Cara Membuat Susu Formula untuk Anak Diare yang Aman & Tepat
Anak diare tetap boleh minum susu saat diare sesuai rutinitasnya asal dibuat dengan higienis dan tidak diencerkan. Hentikan pemberian susu bila gejala diare semakin memburuk setiap kali anak minum susu.
Cara membuat susu formula untuk anak diare harus dilakukan dengan kebersihan ekstra, menggunakan air matang minimal 70°C, takaran sesuai petunjuk, dan botol yang sudah disterilkan. Jika diare tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter karena mungkin si Kecil perlu ganti ke susu formula rendah laktosa atau formula soya khusus.
Bolehkah Anak Diare Minum Susu Formula?
Anak yang sedang diare boleh minum susu formula. Namun, bila diare makin parah atau feses semakin cair, sebaiknya beralih ke susu rendah laktosa atau bebas laktosa.
Hal ini karena saat diare tubuh sulit mencerna laktosa, sehingga penggantian susu dapat membantu meredakan gejala.
Susu rendah atau bebas laktosa dianjurkan untuk diare akibat infeksi, diare berat atau berkepanjangan, serta kondisi ketika gejala memburuk setelah konsumsi susu biasa.
Alternatifnya, Ibu bisa berikan susu dengan kombinasi prebiotik dan probiotik dapat membantu meredakan diare pada anak dengan menyeimbangkan bakteri baik dan mengurangi peradangan usus.
Mengapa Susu Formula Tetap Dibutuhkan saat Diare?
Saat diare, anak dapat kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat feses yang encer dan frekuensinya meningkat. Karena itu, anak perlu asupan cairan sekitar 100–200 ml setiap kali selesai buang air besar.
Cairan tersebut bisa berasal dari air putih, oralit, maupun makanan berkuah. Selain itu, susu formula tetap boleh diberikan untuk membantu mengganti cairan dan nutrisi yang hilang.
Baca Juga: Pertolongan Pertama Ketika Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter
Cara Membuat Susu Formula untuk Anak Diare
Penting bagi Ibu untuk mengetahui bagaimana cara membuat susu formula untuk anak diare agar si Kecil tidak merasa lemas dan dehidrasi. Berikut tahapan yang tepat:
1. Cuci Tangan & Sterilkan Peralatan
Tips pertama sebelum menyiapkan susu formula adalah mencuci tangan hingga bersih. Pasalnya, tangan dapat menjadi media penularan virus dan bakteri penyebab diare yang berisiko mengontaminasi susu serta peralatannya.
Selain itu, pastikan botol, dot, atau gelas susu anak sudah dicuci dengan sabun dan air hangat sebelum digunakan.
Untuk perlindungan ekstra, Ibu juga bisa mensterilkan peralatan dengan merendamnya selama sekitar 5 menit dalam air mendidih.
2. Gunakan Air Matang dengan Suhu Tepat
Selanjutnya, rebus air hingga mendidih. Pastikan air yang digunakan memiliki suhu minimal 70°C saat digunakan untuk membuat susu formula untuk anak diare.
Air panas membantu susu larut sempurna sekaligus membunuh bakteri yang mungkin ada di dalam air. Untuk mencapai suhu yang tepat, diamkan air mendidih selama kurang lebih 10 menit sebelum digunakan.
3. Ikuti Takaran Sesuai Anjuran
Cara membuat susu formula untuk anak yang sedang diare harus mengikuti anjuran dokter. Susu tidak boleh diencerkan karena takarannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak sesuai usia.
Menambahkan terlalu banyak air justru akan mengurangi kandungan nutrisi dalam susu. Akibatnya, manfaat susu formula tidak dapat diperoleh secara optimal saat anak sedang diare.
4. Sajikan Segera & Jangan Disimpan Lama
Susu formula sebaiknya langsung diberikan setelah dibuat untuk menjaga kebersihan dan kandungan nutrisinya. Jika dibiarkan terlalu lama, susu berisiko terkontaminasi bakteri dan dapat memperparah diare.
Jika susu tidak langsung diminum setelah dibuat atau belum habis, sebaiknya dibuang dan jangan disimpan untuk pemberian berikutnya, terutama bila anak memiliki pencernaan sensitif.
Baca Juga: Anak Sering BAB Tapi Bukan Diare, Apakah Normal?
Kesalahan Umum Saat Membuat Susu untuk Anak Diare
Agar kondisi anak tidak semakin memburuk, penting bagi Ibu dan Bapak untuk menghindari berbagai kesalahan umum ini saat membuat susu buat anak diare:
- Tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan susu.
- Membuat susu formula terlalu encer.
- Mengganti merek susu sembarangan.
- Menggunakan air tidak matang.
- Menggunakan botol atau peralatan yang tidak steril.
- Susu tidak langsung diminum setelah dibuat.
Anak Diare Minum Susu Berapa Kali Sehari?
Saat diare, anak tetap boleh minum susu sesuai rutinitas hariannya dengan takaran seperti biasa, dan jangan diencerkan.
Jika perlu, Ibu bisa berikan anak porsi asupan, baik makanan maupun susu, yang lebih sedikit tapi dalam frekuensi yang lebih sering agar lebih mudah dicerna oleh tubuh anak.
Kapan Susu Harus Dihentikan Sementara?
Pemberian susu formula saat diare sebenarnya tidak perlu dihentikan karena justru dapat membantu menambah asupan cairan anak sekaligus menurunkan risiko dehidrasi.
Selama diare, anak juga sebenarnya bisa menerapkan pola makan harian yang normal seperti biasa selama ia bisa menerimanya.
Namun, Ibu perlu hentikan pemberian susu untuk sementara bila gejala diare semakin memburuk setiap kali anak minum susu, memuntahkan kembali susu yang baru diminum, dan perutnya tampak tidak nyaman.
Kapan Anak Diare Perlu ke Dokter?
Bu, jangan tunda untuk segera membawa anak ke dokter saat diare bila menunjukkan gejala berikut:
- Muntah terus lebih dari 48 jam.
- Ada lendir atau darah pada feses.
- Frekuensi diare tergolong parah, yakni lebih dari 8 kali sehari dan sudah berlangsung lebih dari 2 hari.
- Mengalami diare ringan selama lebih dari 2 minggu.
- Sakit perut terus-menerus selama lebih dari 2 jam
- Usia kurang dari 1 bulan dengan 3 kali atau lebih diare dalam 24 jam terakhir.
- Usia anak kurang dari 3 bulan.
- Demam tinggi lebih dari 40°Celsius.
- Demam pada bayi berusia kurang dari 12 minggu. Hindari memberikan obat penurun demam apa pun kepada bayi sebelum diperiksa.
- Anak tampak sangat lemas.
- Anak mengalamim kondisi medis tertentu yang membuat sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penyakit sel sabit, HIV, kanker, transplantasi organ, atau mengonsumsi steroid oral.
- Ada ciri-ciri dehidrasi, seperti tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam, urine berwarna gelap, mulut sangat kering, dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
Sebelum pergi ke dokter, cek dulu kondisi pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.



