Kenali Penyebab Bayi Gumoh, Tanda Bahaya, dan Penanganannya
Gumoh pada bayi tidak sama dengan muntah. Meski pada dasarnya normal, tapi Ibu perlu waspada bila bayi menunjukkan tanda-tanda gumoh yang tidak biasa.
Penyebab bayi gumoh umumnya berkaitan dengan katup antara kerongkongan dan lambung yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini membuat susu lebih mudah naik kembali ke mulut setelah menyusu. Gumoh biasanya normal selama si Kecil tetap nyaman, aktif, dan berat badannya bertambah sesuai usianya.
Apa Itu Gumoh pada Bayi?
Gumoh adalah kondisi ketika sebagian kecil isi lambung, seperti ASI atau susu, mengalir kembali dan keluar melalui mulut.
Kondisi ini umum terjadi pada bayi karena katup antara kerongkongan dan lambung masih berkembang.
Berbeda dengan muntah, gumoh biasanya keluar tanpa kontraksi kuat dan tidak membuat bayi merasa kesakitan.
Bedanya Gumoh dan Muntah pada Bayi
Gumoh dan muntah sama-sama membuat isi lambung keluar melalui mulut, tetapi prosesnya berbeda.
Gumoh biasanya mengalir tanpa dorongan kuat, jumlahnya sedikit, sering terjadi setelah menyusu, dan bayi tetap nyaman.
Muntah keluar dengan tekanan kuat, dapat disertai rewel atau menangis, serta bisa terjadi bersama gejala lain seperti demam, diare, atau lemas.
Mengapa Bayi Sering Gumoh?
Gumoh disebut juga dengan istilah reflux atau muntah ASI. Hal ini normal dialami bayi baru lahir hingga usia 12 bulan. Beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab bayi gumoh adalah:
1. Katup Lambung Bayi Masih Berkembang
Salah satu penyebab bayi gumoh adalah otot katup antara kerongkongan dan lambung atau lower esophageal sphincter (LES) yang belum berkembang sepenuhnya.
Pada orang dewasa, katup ini menutup rapat untuk menahan isi lambung agar tidak naik. Namun pada bayi, katup tersebut mengendur.
Akibatnya, isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan dan keluar sebagai gumoh.
2. Minum Susu Terlalu Banyak atau Terlalu Cepat
Penyebab bayi gumoh lainnya adalah minum susu terlalu banyak atau terlalu cepat.
Lambung bayi masih kecil sehingga lebih cepat penuh.
Jika susu masuk terlalu banyak dalam waktu singkat, isinya dapat lebih mudah naik kembali dan menyebabkan gumoh.
3. Banyak Menelan Udara Saat Menyusu
Banyak menelan udara saat menyusu juga dapat menjadi penyebab bayi gumoh.
Kondisi ini dapat terjadi ketika bayi menyusu terlalu cepat atau pelekatan kurang optimal.
Udara yang masuk bersama susu dapat membuat perut lebih cepat penuh sehingga bayi lebih mudah gumoh.
4. Bergerak atau Beraktivitas Setelah Menyusu
Perubahan posisi atau aktivitas setelah menyusu juga dapat menjadi penyebab bayi gumoh, terutama ketika lambung sedang penuh.
Misalnya, si Kecil langsung dibaringkan, bagian perut mendapat tekanan, atau diajak bermain aktif setelah menyusu.
5. Refluks Gastroesofagus
Penyebab bayi gumoh dapat berkaitan dengan refluks gastroesofagus (GER), yaitu kondisi saat isi lambung naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi ini umumnya normal pada bayi.
Berbeda dengan GERD yang terjadi ketika refluks menimbulkan gejala mengganggu, seperti terus rewel, menolak menyusu, atau berat badan sulit bertambah.
6. Alergi Protein Susu Sapi atau Makanan Tertentu
Penyebab bayi gumoh juga dapat berkaitan dengan alergi protein susu sapi atau makanan tertentu.
Terutama jika disertai gejala lain seperti muntah, diare, sulit BAB, ruam/eksim, atau berat badan sulit bertambah.
Jika si Kecil menunjukkan beberapa gejala tersebut, perlu dilakukan evaluasi oleh dokter untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: Bayi Muntah dari Hidung: 5 Penyebab & Cara Atasi
Kapan Gumoh pada Bayi Masih Normal?
Gumoh umumnya masih normal jika bayi tetap sehat dan tumbuh dengan baik.
Frekuensi gumoh juga bisa cukup sering, bahkan 5% bayi yang mengalami gumoh dapat mengalaminya 6 kali atau lebih dalam sehari.
Gumoh cenderung masih normal jika:
- Terjadi setelah menyusu dan keluar tanpa usaha kuat.
- Jumlah susu yang keluar sedikit.
- Bayi tetap aktif dan mau menyusu.
- Bayi tidak tampak kesakitan atau sangat rewel.
- Berat badan bertambah sesuai pemantauan.
- Tidak ada tanda dehidrasi atau gejala yang mengkhawatirkan.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Bagaimana Cara Mengatasi Bayi yang Sering Gumoh?
Supaya si Kecil tidak terlalu sering gumoh, Ibu bisa mencari tahu penyebab bayi gumoh, kemudian mencoba beberapa tips berikut ini:
1. Pastikan Pelekatan Menyusu Sudah Tepat
Pastikan mulut bayi melekat dengan baik pada payudara agar tidak banyak udara yang ikut tertelan saat menyusu.
Jika menggunakan botol, posisikan bayi dengan nyaman dan pastikan aliran dot sesuai agar bayi tidak minum terlalu cepat.
2. Hindari Memberikan Susu Terlalu Banyak dalam Sekali Waktu
Dalam Acta Paediatrica (2018), dijelaskan bahwa pemberian susu terlalu banyak dapat memperparah gumoh.
Oleh karena itu, jumlah dan frekuensi menyusu sebaiknya disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.
Jika perlu, susu dapat diberikan dalam jumlah lebih sedikit tetapi lebih sering.
3. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Ibu bisa membantu bayi bersendawa saat jeda dan setelah menyusu untuk mengeluarkan udara yang tertelan sehingga tidak gumoh.
Cara menyendawakan bayi dapat dilakukan dengan menegakkan bayi, pastikan kepala bersandar di bahu, lalu usap atau tepuk lembut punggungnya.
Baca Juga: 6 Penyebab Bayi Muntah Menyembur dan Cara Mengatasinya
4. Pertahankan Posisi Tegak Setelah Menyusu
Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak selama beberapa saat sambil tetap diawasi.
Posisi ini dapat membantu mengurangi gumoh, terutama setelah bayi selesai minum.
5. Hindari Aktivitas yang Menekan Perut Setelah Menyusu
Setelah menyusu, hindari aktivitas aktif seperti tummy time atau bermain terlalu banyak.
Tekanan dan aktivitas saat perut masih penuh dapat membuat susu lebih mudah naik kembali sehingga menjadi penyebab bayi gumoh.
6. Hindari Mengguncang atau Mengayun Bayi Setelah Menyusu
Hindari mengguncang, memantulkan, atau mengayun bayi setelah menyusu.
Saat lambung masih penuh, perubahan posisi atau gerakan seperti bouncing dapat memicu susu kembali naik dan menyebabkan si Kecil gumoh.
7. Tetap Terapkan Posisi Tidur yang Aman
Meskipun sering gumoh, bayi tetap perlu tidur telentang di permukaan yang datar dan kokoh.
Jangan menidurkan bayi miring atau tengkurap untuk mencegah gumoh. Posisi tidur telentang tetap aman meskipun bayi mengalami gumoh.
Baca Juga: Bayi Muntah Kuning: 10 Penyebab + Cara Mengatasi
Kapan Bayi Gumoh Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Gumoh umumnya normal jika Si Kecil tetap sehat, nyaman, dan berat badannya bertambah sesuai pemantauan.
Namun, segera cari pertolongan medis jika bayi mengalami:
- Cairan berwarna hijau atau mengandung darah.
- Kesulitan bernapas.
- Bayi sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Tanda dehidrasi, seperti pipis jauh lebih sedikit atau popok tidak sebasah biasanya.
- Perut tampak membuncit atau bayi mengalami nyeri hebat.
- Muntah/gumoh menyembur berulang.
- Gumoh terus-menerus atau semakin sering.
- Bayi sulit atau menolak menyusu.
- Baru mulai sering gumoh pada usia 6 bulan atau lebih.
- Berat badan tidak bertambah sesuai pemantauan.
- Bayi sangat rewel atau tampak kesakitan setiap kali gumoh.
- Ada gejala lain yang membuat curiga terhadap alergi, GERD, atau kondisi tertentu.
Ibu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mencari tahu penyebab dan penanganan sesuai dengan gumoh bayi bila kondisinya tidak wajar.
Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli.

_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
