5 Manfaat Sensory Play Untuk Stimulasi Indra Si Kecil, Jadi Lebih Peka!

Bermain tak sekadar menyenangkan bagi si Kecil, Bu. Lebih dari itu, bermain memberi banyak sekali manfaat bagi si Kecil. Dan salah satu ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
11 Aug 2022
Sensory play bukan sekadar bermain, tetapi salah satu cara memaksimalkan fungsi indra si Kecil.


Bermain tak sekadar menyenangkan bagi si Kecil, Bu. Lebih dari itu, bermain memberi banyak sekali manfaat bagi si Kecil. Dan salah satu jenis bermain yang perlu diperkenalkan pada si Kecil sejak dini adalah bermain sensori alias sensory play. Seperti namanya, permainan ini berhubungan dengan semua sensor atau indra si Kecil, mulai dari penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, dan penciuman. Apa saja manfaat sensory play? Yuk, cari tahu lebih jauh di bawah ini!

Manfaat Sensory Play

Sensory play ternyata tak hanya meningkatkan kemampuan panca indra si Kecil yang terdiri dari penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, dan penciuman. Lebih dari itu, permainan sensori juga dapat merangsang dua sensori atau indra lain yang sering diabaikan, yaitu proprioseptif dan vestibular.1

Baca Juga: Memilih Mainan Anak-anak dan Bayi

Indra proprioseptif bertanggung jawab atas kesadaran tubuh, memberikan informasi tentang posisi anggota tubuh, posisi seseorang di lingkungan, serta besarnya kekuatan yang perlu dikeluarkan untuk melakukan gerakan tertentu.1

Sedangkan indra vestibular bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan si Kecil ketika bergerak. Si Kecil yang mengalami gangguan pada indra ini, bisa takut dengan gerakan sederhana, misalnya naik ayunan, menolak digendong, takut naik lift, atau eskalator.1

Karena manfaatnya yang luar biasa pada seluruh indra si Kecil, yang ternyata tak hanya ada lima, sensory play pun menjadi salah satu aktivitas yang sangat penting dan disarankan untuk dilakukan sesering mungkin di rumah. 

Apa saja manfaat sensory play? Simak penjelasan berikut ini, Bu:

1. Membantu perkembangan kognitif si Kecil

Ibu, si Kecil membutuhkan stimulasi dan pengalaman untuk mendukung perkembangan kognitifnya. Melalui sensory play, ia akan mendapat berbagai pengalaman sensori yang berbeda-beda, yang dapat memperkaya pengalaman bermainnya. Semua pengalaman dan informasi ini akan disimpan di dalam otak si Kecil, untuk kemudian dipakai lagi saat dibutuhkan.2

 Keseimbangan adalah hal yang perlu dilatih si Kecil lewat sensory play.

Ketika anak bermain sensory play, stimulasi yang ia dapat juga akan membantu membentuk jaringan yang menghubungkan sel-sel otak anak, di mana hal ini akan meningkatkan kemampuan otak untuk memilih informasi mana yang harus disimpan dan mana yang harus diabaikan.2

2. Membantu perkembangan motorik 

Seperti kegiatan bermain pada umumnya, sensory play juga melibatkan koordinasi otot besar dan kecil anak. Itu sebabnya, aktivitas sensory play dapat membantu perkembangan motorik halus dan kasar si Kecil.

Misalnya, aktivitas menuang, menjumput, meremas, dan lain sebagainya, akan melatih kemampuan motorik halus yang nantinya akan dibutuhkan si Kecil untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti menulis, menggunting, memasang kancing baju, atau memegang sendok dan garpu saat makan. Kemudian aktivitas lain yang menggerakkan tubuh dan anggota geraknya, seperti membungkuk, jongkok, dan sebagainya, juga akan melatih kemampuan motorik kasar si Kecil.3 

3. Meningkatkan kemampuan bahasa

Aktivitas sensory play akan mendorong si Kecil untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang di sekitarnya. Lewat permainan sensori, si Kecil akan  belajar banyak hal yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya, dan membantunya memperkaya kosakata dan kemampuan bahasanya.4 

Salah satu manfaat sensory play adalah meningkatkan kemampuan bahasa si Kecil.

Misalnya, permainan yang melibatkan musik dan lagu bisa membantu meningkatkan keterampilan bahasa si kecil. Selain belajar kosa kata baru, permainan sensori juga memberi kesempatan pada si Kecil untuk berkomunikasi secara intens dengan orang yang bermain dengannya.

4. Melatih kreativitas dan imajinasi

Permainan sensori akan memberi kesempatan pada si Kecil untuk bereksplorasi.4 Misalnya, saat anak diberi satu set pasir kinetik lengkap dengan alat-alatnya, ia bisa mengembangkan kreativitasnya lewat permainan tersebut, entah dipakai untuk membangun istana pasir, untuk masak-masakan, atau yang lainnya. Hal ini dapat mendorong dan melatih kreativitas dan imajinasi anak, lho, Bu. 

5. Meningkatkan kemampuan mengingat

Berbagai permainan sensori dapat membantu si Kecil mengembangkan kemampuan mengingatnya. Dengan sensory play, si Kecil akan banyak mendapat informasi baru yang akan ia simpan di dalam otaknya, untuk nantinya digunakan lagi di kemudian hari.2 Misalnya, ketika si Kecil mengenal rasa dan aroma baru pada makanan, kelak ia akan mengingat kembali rasa dan aroma tersebut beserta istilahnya. Sehingga ketika menemukan aroma itu lagi, ia ingat bahwa itu aroma makanan tertentu.

Nah, agar semua manfaat sensory play di atas bisa didapat oleh si Kecil, lengkapi nutrisinya dengan Bebelac 3, ya, Bu. Susu pertumbuhan yang mengandung nutrisi tepat untuk si Kecil usia 1-3 tahun ini memiliki keunggulan berupa Triple A, yaitu DHA dan LA + ALA (minyak ikan), di mana kandungan minyak ikan 23% lebih tinggi daripada formula sebelumnya, untuk mendukung perkembangan kognitif si Kecil.

Selain itu, Bebelac 3 juga memiliki kombinasi serat yang tepat dari FOS dan GOS sebanyak 1:9 untuk mendukung saluran cerna si Kecil. Kandungan vitamin dan mineralnya juga tepat, yaitu 14 vitamin dan 9 mineral, yang membantu dukung perkembangan fisiknya. 

Nutrisi tepat pada Bebelac 3 akan mendukung saluran cerna yang baik (happy tummy), yang membuat mood si Kecil jadi baik (happy heart) dan mendukung akal kreatifnya (happy brain), Bu. Dengan begitu, seluruh manfaat sensory play di atas pun bisa didapat si kecil. 


Reference:

  1. Turgay Akay and Andrew J. Murray. 2021. Relative Contribution of Proprioceptive and Vestibular Sensory Systems to Locomotion: Opportunities for Discovery in the Age of Molecular Science. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7867206/ [Diakses 27 Juli 2022]
     
  2. James H Hedges, et al. 2013. Play, attention, and learning: How do play and timing shape the development of attention and influence classroom learning? Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3842829/ [Diakses 27 Juli 2022]
     
  3. Panggung Sutapa, et al. 2021. Improving Motor Skills in Early Childhood through Goal-Oriented Play Activity. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8625902/ [Diakses 27 Juli 2022]
     
  4. Jessica D. Rothstein, et al. 2021. Assessing the play and learning environments of children under two years in peri-urban Lima, Peru: a formative research study. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7796591/.  [Diakses 27/7/2022]

 

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait