Kembali ke Tumbuh Kembang

Perkembangan Anak Usia 3 Tahun, Si Kecil Sudah Bisa Apa Saja?

Ada banyak kemajuan dalam tumbuh kembang anak 3 tahun yang bisa membuat Ibu terkejut. Sebab, makin banyak lagi hal-hal baru yang ia kuas...

4 min
21 Sep 2022

Artikel ini belum diulas

Ada banyak kemajuan dalam tumbuh kembang anak 3 tahun yang bisa membuat Ibu terkejut. Sebab, makin banyak lagi hal-hal baru yang ia kuasai di usia 3 tahun ini. Penasaran seperti apa perkembangan anak usia 3 tahun, Bu?

Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Macam-macam perkembangan anak 3 tahun

Tumbuh kembang anak pada umumnya ditandai dengan kemampuan bahasa, kognitif, motorik, serta keterampilan sosial dan emosional. Tak lupa juga perkembangan dari sisi fisik, seperti berat dan tinggi badan anak.

Setiap aspek tumbuh kembang anak ini akan saling berpengaruh satu sama lain, lho Bu! Jadi, sangat penting untuk Ibu terus memantau pertumbuhan anak di usia 3 tahun ini.

Lalu, anak usia 3 tahun sudah bisa apa saja?

1.Tumbuh kembang anak 3 tahun secara fisik

Selama masa tumbuh kembang di 3 tahun pertama, anak-anak pada umumnya akan mengalami pertambahan berat dan tinggi badan yang cukup banyak. 

Lebih rinci, acuan berat badan ideal anak usia 3 tahun yang sesuai dengan Standar Antropometri Anak Kemenkes RI, yaitu:

  • Anak laki-laki: 12,2–14,3 kilogram

  • Anak perempuan: 11,5-13,9 kilogram.

Sama halnya dengan tinggi badan, Bu. Tinggi badan anak rata-rata juga bertambah mengikuti pertambahan usianya. Idealnya, pertambahan tinggi badan dari usia 2 tahun ke usia 3 tahun adalah sekitar 9 cm. 

Berdasarkan Standar Antropometri Anak Kemenkes RI, Berikut adalah acuan pertambahan tinggi badan anak usia 2 hingga 3 tahun sesuai jenis kelaminnya yaitu: berdasarkan Permenkes tahun 2020:

  • Anak laki-laki: 87,8 cm - 96,1 cm

  • Anak perempuan: 85,7 cm - 95,1 cm

Selain itu, di usia tiga tahun ini anak sudah memiliki 20 buah gigi susu.

Agar Ibu makin yakin tumbuh kembang si Kecil di usia 3 tahun ini sudah sesuai, IDAI sarankan rutin membawa si kecil ke posyandu atau dokter anak.

2. Perkembangan motorik anak usia 3 tahun

Ketika anak-anak masuk usia prasekolah, mereka memperoleh keterampilan baru di berbagai bidang. Salah satu keterampilan yang paling mencolok perkembangannya di usia ini adalah keterampilan motorik.

Lantas, anak 3 tahun sudah bisa apa saja?

Beberapa keterampilan motorik yang umum dicapai anak usia 3 tahun dapat meliputi:

  • Lari dengan lebih mudah.

  • Melompat lebih jauh dan memanjat.

  • Memakai dan melepas baju sendiri (bukan baju yang berkancing).

  • Menaik turunkan resleting.

  • Naik sepeda roda tiga.

  • Bisa naik dan turun tangga yang landai sendiri tanpa dipegangi.

  • Menggunakan sendok atau garpu untuk makan sendiri.

  • Cuci tangan sendiri dan mengeringkan tangan setelahnya.

  • Menyusun dan menumpuk 10 balok.

  • Mampu menyeimbangkan tubuh selama 1-3 detik dengan mengangkat salah satu kaki.

  • Melempar bola dengan kedua tangan.

  • Sudah lebih mantap dan stabil memegang krayon dan pensil.

  • Menggunting kertas dengan gunting anak

  • Hasil gambarnya tampak lebih jelas dan akurat, misalnya lingkaran terlihat bulat, bentuk persegi dengan tarikan garis yang lebih lurus.

Pada umumnya, anak di usia 3 tahun mereka sudah mampu menyelesaikan tugas atau aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan beberapa bulan sebelumnya.

Klik untuk download Flash Card Latihan Kombinasi Motorik Kasar dan Halus

3. Perkembangan bahasa dan komunikasi anak usia 3 tahun

Di usia ini, anak sudah mengenali namanya sendiri serta mampu menyebutkan nama dan umurnya ketika ditanya. 

Anak umur 3 tahun juga biasanya sudah bicara lebih lancar karena kosakatanya sudah lebih banyak dan pelafalannya juga lebih jelas. Oleh karena itu, anak sudah bisa Ibu ajak ngobrol pendek-pendek.

Sebagai contoh, Ibu bertanya “Kakak tadi main apa?” yang ia bisa balas dengan “main bola”. Kemudian jika Ibu kembali bertanya “Oh ya? Asik nggak?”, anak bisa menjawabnya lagi dengan “Asik, Bu!”

Selain itu, anak juga sudah bisa mengatakan aktivitas apa yang ada di dalam gambar ketika ditanya, seperti orang berlari, makan, atau bermain.

Bahkan, si Kecil di usia ini juga sudah bisa menanyakan pertanyaan siapa, di mana dan ke mana, atau kenapa. Sebagai contoh, “Ayah mana?” atau “Itu apa, Bu?”

Dirangkum dari Stanford Children’s Health, beberapa keterampilan berbahasa lain yang umumnya ditampilkan anak usia 3 tahun adalah:

  • Bicaranya bisa dipahami orang lain.

  • Bicara dalam 2-3 kata utuh dan mulai terbiasa bicara dengan 4-5 kata.

  • Dapat mengingat lirik lagu sederhana.

  • Bisa menggunakan “tolong” dan “terima kasih”.

  • Memahami kejadian lalu (kemarin).

  • Memahami kalimat panjang.

  • Memahami kata depan (di, di bawah, di atas, di belakang, di samping).

  • Menggunakan kata ganti dengan benar, seperti aku, kamu, dia.

Memperhatikan perkembangan bicara anak di usia 3 tahun sangat menarik bagi orang tua. Sebab, Ibu dan Ayah bisa melihat anak-anak mereka mulai berbicara dengan jelas dan berinteraksi dengan orang lain.

Namun, apakah wajar jika anak usia 3 tahun belum bisa bicara? Kemungkinan, ini menandakan anak Ibu mengalami keterlambatan bicara (speech delay).

Seorang anak bisa dikatakan terlambat berbicara jika sudah mencapai umur 2-3 tahun, tetapi belum bisa berbicara dengan lancar. Pada pertumbuhan normal, anak usia 1,5 tahun minimal sudah bisa mengucapkan 5 kata. 

Ibu bisa download Flash Card Latihan Bicara untuk bantu mengoptimalkan kemampuan berkomunikasi si Kecil.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Bahasa Anak di Usia 4 Tahun

4. Perkembangan kognitif anak usia 3 tahun

Salah satu aspek tumbuh kembang anak 3 tahun yang paling menjadi perhatian orang tua adalah keterampilan kognitif.

Keterampilan kognitif adalah kemampuan otak untuk bisa melakukan tugas apapun dari yang sederhana hingga yang paling kompleks. Keterampilan kognitif juga termasuk kemampuan memperoleh pengetahuan dari pengalaman dan informasi. 

Keterampilan kognitif anak tiga tahun umumnya meliputi kemampuan belajar, berpikir, dan memecahkan masalah.

Jadi secara kognitif, anak umur 3 tahun sudah bisa apa saja?

  • Tahu dan hafal nama-nama warna.

  • Memahami konsep ruangan dan benda-benda yang di dalamnya sehingga ketika bermain tidak sembrono.

  • Menggambar lingkaran mengikuti cara yang Ibu contohkan.

  • Menghindari menyentuh benda panas dan tajam seperti cangkir kopi Ayah atau pisau dapur ketika diberi tahu.

  • Memahami konsep perbedaan, termasuk beda ukuran besar dan kecil serta “lebih besar” dan “lebih kecil”.

  • Mengingat kejadian tertentu yang sudah lewat.

  • Memahami konsep waktu, seperti hari ini, kemarin, pagi, siang, malam.

  • Dapat menunjuk ke gambar yang benar ketika ditanya tentang hal itu, misal “Kak, gambar kucing yang mana?”

  • Mulai banyak bertanya. "Mengapa langit berwarna biru? Mengapa burung memiliki bulu?"

  • Membuka gagang pintu.

  • Menyusun 3-4 keping puzzle.

  • Bermain peran atau sandiwara dengan boneka.

  • Menggunakan imajinasi untuk membuat cerita singkat.

Kemampuan kognitif sangat dibutuhkan anak untuk bisa mempelajari berbagai hal, termasuk saat ia sekolah nanti.

Baca Juga: Bantu Asah Kemampuan Kognitif Anak, Ini 5 Fakta Minyak Ikan yang Ibu Perlu Tahu

5. Tumbuh kembang anak 3 tahun secara sosial dan emosional

Di usia 3 tahun ini, anak sudah bisa bergaul lebih mudah dengan teman-temannya. Sebab, si Kecil di usia ini sudah memahami konsep berbagi sehingga mulai bisa saling pinjam meminjam mainan dengan teman yang lain.

Selain itu, anak juga sudah mengerti apa itu bergiliran dan kenapa ia harus mengantre pada situasi-situasi tertentu.

Beberapa perkembangan lainnya yang bisa Ibu lihat pada anak usia 3 tahun adalah:

  • Frekuensi tantrum berkurang.

  • Memperhatikan anak-anak lain saat bermain dan menunjukkan keinginan untuk bergabung.

  • Bisa tahu kapan harus pergi ke toilet dan cara menyampaikannya ke orang lain ketika ingin buang air besar atau buang air kecil.

  • Meniru orang dewasa dan teman. Misalnya, berlari ketika anak-anak lain berlari.

  • Bergiliran dalam permainan.

  • Tidak mudah tantrum saat Mudah berpisah dengan orang tua.

  • Menunjukkan macam-macam perasaan.

  • Menikmati rutinitas dan mungkin kesal dengan perubahan besar.

  • Senang membantu dengan tugas-tugas rumah tangga sederhana.

Selama tahun-tahun ini, balita memperoleh banyak keterampilan baru untuk membantu mereka agar siap bersosialisasi di sekolah nantinya.

Mencoba hal-hal baru, belajar bagaimana memecahkan masalah dan bergaul dengan orang lain akan membuat perbedaan besar di tahun-tahun sekolah mereka dan seterusnya.

Baca Juga: Tips Dukung Perkembangan Sosial Anak Bagi Orang Tua Bekerja

Cara Ibu Stimulasi Tumbuh Kembang Anak di Usia 3 Tahun

Setiap anak tumbuh dalam kecepatan yang berbeda, dan ini termasuk normal. Namun, yang bisa Ibu lakukan adalah terus memberikan si Kecil stimulasi-stimulasi yang dapat mengoptimalkan perkembangannya dari segala aspek.

Terlebih karena di usia 3 tahun ini anak sedang gemar-gemarnya melakukan segala sesuatunya sendirian untuk mengeksplor kemandirian dalam dirinya.

Menurut CDC, pertimbangkan beberapa cara berikut untuk merangsang tumbuh kembang anak Ibu yang berusia 3 tahun:

  • Ajak bermain sensorik (sensory play) untuk membiasakan anak mengenal tekstur, aroma, rasa, dan sensasi yang berbeda-beda.

  • Ajarkan anak untuk mengukur benda-benda di rumah. Misalnya, mengukur panjang tempat tidur dengan menyusun balok warna-warni atau membariskan boneka-boneka di sepanjang sisinya ketimbang menggunakan penggaris. 

  • Ajak anak main berburu harta karun atau misi pencarian untuk memperbanyak kosakata dan ingatan anak tentang benda-benda yang umum di sekitarnya.

  • Tempel label warna-warni pada setiap benda di rumah untuk bantu anak menghubungkan bentuk benda dengan namanya, dan kemudian mengingatnya.

  • Ajak anak untuk bermain sandiwara atau bermain peran, misalnya pura-pura anak menjadi koki dan Ibu menjadi pengunjung.

  • Ajak anak untuk menjelajah lingkungan sekitarnya dengan bersepeda bersama atau jalan-jalan sore, sambil menyebutkan nama-nama benda yang Ibu temui.

  • Ajari anak lagu-lagu sederhana.

  • Buat waktu khusus untuk membaca bersama anak.

  • Ajak anak untuk sering-sering menggambar, dan sediakan berbagai macam alternatif alat menggambar. Mulai dari krayon, spidol, pensil warna, sampai cat air.

Satu yang paling penting, selalu berikan pujian ketika anak bisa memahami instruksi dan berhasil menyelesaikan suatu tugas. Berikan juga pujian ketika si Kecil bisa menunjukkan perilaku yang positif, seperti kemauan untuk berbagi mainan.

Peran Triple-A dan prebiotik untuk optimalkan tumbuh kembang anak 3 tahun

Memperhatikan tumbuh kembang anak di usia 3 tahun tidak hanya penting dari aspek sisi stimulasi saja, Bu. Asupan nutrisi juga sama pentingnya.

Kurang gizi dapat menyebabkan anak-anak tidak punya energi dan minat yang cukup untuk belajar serta mengeksplorasi hal-hal baru. Maka, Ibu harus lebih memperhatikan pemilihan makanan sehari-hari untuk anak.

Agar tumbuh dan tetap sehat, anak membutuhkan variasi nutrisi dari serat, karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Nah, salah satu asupan gizi yang juga penting untuk mendukung tumbuh kembang anak di usia tiga tahun adalah kombinasi tiga asam lemak esensial, yaitu DHA, LA, dan ALA.

Merangkum Oregon State University, DHA, LA, dan ALA berperan penting meningkatkan keterampilan kognitif dengan memaksimalkan proses pembentukan sel otak dan pembentukan jaringan otak. Sementara itu, kandungan LA secara spesifik mendukung perkembangan mental dan proses berpikirnya.

Kombinasi 3 asam lemak esensial ini bisa Ibu dapatkan dari sumber makanan seperti sayuran berdaun hijau gelap (bayam, brokoli), rumput laut, telur, ikan berlemak (salmon, tuna, sarden), kacang-kacangan, tahu, dan kacang kedelai.

Baca Juga: Pengaruh Kesehatan Pencernaan Pada Tumbuh Kembang Anak

Sebagai pelengkap menu makan hari-hari anak, dampingi dengan pemberian susu yang juga mengandung formulasi DHA dan LA+ALA (minyak ikan) untuk dukung perkembangan kognitif si kecil seperti susu Bebelac 3.

Terlebih lagi, susu Bebelac 3 juga diperkaya dengan prebiotik FOS:GOS 1:9 untuk mendukung perkembangan ususnya.

Prebiotik FOS:GOS 1:9 dalam susu Bebelac bantu meningkatkan jumlah bakteri ramah di usus yang dapat mendukung saluran pencernaan anak bekerja dengan baik (happy tummy). Prebiotik juga telah terbukti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendukung perkembangan otaknya secara lebih optimal, loh, Bu!

Penelitian pun sudah pernah menunjukkan bahwa kesehatan usus dan perkembangan otak saling berhubungan untuk mengatur mood dan emosi anak. Bahkan, diperkirakan 90% hormon bahagia serotonin dibuat di saluran pencernaan. Semakin baik mood anak, bisa semakin tinggi juga minat anak untuk terus belajar dan fokus.

Dengan asupan nutrisi optimal dari makanan dan susu Bebelac yang ditambah dengan stimulasi tepat, daya pikir si Kecil akan semakin terasah untuk mengembangkan akal kreatif (happy brain) dan suasana hatinya jadi tetap gembira (happy heart) yang akan membantu proses tumbuh kembangnya selama bermain dan belajar di rumah.

Tertarik untuk mencoba susu Bebelac 3, Bu? Yuk, beli sekarang untuk dukung si Kecil grow great dan daftarkan diri Ibu di Bebeclub MembershipBebeRewards untuk dukung si Kecil grow great dan mendapatkan beragam penawaran eksklusif lainnya!

 

*direview oleh dr. Tania Savitri


Referensi:

  1. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf [diakses Juli 2022]

  2. IDAI | Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). (2016). Idai.or.id.https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1 [diakses Juli 2022]

  3. ‌Stanford Children’s Health. (2019). Stanfordchildrens.org. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=the-growing-child-3-year-olds-90-P02296 [diakses Juli 2022]

  4. Developing fine motor skills in 3-year-olds. (2012, December 5). MSU Extension. https://www.canr.msu.edu/news/developing_fine_motor_skills_in_3_year_olds‌ [diakses Juli 2022]

  5. Pietrangelo, A. (2019, October 30). Does My Toddler Have a Speech Delay? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2 [diakses Juli 2022]

  6. Marks, H. (2010, November 8). 3- to 4-Year-Olds: Developmental Milestones. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/3-to-4-year-old-milestones [diakses Juli 2022]

  7. Developmental Milestones for 3-Year-Olds. (2022). Understood.org. https://www.understood.org/en/articles/developmental-milestones-for-typical-3-year-olds [diakses Juli 2022]

  8. 3-Year Child Developmental Milestones | Help Me Grow MN. (2022). Helpmegrowmn.org. https://helpmegrowmn.org/HMG/DevelopMilestone/3Years/index.html [diakses Juli 2022]

  9. CDC. (2020, March 6). Toddlers (2-3 years old). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/toddlers2.html [diakses Juli 2022]

  10. Essential Fatty Acids. (2014, April 28). Essential Fatty Acids. Linus Pauling Institute. https://lpi.oregonstate.edu/mic/other-nutrients/essential-fatty-acids [diakses Juli 2022]

  11. Lauritzen et al. (2016 Jan). DHA Effects in Brain Development and Function. Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4728620/  [diakses Juli 2022]

  12. Khalid et al. (2022, May 05). Functional behavior of DHA and EPA in the formation of babies brain at different stages of age, and protect from different brain-related diseases. International Journal of Food Properties. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10942912.2022.2070642 [diakses Juli 2022]

  13. Gal, K. (2022, June 20). The Complete Guide to Omega-3 Rich Foods. Medical News Today; Healthline Media. https://www.medicalnewstoday.com/articles/40253#_noHeaderPrefixedContent [diakses Juli 2022]



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait