5 Cara Membuat Susu Formula untuk Anak Diare yang Tepat
Anak diare boleh minum susu saat diare sesuai rutinitasnya asal dibuat dengan higienis dan tidak diencerkan. Hentikan pemberian susu bila diare makin buruk setiap anak minum susu.
Cara membuat susu formula untuk anak diare harus dilakukan dengan kebersihan ekstra, menggunakan air matang minimal 70°C, takaran sesuai petunjuk, dan botol yang sudah disterilkan. Cari tahu selengkapnya di sini, Bu!
Bolehkah Anak Diare Minum Susu Formula?
Saat anak diare, prioritas utama adalah mencegah dehidrasi. Jadi, anak yang diare tetap boleh minum susu formula untuk menjaga cairan dan nutrisinya. Namun, tetap pantau kondisi si Kecil secara berkala.
Jika diare semakin parah, sementara bisa beralih ke susu formula rendah laktosa (low-lactose) atau yang bebas laktosa (lactose-free), karena pencernaan anak sedang sensitif. Susu formula juga sebaiknya tidak diencerkan.
Penyebab Diare pada Anak dan Pengaruhnya ke Susu
Penyebab diare pada anak bisa sedikit banyak memengaruhi jenis susu yang sebaiknya diberikan. Diare pada anak umumnya disebabkan oleh:
- Infeksi virus atau bakteri: penyebab paling umum adalah rotavirus dan bakteri seperti Salmonella
- Intoleransi laktosa: saat usus tidak bisa mencerna gula dalam susu sapi sehingga memicu diare.
- Alergi susu sapi: reaksi terhadap protein di dalam susu memicu muntah, sakit perut, dan diare.
Saat diare, laktosa dalam susu sapi bisa sulit dicerna karena usus sedang terganggu sehingga gejalanya bisa makin parah. Karena itu, sebaiknya sementara beralih ke susu rendah laktosa, bebas laktosa, atau susu formula berbasis soya.
Susu rendah atau bebas laktosa biasanya diberikan pada anak yang diare akibat infeksi, diare berat atau berlangsung lama, atau jika kondisi memburuk setelah minum susu biasa. Tujuannya agar usus bisa beristirahat dan pulih lebih cepat tanpa beban tambahan.
Cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Kini Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Mengapa Susu Formula Tetap Dibutuhkan saat Diare?
Saat diare, anak dapat kehilangan banyak cairan. Susu formula boleh diberikan untuk membantu mengganti cairan dan nutrisi yang hilang, serta membantu pemulihan usus, terutama jika menggunakan susu rendah atau bebas laktosa.
Diare sering membuat usus sementara sulit mencerna laktosa, sehingga susu khusus bisa membantu meredakan gejala tanpa memperburuk keadaan.
Selain susu, Ibu juga bisa berikan cairan seperti oralit, air putih, atau kuah sup kaldu bening secara rutin. Pasalnya, anak perlu asupan cairan sekitar 100–200 ml setiap kali selesai buang air besar saat masih diare.
Baca Juga: Pertolongan Pertama Ketika Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter
Cara Membuat Susu Formula untuk Anak Diare
Penting bagi Ibu untuk mengetahui bagaimana cara membuat susu formula untuk anak diare agar si Kecil tidak merasa lemas dan dehidrasi. Berikut tahapan yang tepat:
1. Cuci Tangan Sebelum Menyiapkan Susu
Tips pertama sebelum menyiapkan susu formula adalah mencuci tangan hingga bersih.
Pasalnya, tangan dapat menjadi media penularan virus dan bakteri penyebab diare yang berisiko mengontaminasi susu serta peralatannya.
2. Sterilkan Botol dan Peralatan
Cara membuat susu formula untuk anak diare selanjutnya, pastikan botol, dot, atau gelas susu anak sudah dicuci dengan sabun dan air hangat sebelum digunakan.
Untuk perlindungan ekstra, Ibu juga bisa mensterilkan peralatan dengan merendamnya selama sekitar 5 menit dalam air mendidih.
3. Gunakan Air Matang Suhu Minimal 70°C
Tahap terpenting dalam cara membuat susu formula untuk anak diare yaitu rebus air hingga mendidih. Pastikan suhu air minimal 70°C.
Air panas membantu susu larut sempurna sekaligus membunuh bakteri yang mungkin ada di dalam air.
Untuk mencapai suhu yang tepat, diamkan air mendidih selama kurang lebih 10 menit sebelum digunakan.
4. Ikuti Takaran Sesuai Petunjuk
Cara membuat susu formula untuk anak diare harus mengikuti anjuran dokter.
Susu tidak boleh diencerkan karena takarannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak sesuai usia. Menambahkan terlalu banyak air akan mengurangi kandungan nutrisi dalam susu.
Akibatnya, manfaat susu formula tidak dapat diperoleh secara optimal saat anak sedang diare. Pastikan cincin dot sudah rapat dan tutup botol terpasang kuat lalu kocok hingga bubuk susu larut.
5. Sajikan Segera & Jangan Disimpan Lama
Susu formula sebaiknya langsung diberikan setelah dibuat untuk menjaga kebersihan dan kandungan nutrisinya.
Jika dibiarkan terlalu lama, susu berisiko terkontaminasi bakteri dan dapat memperparah diare. Letakkan botol di atas permukaan yang sudah dibersihkan dan didisinfeksi.
Jika susu tidak langsung diminum setelah dibuat atau belum habis, sebaiknya dibuang dan jangan disimpan untuk pemberian berikutnya, terutama bila anak memiliki pencernaan sensitif.
Baca Juga: Anak Sering BAB Tapi Bukan Diare, Apakah Normal?
Jenis Susu yang Cocok untuk Anak Diare
Di samping memerhatikan cara membuat susu formula untuk anak diare, ketahui juga kalau tidak semua jenis susu cocok diberikan dalam kondisi ini agar tidak memperberat kondisi pencernaannya. Berikut pilihan susu untuk anak diare:
1. Susu Rendah atau Bebas Laktosa
Beberapa anak mungkin memiliki intoleransi laktosa atau kesulitan mencerna laktosa yang terdapat pada susu sapi, sehingga menyebabkan diare kian memburuk.
Untuk itu, memilih susu formula yang rendah laktosa atau bebas laktosa bisa sebagai alternatif, guna membantu mengurangi gejala diare pada anak yang sensitif terhadap laktosa.
2. Susu dengan Probiotik dan Prebiotik
Probiotik merupakan bakteri baik. Sementara itu, prebiotik merupakan serat yang menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam saluran cerna.
Asupan keduanya dapat bantu mengatasi anak diare dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di perut guna melawan bakteri jahat penyebab diare.
Alternatifnya, Ibu bisa berikan susu dengan kombinasi prebiotik dan probiotik dapat membantu meredakan diare pada anak dengan menyeimbangkan bakteri baik dan mengurangi peradangan usus.
3. Susu Berbasis Soya
Jika perlu dan direkomendasikan oleh dokter, susu formula berbasis soya bisa menjadi alternatif untuk anak yang tidak cocok dengan susu sapi. Susu soya biasanya dipertimbangkan pada anak yang mengalami intoleransi laktosa sementara atau alergi susu sapi.
Meski begitu, penggunaannya sebaiknya tetap sesuai anjuran dokter agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi dengan baik.
Salah satu pilihan susu yang bisa Ibu berikan untuk si Kecil adalah Bebelac Gold, yaitu susu tinggi serat tanpa gula tambahan (0g sukrosa), yang diformulasikan dengan Advansfibre + Comfort (FOS, GOS, Corn Starch, dan Inulin) dan diperkaya juga dengan DHA lebih tinggi. Bantu dukung kesehatan pencernaan.
Kesalahan Umum Saat Membuat Susu untuk Anak Diare
Tak hanya menerapkan cara membuat susu formula untuk anak diare, penting bagi Ibu dan Bapak untuk tahu berbagai kesalahan umum ini saat membuat susu buat anak diare:
- Tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan susu.
- Membuat susu formula terlalu encer.
- Mengganti merek susu sembarangan.
- Menggunakan air tidak matang.
- Menggunakan botol atau peralatan yang tidak steril.
- Susu tidak langsung diminum setelah dibuat.
Baca Juga: 10 Cara Alami agar Anak Bisa Kentut dan Tidak Kembung Lagi
Kapan Anak Diare Perlu ke Dokter?
Bu, jangan tunda untuk segera membawa anak ke dokter saat diare bila menunjukkan gejala berikut:
- Muntah terus lebih dari 48 jam.
- Ada lendir atau darah pada feses.
- Frekuensi diare tergolong parah, yakni lebih dari 8 kali sehari dan sudah berlangsung lebih dari 2 hari.
- Mengalami diare ringan selama lebih dari 2 minggu.
- Sakit perut terus-menerus selama lebih dari 2 jam
- Usia kurang dari 1 bulan dengan 3 kali atau lebih diare dalam 24 jam terakhir.
- Usia anak kurang dari 3 bulan.
- Demam tinggi lebih dari 40°Celsius.
- Demam pada bayi berusia kurang dari 12 minggu. Hindari memberikan obat penurun demam apa pun kepada bayi sebelum diperiksa.
- Anak tampak sangat lemas.
- Anak mengalami kondisi medis tertentu yang membuat sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penyakit anemia sel sabit, HIV, kanker, transplantasi organ, atau mengonsumsi steroid oral.
- Ada ciri-ciri dehidrasi, seperti tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam, urine berwarna gelap, mulut sangat kering, dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
Itu dia Bu, cara membuat susu formula untuk anak diare dan rekomendasi yang cocok diberikan saat si Kecil mengalami gangguan pencernaan. Semoga si Kecil cepat pulih, ya!
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
