Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Ini 4 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

Idealnya, berat badan si Kecil akan naik secara stabil setiap bulannya selama ia menyusu dengan baik. Tapi, kenapa Ibu merasa pertambaha...

4 min
23 Aug 2022
Ibu, yuk, cari tahu cara menaikkan berat badan bayi.

5 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Idealnya, berat badan si Kecil akan naik secara stabil setiap bulannya selama ia menyusu dengan baik. Tapi, kenapa Ibu merasa pertambahan berat badan si Kecil belum sesuai, ya? Adakah cara yang perlu diperhatikan untuk menaikkan berat badan bayi agar tumbuh kembang si Kecil tetap berada pada rentang yang sesuai dengan usianya?

Sebelum Ibu khawatir lebih jauh, simak dulu, yuk, apa saja, sih, penyebab berat badan bayi susah naik? Setelah itu, mari cari tahu bersama langkah apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan berat badannya. 

Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik

Ibu, jangan kaget jika si Kecil kehilangan berat badan setelah beberapa hari ia lahir. Sebagian besar bayi kehilangan sepersepuluh dari berat badannya selama lima hari pertama. Namun, berat badannya akan naik kembali dalam lima hari berikutnya, dan akan kembali ke berat lahir pada hari kesepuluh.1

Setelah itu, bayi akan tumbuh dengan cepat, terutama di minggu ketiga dan keenam, dengan rata-rata pertambahan berat badan adalah 20-30 gram per hari.1

Lalu, bagaimana jika si Kecil tidak mengalami pertambahan berat badan yang signifikan di usia tersebut? Beberapa faktor berikut bisa jadi penyebabnya, Bu. 

1. Si Kecil jarang menyusu

Coba cek frekuensi si Kecil menyusu, Bu. Bayi baru lahir perlu sering disusui. Setidaknya, ia harus disusui 8 sampai 12 kali setiap 24 jam, dengan durasi 10 hingga 15 menit setiap kali menyusu. Jika frekuensi menyusu si Kecil di bulan pertamanya kurang dari angka yang disebutkan di atas, atau durasinya pun tak sampai 10 menit, si Kecil berisiko tak mendapat energi yang cukup, sehingga pertumbuhan berat badannya pun melambat.

2. Posisi menyusui yang salah

Di bulan pertama, sangat wajar jika Ibu belum mahir memposisikan si Kecil dengan benar saat menyusu. Kesalahan posisi menyusui ini sering kali membuat puting ibu jadi lecet, sehingga Ibu jadi segan menyusui, produksi ASI berkurang, dan si Kecil jadi ikut menjadi malas menyusu.3 

Penyebab berat badan bayi susah naik

Jika Ibu merasa belum mahir soal posisi menyusui maupun perlekatan, cobalah berkonsultasi kepada konselor laktasi, ya, Bu. 

Baca Juga: 8 Penyebab Obesitas pada Anak Balita dan Cara Mencegahnya

3. Gangguan pencernaan

Berat badan si Kecil yang susah naik juga bisa disebabkan oleh masalah pada pencernaannya, seperti muntah atau diare. Ada banyak hal yang menyebabkan si Kecil muntah maupun diare, misalnya infeksi, atau intoleransi makanan yang dikonsumsi Ibu.4 Segera cek ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya, Bu.  

4. Si Kecil mengalami tongue-tie

Tongue-tie adalah kelainan pada frenulum (jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut) sehingga berukuran terlalu pendek. Hal ini mengakibatkan lidah bayi menjadi tidak leluasa bergerak. Jika tidak segera ditangani, tongue-tie dapat menyebabkan si Kecil jadi sulit menyusu, sehingga penambahan berat badan juga bisa sangat lambat dan tidak sesuai kurva pertumbuhan, Bu.5

Baca Juga: 5 Ukuran Kepala Bayi dan Cara Mengukur Lingkar Kepala Normal

Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

Nah, kini Ibu sudah tahu faktor apa saja yang dapat menyebabkan berat badan si Kecil susah naik. Coba cek, apakah salah satunya dialami oleh si Kecil? 

Jika sudah ditemukan penyebab berat badan si Kecil susah naik, empat cara menaikkan berat badan bayi berikut ini mungkin bisa Ibu coba terapkan. 

1. Perbaiki posisi menyusui

Memposisikan si Kecil dengan benar saat menyusu adalah kunci keberhasilan menyusui, Bu. Berikut adalah cara memposisikan si Kecil dengan benar saat menyusu:3

  1. Pegang si Kecil dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku Ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan Ibu.

  2. Perut bayi menempel ke tubuh Ibu.

  3. Mulut bayi berada di depan puting Ibu.

  4. Lengan yang di bawah merangkul tubuh Ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Sedangkan tangan yang di atas boleh dipegang Ibu atau diletakkan di atas dada Ibu.

  5. Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.

Setelah posisi menyusui sudah benar, pastikan perlekatannya juga benar, ya, Bu. Pastikan seluruh puting serta areola Ibu masuk ke dalam mulut bayi. Kemudian pada saat menyusu, pipi bayi tidak boleh kempot, tidak boleh terdengar bunyi decak, dan hanya boleh terdengar bunyi menelan.3 Itulah tanda perlekatan sudah benar, Bu.

2. Tingkatkan suplai ASI

Sering menyusui si Kecil dapat meningkatkan produksi ASI, lho. Jadi, terutama pada minggu-minggu awal setelah si Kecil lahir, pastikan ia teratur menyusu dari kedua payudara Ibu, ya. Jangan biarkan si Kecil tidak menyusu lebih dari 4 jam, Bu.2

Selain sering menyusui, Ibu juga bisa sering-sering memerah ASI untuk merangsang produksi ASI agar lebih banyak. ASI perah ini nantinya bisa digunakan saat Ibu sedang tak bisa menyusui si Kecil secara langsung, sehingga ia tetap mendapat asupan energi yang cukup. 

3. Memijat bayi

Memijat bayi dapat membuat si Kecil merasa lebih tenang dan nyaman. Tapi ternyata tak hanya itu manfaatnya, Bu. Pijat bayi juga dapat menjadi salah satu cara menambah berat badan bayi, terutama pada bayi yang lahir prematur atau yang mengalami berat badan rendah.6

Cara Menaikkan Berat Badan Bayi, Bunda Perlu Tahu!

Cara memijat bayi yang disarankan adalah dengan memberi pijatan lembut pada perut dan anggota tubuh si Kecil seperti tangan dan kaki sebanyak 3 kali dalam sehari. Gerakan ini dapat membantu perkembangan saraf dalam saluran pencernaan.6

Baca Juga: Berat Badan Ideal Bayi Sehat dan Tahap Perkembangannya

4. Cek kondisi medis si Kecil

Jangan abaikan kemungkinan adanya masalah medis yang menyebabkan si Kecil susah naik berat badannya, misalnya gangguan pencernaan atau penyakit lainnya. Tak ada salahnya Ibu berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui lebih lanjut status kesehatan si Kecil. 

Nah, semoga cara menaikan berat badan bayi di atas bisa Ibu terapkan dan dapat membantu menghilangkan kekhawatiran, ya. Ibu juga bisa mengakses Grafik Pertumbuhan di Bebe Journey untuk memantau berat dan tinggi badan si Kecil apakah sudah sesuai dengan acuan WHO. Selamat mencoba, Bu!


Reference:

  1. Rini Sekartini. 2016. Bayi Baru Lahir: Apa yang Perlu Diperhatikan? (Bagian I). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bayi-baru-lahir-apa-yang-perlu-diperhatikan-bagian-i [Diakses 22 Juli 2022]
     
  2. Badriul Hegar. 2013. Nilai Menyusui. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui#:~:text=Bayi%20baru%20lahir%20harus%20disusui,telah%204%20jam%20tidak%20menyusui. [Diakses 22 Juli 2022]
     
  3. Rulina Suradi. 2013. Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar  [Diakses 22 Juli 2022]
     
  4. Muzal Kadim. 2017. Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2 [Diakses 22 Juli 2022]
     
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017. PPK IDAI - Diagnosis dan Tata Laksana Ankyloglossia (Tongue-Tie). Diambil dari: https://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Panduan-Praktik-Klinis-Tongue-tie.pdf  [Diakses 22 Juli 2022]
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait