Wajar Anak 2 Tahun Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tantrum dan sakit perut bisa menyebabkan anak 2 tahun menangis terus. Si Kecil juga mungkin menangis terus karena hal yang Ibu tak sadari, seperti kelelahan dan overstimulasi.
Anak 2 tahun menangis terus dapat terjadi karena frustrasi, perubahan emosi, atau kesulitan mengendalikan dorongan dan perasaannya. Pada usia ini, kemampuan mengelola emosi masih berkembang sehingga rasa marah dan frustrasi dapat muncul dalam bentuk tangisan, teriakan, atau tantrum.
Apakah Wajar Anak 2 Tahun Menangis Terus?
Anak 2 tahun menangis terus dapat menjadi bagian normal dari perkembangan emosi. Pada usia ini, anak sedang belajar mengendalikan emosi, menyampaikan keinginan, dan menghadapi rasa frustrasi.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya Ibu perhatikan saat anak 2 tahun menangis terus:
|
Kondisi |
Masih Tergolong Normal |
Perlu Diwaspadai |
|
Pemicu |
Menangis karena lapar, mengantuk, lelah, frustrasi, atau keinginannya tidak terpenuhi |
Menangis tanpa pemicu yang jelas, semakin sering, atau berbeda dari pola biasanya |
|
Durasi |
Tangisan atau tantrum mereda setelah kebutuhan anak terpenuhi atau setelah anak berhasil ditenangkan |
Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan, terutama jika berlangsung lama atau semakin berat |
|
Perilaku anak |
Setelah tenang, anak kembali bermain dan beraktivitas seperti biasa |
Anak tampak sangat lemas, sangat mengantuk, sulit dibangunkan, tidak responsif, atau mengalami perubahan perilaku yang jelas |
|
Gejala lain |
Tidak disertai keluhan fisik lain dan anak tetap tampak sehat |
Disertai demam, muntah berulang, sulit bernapas, perut membengkak, atau tampak kesakitan |
|
Saat tidur |
Sesekali terbangun dan menangis, kemudian dapat kembali tidur setelah ditenangkan |
Sering terbangun sambil menangis/berteriak dan pola tersebut terus mengganggu tidurnya, terutama bila disertai keluhan lain |
|
Kondisi sehari-hari |
Anak masih mau makan, minum, bermain, dan melakukan aktivitas seperti biasa |
Tidak mau makan/minum, aktivitas fisik sangat berkurang, atau terdapat penurunan berat badan |
Penyebab Anak 2 Tahun Menangis Terus
Menangis adalah respons anak yang normal terjadi ketika ia berada di situasi yang membuatnya tidak nyaman. Berikut beberapa penyebab anak menangis terus:
1. Sedang Mengalami Tantrum
Menginjak 2 tahun, anak Ibu mungkin lebih sering tantrum.
Saat ia merasa kesal, marah, atau frustrasi, si Kecil akan mengungkapkannya secara meledak-ledak karena masih sulit mengungkapkan emosinya dengan cara yang tepat.
Tantrum adalah hal normal yang menjadi bagian dari perkembangan emosional anak di usia dini, selama tidak disertai dengan tindakan manipulatif atau kekerasan fisik.
2. Lapar, Haus, Lelah, atau Mengantuk
Anak 2 tahun menangis terus bisa terjadi kerena si Kecil merasa lapar, haus, lelah, atau mengantuk.
Kebutuhan dasar yang belum terpenuhi dapat membuat anak merasa tidak nyaman.
Jadi, lebih mudah rewel atau menangis, terutama setelah banyak bermain dan beraktivitas.
3. Sulit Mengungkapkan Emosi dan Keinginannya
Anak 2 tahun menangis terus juga bisa disebabkan oleh kesulitannya dalam mengungkapkan emosi atau keinginan.
Saat belum mampu menyampaikan maksudnya, si Kecil mungkin menangis, berteriak, atau rewel sebagai cara berkomunikasi.
4. Mengalami Separation Anxiety
Anak 2 tahun menangis terus saat ditinggal Ibu atau Ayah merupakan tanda bahwa si Kecil mengalami separation anxiety.
Kondisi ini umum pada usia 6 bulan–3 tahun dan dapat membuat anak rewel atau menangis ketika berpisah dari orang tua.
Jadi sebaiknya, orang tua berpamitan sebelum pergi dan memberi tahu si Kecil bahwa Ibu dan Ayah akan kembali.
5. Mengalami Overstimulasi
Anak 2 tahun menangis terus bisa terjadi ketika si Kecil mengalami overstimulasi.
Lingkungan yang terlalu ramai, berisik, terang, atau panas dapat membuat anak kewalahan dan meluapkan rasa tidak nyamannya dengan menjadi rewel dan menangis.
6. Merasa Tidak Nyaman atau Sakit
Tangisan yang muncul lebih sering dari biasanya dapat menandakan si Kecil sedang merasa tidak nyaman atau mengalami keluhan tertentu.
Misalnya, sakit perut, sembelit, demam, sakit telinga, atau ketidaknyamanan saat tumbuh gigi.
Selain memantau kesehatan si Kecil secara keseluruhan, Ibu juga perlu memperhatikan kondisi pencernaannya. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa didapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga dapat mengakses fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile.
7. Kurang Tidur atau Pola Tidurnya Terganggu
Kurang tidur atau pola tidur yang terganggu dapat membuat anak lebih sulit mengelola emosi, sehingga si Kecil bisa lebih mudah rewel atau menangis.
Studi Infant Behavior and Development (2016) menemukan bahwa gangguan tidur berkaitan dengan lebih tingginya masalah sosial-emosional pada anak usia 2 tahun.
8. Sedang Mengalami Perubahan Rutinitas
Perubahan rutinitas bisa menjadi penyebab anak 2 tahun menangis terus karena si Kecil perlu beradaptasi dengan situasi baru.
Misalnya ketika pindah kamar, mulai sekolah, bepergian, atau berganti pengasuh dapat membuat anak lebih rewel hingga terbiasa dengan rutinitas barunya.
Baca Juga: Anak Tiba-Tiba Menangis Tanpa Sebab, Normal atau Tidak?
Kenapa Anak 2 Tahun Menangis Terus Tiap Malam?
Lantas, mengapa anak 2 tahun menangis terus tiap malam, ya, Bu? Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya yang perlu dipahami:
1. Kelelahan
Anak yang terlalu lelah dapat lebih mudah mengalami gangguan tidur, termasuk mimpi buruk dan night terror yang ditandai dengan menangis terus.
2. Waktu Tidur Tidak Cukup
Anak usia 2 tahun umumnya membutuhkan sekitar 12–14 jam tidur dalam 24 jam, termasuk tidur siang.
Jika kebutuhan tidurnya tidak terpenuhi, anak dapat lebih mudah mengalami masalah tidur atau terbangun pada malam hari.
3. Mimpi Buruk
Mimpi buruk dapat membuat anak terbangun sambil menangis atau ketakutan.
Anak biasanya dapat terbangun setelah mimpi buruk dan mungkin masih mengingat isi mimpinya.
Mimpi buruk juga lebih sering terjadi pada bagian akhir malam karena umumnya berlangsung saat fase REM.
4. Ketidaknyamanan Fisik
Rasa tidak nyaman akibat sakit atau kondisi tertentu juga dapat membuat anak susah tidur atau terbangun pada malam hari.
Pada usia toddler, misalnya, batuk, pilek, hidung tersumbat, eksim, atau tumbuh gigi dapat mengganggu kenyamanan saat tidur.
5. Separation Anxiety
Anak dapat menangis ketika terbangun dan tidak menemukan orang tua di dekatnya.
Kondisi ini berkaitan dengan separation anxiety dan dapat menyebabkan anak terbangun beberapa kali sambil menangis.
6. Rutinitas Tidur Tidak Konsisten
Rutinitas tidur yang tidak konsisten dapat membuat anak lebih sulit membangun pola tidur teratur dan kembali tidur saat terbangun di malam hari.
7. Night Terror
Pada night terror, anak dapat tiba-tiba menangis, berteriak, atau tampak sangat ketakutan saat tidur.
Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian awal malam ketika anak berada dalam tidur yang dalam (non-REM).
Anak menunjukkan perilaku seperti setengah sadar, dapat tampak membuka mata, tetapi sebenarnya belum benar-benar terbangun dan biasanya tidak mengingat kejadian tersebut setelahnya.
Secara sederhana, berikut perbedaan antara night terror dengan mimpi buruk. Pahami ya, Bu.
|
Night terror |
Mimpi buruk |
|
Terjadi saat anak berada dalam fase tidur dalam (non-REM), umumnya pada bagian awal malam |
Umumnya terjadi saat fase REM atau saat bermimpi |
|
Anak dapat tampak sangat ketakutan, menangis, atau berteriak, tetapi sebenarnya masih tertidur dan sulit dibangunkan |
Anak biasanya terbangun setelah mimpi buruk |
|
Anak biasanya tidak mengingat episode tersebut setelah bangun tidur |
Anak mungkin mengingat mimpi yang membuatnya takut |
Baca Juga: Anak Rewel: 17 Cara Mengatasi dengan Tenang
Anak 2 Tahun Menangis Tanpa Air Mata, Apakah Normal?
Anak 2 tahun yang menangis tanpa air mata tidak selalu menandakan masalah. Namun, kondisi ini perlu diperhatikan jika disertai tanda dehidrasi.
Segera periksakan anak jika tidak ada air mata saat menangis disertai:
- Mulut atau bibir kering
- Jarang buang air kecil
- Sangat lemas atau mengantuk
- Sulit dibangunkan
- Tidak mau makan dan minum
- Kondisi semakin memburuk
Cara Mengatasi Anak 2 Tahun Menangis Terus
Ibu perlu tetap tenang saat si Kecil sedang menangis. Kemudian, lakukan berbagai cara mengatasinya berikut ini:
1. Tetap Tenang dan Jangan Memarahi Anak
Jika anak menangis terus, pastikan Ibu tenang. Jangan tersulut emosi ya Bu, apalagi sampai memarahi anak. Sebab, memarahi anak hanya dapat memperparah suasana.
Hal ini juga bertujuan untuk membuat lingkungan yang aman sehingga emosi si Kecil dapat mereda.
2. Cari Tahu Penyebab Tangisannya
Saat anak 2 tahun menangis terus, coba cari tahu pemicunya secara bertahap.
Periksa apakah si Kecil lapar, haus, mengantuk, merasa sakit, takut, atau sedang marah dan frustrasi.
Setelah penyebabnya diketahui, bantu memenuhi kebutuhannya atau menenangkannya sesuai kondisi.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
3. Dekap dan Berikan Rasa Aman
Memeluk dan mendekap si Kecil dapat membuatnya merasa aman dan nyaman. Sambil mendekapnya, Ibu dapat menatap matanya dengan penuh kasih.
Dengan begitu, ia akan mendengarkan apa yang Ibu ucapkan. Ia pun jadi lebih tenang dan merasa tidak diabaikan.
4. Validasi Emosi Anak
Saat anak menangis karena kecewa atau marah, akui perasaannya terlebih dahulu tanpa membenarkan perilaku yang tidak sesuai.
Misalnya, “Ibu tahu kamu sedang kesal karena tidak boleh mengambil itu.”
Menamai dan mengakui emosi membantu anak merasa dipahami sekaligus belajar mengenali perasaannya.
5. Alihkan Perhatian Jika Pemicu Sudah Reda
Alihkan perhatikan si Kecil dari sesuatu atau hal yang membuatnya menangis. Dengan demikian, suasana hatinya bisa berangsur membaik dan tangisannya berhenti.
Ibu bisa mengalihkan perhatian anak dengan memberikan boneka atau mainan favorit, atau mengajaknya keluar rumah untuk menghirup udara segar.
6. Buat Rutinitas Harian yang Konsisten
Membuat rutinitas harian anak berjalan konsisten dapat bantu mencegah anak 2 tahun menangis terus.
Jadi, pastikan waktu makan, istirahat, dan bermain sesuai dengan jadwal.
7. Ciptakan Rutinitas Tidur yang Menenangkan
Jika anak sering menangis pada malam hari, buat rutinitas tidur yang tenang dan konsisten.
Usahakan waktu tidur tetap, lakukan aktivitas santai seperti membaca buku sebelum tidur, buat kamar nyaman dan tenang.
8. Pastikan Kebutuhan Fisik Anak Terpenuhi
Pastikan kebutuhan dasar si Kecil terpenuhi, seperti makan, minum, buang air besar (BAB), dan kenyamanan tubuh.
Rasa lapar, haus, atau tidak nyaman dapat membuat anak lebih mudah rewel dan menangis.
Periksa juga apakah anak merasa kepanasan, kedinginan, atau mengalami keluhan fisik lainnya.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Tantrum yang Efektif, Tanpa Drama
Bagaimana Cara Mengatasi Anak 2 Tahun Menangis Tengah Malam?
Saat si Kecil menangis tengah malam, Ibu tentu ingin segera menenangkannya agar bisa kembali tidur dengan nyaman. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
- Pastikan anak aman, terutama jika si Kecil bergerak atau bangun dari tempat tidur
- Tetap tenang dan gunakan suara lembut saat coba menidurkannya kembali
- Batasi percakapan saat anak terbangun karena interaksi dapat membuatnya semakin terjaga dan lebih sulit kembali tidur
- Periksa kebutuhan fisiknya, seperti lapar, haus, perlu buang air, atau merasa tidak nyaman
- Jika anak menangis tengah malam menyerupai episode night terror, jangan paksa anak bangun
- Setelah si Kecil merasa tenang, bantu anak kembali tidur
Kapan Anak 2 Tahun yang Menangis Terus Harus Dibawa ke Dokter?
Ibu sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter jika anak menangis terus disertai tanda-tanda berikut:
- Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan
- Tampak sangat kesakitan
- Demam
- Muntah berulang
- Sesak napas atau napas cepat
- Sangat lemas atau sulit dibangunkan
- Tidak mau makan/minum
- Tanda dehidrasi
- Perubahan perilaku yang mendadak
- Tangisan terjadi sangat sering tanpa penyebab yang jelas
- Mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari dalam waktu lama
Tips Mencegah Anak 2 Tahun Menangis Terus
Coba terapkan beberapa tips berikut ini untuk mencegah anak menangis terus, Bu.
- Pastikan kebutuhan makan dan minum terpenuhi
- Cukupi waktu tidur
- Buat rutinitas harian konsisten
- Berikan waktu bermain dan aktivitas fisik
- Hindari overstimulasi
- Berikan kesempatan anak memilih dalam hal-hal sederhana
- Bantu anak mengenali dan menyebutkan emosinya
- Luangkan waktu khusus bersama anak
Agar si Kecil tetap aktif beraktivitas setiap hari, dukung kesehatannya dengan informasi yang tepat dan terpercaya. Bergabunglah sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan berbagai panduan kesehatan anak dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
