5 Penyebab Bayi Cegukan dan Cara Mencegahnya

Ada banyak penyebab bayi cegukan dan semuanya tidak berbahaya. Jadi, tidak perlu langsung merasa cemas, ya, Bu, ketika melihat si Kecil ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
21 Apr 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK


Ada banyak penyebab bayi cegukan dan semuanya tidak berbahaya. Jadi, tidak perlu langsung merasa cemas, ya, Bu, ketika melihat si Kecil tiba-tiba cegukan. Bukan berarti ada yang salah dalam tubuhnya, kok, Bu.

Yuk, kita cari tahu bersama apa penyebab bayi cegukan dan bagaimana mencegahnya, supaya Ibu tidak perlu merasa khawatir berlebihan lagi ketika si Kecil mengalami hal ini.

Bahayakah Cegukan pada Bayi? 

Secara umum, cegukan normal dialami oleh bayi. Bayi dapat cegukan berkali-kali dalam sehari. Bayi yang baru lahir bahkan bisa menghabiskan 2,5% waktu mereka dalam sehari dengan cegukan, lho. 

Sampai usia 12 bulan nanti, bayi  umumnya bisa menghabiskan 5-10 menit per hari untuk cegukan. Namun, untuk memahami apakah sering cegukan itu normal atau tidak, Ibu perlu tahu dulu penyebab bayi cegukan. 

Baca juga: 6 Cara Alami Menurunkan Demam pada Bayi

Penyebab Bayi Cegukan

Penyebab bayi cegukan adalah reaksi dari otot diafragma yang berkontraksi atau menegang secara tiba-tiba dan tidak disengaja. Diafragma itu adalah otot pernapasan berbentuk kubah yang terletak di bawah dada.

Akibat kontraksi otot diafragma kemudian timbul hisapan udara secara mendadak masuk ke dalam paru melewati ruang antara pita suara (glottis). Hisapan udara tiba-tiba inilah yang memunculkan suara “hik” khas cegukan yang familiar Ibu dengar. 

Umumnya cegukan muncul sebagai respon tubuh ketika si Kecil mendapatkan rangsangan berlebihan, seperti:  

1. Minum ASI Terlalu Cepat

Ketika bayi terlalu bersemangat saat menyusu, ia akan menyedot payudara Ibu dengan cepat. Akibatnya, ASI yang mengalir menjadi lebih deras dan si Kecil harus menelan banyak air susu dalam waktu singkat. 

Hal tersebut membuat perut si Kecil menerima rangsangan berlebihan yang memicu terjadinya cegukan. 

Apabila hal ini terjadi, Ibu perlu menghentikan dulu proses menyusui. Tenangkan si Kecil dan sendawakan. 

Kalau setelah beberapa menit cegukan belum hilang, Ibu boleh memulai lagi proses menyusui si Kecil. Menyusu pada Ibu mungkin akan membantu si Kecil menjadi lebih tenang. 

2. Pelekatan yang Kurang Tepat

Menyusui tidak mudah ya, Bu? Posisi payudara dan si Kecil harus diatur sedemikian rupa agar terjadi pelekatan yang tepat.

Posisi pelekatan yang tidak tepat bisa menjadi salah satu penyebab bayi cegukan, lho. Sebab ketika pelekatan kurang tepat, kemungkinan besar bayi akan menelan lebih banyak udara daripada air susu. Tubuh bayi kemudian akan bereaksi dengan memunculkan cegukan sebagai refleks untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam lambung. 

Saat pelekatan tepat, payudara Ibu tidak sakit saat disedot si Kecil. Ia pun bisa mengonsumsi ASI dengan lebih nyaman. 

Baca juga: Metode Pelekatan yang Tepat Ketika Menyusui

3. Belum Sendawa Setelah Minum ASI

Sesaat setelah minum ASI, bayi perlu disendawakan agar air yang ada di dalam perutnya keluar. Setelah disendawakan, baru lanjutkan memberi ASI pada bayi atau melanjutkan aktivitas yang lain. 

Apabila belum disendawakan, mungkin ada sedikit gas yang mengiritasi perut si Kecil sehingga menimbulkan cegukan. 

4. Terlalu Banyak Tertawa atau Menangis

Banyak tertawa dan menangis juga bisa menyebabkan bayi sering cegukan karena ia menelan udara terlalu banyak, Bu. Udara yang terperangkap di lambung inilah yang akan mendorong diafragma, kemudian memicu terjadinya cegukan.

5. Bayi Merasakan Emosi yang Kuat

Munculnya emosi yang kuat, seperti rasa gembira atau semangat sebelum bayi makan, serta stres bisa menjadi penyebab bayi sering cegukan, lho, Bu, karena bisa membuat udara mudah masuk ke diafragma bayi.

Baca juga: 5 Penyebab Bayi Mencret Setelah Minum ASI dan Cara Mengatasinya

Apakah Bayi Merasa Kesakitan Saat Cegukan? 

Saat cegukan, seluruh tubuh bayi ikut terhentak dan biasanya disertai dengan suara “hik” yang cukup keras. Terkadang cegukan juga diikuti dengan gumoh cairan susu. 

Mungkin hal tersebut membuat Ibu bertanya-tanya, “Apakah si Kecil merasa kesakitan ketika cegukan?

Tenang Bu, cegukan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi. Menurut penelitian, cegukan yang dialami bayi rasanya sama dengan cegukan yang dirasakan orang dewasa. 

Cara Mencegah Cegukan pada Bayi

Cegukan memang hal yang normal terjadi dan akan berhenti dengan sendirinya. Namun, mungkin Ibu tidak tega melihat si Kecil sering cegukan. 

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah cegukan pada bayi, antara lain: 

1. Menyusui Bayi Tepat Waktu

Supaya si Kecil tidak terlalu bersemangat ketika menyusu sehingga ia minum ASI terlalu cepat, pastikan Ibu menyusuinya sebelum ia merasa terlalu lapar, ya. 

Bagaimana caranya? Ibu dapat memperhatikan tanda lapar yang ditunjukkan oleh bayi. Untuk bayi usia 0-5 bulan ia akan menunjukkan gestur berikut ketika lapar: 

  • Meletakkan tangan di mulut. 

  • Menolehkan kepalanya ke arah payudara Ibu atau botol susu. 

  • Mengerutkan, mengecap, atau menjilat bibir. 

  • Mengepalkan kedua tangannya.

Ketika bayi menunjukkan bahasa tubuh tersebut, Ibu dapat coba menawarkan ASI pada si Kecil. 

Apabila masih kenyang, ia akan secara otomatis menutup mulutnya dan memalingkan wajah dari payudara Ibu atau botol susu, kok. 

2. Memastikan Pelekatan Mulut Tepat

Selanjutnya, Ibu perlu memastikan posisi pelekatan mulut bayi tepat saat menyusu sehingga tidak ada udara yang ikut masuk. 

Cara pelekatan yang tepat adalah dengan memposisikan kepala si Kecil sedikit lebih tinggi dari perutnya. Hal ini berfungsi untuk memudahkan ASI masuk ke dalam perut. 

Kemudian, pastikan mulut si Kecil menempel penuh pada bagian areola Ibu, diikuti dengan perut bayi yang menghadap langsung dengan perut Ibu.

Posisi tersebut dapat membantu si Kecil menerima ASI secara baik, sehingga bayi cegukan pun dapat dihindari.

3. Tidak Mengajak Bayi Bermain Setelah Menyusu

Ibu mungkin gemas dan ingin segera bermain bersama si Kecil. Namun, jangan buru-buru mengajak si Kecil bermain dan bercanda sesaat setelah minum susu, ya. 

Beri bayi waktu untuk beristirahat dan mencerna ASI selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu baru ajak si Kecil bermain. 

4. Sendawakan Bayi

Saat akan berpindah payudara atau setelah selesai menyusu, jangan lupa untuk menyendawakan si Kecil dulu, ya. Supaya udara yang terperangkap di lambung dapat dikeluarkan dan tidak memicu cegukan. 

Cara menyendawakan bayi yang tepat adalah sandarkan bayi dalam posisi tegak menghadap Ibu dengan kepalanya di bahu atau pangkuan Ibu. Kemudian, tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut agar si Kecil bisa bersendawa.

5. Beri Sedikit Air Putih

Hanya untuk bayi yang telah berusia 6 bulan ke atas atau telah memulai MPASI, Ibu dapat memberikan 1-2 sendok teh air putih setelah minum ASI untuk mencegah cegukan. 

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Sekarang Ibu sudah lebih memahami apa penyebab bayi cegukan dan bagaimana cara mencegahnya, kan? 

Apabila Ibu masih memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar penyebab bayi cegukan dan masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk menghubungi BebeCare. BebeCare hadir 24/7 untuk menemani Ibu dalam menumbuhkan anak hebat, tanpa perlu membuat janji.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. IDAI | Cegukan pada bayi dan anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/cegukan-pada-bayi-dan-anak

  2. Kelly, J. (2016, February). Newborn Hiccups. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/hiccups

  3. Hiccups. (2023, August 11). Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/hiccups

  4. CDC. (2021, July 22). Signs Your Child is Hungry or Full . Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/mealtime/signs-your-child-is-hungry-or-full.html



Artikel Terkait