cara-seru-belajar-sambil-bermain-untuk-balita

5 Cara Seru Belajar Sambil Bermain untuk Balita di Rumah

detail-fb detail-wa detail-twitter

Belajar sambil bermain akan menjadi kegiatan menyenangkan bagi si Kecil. Ia mungkin tak akan sadar bahwa hal seru yang sedang dilakukannya merupakan bagian dari proses belajar.  Tapi, apakah mungkin mengajarkan berhitung dan membaca pada anak usia balita? Jangan pesimistis dulu, Bu. Menurut seorang profesor pendidikan di Harvard University, Dr. Howard Gardner, matematika dan linguistik merupakan bagian dari 8 jenis kecerdasan yang dimiliki oleh anak1.

Jadi, bukan tak mungkin si Kecil memiliki kecerdasan tersebut meski usianya masih dini. Tentunya Ibu perlu selalu mengasah kecerdasan tersebut dengan metode belajar sambil bermain.

Cara belajar sambil bermain dapat dilakukan sesuai dengan keinginan Ibu. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat menumbuhkan minat si Kecil. Berikut 5 ide cara seru belajar sambil bermain yang bisa Ibu terapkan di rumah. Selamat mencoba!

1. Bermain Lego Sambil Berhitung

Wow, mainan kesukaan anak ini ternyata bisa membantunya belajar berhitung! Untuk anak berusia 1-3 tahun, Ibu bisa menempelkan stiker angka pada blocks. Contohkan anak bermain menyusun blocks sesuai angkanya. Atau Ibu bisa bermain lempar bola dan memasukkannya ke dalam keranjang sambil berhitung. Ibu bisa memperkenalkan konsep lebih banyak dan lebih sedikit, lebih tinggi dan lebih pendek, sesuai dengan bentuk dan jumlah legonya, konsep satuan dan puluhan, konsep penambahan dan pengurangan serta masih banyak lagi2. Seru kan, Bu!

2. Bernyanyi Sambil Menghapal Huruf

Apakah si Kecil riang bukan main setiap kali mendengar lagu? Nah, gunakan ketertarikannya pada lagu dan musik untuk belajar mengenal huruf dan membaca. Untuk si Kecil berusia 1-3 tahun, Ibu bisa memutar lagu seperti lagu ABC untuk membantunya mengenal huruf.

Sedangkan si Kecil berusia 3 tahun ke atas, kenalkan pada lagu ABC Phonics Song bila ingin membiasakan si Kecil membaca dalam bahasa Inggris dan mengenalkan bunyi huruf. Atau, Ibu juga bisa memutarkan yang versi bahasa Indonesianya.

Faktanya, musik tak hanya membuat anak jadi bersemangat serta meningkatkan mood dan emosinya saja. Lebih dari itu, musik memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak karena terbukti mampu meningkatkan kemampuan belajar, mendorong perkembangan kognitif, motorik, dan bahasa3.

3. Bermain Flash Card

Bermain flash card mampu menstimulasi daya ingat anak. Oleh sebab itu, permainan ini dinilai sangat efektif membantu si Kecil dalam belajar. Flash card bergambar angka, huruf, hewan, buah-buahan dan lain sebagainya akan membantu menambah kosakata si Kecil, melatih kemampuan membaca, mendengar, berbicara dan melatih konsentrasinya. Menakjubkan, bukan?

Ibu bisa menemukan flash card sesuai kebutuhan pada toko buku, toko mainan edukasi anak, marketplace atau Ibu bisa mendapatkan  Flash card dengan gambar dan tulisan beraneka warna bisa menjadi pilihan karena akan menarik perhatian anak. Selain flash card, Ibu juga bisa menggunakan board game angka atau huruf.

3. Membaca Buku Bersama

Tak bisa dipungkiri, kegiatan membaca buku yang dilakukan secara rutin, terbukti bisa meningkatkan kosakata anak dan menambah wawasannya. Apakah membaca juga efektif untuk anak 0-3 tahun? Tentu saja, Bu. Meski anak di usia ini belum mengerti huruf dan kata tapi mereka sudah mulai fokus pada pola sederhana di buku. Jadi, membaca buku bergambar menambah pengetahuannya tentang berbagai bentuk, huruf, warna dan benda yang akan mulai ia kenali seiring bertambahnya usia.4

Bila Ibu ingin si Kecil pintar membaca maka salah satu cara yang efektif adalah membacakan buku untuknya setiap hari. Bacalah dengan pengucapan kata yang jelas, emosi yang sesuai dengan isi cerita dan suara yang lantang5. Meski belum bisa membaca, si Kecil akan terstimulasi untuk mengingat susunan huruf, tanda baca, dan nada suara Ibu saat membaca. Ia akan menduplikasinya kelak dan bukan tak mungkin, si Kecil akan tumbuh menjadi storyteller, news anchor atau MC hebat nantinya!

Tak hanya itu, kegiatan membaca bersama terbukti meningkatkan bonding orang tua dengan newborn. Hebat!4

4. Mari Melompat!

Belajar matematika sambil lompat-lompatan? Memang bisa? Tentu saja bisa, Bu. Ingat tidak permainan engklek saat kecil? Bukankah sebenarnya kita tanpa sadar sedang belajar konsep berhitung? Berkiblat dari permainan ini, Ibu bisa menulis beberapa urutan angka di lantai. Lalu mintalah anak melompat sesuai urutan angka yang benar.

Pada anak yang lebih besar dan sedang belajar penambahan dan pengurangan, cara ini juga efektif digunakan untuk belajar. Cara belajar sambil bermain, Ibu bertugas memberikan soal dan mintalah anak menjawab dengan melompat ke angka jawaban. Seru, ya. Selain jadi pintar berhitung, anak juga sekaligus berolahraga.

Ternyata menciptakan suasana belajar sambil bermain untuk si Kecil tidaklah sulit, bila tahu caranya ya, Bu. Tapi selain itu, jangan lupa juga untuk  senantiasa menjaga kesehatan pencernaannya agar kegiatan belajar sambil bermain ini tidak terganggu karena masalah gangguan pencernaan.

Ibu bisa memberikan susu Bebelac 3 sebanyak tiga gelas sehari pada si Kecil sambil menemaninya belajar sambil bermain. Susu Bebelac 3: 1-3 tahun ini tinggi serat prebiotik FOS-GOS yang penting untuk mendukung kesehatan pencernaannya.  Kandungan minyak ikan yang kaya omega-3, omega-6, serta komposisi 13 vitamin dan 6 mineralnya dapat membantu mengoptimalkan kecerdasan dan tumbuh kembangnya. Karena saat pencernaan sehat (Happy Tummy), si Kecil bisa belajar sambil bermain dengan nyaman (Happy Brain) dan ia pun akan tumbuh menjadi anak hebat yang ceria (Happy Heart).


 

  1. Branton Shearer. Multiple Intelligences in Teaching and Education: Lessons Learned from Neuroscience. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6480719/ [Diakses May 30, 2021]
  2. Jill Staake. 2020. It Turns Out, You Can Use LEGO Bricks to Teach All Kinds of Math Concepts. Diambil dari: https://www.weareteachers.com/lego-math/ [Diakses 7 JUni 2021]
  3. Elisabeth Dumont, Elena V. Syurina, Frans J. M. Feron, Susan van Hooren. Music Interventions and Child Development: A Critical Review and Further Directions. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5626863/ [Accessed on May 30, 2021]
  4. Linda Diproperzio. 2011. The Benefits of Reading to Your Newborn. Diambil dari: https://www.parents.com/baby/development/intellectual/benefits-of-reading-to-your-newborn/? [Diakses 13 Juni 2021]
  5. Dominic W Massaro. 2017. Reading Aloud to Children: Benefits and Implications for Acquiring Literacy Before Schooling Begins. Diambil dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29508957/ [Diakses May 30, 2021]
Tag