Penyebab BAB Bayi Encer Berwarna Kuning dan Solusinya

Warna feses kuning cerah normal pada bayi ASI eksklusif. Namun jika disertai tekstur yang sangat encer, bisa jadi ini salah satu tanda gangguan pencernaan.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
07 Feb 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK


Melihat BAB bayi encer berwarna kuning tentu membuat Ibu khawatir. Apakah kondisi ini normal dan apa penyebabnya? Temukan penjelasannya dalam artikel ini, Bu!

BAB Bayi Encer Berwarna Kuning, Apakah Normal?

BAB encer berwarna kuning adalah kondisi normal, terutama pada bayi yang mengonsumsi ASI.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), warna kuning ini disebabkan oleh sterkobilin, zat buangan dari empedu yang dikeluarkan lewat tinja.

Jadi apabila Ibu melihat BAB bayi berwarna kuning dan encer, tak perlu khawatir. Terutama jika frekuensi BAB-nya masih dalam kisaran normal, yaitu sekitar 3-4 kali sehari.

Namun, segera konsultasikan ke dokter jika frekuensi BAB bayi jadi lebih sering biasanya disertai dengan tekstur berair. Hal ini dapat menjadi indikasi bahwa bayi mengalami diare.

Kenapa BAB Bayi Encer Berwarna Kuning?

Pup bayi berwarna kuning dan encer umumnya dipengaruhi oleh asupan ASI. Selain itu, ada berbagai alasan lain yang dapat menjadi penyebab BAB bayi encer dan berwarna kuning:

1. Diare

Diare pada bayi adalah salah satu penyebab BAB bayi encer berwarna kuning. 

Selain encer dan berwarna kuning, pup mencret pada bayi juga bisa bervariasi, seperti hijau, atau cokelat dengan tekstur yang sangat berair. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi.

Bayi yang mengalami diare rentan kehilangan banyak air dalam tubuhnya. Maka, penting bagi Ibu untuk memberinya banyak cairan terutama ASI demi mencegah efek samping dehidrasi.

2. Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Pada bayi yang usianya lebih besar, tekstur feses seperti ini dapat terjadi pada fase pertumbuhan gigi.

Ketika bayi tumbuh gigi, produksi air liurnya cenderung lebih banyak dari biasanya. BAB bayi seperti ini mungkin disebabkan karena si Kecil terlalu banyak menelan air liur.

3. Alergi Makanan atau Obat

Pup bayi yang encer juga bisa disebabkan bayi terlalu sensitif terhadap makanan tertentu atau zat-zat dalam obat yang dikonsumsi oleh Ibu.

Seiring dengan sistem pencernaan bayi yang masih berkembang, beberapa bayi mungkin menunjukkan reaksi terhadap zat-zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh melalui ASI.

Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi BAB Bayi Berlendir

Pada umumnya, BAB bayi encer berwarna kuning masih normal jika si Kecil tidak tampak sakit atau menunjukkan perubahan perilaku. Pola BAB si Kecil juga masih aman selama berat badannya terus naik.

Agar lebih yakin, Ibu bisa cek kondisi pencernaan si Kecil dengan tools Poop Tracker di Bebe Journey. Dilengkapi fitur AI, hasilnya bisa diketahui dengan cepat untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter!

Cara Mengatasi BAB Bayi yang Berwarna Kuning dan Encer

Sekarang Ibu sudah tahu bahwa BAB bayi encer kuning tidak selalu karena diare. Namun, tetap penting untuk menjaga kesehatan pencernaan bayi terlepas apapun kondisinya.

Berikut adalah cara menjaga kesehatan pencernaan bayi agar BAB-nya selalu lancar:

1. Teruskan Menyusui Eksklusif

Sebisa mungkin teruslah memberikan ASI secara eksklusif minimal selama 6 bulan pertama usianya. Sebab, ASI kaya nutrisi penting dan antibodi yang mendukung kesehatan pencernaan bayi. 

Kandungan protein dalam ASI dapat mengikat dengan vitamin B12 yang membantu mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme di saluran pencernaan.

2. Posisi Menyusui Bayi yang Benar

Pastikan posisi bayi saat menyusui benar untuk mengurangi risiko tertelannya udara agar bayi tidak kembung.

Ketika menyusu, posisikan bayi dengan kepala tegak menghadap payudara dan hidung mengarah ke puting, sementara badan bayi menempel pada tubuh Ibu.

Baca Juga : 5 Penyebab Bayi Mencret Setelah Minum ASI dan Cara Mengatasinya

3. Menyendawakan Bayi

Menyendawakan bayi setelah menyusui juga penting demi menjaga kesehatan pencernaan si Kecil. Bersendawa dapat membantu membuang udara yang ditelan bayi saat menyusu. 

Jika Ibu tidak menyendawakan setelah menyusui, bayi berisiko mengalami gumoh, menjadi lebih rewel, dan mengalami kembung.

4. Jaga Kebersihan Breast Pump dan Payudara

Selalu bersihkan breast pump dan peralatan lain setelah digunakan untuk mencegah risiko kontaminasi kuman. Kuman dapat menyebabkan BAB bayi encer berwarna kuning jika tertelan bayi.

Selain itu, perhatikan juga kebersihan payudara. Cukup bersihkan area puting dengan air, tak perlu sabun karena dapat menghilangkan pelumas alami pada puting.

Pelumas alami ini bisa mencegah puting Ibu menjadi kering dan pecah-pecah. Luka dan infeksi pada puting dapat menjadi sarang bakteri yang mungkin masuk ke tubuh bayi saat menyusui.

5. Pastikan Selalu Mencuci Tangan

Selalu pastikan mencuci tangan dengan baik sebelum menyentuh atau merawat bayi untuk mencegah penyebaran infeksi.

Cara sederhana ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan si Kecil, apalagi bayi memiliki sistem kekebalan yang masih berkembang dan rentan terhadap infeksi. 

Baca Juga : Bayi Baru Lahir Sering BAB, Apa Pertanda Diare?

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Ibu merasa khawatir mengenai warna feses bayi atau konsistensi BAB-nya, segeralah berkonsultasi ke dokter anak. Apalagi, jika bayi mengalami kondisi-kondisi di bawah ini.

  • BAB bayi masih berwarna hitam beberapa hari setelah lahir.
  • Terdapat warna merah atau darah dalam tinja bayi.
  • BAB bayi berwarna putih.
  • Bayi tiba-tiba BAB lebih sering dan teksturnya lebih cair.
  • Bayi BAB sedikit-sedikit.
  • Pup bayi selalu keras, kering, dan terlihat mengalami kesulitan saat buang air besar.

Perlu diingat bahwa BAB bayi encer berwarna kuning umumnya dianggap normal. Perubahan warna dan konsistensi tinja bayi dapat dipengaruhi banyak faktor yang belum tentu karena infeksi. 

Namun, jangan pernah ragu untuk mengonsultasikan pencernaan si Kecil pada dokter jika Ibu merasa ada yang berbeda pada kesehatannya. Ibu juga bisa bertanya langsung dengan tim Bebecare tanpa perlu membuat janji, karena BebeCare siap melayani 24/7!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Conte, K. (2021, November). Your Guide to Newborn Poop Colors. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health/newborn-poop-color
  2. IDAI | Warna Tinja, Apakah Berhubungan dengan Penyakit? (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/warna-tinja-apakah-berhubungan-dengan-penyakit
  3. IDAI | Air Susu Ibu dan Kekebalan Tubuh. (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh
  4. IDAI | Manajemen Laktasi. (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi
  5. Burping Your Baby (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/burping.html
  6. ‌WebMD Editorial Contributor. (2021, March 16). Breastfeeding: How to Care for Your Nipples. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/baby/breastfeeding-how-to-care-for-your-nipples
  7. What’s normal when it comes to baby poop? (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/baby-poop/faq-20057971
  8. What colour should my breastfed baby’s poo be? (2022). BabyCenter. https://www.babycentre.co.uk/x8830/what-colour-should-my-breastfed-babys-poo-be
  9. IDAI | Tinja Bayi: Normal atau Tidak? (Bagian 1). (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/tinja-bayi-normal-atau-tidak-bagian-1


Artikel Terkait