10 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi yang Efektif

Cara menaikkan berat badan bayi penting untuk Ibu ketahui. Sebab, berat badan bayi yang ideal bisa menjadi tanda ia tumbuh dengan sehat.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : dr. Attila Dewanti, SpA (K)

4 min
23 Aug 2022
Profile dr. Attila Dewanti, SpA (K)
Ibu, yuk, cari tahu cara menaikkan berat badan bayi.


Penting untuk tahu bagaimana cara menaikkan berat badan bayi. Melihat BB si Kecil yang stagnan atau kenaikannya sedikit dari bulan lalu mungkin juga membuat Ibu bertanya-tanya, apa penyebabnya? Apakah asupan nutrisinya tercukupi, atau apakah si Kecil mengalami masalah pencernaan? 

Jika ingin menambah berat badan si Kecil, penting bagi Ibu untuk mengetahui cara menaikkan berat badan bayi yang efektif dan tepat sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya.

Yuk, simak penjelasan di bawah untuk mengetahui cara menaikkan berat badan bayi yang efektif!

Tabel Berat Badan Ideal Bayi 0-12 Bulan 

Sebelum mencari tahu cara menaikkan berat badan bayi, Ibu pasti penasaran memangnya berapa berat badan ideal untuk si Kecil?

Yang jelas Ibu tidak perlu langsung khawatir jika tubuh si Kecil terlihat lebih besar atau lebih kecil dibandingkan anak lain pada usia yang sama. Selama berat badannya tetap normal dan tidak ada keluhan lain, anak Ibu dapat dianggap tumbuh dengan baik.

Berikut tabel berat badan ideal bayi usia 0-12 bulan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

Usia 

Bayi Laki–Laki 

Bayi Perempuan

0 bulan 

2,4 - 3,8 kg 

2,5 - 3,6 kg 

1 bulan 

3,5 - 5 kg 

3,3 - 4,7 kg 

2 bulan 

4,4 - 6,2 kg 

4 - 5,7 kg 

3 bulan 

5,1 - 7,1 kg 

4,6 - 6,5 kg 

4 bulan 

5,7 - 7,7 kg 

5,1 - 7,2 kg 

5 bulan 

6,1 - 8,3 kg 

5,5 - 7,7 kg 

6 bulan 

6,6 - 8,7 kg 

5,8 - 8,1 kg 

7 bulan 

6,8 - 9,1 kg 

6,1 - 8,5 kg 

8 bulan 

7 - 9,5 kg 

6,4 - 8,9 kg 

9 bulan 

7,2 - 9,8 kg 

6,6 - 9,2 kg 

10 bulan 

7,5 - 10, 1 kg 

6,8 - 9,5 kg 

11 bulan

7,7 - 10,4 kg 

7 - 9,8 kg 

12 bulan 

7,8 - 10,9 kg

7,1 - 9,9 kg

Baca Juga: Ketahui Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan

Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik

Berat badan bayi umumnya akan naik secara stabil setiap bulan selama ia menyusu dengan baik. Namun, jangan kaget, ya, Bu, jika berat badan si Kecil turun dalam beberapa beberapa hari setelah ia lahir.

Sebagian besar bayi kehilangan sepersepuluh dari berat badannya selama lima hari pertama, tapi akan naik dalam lima hari berikutnya dan akan kembali ke berat lahir pada hari kesepuluh.

Setelah itu, bayi akan tumbuh dengan cepat, terutama di minggu ketiga dan keenam, dengan rata-rata pertambahan berat badan adalah 20-30 gram per hari. Jadi, tepat pada usia 1 bulan, berat badan bayi idealnya bisa mencapai sekitar 4 kilogram.

Lalu, bagaimana jika si Kecil tidak mengalami pertambahan berat badan yang signifikan di usia tersebut? Beberapa faktor berikut bisa jadi penyebabnya, Bu. 

1. Bayi Jarang Menyusu

Ibu perlu menyusui bayi baru lahir setidaknya 8 sampai 12 kali dalam 24 jam dengan durasi 10-15 menit setiap kali menyusu.

Lebih mudahnya, si Kecil harus disusui sekitar 2-4 jam sekali dalam satu hari. Namun, durasi menyusui dapat berbeda-beda pada setiap anak. Bila masih dalam kisaran 5-45 menit, ini masih dianggap normal.

Namun, apabila frekuensi menyusu si Kecil di bulan pertamanya kurang dari 8 kali atau durasinya kurang dari 5 menit atau lebih dari 45 menit, si Kecil berisiko tidak mendapatkan asupan energi yang cukup, sehingga pertumbuhan berat badannya turut melambat.

2. Posisi Pelekatan Bayi Belum Tepat

Di bulan pertama kelahiran, sangat wajar jika Ibu belum dapat memposisikan dan melekatkan si Kecil dengan tepat saat meng-ASI-hi. Kesalahan posisi menyusui ini sering kali membuat puting Ibu lecet, sehingga Ibu jadi segan menyusui. 

Ketika frekuensi menyusui berkurang, stimulasi terhadap kelenjar susu pun menurun sehingga secara otomatis produksi ASI Ibu akan berkurang. Ketika ASI Ibu kurang lancar, si Kecil juga akan menjadi malas menyusu.

Jika Ibu merasa belum mahir soal posisi menyusui maupun pelekatan menyusui, cobalah berkonsultasi kepada konselor laktasi, ya, Bu.

3. Gangguan Pencernaan

Berat badan si Kecil yang susah naik juga bisa disebabkan oleh masalah pada pencernaannya, seperti muntah atau diare.

Ada banyak hal yang menyebabkan bayi muntah maupun diare, misalnya infeksi atau intoleransi makanan yang dikonsumsi Ibu. Segera cek ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya, Bu.

Sebab, pencernaan yang sehat adalah awal dari semua kehebatan si Kecil tumbuh menjadi Anak Hebat.

Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi

4. Si Kecil Mengalami Tongue-Tie

Tongue-tie adalah kelainan pada frenulum (jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut) yang mengakibatkan lidah bayi menjadi tidak leluasa bergerak.

Jika tidak segera ditangani, tongue-tie dapat menyebabkan si Kecil sulit menyusu, sehingga penambahan berat badan juga bisa sangat lambat dan tidak sesuai kurva pertumbuhan, Bu. 

Itu dia beberapa penyebab berat badan bayi susah naik, selanjutnya, mari kita cari tahu cara menaikkan berat badan bayi secara sehat!

Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

Jika sudah menemukan penyebab berat badan si Kecil susah naik, sepuluh cara menaikkan berat badan bayi berikut ini mungkin bisa Ibu coba terapkan. 

1. Perbaiki Posisi Menyusui

Tentu saja cara menambah berat badan bayi yang paling penting adalah dengan memberinya ASI. Memposisikan si Kecil dengan benar saat menyusu adalah kunci keberhasilan dalam meng-ASI-hi, Bu. Berikut adalah cara yang tepat untuk memposisikan dan melekatkan si Kecil saat menyusu:

  • Ibu dapat memegang kepala si Kecil dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku Ibu, sementara pantatnya ditahan menggunakan telapak tangan Ibu.
  • Tempelkan perut si Kecil ke tubuh Ibu.
  • Kemudian, Ibu dapat memposisikan mulut bayi di depan puting.
  • Rangkulkan lengan bawah bayi pada tubuh Ibu. Jangan biarkan tangan si Kecil berada di antara tubuh ibu dan bayi. Sedangkan, tangan si Kecil yang bebas boleh dipegang Ibu atau diletakkan di atas dada Ibu.
  • Posisikan telinga dan lengan bayi yang di atas dalam satu garis lurus. Namun, kepala sebaiknya lebih tinggi dibandingkan tubuh bayi.

Setelah posisi menyusui benar, pastikan pelekatannya juga sudah tepat, ya, Bu. Pastikan seluruh puting serta areola Ibu masuk ke dalam mulut bayi. Kemudian pada saat menyusu, pipi bayi tidak boleh kempot, tidak boleh terdengar bunyi decak, dan hanya boleh terdengar bunyi menelan. Itulah tanda perlekatan sudah tepat, Bu.

2. Berikan ASI Lebih Sering

Sering menyusui si Kecil dapat meningkatkan produksi ASI, lho, Bu! Oleh karena itu, pastikan bayi menyusu dengan teratur. Terutama pada minggu-minggu awal setelah si Kecil lahir. Jangan biarkan si Kecil tidak menyusu lebih dari 4 jam, Bu.

Bu, agar produksi ASI lancar pastikan pula si Kecil menyusu dari kedua payudara Ibu dengan porsi seimbang. 

Selain sering menyusui si Kecil, Ibu juga bisa sering-sering memompa ASI untuk merangsang produksi ASI agar lebih banyak. ASI perah ini nantinya bisa digunakan saat Ibu sedang tak bisa menyusui si Kecil secara langsung, sehingga ia tetap mendapat asupan energi yang cukup. 

3. Hindari Menggunakan Empeng 

Hindari menggunakan empeng pada si Kecil sebagai cara menaikkan berat badan bayi, karena dapat mengurangi kemampuan perlekatannya saat menyusui. Ibu bisa mulai mengenalkan empeng saat usia bayi mencapai 3-4 minggu. 

4. Pastikan Ibu Tidak Stres atau Cemas 

Seperti yang sudah dibahas di atas, cara menaikkan berat badan bayi paling mudah adalah dengan lebih sering memberikan ASI. Saat kondisi emosional Ibu tidak stabil, hormon kortisol akan meningkat dan menekan hormon oksitosin. Padahal hormon oksitosin berperan dalam produksi ASI Ibu. 

Stres disebut sebagai penyebab utama menurunnya produksi ASI, terutama pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan si Kecil. Sebagai Ibu baru, mungkin Ibu ingin mengerjakan semua hal sendiri, tapi jangan sampai hal itu malah membuat Ibu stres dan cemas. 

Mintalah pertolongan pada suami, keluarga, atau orang terdekat ketika sudah mulai kewalahan, supaya Ibu bisa beristirahat dan menenangkan diri, sehingga produksi ASI dapat meningkat. 

5. Berikan Menu MPASI yang Tepat

ASI hanya bisa mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi hingga usia 6 bulan. Apabila si Kecil sudah berusia 6 bulan atau lebih, Ibu perlu menambahkan asupan dengan pemberian MPASI. Pastikan Ibu sudah memberinya MPASI pertama dengan panduan yang tepat ya, Bu. 

Mulai dari porsi, tekstur, rasa, dan bahan makanan, semua harus sesuai dengan usia si Kecil. Sehingga, penyerapan makanan optimal dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan.

Ikuti panduan singkat dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) soal tekstur dan porsi MPASI untuk si Kecil berikut ini ya, Bu: 

Usia 

Tekstur 

Porsi 

Frekuensi

6- 9 bulan 

Puree (saring) 

Mashed (lumat) 

3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml

2-3 kali makan besar, dan 1-2 kali makan selingan 

9-12 bulan 

Minced (cincang halus)

Chopped (cincang kasar) 

Finger foods 

Setengah mangkuk ukuran 250 ml 

3-4 kali makan besar, dan 1-2 kali makan selingan

 

6. Melakukan Responsive Feeding

Memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan badan bayi memang menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu. Terkadang si Kecil melepehkan kembali makanan yang sudah ia kunyah atau memberantaki isi piringnya dengan memainkan makanan.

Nah, cara menaikkan berat badan bayi yang mungkin sering terlewatkan adalah dengan melakukan responsive feeding. Saat jam makan, pastikan Ibu tidak hanya menyuapi saja. Bangun komunikasi positif lewat tatapan mata, ajak anak untuk makan sendiri, motivasi untuk membuka mulut, dan lain sebagainya. 

Ketika kondisi makan menyenangkan jumlah makanan yang masuk ke tubuh mungil anak pun cenderung lebih banyak. Ketika nutrisinya tercukupi, tentu saja berat badan tubuhnya akan segera meningkat. 

7. Hindari Distraksi saat Jam Makan

Sulit makan berkepanjangan tentu akan mempengaruhi asupan kalori yang masuk ke tubuh si Kecil dan secara otomatis mempengaruhi berat badannya. 

Agar si Kecil lebih mudah membuka mulut, jangan lupa juga untuk menjauhkan segala benda yang dapat mendistraksi fokus anak saat makan, ya, Bu! Misalnya smartphone, tablet, atau mainan.

Ketika fokus makan bayi teralihkan, ia bisa jadi sibuk mengamati hal lain dan mengemut makanan sehingga merasa cepat kenyang padahal jatah makannya belum habis. 

8. Buat Pengalaman Makan Jadi Lebih Menyenangkan 

Selain menghindari distraksi saat makan, pengalaman yang menyenangkan selama proses makan juga bisa jadi cara menaikkan berat badan bayi. Coba sesekali bawa si Kecil makan di halaman depan rumah atau buat piknik sederhana. 

Ibu juga bisa sekalian memperkenalkan rasa dan tekstur baru untuknya di kesempatan ini. Jangan patah semangat bila ia menolak mencobanya ya, Ibu bisa coba lagi di hari lain.

9. Berikan Buah-Buahan dengan Lemak Sehat

Untuk menambah berat badan si Kecil, Ibu dapat mengenalkan buah-buahan yang kaya dengan lemak sehat seperti alpukat, pisang, mangga, dan pepaya ketika ia nanti sudah siap MPASI.

Apabila dikonsumsi dengan jumlah yang tapat lemak sehat tersebut dapat membantu meningkatkan berat badan si Kecil.

10. Cek Kondisi Medis si Kecil

Bila Ibu sudah mencoba berbagai cara menaikkan berat badan bayi, tapi tidak kunjung mengalami perubahan, jangan abaikan kemungkinan adanya masalah medis yang menyebabkan si Kecil susah naik berat badannya. 

Bisa saja ternyata si Kecil sedang mengalami gangguan pencernaan atau alergi terhadap makanan yang Ibu konsumsi sehingga si Kecil mendapatkan ASI yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. 

Baca Juga: Ukuran Lingkar Kepala Bayi Normal yang Perlu Diketahui

Tidak ada salahnya jika Ibu ingin berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan berat badan dan kesehatan si Kecil, sekaligus mendapatkan saran cara menaikkan berat badan bayi dari dokter. Lebih baik repot sedikit daripada terlambat, bukan begitu, Bu?

Nah, semoga cara-cara di atas bisa Ibu terapkan dan dapat membantu menghilangkan kekhawatiran, ya. Ibu juga bisa mengakses fitur Grafik Pertumbuhan dengan bergabung di  Bebeclub untuk memantau berat dan tinggi badan si Kecil apakah sudah sesuai dengan acuan WHO. Unduh juga E-Book Panduan MPASI secara gratis untuk persiapan si Kecil nanti dengan bergabung dengan Bebeclub!

Selamat mencoba, Bu!

 


 

Referensi:

  1. Very Well. Why Your Breastfed Baby Is Not Gaining Weight. Very Well, November 29, 2022. https://www.verywellfamily.com/breastfed-baby-is-gaining-weight-slowly-4114196. 
  2. Very Well. Pros and Cons of Pacifier Use in Breastfed Babies. Very Well, April 12, 2021. https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-and-pacifiers-431786
  3. The University of Texas Southwestern Medical Center. 4 factors that can decrease breast milk supply – and how to replenish it. The University of Texas Southwestern Medical Center, May 16, 2022. https://utswmed.org/medblog/decrease-breast-milk-supply/
  4. Healthline. How To Increase Your Baby’s Weight. Healthline, July 21, 2020. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-increase-baby-weight
  5. Kemenkes. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020. Kemenkes. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf
  6. IDAI. “BAYI SAYA KUNING, BERAT BADANNYA TURUN. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN?” IDAI, 24 Agustus 2017. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/bayi-saya-kuning-berat-badannya-turun-apa-yang-harus-saya-lakukan
  7. IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). IDAI, 10 Oktober 2018. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=idai-newsletter&utm_content=Booklet+Pemberian+Makanan+Pendamping+Air+Susu+Ibu+%28MPASI%29
  8. IDAI. Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak. IDAI, 30 Juni 2015. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak 
  9. University Hospitals Coventry and Warwickshire. Pediatrics - How to gain Weight in Babies. University Hospitals Coventry and Warwickshire. https://www.uhcw.nhs.uk/download/clientfiles/files/Patient%20Information%20Leaflets/Clinical%20Support%20Services/Dietetics/Paediatrics%20-%20How%20to%20gain%20weight%20in%20babies.pdf
  10. Very Well. How Long to Breastfeed a Newborn. Very Well, November 29, 2022. https://www.verywellfamily.com/how-long-should-a-baby-nurse-at-each-feeding-431633
  11. Centers of Disease Control and Prevention. How Much and How Often to Breastfeed. Centers of Disease Control and Prevention, April 11, 2022. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/how-much-and-how-often.html
  12. IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait