneksi antar sel otak, sehingga terbentuk jaringan baru.
Sinapsis yang optimal memungkinkan anak untuk belajar dan beradaptasi lebih cepat.
Sebaliknya, jika otak tidak mendapatkan stimulasi sensorik yang mencukupi, sinapsis tidak akan terjadi sehingga otak tidak akan berkembang dengan baik.
5. Membangun Kemampuan Sosial-Emosional
Rangsangan pada panca indra dapat mengalihkan perhatian anak dari rasa kesal, gelisah, atau marah, sehingga suasana hatinya menjadi lebih tenang dan fokus.
Stimulasi sensorik juga bermanfaat bagi anak yang hiperaktif atau sulit berkonsentrasi, karena membantu mengarahkan atensi pada satu sensasi tertentu.
Jika dilakukan bersama teman, permainan sensorik turut meningkatkan keterampilan sosial anak. Si Kecil belajar berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah bersama orang lain.
Contoh Sensory Play Berdasarkan Indra Anak
Berikut ini adalah contoh sensory play yang bisa Bapak Ibu lakukan bersama anak berdasarkan indra anak:
|
Jenis Indra |
Contoh Sensory Play |
Deskripsi Singkat Aktivitas |
|
Sentuhan (Tactile) |
Mie lembut |
Anak meremas, menarik, dan mengeksplorasi tekstur mie yang licin dan lembut. |
|
Papan tekstur |
Menyentuh berbagai tekstur seperti kain, kapas, amplas, bubble wrap |
|
|
Adonan tepung |
Anak mencetak, menekan, dan membentuk adonan dari tepung + air |
|
|
Jelly bin |
Memainkan jelly lembut untuk stimulasi sensasi basah dan kenyal |
|
|
Pendengaran (Auditory) |
Marakas homemade |
Mengguncang botol berisi beras/pasir untuk mengenal berbagai suara |
|
Kotak suara |
Menebak sumber suara dari benda berbeda (kacang, pasir, tutup botol) |
|
|
Musik ritme |
Mengetuk benda dengan sendok untuk menghasilkan ritme sederhana |
|
|
Penglihatan (Visual) |
Botol sensorik glitter |
Melihat glitter bergerak perlahan dalam cairan berwarna. |
|
Sorting warna |
Mengelompokkan pom-pom atau tutup botol berdasarkan warna |
|
|
Cahaya & bayangan |
Bermain lampu senter untuk mengenal gelap, terang, dan bentuk. |
|
|
Penciuman (Olfactory) |
Rempah-rempah aman |
Menghirup aroma kayu manis, vanilla, lemon. |
|
Playdough beraroma |
Adonan diberi pewangi makanan seperti pandan atau stroberi. |
|
|
Aroma bunga |
Mengenalkan bau bunga segar seperti melati atau mawar |
|
|
Rasa (gustatory) |
Edible sensory tray |
Menjelajahi makanan aman seperti buah potong, puding, atau yoghurt. |
|
Mencicipi tekstur berbeda |
Membandingkan lembutnya pisang, renyahnya biskuit bayi, atau kenyalnya jelly. |
|
|
Snack sorting |
Mengelompokkan makanan kecil berdasarkan bentuk & rasa (aman untuk usia). |
|
|
Gerak (Proprioseptif & Vestibular) |
Tunnel play |
Merangkak melewati terowongan untuk melatih orientasi tubuh. |
|
Pillow path jumping |
Melompat di atas bantal/cushion untuk stimulasi keseimbangan. |
|
|
Memeras sponge |
Mengangkat, meremas, dan memindahkan air dengan sponge. |
|
|
Bermain balon |
Mengejar, menendang, dan memukul balon untuk koordinasi tangan-kaki. |
Contoh Sensory Play untuk Anak 1-3 Tahun
Nah, setelah mengetahui berbagai manfaatnya, sekarang Ibu bisa memberikan ragam aktivitas sensory play yang pastinya seru dan menyenangkan bagi si Kecil. Apa saja, ya?
1. Bermain Mie
Rebus sebungkus mie, dinginkan, letakkan di wadah plastik, lalu biarkan anak bermain sepuasnya.
Sensory play dengan mie dapat membantu si Kecil mengembangkan indra mereka dengan berbagai cara.
Tekstur lengket dan kenyal memberikan pengalaman baru pada indra anak yang membantu mereka untuk belajar.
2. Adonan Tepung
Contoh sensory play untuk anak 1 tahun berikutnya ialah adonan tepung. Ibu cukup mengambil tepung kemudian taruh di atas nampan, lalu bebaskan anak bermain-main dengan tepung.
Si Kecil akan senang berkreasi membuat cetakan jarinya sendiri dengan tepung. Setelah asyik bermain dengan tepung, Ibu bisa tambahkan sedikit air sehingga menjadi adonan.
Ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berbeda saat si Kecil menyentuhnya. Anak akan melihat eksperimen sains saat menyaksikan bagaimana air mengubah tepung menjadi padat.
3. Lukisan Sidik Jari
Sensory play yang satu ini mungkin terkesan “berantakan”, tapi finger painting merupakan pilihan yang baik untuk anak. Si Kecil akan merasakan sensasi dingin pada cat air saat melukis.
Untuk membuat karya seni yang lebih indah, Ibu bisa ajak anak menempelkan jarinya yang sudah dicelupkan cat air ke kertas karton sampai membentuk bunga. Anak pastinya akan senang melihat hasil karyanya itu, Bu.
4. Marakas
Contoh sensory play untuk anak 1-3 tahun yang selanjutnya yaitu membuat alat musik marakas dari bahan-bahan yang ada di rumah.
Caranya mudah, Bu, cukup dengan memasukkan beras, kacang hijau, atau pasir ke dalam botol bekas, tutup rapat botol agar lebih aman.
Biarkan anak mengocok botol tersebut. Si Kecil akan menyadari jika botol berisi beras dan botol berisi kacang hijau menghasilkan suara yang berbeda.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 1 Tahun
5. Bermain Kertas Basah
Nah, contoh sensory play yang satu ini juga mudah untuk dilakukan, Bu. Caranya yaitu dengan mengisi nampan dengan air, lalu sediakan beberapa kertas untuk dicelupkan oleh anak.
Si Kecil nantinya akan takjub merasakan tekstur baru yang dihasilkan dari kertas basah.
Mungkin terlihat sederhana, tapi anak memang punya rasa ingin tahu yang tinggi tentang objek benda sehari-hari.
6. Sortir Bola dengan Sendok
Selanjutnya, menyortir bola dengan sendok juga bisa menjadi rekomendasi sensory play untuk anak 1-3 tahun.
Aktivitas ini baik untuk koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik halus si Kecil.
Siapkan dua mangkuk, lalu isi satu mangkuk dengan bola ping-pong atau pom-pom. Kemudian biarkan anak bermain memindahkan bola dengan sendok ke mangkuk kosong.
7. Papan Tekstur Sensorik
Ibu bisa memberikan papan tekstur sensorik untuk si Kecil yang berusia 1 tahun. Mudah saja membuatnya, Bu.
Tutupi papan dengan berbagai jenis benda yang memiliki tekstur berbeda-beda seperti bulu palsu, bubble wrap, alumunium foil, amplas, dan kapas.
Biarkan si Kecil menyentuh ragam benda tersebut satu per satu. Nantinya anak akan merasakan tekstur yang berbeda dari setiap benda yang disentuhnya.
Baca Juga: 8 Aktivitas Brain Gym untuk Stimulasi Kecerdasan Anak
8. Bermain Buah dan Sayur
Contoh sensory play ini mudah dilakukan di rumah! Ajak anak membantu menyiapkan bahan-bahan makanan, seperti sayur-mayur atau buah-buahan.
Biarkan si Kecil bermain dengan sisa kulit kentang, wortel, atau apel. Aktivitas ini membuat si Kecil belajar mengenai tekstur dan bau yang berbeda.
9. Bermain Es Batu
Mengajari anak tentang panas dan dingin bisa menjadi pelajaran yang sulit. Namun, Ibu bisa membuat pelajaran tersebut menjadi permainan yang menyenangkan untuk si Kecil.
Caranya, Ibu cukup membekukan beberapa mainan anak ke dalam es, lalu biarkan anak bermain-main dengan mainan bekunya itu.
Ibu juga bisa berikan segelas air hangat untuk mencairkan es. Anak akan melihat eksperimen es yang berubah menjadi air.
10. Bermain di Taman
Ide permainan sensori integrasi yaitu bisa dengan bermain di taman. Aktivitas outdoor sangatlah baik untuk melatih sensorik anak, Bu.
Anak bisa bebas berlarian, melompat, bahkan berguling. Biarkan anak berjalan tanpa alas kaki untuk mengembangkan sensorik mereka.
Berjalan dan berlari tanpa alas kaki di lantai, pasir, rumput, lumpur, dan sejenisnya akan meningkatkan rasa percaya diri anak untuk menggerakkan tubuhnya.
11. Main Playdough
Selain menggunakan sensory board, Ibu juga dapat menyiapkan playdough untuk bantu si Kecil melatih indra perabanya.
Dengan mainan edukasi anak 1 tahun ini, ia akan mengenal tekstur lunak, halus, dan dan licin. Agar makin seru, Ibu dapat mengajak si Kecil membuat playdough sendiri alih-alih membeli di toko.
Ibu hanya perlu menyiapkan baskom plastik, tepung, pewarna makanan, dan minyak sayur. Perubahan tepung dari bubuk jadi adonan lengket, kemudian kalis akan sangat menakjubkan baginya.
12. Bermain Air
Ini adalah ide contoh sensory play yang menyenangkan karena hampir seluruh anak suka sekali bermain air! Ibu dapat mencampur air dengan es batu dan air hangat.
Dengan begitu si Kecil akan belajar bahwa di sekitarnya ada berbagai macam suhu seperti dingin, panas, dan sedang.
Namun, pastikan es batunya berujung tumpul ya, Bu. Pilih yang dibuat dengan cetakan es, bukan es batu yang dipecah dari plastik. Hal ini penting untuk menghindari kulit si Kecil tergores dan terluka.
13. Tebak-tebakan Rasa
Agar indra pengecap si Kecil berfungsi dengan optimal, ia perlu mengenal berbagai macam rasa makanan. Kenalkan rasa seperti manis, asin, asam, pahit, langu, mint, dan lainnya.
Untuk memainkan permainan ini, Ibu dapat memanfaatkan berbagai macam bumbu dapur seperti gula, garam, bubuk merica, daun mint, buah asam jawa, dan sepotong pare.
Tutup mata anak dengan seikat kain atau sleep eye mask. Namun, jangan terlalu rapat mengikatnya ya, Bu. Kemudian, minta anak mencicipi bahan-bahan yang telah Ibu siapkan dan tebak apa rasanya.
14. Tebak Aroma
Selain mengeksplorasi rasa, Ibu dapat mengenalkan permainan guess the smell untuk memperkaya pengalaman sensorik anak melalui indra penciuman.
Ibu cukup menyiapkan bahan beraroma khas seperti kopi, jeruk, bunga melati, daun pandan, atau minyak kayu putih, lalu minta si Kecil menebak baunya dengan mata tertutup.
Permainan ini membantu anak mengenali berbagai aroma, termasuk bau yang menyenangkan maupun tidak, sehingga pemahamannya terhadap lingkungan semakin berkembang.
15. Dancing with The Rattle
Untuk melatih kepekaan indra pendengaran si Kecil, Ibu dapat membuat beberapa rattle alias kerincingan. Kemudian, ajak anak menggoyangkan botol sambil menari dan menyanyi.
Untuk membuat contoh sensory play ini, Ibu dapat memanfaatkan bekas wadah keripik kentang atau botol bekas. Isi wadah dengan biji-bijian seperti beras, kacang hijau, atau biji jagung.
Pastikan Ibu sudah menutup wadah tersebut dengan erat, sampai tidak bisa dibuka oleh si Kecil ya. Pasalnya, biji-bijian di dalamnya bisa membuat si Kecil tersedak.
Baca Juga: 6 Ide Permainan Outbound yang Seru dan Edukatif untuk Anak
16. Membangun Istana Pasir
Ibu dapat bantu mengembangkan keterampilan indra peraba si Kecil dengan mengajaknya bermain pasir. Boleh pasir di pantai, di taman bermain, maupun pasir sintetis di dalam nampan.
Dari pasir tersebut Ibu dapat mengajak si Kecil membangun istana. Siapkan beberapa ember dan sekop kecil. Beri contoh cara menggunakannya, lalu biarkan ia berkreasi sesuka hati.
Ibu hanya perlu mengawasi proses bermain anak, sambil memastikan ia tidak memasukkan pasir ke dalam mulut, hidung, maupun mata.
17. Bermain Kejar Cahaya
Salah satu contoh sensory play untuk anak usia 3 tahun adalah bermain kejar cahaya. Permainan ini cukup mudah dilakukan karena hanya bermodalkan sebuah senter.
Sediakan senter dan arahkan cahayanya ke lantai. Minta si Kecil untuk menginjak cahaya senter di lantai. Pindahkan cahayanya ke tempat lain dan minta si Kecil untuk mengejarnya.
Kegiatan ini tak hanya seru dan menyenangkan, tapi juga bermanfaat melatih si Kecil untuk fokus dan konsentrasi, mengasah persepsi visual, serta melatih gerakan mata.
18. Bermain Lilin
Lilin mainan adalah contoh sensory play untuk menstimulasi indra peraba sekaligus kreativitas si Kecil untuk melatih motorik halus dan kreativitasnya.
Memotong, menekan, dan membentuk lilin mainan menjadi bentuk apa pun yang disukainya, akan sangat bermanfaat untuk melatih motorik halus si Kecil.
Khususnya, pada jari-jarinya yang nantinya akan digunakan untuk belajar menggunting dan menulis.
19. Bercocok Tanam
Ingin coba contoh sensory play sekaligus meningkatkan bonding dengan si Kecil? Orang tua bisa mengajak buah hati bercocok tanam di sore hari atau saat akhir pekan.
Cobalah mencari bibit tanaman yang sederhana dan mudah ditanam, seperti tauge atau cabai. Lalu, gunakan media tanam berupa gelas plastik atau wadah bekas telur.
Kegiatan bercocok tanam, seperti menggali tanah, menempatkan bibit atau biji tanaman, mencium aroma bunga, hingga menyiram tanaman dapat membantu menstimulasi panca indra anak.
20. Berjalan di Atas Garis
Contoh sensory play ini bisa melatih keseimbangan. Cara melakukannya adalah cukup gambarlah garis lurus di atas lantai, atau gunakan selotip berwarna yang ditempel di lantai.
Minta si Kecil berjalan sambil menginjak garis tersebut, Bu. Sensory play anak 2 tahun ini punya banyak manfaat untuk si Kecil.
Contohnya seperti mengontrol keseimbangannya saat bergerak, melatih respons positif anak terhadap perubahan posisi, serta melatih gerakan tubuh anak secara terkoordinasi.
21. Membuat Roti
Ini memang bukan mainan, tapi bisa jadi cara untuk melatih sensori si Kecil, Bu.
Ajak si Kecil mengaduk adonan roti di dapur, dan biarkan ia memperhatikan perubahan adonan dari yang kecil hingga mengembang menjadi besar.
Setelah itu, Ibu bisa mengajak anak untuk membagi-bagi adonan dan membentuknya sesuai keinginannya. Proses menarik adonan dan membentuknya dapat melatih keterampilan motorik si Kecil, lho.
22. Buat Permainan Keseimbangan
Untuk melatih keseimbangan, Ibu bisa membuat dua garis lurus sejajar menggunakan kapur atau penanda lainnya dengan jarak berdekatan di halaman depan rumah.
Kemudian, minta ia berjalan mengikuti garis tanpa keluar dari garis yang telah dibuat.
Bapak Ibu bisa juga mengajak anak bermain di playground dan minta ia menaiki permainan yang ada. Contoh kegiatan sensorik ini dapat melatih kemampuan fokus dan atensi si Kecil.
23. Permainan Melompat
Permainan melompat, seperti melompati tali, trampolin, atau benda lainnya, juga bisa menjadi mainan sensory play yang menarik.
Permainan ini dapat bantu anak melepaskan energinya sekaligus merangsang kemampuan psikomotoriknya.
Contohnya, Ibu bisa buat rintangan menggunakan beberapa benda yang ada di rumah, seperti bantal, boneka, batu, dan lainnya. Lalu, ajak si Kecil untuk melompati benda-benda yang sudah diatur jaraknya.
Tips Bermain Sensory Play yang Aman untuk Anak
Contoh sensory play di atas perlu dilakukan dengan aman agar anak dapat bereksplorasi dengan nyaman dan orang tua merasa lebih tenang. Ini persiapannya, Bu:
- Pilih bahan bermain yang aman dan sesuai dengan usia anak
- Selalu dampingi anak selama bermain sensory play
- Hindari penggunaan benda kecil yang mudah tertelan
- Pilih area bermain yang aman serta mudah dibersihkan
Kapan Harus Konsultasi dengan Ahli?
Setiap anak berkembang dengan ritmenya masing-masing, tapi ada kondisi tertentu yang perlu perhatian khusus. Konsultasikan dengan ahli bila anak mengalami gejala di bawah ini:
- Anak tidak merespons rangsangan sensorik
- Anak sangat sensitif atau mudah terganggu oleh sentuhan maupun suara
- Terjadi keterlambatan perkembangan motorik yang signifikan
- Anak terdiagnosis atau dicurigai mengalami DST (Developmental Sensory Disorder).
Selain memberikan anak contoh sensory play di atas, Ibu perlu melengkapi gizi anak dengan susu pertumbuhan yang tepat.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
