10 Cara Belajar Menulis Anak TK yang Seru dan Manfaatnya

Anak sudah boleh belajar menulis mulai usia 4 tahun. Agar si Kecil semangat mencoba, Ibu bisa ajak bermain menebalkan huruf dan finger painting.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
27 Oct 2022
Belajar menulis anak TK - Bebeclub


Saat si Kecil sudah mau masuk usia sekolah, alangkah baiknya jika Ibu mulai cari tahu cara belajar menulis anak TK dari sekarang. Keterampilan menulis memang sudah tidak lagi menjadi syarat masuk sekolah. Tapi, mengasah motorik halus anak agar ia terbiasa memegang alat tulis sejak dini bisa jadi skill berharga untuk si Kecil belajar nantinya. 

Kalau Ibu ingin tahu caranya, yuk, langsung saja baca artikel ini!

Kapan Sebaiknya Anak Belajar Menulis?

IDAI menjelaskan bahwa usia ideal anak belajar menulis adalah 6 tahun. Tapi, anak sudah boleh dikenalkan dengan aktivitas pramenulis atau pre-writing skills saat sudah masuk usia 4-5 tahun atau usia pra sekolah (TK). 

Belajar menulis anak TK lebih difokuskan pada pre-writing skills untuk menguasai keterampilan motorik halus dasar yang anak perlukan sebelum mampu menulis. 

Keterampilan ini mencakup kemampuan menggenggam dan menggerakkan barang-barang dengan kedua tangan, belajar menarik garis vertikal dan horizontal, menggambar lingkaran, menghubungkan titik-titik, hingga mewarnai.

Manfaat Belajar Menulis untuk Anak TK

Menulis adalah salah satu cara paling efektif untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri dengan menuangkan ide-ide kreatif. Dengan belajar menulis, anak juga akan mendapatkan banyak manfaat lainnya, seperti: 

  • Meningkatkan keterampilan motorik halus.
  • Mampu memahami informasi yang dikemas dalam bentuk tulisan.
  • Mampu memahami struktur suatu cerita dalam sebuah teks. 
  • Dapat mengubah ide dan pemikirannya dalam bentuk tulisan.
  • Membantu mengingat informasi atau pengetahuan yang pernah dipelajari.

Baca Juga: 6 Keuntungan Mengajari Anak Membaca Sejak Dini

Cara Belajar Menulis Anak TK yang Seru 

Ada banyak cara kreatif yang bisa Ibu lakukan untuk mengajarkan menulis pada si Kecil. Selain lebih menyenangkan, cara-cara ini juga dijamin membuat anak tak akan malas belajar

Beberapa cara bahkan tak memerlukan pensil atau alat tulis sama sekali. Yang penting adalah agar si Kecil kenal angka dan huruf alfabet dulu.

Berikut adalah beberapa cara seru untuk belajar menulis anak TK:

1. Corat-Coret Kertas

Corat-coret di atas kertas adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan termasuk efektif membangkitkan minat anak untuk mulai belajar menulis. 

Melalui kegiatan ini, kekuatan otot-otot halus pada jari dan koordinasi mata-tangan anak akan terlatih dengan baik. Dengan begitu, tangannya semakin siap untuk diajak belajar menulis. 

Untuk melakukan kegiatan ini gampang saja, Ibu hanya perlu menyiapkan selembar kertas polos dan alat tulis ukuran besar supaya mudah digenggam. Kemudian, biarkan si Kecil mencoret-coret sesuka hati. 

2. Tarik Garis Hubungkan Titik-Titik

Setelah puas corat-coret kertas, Ibu bisa coba terapkan cara belajar menulis anak TK dengan menarik garis untuk menghubungkan titik-titik. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan kestabilan memegang alat tulis yang dibutuhkan dalam belajar menulis. 

Mulailah dari garis horizontal sederhana dulu. Jadi Ibu bisa gambar satu titik di sisi kiri kertas dan satu lagi di sisi paling kanan. Minta si Kecil untuk membuat garis yang berjalan dari satu titik ke titik satunya. Di lain waktu, coba buat dua titik vertikal.

Agar kegiatan ini semakin seru, Ibu dapat membuat cerita seperti, “Adik, yuk hubungkan titik-titiknya supaya anak kucing kecil di pojok kertas ini tahu arah jalan pulang ke rumahnya.” 

3. Gambar Lingkaran

Nah, salah satu cara belajar menulis anak TK yang seru dan sangat menantang keterampilan motorik halusnya adalah dengan menggambar pola lingkaran berlawanan arah jarum jam.

Ajak si Kecil bersama-sama menggambar lingkaran dari sisi atas kertas kemudian tarik garis cembung ke arah kiri, sehingga berlawanan dengan arah jarum jam. Ini adalah pola yang kita gunakan untuk membentuk huruf, misalnya huruf “a”, “c”, “d”, dan “o”.  

Selain menggambar dengan krayon atau pensil warna, Ibu dapat menempel kertas lebar di tembok dan memberikan si Kecil alat tulis yang baru, seperti kuas atau spidol, untuk menggambar. 

Baca Juga: 9 Kegiatan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun

4. Menebalkan Tulisan Ibu

Ibu dapat menulis beberapa kata sederhana dengan guratan pensil yang tipis-tipis. Misalnya, tulisan “ibu” “papa” atau “momo” nama kucing piaraan si Kecil. Kemudian minta anak untuk menebalkan huruf yang Ibu tulis dengan pensil warna lain atau spidol warna.

Konsepnya sama seperti latihan menarik garis untuk menghubungkan titik-titik. Tunjukkan pada anak dari mana ia harus mulai menebalkan setiap huruf dengan cara memberikan titik warna hijau dan warna merah sebagai titik akhir. 

Motivasi si Kecil untuk menyebutkan nama huruf dan suara yang dihasilkan sembari ia menebalkan setiap huruf yang ada. 

Jika sudah selesai, selipkan memo di tempat yang seharusnya. Misalkan pada kotak makan siang Ayah atau di tempel pada pintu kulkas. Si Kecil pasti akan merasa sangat bangga!

Baca Juga: 12 Cara Mudah dan Seru Mengajari Anak Membaca

5. Menulis di Atas Lantai atau Pasir

Belajar menulis anak TK akan makin terasa seru jika Ibu bisa menyediakan media lain, misalnya menulis di lantai. 

Tipsnya, gunakan spidol yang mudah dibersihkan, dan minta si Kecil untuk menulis nama ataupun huruf-huruf yang sudah diketahuinya. 

Jika biasanya si Kecil belajar menulis dibatasi oleh tepi kertas, kali ini ia bisa menulis tanpa ada batasan di atas lantai. Ia bebas menulis besar-besar, Bu. 

Selain di atas lantai, Ibu juga bisa mengajak si Kecil belajar menulis di atas pasir, lho! Jika memiliki waktu luang, Ibu dapat mengajak si Kecil ke pantai dan mengajaknya menorehkan macam-macam huruf di atas pasir, baik menggunakan jari-jari mungilnya atau menggunakan stik kayu. 

Kalau belum sempat ke pantai, Ibu dapat memanfaatkan nampan lebar yang diisi pasir kinetik sebagai media anak belajar menulis. 

Kedua cara tersebut pasti akan membuat si Kecil bersemangat, karena ia akan merasa seperti sedang bermain sensory play alih-alih belajar menulis. 

6. Menulis Menggunakan Kerikil

Supaya kegiatan belajar menulis anak TK semakin menyenangkan, Ibu dapat memanfaatkan benda-benda di sekitarnya untuk belajar menulis. Misalnya kerikil-kerikil kecil yang ada di halaman rumah. 

Ibu dapat mengajak anak untuk mengumpulkan kerikil kemudian mencucinya hingga bersih. Agar lebih seru lagi, ajak si Kecil mewarnai kerikil tersebut dengan cat warna pink, kuning, hijau, dan lain sebagainya. Pastikan pilih cat yang aman bagi kulit anak-anak ya, Bu. 

Setelah cat kering, Ibu dapat mengajak si Kecil untuk menyusun kerikil-kerikil tersebut menjadi huruf-huruf tertentu. 

Selain kerikil, masih banyak benda lain yang dapat digunakan untuk membuat huruf seperti manik-manik, stik es krim kecil, benang wol, pasir, dan lain sebagainya. 

7. Tebak Huruf

Ketika si Kecil sudah mengenal sebagian besar alfabet, kini saatnya Ibu untuk menguji kemampuan si Kecil untuk menulis huruf tunggal. 

Ibu bisa menggunakan sistem dikte untuk tebak huruf. Misalnya, Ibu menyebut huruf 'C', dan si Kecil kemudian akan menuliskannya di kertas.

Ibu bisa melanjutkan mendikte huruf sampai menjadi satu kata yang bisa si Kecil tuliskan. Misalnya dilanjutkan dengan huruf ‘K’ dan ‘U’. Katakan pada si Kecil bahwa ia baru saja menulis kata ‘AKU’. Lakukan di waktu santai agar terasa lebih menyenangkan ya, Bu!

8. Menulis Suku Kata dengan Balok

Setelah si Kecil mengenal setiap alfabet dengan baik, Ibu dapat mulai mengajak si Kecil mengenal susunan suku kata seperti si-si, su-su, atau ku-ku. Proses belajar menulis suku kata ini akan sekaligus meningkatkan kesiapan si Kecil dalam belajar membaca. 

Supaya lebih menyenangkan, Ibu dapat mengajak anak belajar menulis suku kata dengan menggunakan balok huruf. Susun balok sesuai urutan, kemudian ajak anak untuk menuliskannya di atas kertas sambil mengeja.

9. Menebalkan Huruf 

Selain huruf yang ada di namanya, tentu saja si Kecil harus belajar menulis huruf-huruf lainnya. Nah, Ibu bisa menggunakan metode menulis dengan menebalkan huruf yang sangat mudah diikuti oleh si Kecil. 

Ibu bisa membuat pola sendiri secara manual yang menggambarkan huruf menggunakan pola titik-titik menggunakan pensil. Kemudian, minta si Kecil untuk menebalkan huruf tersebut dengan cara menyambungkan titik-titik tersebut.

Selain Ibu membuatnya secara manual di kertas, kegiatan menebalkan huruf ini juga bisa didapat dari buku aktivitas belajar menulis anak TK yang banyak dijual di toko buku.

10. Menjiplak Namanya Sendiri

Tahukah Ibu, akan lebih mudah bagi si Kecil untuk mempelajari huruf yang ada pada namanya dibandingkan huruf lain. Hal ini karena si Kecil akan lebih sering terpapar dengan huruf-huruf yang ada di namanya saat di keseharian, termasuk di sekolah.

Itu sebabnya, langkah pertama untuk mengajarkan si Kecil menulis adalah dengan menulis huruf yang ada di namanya, terutama huruf pertama. 

Misalnya, jika nama si Kecil adalah 'Alika', maka ajarkan ia untuk menulis huruf 'A' sebelum Ibu mengajarkannya menulis huruf lain. Kemudian lanjutkan dengan huruf berikutnya, yaitu 'L', 'I', 'K', dan ‘A’. 

Begitu si Kecil mahir menuliskan namanya sendiri, perlahan kemampuan menulisnya akan semakin berkembang, Bu. Si Kecil mungkin akan melakukan identifikasi dan belajar menulis kata lainnya yang memiliki susunan huruf sama dengan namanya. Misal, kata 'ali', atau 'lia'. 

Baca Juga: 9 Cara Belajar Berhitung Mudah dan Cepat untuk Anak TK

Sudah siap mulai praktekkan cara-cara belajar menulis anak TK di atas? Cara apa pun yang Ibu pilih, pastikan terus Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil dengan Bebelac 4 GroGreat+.

Bebelac 4 dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis untuk menjaga pencernaan (happy tummy) anak serta Triple A (DHA, LA, ALA) untuk optimalkan akal kreatif si Kecil (happy brain) dan jaga suasana hatinya terus baik (happy heart) selama belajar. 

Tertarik mencoba? Yuk, gabung jadi member Bebeclub untuk dapatkan promo serta penawaran menarik seputar susu Bebelac!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. The Importance of Writing for Preschoolers | Library. (2023). Fairfaxcounty.gov. https://www.fairfaxcounty.gov/library/branch-out/importance-writing-preschoolers#:~:text=Encouraging%20Emergent% 20Writing&text=Encouraging%20preschoolers'%20practice%20of%20these, story%20structure%20patterns%20in%20text.
  2. Handwriting skills for children. (2023, August 25). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/play-learning/learning-ideas/handwriting#toddlers-drawing-and-early-handwriting-skills-nav-title
  3. IDAI | Perkembangan Literasi Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak
  4. Samantha W. Bindman, et al. 2014. Parental Writing Support and Preschoolers' Early Literacy, Language, and Fine Motor Skills. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4183063/  [Diakses 17 Agustus 2022]
  5. Cynthia S. Puranik, et al. 2014. Learning to Write Letters: Examination of Student and Letter Factors. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5102622/ [Diakses 17 Agustus 2022]
  6. Amanda Soebadi. 2013. Perkembangan Literasi Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak [Diakses 17 Agustus 2022]
  7. Adinda Rohadati Aisy dan Hafidzah Nur Adzani. 2019. Pengembangan Kemampuan Menulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Primagama. Diambil dari: https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/download/28813/12930 [Diakses 17 Agustus 2022]


Artikel Terkait