Sejumlah Manfaat Pemberian ASI Eksklusif untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Manfaat pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama si Kecil berperan penting untuk tumbuh kembangnya. Pertumbuhan ini dapat kita lihat...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
11 May 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Manfaat pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama si Kecil berperan penting untuk tumbuh kembangnya. Pertumbuhan ini dapat kita lihat dari tiga sisi, yaitu pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional. 

Nah, agar Ibu makin bersemangat memberikan ASI untuk si Kecil, yuk, kita simak, apa saja manfaatnya.

Pertumbuhan Fisik

Karena mengandung berbagai nutrisi penting, pemberian ASI eksklusif akan berpengaruh pada pertumbuhan fisik si Kecil. Hal ini dapat Ibu lihat dari bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur, misalnya saja berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.1

1. Mendukung Pertumbuhan Bayi

Air susu ibu (ASI) adalah cairan biologis kompleks yang terdiri dari semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa manfaat pemberian ASI eksklusif adalah tercukupinya kebutuhan nutrisi bayi. Selain kolostrum atau ASI pertama yang muncul pada hari ke 1—5, ASI juga kaya akan protein dan karbohidrat yang lebih mudah diserap oleh usus bayi. 

Di samping itu, ASI juga mengandung berbagai asam amino dan nukleotida yang berperan mendukung perkembangan jaringan otak, saraf, kematangan usus, penyerapan zat besi dan pembentukan daya tahan tubuh.

Pertumbuhan bayi juga semakin berkembang karena tercukupinya kebutuhan lemak dari ASI. Lemak dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan saraf dan retina mata. Tak hanya itu, ASI juga kaya akan vitamin dan mineral yang dapat memaksimalkan pembentukan sel dan jaringan tubuh bayi.2

2. Menurunkan Risiko Terkena Penyakit

Beberapa bukti penelitian menunjukkan manfaat pemberian ASI eksklusif  adalah menurunnya risiko si Kecil terkena beberapa penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare pada bayi yang baru lahir, asma, diabetes tipe 1, alergi makanan, dan obesitas.3

Berkurangnya risiko penyakit berarti tumbuh kembang bayi dapat lebih terjaga. 

3. Menyehatkan Sistem Pencernaan 

ASI mengandung bakteri yang baik untuk usus si Kecil, seperti bifidobacterium dan lactobacillus. Dua bakteri ini memberikan nutrisi penting untuk usus, yaitu: vitamin B12, B6, folat, dan vitamin K. Selain itu, kolostrum mengandung kadar Immunoglobulin tinggi yang berperan sebagai perlindungan di usus untuk memerangi kuman.3

Pertumbuhan Kognitif

Rasanya senang, ya, Bu, jika mendapati si Kecil mulai bisa merespons ketika diajak berkomunikasi. Respons ini merupakan salah satu pencapaian kognitifnya, yaitu proses berpikir manusia.

Proses ini meliputi pemahaman, memori, pengambilan keputusan, daya nalar, persepsi, dan bahasa.4

Dari sisi perkembangan kognitif, manfaat pemberian ASI eksklusif bagi anak dapat memberikan berbagai manfaat di setiap tahapan usia:5

  • Usia 14—18 bulan, mendukung perkembangan kemampuan memori, bahasa dan keterampilan.
  • Usia 2—3 tahun, si Kecil dapat memecahkan masalah yang ia hadapi.
  • Usia 1—7 tahun, meningkatkan kecerdasan.

Di samping itu, bayi yang mendapatkan ASI selama 6 bulan pertama atau lebih mempunyai IQ lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI kurang dari 3 bulan.

Bahkan, bayi prematur yang mendapatkan ASI eksklusif menunjukkan hasil tes IQ yang tinggi pada usia 7—8 tahun dibandingkan dengan yang bayi yang tidak mendapatkan atau diberikan ASI.1

Perkembangan Emosional

Selain dari sisi kognitif, manfaat pemberian ASI eksklusif juga berdampak pada perkembangan sosial dan emosional si Kecil berikut:

  • Meningkatkan kemampuan bayi dalam memperhatikan ekspresi dan emosi dari orang lain.
  • Meminimalkan perilaku antisosial serta tingkah laku yang mengarah ke agresif.
  • Meminimalkan kemungkinan anak mengalami autisme.5

Dalam proses menyusu, si Kecil akan merasa nyaman karena berada dalam dekapan Ibu, sehingga berdampak positif pada perkembangan emosinya. Kelak, ia akan mempunyai kecerdasan dan emosi yang lebih matang. Keduanya merupakan bekal yang sangat berharga dalam hidup bermasyarakat.6

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perkembangan fisik, kognitif, dan emosional ini berkembang sangat pesat di tiga tahun pertama usia si Kecil. Nah, pemberian ASI diharapkan dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan ini. 

Meski demikian, sebagian Ibu yang mungkin terkendala dalam memberikan ASI eksklusif tidak berarti berkurang makna dan perannya sebagai ibu untuk buah hati tercinta. 

Yuk, Bu, terus berikan nutrisi yang terbaik untuk si Kecil. Selain itu, Ibu dapat terus memantau tumbuh kembangnya dengan berkonsultasi secara berkala ke dokter spesialis anak masing-masing, ya.

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Rini Sekartini dan Jeanne-Roos Tikoalu (2013). Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak.(Diakses 3 November 2021)
  2. Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K) (2013). Mengapa ASI Eksklusif Sangat Dianjurkan pada Usia di Bawah 6 Bulan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mengapa-asi-eksklusif-sangat-dianjurkan-pada-usia-di-bawah-6-bulan. (Diakses 3 November 2021)
  3. Saieda M. Kalarikkal; Jennifer L. Pfleghaar (2021). Breastfeeding. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534767/. (Diakses 3 November 2021)
  4. Aayush Dhakal; Bradford D. Bobrin (updated July 2021). Cognitive Deficits. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559052/. (Diakses 3 November 2021)
  5. Kathleen M. Krol and Tobias Grossman (2018). Psychological effects of breastfeeding on children and mothers. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6096620/. (Diakses 3 November 2021)
  6. Badriul Hegar (2013). Mengapa Ibu Harus Menyusui? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengapa-ibu-harus-menyusui-2. (Diakses 3 November 2021)


Artikel Terkait