10 Penyebab BAB Bayi Berlendir dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan BAB bayi bercampur dengan lendir, antara lain reaksi alergi makanan atau akibat infeksi virus pada pencernaannya.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
14 Nov 2023
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Pup bayi berlendir.


BAB bayi yang sedikit berlendir biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, BAB bayi berlendir dan disertai gejala lain dapat menandakan masalah kesehatan. Cari tahu cara mengatasinya, yuk!

Kenapa BAB Bayi Campur Lendir? 

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan BAB si Kecil bercampur dengan lendir, antara lain: 

1. Lendir Alami dari Usus

Masih cukup wajar jika Ibu melihat BAB keluar lendir seperti ingus pada bayi.

Lendir ini adalah cairan pekat yang dibuat sendiri oleh usus besar untuk menjaga dinding bagian dalamnya tetap licin dan lembap sehingga membantu melancarkan keluarnya feses.

Jadi, ketika Ibu menjumpai ada sedikit lendir pada feses si Kecil, biasanya hal tersebut bukan merupakan kondisi yang berbahaya. 

2. Perutnya Sensitif

Perubahan pola makan Ibu yang mendadak selama masih dalam masa menyusui dapat menyebabkan BAB bayi berlendir. 

Perubahan tekstur dan feses bayi juga dapat dipengaruhi oleh sensitivitas tubuh si Kecil terhadap zat besi, kedelai, atau bahan formula lainnya.

Baca Juga: 10 Penyebab BAB Bayi Berbiji dan Berlendir

3. Alergi Makanan 

Jika BAB bayi berwarna hijau dan berlendir, ini dapat menandakan si Kecil memiliki alergi atau sensitivitas terhadap makanan yang Ibu makan dan ia dapatkan lewat ASI.

Jika si Kecil mengonsumsi makanan yang memicu reaksi alergi, ususnya dapat mengalami peradangan. Peradangan akan memicu produksi lendir berlebih di dalam usus sehingga feses bayi berlendir. 

4. Terlalu Banyak Minum Foremilk

Foremilk adalah ASI bening yang keluar pada awal sesi menyusui, dan biasanya banyak mengandung laktosa dan protein. 

Bayi bisa terlalu banyak minum foremilk jika ia sebentar-sebentar berganti payudara saat menyusu. Jika hal ini terjadi, mungkin Ibu akan melihat ada sedikit lendir pada feses si Kecil. 

5. Infeksi Virus

Infeksi rotavirus atau norovirus adalah penyebab gastroenteritis atau muntah dan diare pada bayi (muntaber).

Infeksi virus ini dapat menyebabkan usus meradang sehingga menghasilkan lendir secara berlebihan. Tujuannya untuk memberikan perlindungan ekstra pada saluran cerna. 

Gejala lain yang ditunjukkan saat bayi mengalami muntaber adalah feses encer yang berwarna kehijauan, serta mual, muntah, dan demam. 

6. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri juga dapat membuat BAB bayi berlendir dengan gejala yang mirip infeksi virus. 

Bakteri yang biasanya menyebabkan kondisi ini adalah Salmonella, Escherichia coli, dan Clostridium difficile

Dalam kasus infeksi bakteri yang lebih parah, darah juga dapat muncul dalam pup bersama dengan lendir. 

7. Intususepsi

Intususepsi adalah kondisi serius di mana usus terlipat ke dalam bagian usus yang berdekatan. Hal ini menyebabkan penyumbatan usus sehingga feses tidak bisa dibuang keluar tubuh. 

Jika bayi mengalami intususepsi, BAB yang keluar biasanya hanya lendir seperti ingus atau lendir kental seperti jelly berwarna merah tua. 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi usia di bawah 36 bulan. Gejala lain yang biasanya mengiringi adalah sakit perut yang timbul-tenggelam, muntah, pup berdarah, dan tidur terus-menerus. 

8. Cystic Fibrosis

Cystic fibrosis adalah kondisi genetik yang menyebabkan tubuh memproduksi lendir lebih tebal dan lengket sehingga menghambat saluran-saluran di dalam tubuh.

Cystic fibrosis dapat mengakibatkan produksi lendir yang berlebihan di berbagai organ, terutama di paru-paru, pankreas, hati, dan usus. 

Hal ini membuat BAB bayi berlendir dengan aroma yang tidak sedap dan tampak seperti minyak. 

9. Tumbuh Gigi

Ketika sedang tumbuh gigi, bayi akan menghasilkan lebih banyak air liur sebagai upaya untuk meredakan rasa sakit dari pertumbuhan giginya.

Kelebihan liur ini dapat tertelan dan pada akhirnya keluar bersama feses sehingga BAB bayi kuning encer dan berlendir.

10. Beralih ke Susu Selain ASI

Salah satu penyebab umum munculnya lendir pada feses bayi adalah alergi susu. Ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi terhadap protein dalam susu selain ASI, ususnya akan bereaksi dengan memicu produksi lendir berlebih.

Apakah Bahaya Jika Pup Bayi Berlendir? 

BAB bayi berlendir tidak selalu berbahaya. BAB berlendir yang berbahaya biasanya diiringi dengan munculnya gejala sakit seperti rewel, demam, feses terlalu encer, dan bayi tampak kesakitan. 

Berikut adalah gejala-gejala penyerta yang perlu Ibu waspadai pada si Kecil: 

  • Demam.
  • Sering mengalami muntah.
  • Tidak mau minum ASI atau nafsu makan berkurang.
  • Muncul darah saat BAB.
  • Warna feses menjadi kehijauan, kehitaman, atau putih.
  • Menjadi rewel dan susah tidur.

Jika ada satu atau lebih gejala di atas, segera bawa si Kecil ke dokter. Untuk mempermudah Ibu mengenali kondisi pencernaan si Kecil, Ibu bisa langsung gunakan tools Poop Tracker di Bebe Journey.

Cukup dengan mengunggah foto pup bayi secara real-time, Ibu bisa dapatkan analisis yang komprehensif hanya dalam 60 detik. Hasilnya bisa Ibu unduh dan simpan di handphone untuk dikonsultasikan ke dokter.

Baca Juga: BAB Bayi Cair Tanpa Ampas, Apakah Harus ke Dokter?

Bagaimana Cara Mengatasi BAB Berlendir pada Bayi? 

Penanganan BAB bayi berlendir berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Ibu lakukan di rumah untuk bantu mengatasi BAB berlendir: 

1. Catat Apa yang Ibu Konsumsi

Apabila si Kecil minum ASI secara eksklusif dan pup bayi berlendir, penting untuk mencermati makanan apa saja yang Ibu makan. 

Catat apa saja yang Ibu makan dalam satu hari dan amati bentuk dan warna pup bayi. Jika perlu, foto bentuk pup bayi

Jika setelah mengonsumsi makanan tertentu pup bayi jadi berlendir, Ibu perlu berhenti memakannya. Bawa catatan untuk dikonsultasikan dengan dokter.  

2. Hindari Makanan Pemicu Alergi

Ada sejumlah makanan yang tinggi risiko alergi, antara lain ikan, kerang-kerangan, telur, kacang-kacangan, gandum, dan susu sapi.

Berikan makanan tersebut satu-persatu dalam jumlah sedikit tanpa campuran apapun. Lakukan selama 3 hari berturut-turut dan perhatikan reaksinya. 

Apabila setelah makan suatu jenis makanan BAB bayi berlendir disertai kemunculan gejala alergi lainnya, segera hentikan pemberian makanan tersebut.  

3. Perbaiki Perlekatan

Supaya bayi tidak terlalu banyak minum ASI foremilk, pastikan Ibu menyusui di satu payudara dulu sampai selesai. 

Apabila bayi rewel dan sebentar-sebentar minta pindah payudara, Ibu dapat mengecek lagi apakah posisi perlekatan bayi sudah tepat. 

Jika merasa kesulitan melakukan perlekatan saat menyusui, Ibu dapat berkonsultasi dan meminta bantuan ahli laktasi. 

4. Mencukupi Kebutuhan Cairan Bayi

Untuk mengurangi lendir pada pup bayi, pastikan si Kecil selalu terhidrasi dengan baik. Hal yang dapat Ibu lakukan yaitu memberikan ASI secara teratur. 

Jika bayi sudah mulai MPASI, Ibu juga bisa berikan air putih dan cairan elektrolit pada bayi. Memberikan cairan akan bantu menjaga lendir agar tetap encer dan memudahkan kinerja usus. 

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi BAB Bayi Berbusa

5. Menjaga Kebersihan 

Bayi sangat suka memasukkan jari, mainan, atau benda apapun yang dapat dijangkau dengan tangannya ke dalam mulut. 

Apabila kebersihan tangan bayi dan benda-benda yang ada disekitarnya tidak terjaga, risiko infeksi virus dan bakteri akan semakin tinggi. 

Maka, Ibu perlu secara rutin membersihkan mainan bayi dan benda-benda lain yang sering ia gunakan dengan cairan desinfektan untuk mencegah BAB bayi berlendir. 

Semoga artikel ini membantu dan pencernaan si Kecil tetap baik, ya!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Villines, Z. (2019, July 30). Causes of mucus in a baby’s poop. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325896
  2. IDAI | ASI Sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi. (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi
  3. Viral gastroenteritis (stomach flu)-Viral gastroenteritis (stomach flu) - Symptoms & causes - Mayo Clinic. (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847
  4. Nall, R. (2018, May 22). Why Is There Mucus in My Baby’s Poop? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/mucus-in-baby-poop#causes
  5. NHS Choices. (2024). Introducing foods that could trigger an allergic reaction. https://www.nhs.uk/start-for-life/baby/weaning/safe-weaning/food-allergies/
  6. Food allergy - Symptoms and causes. (2023). Mayo Clinic; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/symptoms-causes/syc-20355095
  7. Nall, R. (2018, May 22). Why Is There Mucus in My Baby’s Poop? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/mucus-in-baby-poop#treatments
  8. ‌Holland, K. (2015, May 18). Why Is There Mucus in My Stool? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/mucus-in-stool#when-to-see-a-doctor
  9. Flo.health . https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-health-and-safety/what-does-mucus-in-baby-stool-mean
  10. ‌Rohit Garoo. (2019, March 6). Mucus In Baby’s Stool: Causes And What To Do About It. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/mucus-in-baby-stool_00470694/
  11. ‌Jansheski, G. (2018, May 27). Blood And Mucus In Baby’s Stool: Causes & What To Do. Mom Loves Best; Mom Loves Best. https://momlovesbest.com/blood-in-baby-stool
  12. WebMD. (2017, April 16). Mucus in Stool. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/mucus-in-poop-stool
  13. ‌Khan, A. (2019, July 6). Mucus in Baby’s Poop – Is It a Concern? FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/mucus-in-babys-stool-is-it-a-concern/


Artikel Terkait