Si Kecil Diare? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini

Si Kecil sedang diare, Bu? Diare sebenarnya merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada bayi. Gejala utamanya adalah...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
13 Oct 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
Bayi mengalami diare


Si Kecil sedang diare, Bu? Diare sebenarnya merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada bayi. Gejala utamanya adalah anak BAB lebih sering dengan tekstur tinja yang encer (mencret). 

Nah, jika dibiarkan diare pada bayi bisa menyebabkan dehidrasi yang membahayakan kesehatan si Kecil. 

Tidak usah panik bila Si Kecil mengalami diare. Ketahui penyebab diare pada bayi dan cara mengatasinya di sini, yuk! 

Penyebab Diare pada Bayi

Diare lebih umum terjadi pada bayi usia 7-12 bulan yang sudah mulai MPASI. Salah satu alasannya karena mungkin ada bahan makanan dalam MPASI yang tidak cocok atau mengandung bahan yang memicu gangguan pencernaan pada Si Kecil. Itu kenapa ibu dianjurkan memberi MPASI pada anak secara pelan-pelan dan bertahap. 

Di luar itu, diare pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mengutip Web MD, faktor utama penyebab diare pada bayi antara lain:

  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit. Bayi dapat tertular kuman ini melalui kontak dengan makanan atau air yang tidak bersih atau ketika mereka menyentuh permukaan kuman dan kemudian memasukkan tangannya ke dalam mulut.
  • Alergi makanan atau sensitif terhadap obat-obatan.
  • Terlalu banyak minum jus buah.
  • Keracunan makanan.

Nah, Ibu perlu mengingat-ingat apakah si Kecil baru saja mengalami hal-hal di atas. Dengan begitu, Ibu bisa memastikan penyebab bayi mencret untuk menghindarinya di kemudian hari.

Baca Juga: Penyebab Intoleransi Makanan pada Bayi dan Cara Atasinya

Ciri-Ciri Diare pada Bayi

Seperti penyakit pada umumnya, diare pada bayi menunjukkan berbagai ciri. Diare bukan hanya ditandai buang air besar yang encer. Di samping itu, ada ciri-ciri diare pada bayi lain yang perlu Ibu ketahui agar lebih waspada menghadapinya. 

Mengutip Hopkins Medicine, berikut di antaranya ciri-ciri diare pada bayi:

1. Demam

Diare yang disebabkan oleh virus umumnya menunjukkan ciri-ciri demam. Demam adalah salah satu tanda yang ditunjukkan bayi bahwa sistem imun tubuhnya sedang melawan infeksi penyebab diare.

Ibu perlu waspada jika suhu tubuh si Kecil mencapai 38 derajat celsius atau lebih, karena hal ini bisa berujung pada dehidrasi.

2. Feses berbau busuk

Ciri-ciri diare pada bayi selanjutnya, akan nampak jelas pada tampilan dan aroma feses si Kecil. Jangan ragu mengecek popoknya untuk memastikan ia diare atau tidak ya, Bu.

Feses bayi yang sudah MPASI normalnya lebih padat dan berwarna agak gelap. Sementara bila si Kecil diare, feses bayi akan mengeluarkan bau busuk lebih menyengat. Kadang, diare juga bisa membuat bayi tekstur feses menjadi cair dan  berlendir.

3. Frekuensi buang air besar lebih sering

Selain feses yang encer dan aromanya menyengat, ciri-ciri diare pada bayi juga ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih sering. 

Adapun skala frekuensi BAB berdasarkan tingkat keparahan diare, melansir Seattle Children antara lain sebagai berikut:

  • Ringan: 3-5 BAB per hari
  • Sedang: 6-9 BAB per hari
  • Parah: 10 kali atau lebih BAB per hari

4. Perut berbunyi

Diare juga kerap ditandai dengan bunyi pada perut si Kecil. Bunyinya sendiri terdengar tidak teratur dan nyaring. 

Kondisi ini terjadi akibat usus bayi yang terinfeksi dan adanya kontraksi otot berlebihan di perut serta usus keci bayi, Bu.

5. Rewel

Bayi belum bisa berkomunikasi seperti orang dewasa.

Maka tak heran, bila mengalami suatu hal yang membuatnya tak nyaman, si Kecil hanya bisa menangis. Begitu pun saat ia mengalami diare.

Dengarkan juga seperti apa tangisan si Kecil, Bu.

Secara umum jika ia terlihat lemah dan sangat atau lebih rewel dari biasanya, ini bisa menjadi ciri atau tanda bayi sedang mengalami diare.

Baca Juga: 5 Tanda Pencernaan Anak yang Sehat

Cara Mengatasi Diare pada Bayi di Rumah

Diare yang disebabkan oleh infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya. Umumnya, diare berlangsung 1 atau 2 hari dan hilang dengan sendirinya. 

Meski demikian, seperti dilansir dari Very Well Family, Ibu bisa mengatasi diare pada bayi dengan pertolongan pertama sebagai berikut:

1. Susui lebih sering

Bayi kehilangan cairan dengan cepat saat mengalami diare, bahkan berisiko mengalami dehidrasi.

Maka, cara mengatasi diare pada bayi yang bisa Ibu lakukan pertama adalah dengan menyusui si Kecil lebih sering guna membuatnya tetap terhidrasi. 

ASI mengandung cairan dan nutrisi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat diare. Selain itu yang tak kalah penting, di dalam ASI terdapat antibodi yang membantu bayi melawan infeksi dan penyakit.

2. Hindari makanan asam dan berminyak

Cara mengatasi diare pada bayi selanjutnya, hindari memberikan si Kecil makanan yang berminyak. Jika ingin memberikannya buah, sebisa mungkin jangan dalam bentuk jus seperti jus apel atau jeruk. 

Mengutip Healthline, adapun makanan yang direkomendasikan untuk meredakan diare pada bayi antara lain:

  • Buah pisang
  • Sereal
  • Pasta
  • Biskuit

3. Jaga kebersihan

Tergantung penyebabnya, diare dapat menular dan menyebar ke orang lain. Apalagi jika diare pada bayi disebabkan oleh infeksi virus. 

Jadi, baiknya jagalah kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok atau menggunakan kamar mandi guna meminimalisir penyebaran diare pada bayi.

4. Rajin menggantikan popok

Diare pada bayi membuat frekuensi buang air besar si Kecil bertambah. Hal inilah yang membuat bayi ketika diare rentan mengalami ruam popok, Bu.

Oleh karenanya, Ibu perlu lebih sering menggantikan popoknya untuk mencegah iritasi tersebut. Dengan begitu, si Kecil pun merasa nyaman dan tidak rewel.

Kapan Harus ke Dokter?

Saat bayi mengalami diare, cairan tubuhnya akan banyak terbuang. Jika bayi kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan melalui pemberian makan, ia pun bisa mengalami dehidrasi. 

Adapun ciri-ciri fisik bayi yang dehidrasi karena diare antara lain:

  • Mulut kering
  • Kulit kering
  • Menolak makan
  • Makan hanya sedikit
  • Rewel
  • Menangis tanpa meneteskan air mata
  • Tangisan lemah dan lemas
  • Berat badan turun drastis
  • Mata cekung
  • Sulit bangun dan selalu mengantuk 
  • Popok kering selama 8 hingga 12 jam

Dehidrasi pada bayi berlangsung sangat cepat. Hal ini tentunya membahayakan keselamatan si Kecil. Maka sebelum terlambat, segera bawa ia ke dokter jika menemukan tanda dehidrasi di atas agar diare pada bayi cepat teratasi.

Selain karena dehidrasi, Ibu juga tak perlu ragu membawa si Kecil ke dokter bila semua upaya cara mengatasi diare pada anak tak kunjung membuahkan hasil.

Dokter biasanya akan mengobservasi kondisi si Kecil, serta memberikan antibiotik jika diare disebabkan oleh penyakit atau infeksi.

Sekarang, Ibu tak perlu panik untuk mengatasi diare pada bayi. Agar lebih yakin, Ibu bisa gunakan tools Poop Tracker di Bebe Journey untuk cek kondisi pup bayi. Dilengkapi dengan fitur AI, hasilnya bisa diketahui untuk kemudian dikonsultasikan lagi ke dokter atau Tim Bebecare. 

Semoga artikel di atas membantu Ibu dalam menangani diare pada bayi, ya!


Sumber:

  1. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-diarrhea-causes-treatment. Diakses pada 14 Juli 2022.
     
  2. John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children. Diakses pada 14 Juli 2022.
     
  3. Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x1051573/my-babys-poo-has-changed-now-that-theyre-on-solids-is-this-normal. Diakses pada 14 Juli 2022.
     
  4. Osmosis. https://www.osmosis.org/answers/borborygmi. Diakses pada 14 Juli 2022.
     
  5. Seattle Childrens. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea-0-12-months. Diakses pada 14 Juli 2022.
     
  6. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/diarrhea-in-the-breastfed-baby-431632. Diakses pada 14 Juli 2022.
     

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait