Kapan Bayi Siap Untuk Makan MPASI_1

Kapan Bayi Siap untuk Makan MPASI?

Saat Si Kecil masih baru lahir, tak diragukan bahwa ASI adalah sumber nutrisi utama dan terbaik untuknya. Seiring perkembangan Si Kecil, kebutuhan nutrisinya tidak lagi hanya bisa dipenuhi melalui ASI eksklusif sehingga harus mendapatkan nutrisi tambahan dari asupan MPASI. Biasanya, MPASI baru diberikan saat bayi usia 6 bulan ke atas.

Hal ini juga senada lho Bu dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics bahwa pemberian ASI eksklusif (ASI tanpa tambahan bahan makanan lain, kecuali atas rekomendasi dokter) adalah hal yang wajib diberikan hingga 6 bulan pertama kehidupan bayi[1]. Ketika usia bayi sudah 6 bulan dan sudah menunjukkan tanda-tanda siap, barulah ibu sudah diperbolehkan untuk memberikan MPASI.

Tanda Bayi Siap MPASI

Lalu, bagaimana caranya ibu mengetahui si Kecil yang sudah berusia 6 bulan sudah siap diberikan MPASI? Nah, berikut ini adalah tanda-tanda yang akan ditunjukkan buah hati Ibu ketika ia sudah siap diberikan MPASI[2]:

  • Saat Si Kecil sudah mampu mengontrol kepalanya untuk tetap tegak.
  • Saat Si Kecil sudah dapat duduk dengan tegak di kursi makan bayi atau kursi tinggi agar makanan dapat ditelan.
  • Saat Si Kecil mulai penasaran dengan makanan yang kita makan. Terkadang bayi juga akan berusaha meraih makanan yang kita makan dan membuka mulut saat kita menyodorkan sendok ke mulutnya.

Nah, kalau si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda di atas, artinya dia sudah siap ya Bu!

Jenis MPASI yang Cocok untuk Si Kecil

Beda usia si Kecil, beda pula kebutuhan jumlah dan tekstur MPASI. Anak usia 6 bulan tentu akan makan makanan yang teksturnya lumat, beda dengan anak 10 bulan yang sudah bisa makan MPASI dengan tekstur lebih kasar. Maka dari itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak atau tenaga kesehatan mengenai MPASI yang cocok diperkenalkan untuk anak sesuai usianya ya!

Nah, makanan yang biasanya disarankan sebagai MPASI adalah makanan yang dapat memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien anak seperti buah-buahan. Saat usianya 8 bulan, Ibu sudah dapat memberikan berbagai makanan sumber protein dan nabati, seperti sayuran, telur, daging, dan ikan, namun pastikan semua makanan tersebut sudah dalam keadaan matang sebelum dikonsumsi anak[3]. Kalau Ibu masih bingugn menyusun menunya, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak atau tenaga kesehatan mengenai MPASI yang cocok untuk anak ya!

Cara Meminimalisir Alergi Makanan pada Si Kecil

Nah, Ibu mungkin punya pertanyaan, bagaimana ya memberikan MPASI yang tepat untuk meminimalisir alergi makanan pada anak? Tipsnya begini ya Bu: saat memberikan MPASI kepada anak, berikan makanan non alergenik sebelum Ibu memperkenalkan makanan yang bersifat alergenik seperti telur, gandum, ikan, dan selai kacang. Untuk jenis makanan yang bisa diberikan, konsultasikan dulu dengan dokter anak atau tenaga kesehatan profesional ya Bu!

Menurut American Academy of Allergy Asthma dan Immunology (AAAAI)[4], memperkenalkan makanan alergenik pada usia 6 bulan ke atas sebenarnya dapat membantu kurangi risiko perkembangan alergi makanan di kemudian hari. Tanda-tanda yang ditunjukkan saat bayi mengalami alergi yaitu gatal-gatal, muntah, sulit bernapas, wajah yang membengkak, dan diare. Jika sudah begini, hentikan makanan tersebut dan bawa si Kecil ke dokter anak atau tenaga kesehatan profesional ya!

Perlu diingat ya Bu, meskipun sudah diperbolehkan mengonsumsi MPASI, tetap berikan sumber nutrisi utama Si Kecil yaitu ASI. Sebab ASI merupakan sumber protein, vitamin, dan zat besi yang paling mudah untuk dicerna Si Kecil. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai tumbuh kembang anak, konsultasikan ke dokter anak atau tenaga kesehatan profesional ya!